<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754</id><updated>2012-01-11T21:19:04.847+07:00</updated><category term='ulang tahun ke-11 detikcom'/><title type='text'>NICHI781</title><subtitle type='html'>Where everything is simple but nothing is cheap; where every work is hard but no work is worthless; where every life in this world is so precious</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>58</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-5520660832231583784</id><published>2012-01-11T19:47:00.002+07:00</published><updated>2012-01-11T21:19:04.868+07:00</updated><title type='text'>LOVE ASSET</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-7NWWJxSmen0/Tw2Fz3bB30I/AAAAAAAAAGw/cjA98fwHoOw/s1600/405966_2667839266589_1574307100_2306173_744198228_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-7NWWJxSmen0/Tw2Fz3bB30I/AAAAAAAAAGw/cjA98fwHoOw/s320/405966_2667839266589_1574307100_2306173_744198228_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696356229790687042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;781&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, terbit juga novel pertama saya, walaupun dikerjainnya keroyokan bersama teman-teman tercinta saya dalam Women Script and Co. Banyak cerita, suka dan duka dalam pembuatan novel ini. Tapi yang pasti yang membuat saya salut adalah para wanita yang ikut dalam project novel ini amat sangat toleransi dan saling menghargai. Bayangkan, pikirkan, 16 kepala dalam satu novel. Alhamdulillah bisa diselesaikan dalam waktu satu setengah bulan. Luar biasa sekali dengan kerja keras para ibu-ibu ini.&lt;br /&gt;Oke, saya ceritakan asal mula kenapa kita mencetuskan ide untuk membuat novel bersama. Well, awalnya kita tergabung dalam IIDN, Ibu-ibu Doyan Nulis DKI jakarta, yang ingin melakukan kopdar. Tapi kita tidak mau hanya sekedar kopdar, ikut grup, tapi tidak memberi manfaat sama sekali. Maka dengan tekad bulat, kami semua ber-16 orang ditambah satu orang manajer, berkomitmen untuk membuat proyek ini sampai selesai. Jadilah terbentuk Women Script and Co. Alhamdulillah sekali lagi.&lt;br /&gt;Oke, sekarang membahas novelnya. Kenapa berjudul Love Asset? well..., kebetulan saja, judul ini tercetus atas ide saya. Sebenarnya sebelum judul tercetus, sinopsis dan garis besar cerita sudah terbentuk, serta nama-nama tokoh. Oleh karena itu, saat itu yang ada dipikiran saya adalah materi, dimana berdasarkan sinopsis, cinta selalu dilihat oleh materi, ada apartemen, mobil mewah, berlian. tapi kalau saya kasih judul material girl, kayak judul lagunya Madonna dong :D oleh karena itu saya ganti dengan Asset. Dan berhubung novel ini bergenre Roman, pasti ada kata cinta. Cinta Aset. kesannya matre banget. oleh karena itu saya menggunakan kata Love, maka jadilah Love Asset, mencintai asset, atau asset cinta.&lt;br /&gt;Kenapa juga kita menulis tema ini? Pesan apa yang ingin disampaikan? &lt;br /&gt;Memang terdengarnya agak dangkal, seorang wanita cantik yang menjadi istri siri seorang pengusaha, memakai jalan pintas. well..., suka tidak suka fenomena itulah yang terjadi di jaman sekarang ini. Tidak sedikit seorang wanita yang walaupun berpenghasilan ternyata menjadi simpanan seorang lelaki yang sudah beristri dan mempunyai anak. Pesan yang ingin kami sampaikan adalah apakah hanya sebatas materi cinta sejati itu? Bisakah kebahagiaan itu diraih dengan materi? Padahal ada banyak pihak yang bisa kau lukai jika kau melakukan hal itu. &lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya, saya akan memberikan sedikit resensi isi novel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratu merupakan dara jelita berasal dari kota Solo, sulung dari tiga bersaudara. Dia pun merantau ke Jakarta untuk meneruskan kuliahnya di salah satu Universitas negeri di Jakarta. Namun disebabkan karena himpitan ekonomi dan juga masalah yang datang bertubi-tubi, mau tidak mau dia pun rela mengorbankan jati dirinya dengan menjadi istri simpanan seorang pengusaha properti, Pak Chandra.&lt;br /&gt;Dilema dimulai manakala Ratu bertemu dengan seorang pemuda bernama Adam. Berbagai momen pun terjadi yang membuat mereka menjadi dekat dan saling jatuh cinta. Padahal saat ini Ratu sudah menjadi istri seseorang.&lt;br /&gt;Masalah bertambah rumit manakala Adam bermaksud melamar Ratu dengan cara yang sangat romantis yaitu dengan helikopter. Namun naas, helikopter mengalami kecelakaan. Adam lumpuh.&lt;br /&gt;Dan dari kejadian inilah diketahui kalau Adam merupakan putra dari Pak Chandra, yang notabene merupkan suaminya.&lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan Ratu?&lt;br /&gt;Mampukah Ratu menggapai cintanya?&lt;br /&gt;Cinta memang penuh pengorbanan. Padahal Ratu hanya ingin mencintai dengan sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran? Sudah bisa dipesan kok bukunya. Hubungi aja para penulisnya. salah satunya saya, Ninna Rosmina.&lt;br /&gt;Buku ini ditulis oleh kami, para wanita, dengan berbagai latar belakang profesi, untuk para wanita. Semoga buku ini bisa bermanfaat dan memberikan inspirasi untuk kita semua. Amin.&lt;br /&gt;Selamat membaca :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-5520660832231583784?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/5520660832231583784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=5520660832231583784' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/5520660832231583784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/5520660832231583784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2012/01/love-asset.html' title='LOVE ASSET'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7NWWJxSmen0/Tw2Fz3bB30I/AAAAAAAAAGw/cjA98fwHoOw/s72-c/405966_2667839266589_1574307100_2306173_744198228_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-2751735879166904166</id><published>2011-12-12T18:43:00.008+07:00</published><updated>2011-12-12T19:33:51.055+07:00</updated><title type='text'>1st Flight Kuala Lumpur Part 3</title><content type='html'>781&lt;br /&gt;Oke, pertama-pertama, biar aku ceritakan dulu waktu perbedaan waktu antara jakarta dan Kuala Lumpur. Misal di jakarta pukul sepuluh, maka di Kuala lumpur pukul sebelas. So, beda berapa jam kah? benar sekali! Hanya beda satu jam. Dan mungkin, karena perbedaan itu pula yang menyebabkan waktu sholat di Kuala Lumpur ini molor. &lt;br /&gt;Sebagai contoh, pada saat aku sampai di Hotel sekitar pukul satu, aku pikir sudah lohor, so tanpa menunda-nunda, aku pun langsung ambil air wudhu dan sholat Lohor plus ashar di jamak. Setelah itu merasa tenang dong!? Tapi kenyataannya, pada saat aku sedang asyik-asyiknya nonton TV melepas lelah sambil tidur-tiduran di kasur, azan itu pun berkumandang........&lt;br /&gt;Hening.....&lt;br /&gt;Kejadian serupa adalah pada saat Shubuh hari pertama. Berhubung malamnya aku tidak keluar lagi dan hanya tinggal di kamar hotel, jadi pukul sembilan malam, aku sudah berangkat ke pulau kapuk tanpa mimpi. Dan terbangun pada pukul setengah lima. Biar segar, aku pun langsung mandi, dan pukul lima aku sudah sholat shubuh.&lt;br /&gt;Dan pada kenyataannya, setengah jam kemudian, aku baru mendengar kumandang azan shubuh.....&lt;br /&gt;Hening lagi....&lt;br /&gt;Ya begitulah... jadi kalau ke Kuala Lumpur, harap tidak perlu terburu-buru untuk mengambil air wudhu, hendaknya tanyakan terlebih dahulu kepada warga sekitar.&lt;br /&gt;Oke.&lt;br /&gt;Berhubung aku ada janji tur pukul sembilan, maka pukul setengah delapan, aku pun turun untuk keluar melihat-lihat keadaan sekitar. Ingin lihat bagaimana situasi dan kondisi malaysia di pagi hari dengan rutinitas kerja yang sibuk.&lt;br /&gt;Lumayan ramai, tapi kalau dipikir-pikir.... tidak ada yang seramai Jakarta. Berhubung aku sudah makan roti di dalam hotel, aku nggak nyari sarapan lagi. Setelah puas lihat-lihat dan takut jemputan tur lewat, maka aku pun menunggu di lobby hotel.&lt;br /&gt;Oiya, satu lagi yang harus diceritakan, walaupun judulnya hotel bintang tiga dengan kamar kecil dan seadanya, tapi fasilitas internet alias wifi di hotel ini sangat cepat. Otomatis, BB yang aku bawa pun masih bisa berfungsi. Jadi selama di lobby, aku nyeting wifi dan bisa BBMan dengan kakak-kakak ipar di Jakarta. Sooo.... berasa tenang lagi deh. Setidaknya kalau aku ketinggalan sesuatu bisa nitip-nitip orang Jakarta. (kesannya mau dikirimin aja).&lt;br /&gt;Jemputan pun datang tepat waktu. Tepat pukul setengah sembilan, aku dijemput oleh seorang pria india, sudah tua, bernama.... Mr. Sings... Mr. Sing.... Mr. Shink... Yah terserah deh tulisannya bagaimana. Maka aku pun naik sebuah mobil macam... travelo atau mobil-mobil yang suka dipakai oleh travel Cipaganti. Ternyata aku tidak sendirian. Teman tur kali ini adalah sepasang suami istri yang sangat humble berasal dri Scotlandia, Ivan dan Betty. Mereka merupakan pensiunan dan sedang menikmati masa liburan mereka yang panjang. Mereka bilang setelah dari malaysia mereka akan ke New Zealand ke rumah anak mereka dan akan tinggal di sana selama dua atau tiga bulan. (Enaknyaaaa....)&lt;br /&gt;Awal tur, kami di ajak melihat lapangan merdeka. Dan aku lupa ceritanya.&lt;br /&gt;Bisa dilihat di foto kok&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-p0Z2qdS73s0/TuXtVmtk9EI/AAAAAAAAAFk/RQKJXBA9mUU/s1600/384460_2512987115382_1574307100_2240329_1415487775_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-p0Z2qdS73s0/TuXtVmtk9EI/AAAAAAAAAFk/RQKJXBA9mUU/s320/384460_2512987115382_1574307100_2240329_1415487775_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685211060049867842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-8uC-F4KosCw/TuXtU5leINI/AAAAAAAAAFc/UmriIeYqeEk/s1600/390954_2512995035580_1574307100_2240333_100231221_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-8uC-F4KosCw/TuXtU5leINI/AAAAAAAAAFc/UmriIeYqeEk/s320/390954_2512995035580_1574307100_2240333_100231221_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685211047936270546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-X9foyuNQHtU/TuXtU9s5J3I/AAAAAAAAAFM/ckfgvJy29Uc/s1600/383014_2512983115282_1574307100_2240326_24161618_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-X9foyuNQHtU/TuXtU9s5J3I/AAAAAAAAAFM/ckfgvJy29Uc/s320/383014_2512983115282_1574307100_2240326_24161618_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685211049041143666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ztcbjKQQJzc/TuXtUoV7XqI/AAAAAAAAAFE/ZhlufpuFobY/s1600/380877_2512992635520_1574307100_2240331_676030002_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ztcbjKQQJzc/TuXtUoV7XqI/AAAAAAAAAFE/ZhlufpuFobY/s320/380877_2512992635520_1574307100_2240331_676030002_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685211043307675298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kami berada di lapangan ini paling hanya sepuluh menit, setelah itu kami berangkat lagi menuju Istana Negara. Tapi sayangnya berhubung istananya sedang direnov dan juga katanya dipindah ke tempat yang lain menjadi lebih bagus dan mewah, kami tidak bisa masuk untuk lihat-lihat ke dalam, cukup sampai di pintu gerbangnya saja. *sigh... menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-nVJhfpE23Aw/TuXuajgAsUI/AAAAAAAAAF0/1on8wmUuyVU/s1600/383157_2512997515642_1574307100_2240334_198833514_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-nVJhfpE23Aw/TuXuajgAsUI/AAAAAAAAAF0/1on8wmUuyVU/s320/383157_2512997515642_1574307100_2240334_198833514_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685212244598632770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, kami diajak berkeliling menyusuri Lake Garden. Dimana di Lake Garden ini terdapat Butterfly Park, Bird Park, Orchid Garden, Deer Park, Islamic Arts Museum, National Planetarium, Islamic Centre, Dan National Mosque. Sayangnya kami hanya numpang lewat dan tidak turun dari mobil. T_T Memang bukan paketnya.&lt;br /&gt;Setelah berkeliling, kami diturunkan di depan National Museum. &lt;br /&gt;Mengenai Nasional Museum, bangunannya didesain dengan memakai arsitektur Thailand. Tapi ternyata untuk gaya atapnya memakai gaya Minagkabau. Karena ternyata, Raja Selangor memiliki ibu/bapak (lupa), berasal dari MInangkabau. Bweeh... emang bener serumpun...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-WuNxS3Szr4w/TuXv3_dp3CI/AAAAAAAAAGI/XaxZn8RNKYk/s1600/383759_2513003675796_1574307100_2240339_792230712_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-WuNxS3Szr4w/TuXv3_dp3CI/AAAAAAAAAGI/XaxZn8RNKYk/s320/383759_2513003675796_1574307100_2240339_792230712_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685213849832774690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-RIu07DEpjLM/TuXv3-NAIKI/AAAAAAAAAGA/nP00miyDTJs/s1600/385520_2513001675746_1574307100_2240337_408771231_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-RIu07DEpjLM/TuXv3-NAIKI/AAAAAAAAAGA/nP00miyDTJs/s320/385520_2513001675746_1574307100_2240337_408771231_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685213849494495394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk Museum, salut buat mereka. Museumnya bagus sekali, bersih dan semuanya masih berfungsi dengan baik :p&lt;br /&gt;Setelah dari Museum, kami pun dibawa ke memorial Tun Razak. Disana berdiri Tugu Pahlawan, dan tertulis nama-nama Pahlawan yang ikut berperang membela kemerdekaan. Ada orang India, China dan Melayu. Di sana juga terpampang lambang-lambang dari keseluruhan kesultanan yang ada di Malaysia. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-RWx4JWdnxz8/TuXwqwwW8mI/AAAAAAAAAGY/J_cEnTLoX0U/s1600/391157_2513011475991_1574307100_2240341_1732940661_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-RWx4JWdnxz8/TuXwqwwW8mI/AAAAAAAAAGY/J_cEnTLoX0U/s320/391157_2513011475991_1574307100_2240341_1732940661_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685214722058023522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari sana kami berjalan menyusuri lereng yang disusun dengan sangat apik dan tentu saja bersih. Melewati taman dimana terletak lambang-lambang negar Asean. Indonesia pun ada lambangnya. Tapi yang buat aku trenyuh..., Mr. Sink bilang kalau petugas kebersihan disana, tidak ada yang warga Malaysia asli, semuanya pendatang dari negara ketiga. Bisa ditebak dong... kalau salah satunya adalah Indonesia. Jadi agak sedih. Tapi mau bagaimana lagi?&lt;br /&gt;Selesai dari sana, kami dibawa ke Royal Selangor, pabrik kerajinan Timah yang luar biasanya.... cantik-cantik sekali hasilnya. sayangnya foto disini tidak ada yang bagus.&lt;br /&gt;Setelah dari Royal Selangor, kami dibawa ke Petronas, menara kembar yang terkenal seantero dunia. Ternyata tower ini dibangun oleh kontraktor yang berbeda, satu oleg Jepang dan satu lagi oleh.... Korea? (Lupa! Yah, maklumlah bukan orang Malaysia juga kan? Lagian ngapain diapalin? kan ga bakalan ditanyain inih).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-aVsPYTkOZ9c/TuXx8FxjQCI/AAAAAAAAAGk/w4xQ-YsVcKU/s1600/390769_2513013556043_1574307100_2240342_1614382722_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-aVsPYTkOZ9c/TuXx8FxjQCI/AAAAAAAAAGk/w4xQ-YsVcKU/s320/390769_2513013556043_1574307100_2240342_1614382722_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685216119269572642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong padat juga ya tur pagi ini. Dan semuanya ini sudah selesai hanya dalam waktu tiga jam. Gada yang namanya macet. &lt;br /&gt;Mr. Shink pun nawarin ke aku, mau di drop aja ke hotel, apa stay di KLCC (Mall di Petronas) dan window shopping? Tentu saja aku jawab, window Shopping. Maka dengan berbaik hati. Mr, Sing pun menjelaskan Kereta atau tren yang harus aku naiki dan turun di stesyen mana. Aku pun berpisah dengan pasangan suami istri yang sangat ramah tersebut. Tapi sebelum keliling-keliling, tidak ada salahnya aku makan dulu. Atas dasar rekomendasi Mr. Sink, aku makan di Nasi Kandar Pelita yang terletak tak jauh dari KLCC. Jadi... Nasi Kandar ini semacam nasi padang, dengan bumbu kari yang kental. Enaaaakkkk... tapi agak pedas. Dan juga murah. Makan dengan sayur dan ayam goreng juga minum, aku hanya habis RM 7,2. Kenyang pula. Alhamdulillah. jadi ngiler deh kalo inget.&lt;br /&gt;Setelah kenyang, aku pun masuk dan ngider-ngider di KLCC. Awalnya aku pikir aku bisa menikmati, tapi pada kenyataannya, sama sekali tidak. Setelah beberapa saat ngider... BOSEEEENNNN... mana harganya kalo dirupiahin sama aja mahal-mahal. Akhirnya jam tiga setelah sholat lohor, aku memutuskan untuk pulang memakai tren seperti yang dibilang oleh Mr. Shings.&lt;br /&gt;Untuk masalah transportasi, terus terang aku iri sama Malaysia. Aku naik kereta bawah tanah, which is... dimana aku belum pernah naik, sehingga membuat sisi norak dan lebayku muncul... ITU KEREEN SEKALII... Huhuhuhuhu....Dan aku hanya perlu naik kereta melewati dua stesyen... deket banget doong??? Well... hari ini luar biasa dan aku senang, walaupun sepi.&lt;br /&gt;Malamnya.... tidak seperti malam kemaren, aku memutuskan untuk keluar dan melihat situasi sekitar kalau malam hari. Cukup ramai, tapi teteup... tidak seramai Jakarta. Pukul sembilan, mereka sudah banyak yang tutup. dan tentu saja aku belanja lagi di Tip top, eh... Mydin. Yeah *bersorak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-2751735879166904166?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/2751735879166904166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=2751735879166904166' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2751735879166904166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2751735879166904166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2011/12/1st-flight-kuala-lumpur-part-3.html' title='1st Flight Kuala Lumpur Part 3'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-p0Z2qdS73s0/TuXtVmtk9EI/AAAAAAAAAFk/RQKJXBA9mUU/s72-c/384460_2512987115382_1574307100_2240329_1415487775_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-7091944975179691642</id><published>2011-12-11T21:24:00.003+07:00</published><updated>2011-12-11T23:32:00.995+07:00</updated><title type='text'>1st Flight Kuala Lumpur part 2</title><content type='html'>781&lt;br /&gt;Oke. Pertama-tama, aku akan menceritakan soal kondisi hotel ini. Well, berhubung aku booking dari internet, aku hanya melihat dan membaca dari testimoni yang tertulis. Jadi hotel ini terletak di daerah masjid India, which is sangaaaatttt padat! Masjid ini terletak di belakang Bazar, seperti pasar gitu, hanya saja menjual pakaian dan aksesoris, juga tas. Lumayan menyenangkan dan ramai. Bahkan kesan awal yang aku dapat begitu pertama melihat tempat itu mirip pasar baru. Nama hotel itu Citin MAsjid Jamek. HOtelnya kalau di Jakarta seperti Hotel butik F1 yang ada di Menteng dan CIkini. Kamarnya kecil, hanya seukuran 2x4 meter sepertinya. Bagi yang pernah menginap di hotel F1, pasti tahu deh! &lt;br /&gt;Begitu selesai check in, aku diantar oleh porter yang berbeda dengan yang bawain koper aku. Kalau yang ini sebenarnya manis, tapi brewokan dan memakai sorban ala india. Dia bertanya aku dari mana, aku bilang dari Jakarta, Indonesia. Kalau nggak salah dia sempet ngira aku dari vietnam atau thailand deh! Mungkin karena agak sipit kali ya :D Dia bilang, dia baru saja bekerja di Malaysia, langsung dari India, namanya lupa siapa (ngapain juga diinget-inget). Dan yang anehnya, begitu selesai nganterin, dengan pede dan polos entah tidak tahu malu atau mungkin semua turis tidak ada yang menolaknya sebelumnya, dia meminta kenang-kenangan uang indonesia. Aku kasih aja seribu rupiah (hehehhe) untung masih punya recehan. BUat tip aku kasih RM10, entah kemahalan atau tidak, bodo amat deh!&lt;br /&gt;Begitu masuk, aku nangis.... sediiihhhh.... sendirian.... kalaupun keluar negeri, maunya kan sama suami... sekalian honey moon gituuu.... huhuhuhuhu...&lt;br /&gt;Setelah puas istirahat, capek nangis, bosen dan laper, aku memutuskan untuk pergi keluar, saatnya cari telpon umum buat nelpon tour and travel yang aku booking. Secara pergi sendirian, pertama kali pulak, buta soal malaysia, aku booking paket wisata kuala lumpur selama dua hari. Dan berhubung aku belum bisa onlen dan mau ngontak keluarga di Jakarta, aku pun keluar cari warnet. Jadilah aku muter-muter di sekitar masjid india. Mungkin sebutannya LIttle India. Tempat yang padaaattt.... dan kalau dibilang kumuh, tidak juga, masih bersih sih... dibandingin di Jakarta. &lt;br /&gt;Awalnya aku takut, soalnya orang india semua, badannya gede-gede, item pula, serem, takut diapain gitu. Tapi emang dasar akunya yang ogah mikir panjang, tanpa malu or takut, aku nanya2 ke orang yang lewat di mana public phone. Mereka semua pada bingung. Akhirnya aku tanya public internet, dan akhirnya aku bisa kontak sama orang jakarta juga. Alhamdulillah. berasa seperti hidup dengan tenang kembali karena bisa kontak dengan orang yang kita kenal.&lt;br /&gt;Selesai ngasih khabar, aku tanya-tanya ke cewek india yang jaga warnet dimana public phone, soalnya aku perlu konfirm ke wisata aku kalau aku sudah sampai. Dia malah balik tanya, apakah aku punya mobile phone?&lt;br /&gt;Ya punya laaaaahhhh..., dikiranya orang gunung ga punya apa? eh dia malah tanya provider aku apa. Aku jawab aja My MAxis, karena memang itu yang terjadi, telkomsel disana berubah jadi My Maxis, sehingga aku masih bisa terima sms dan telepon dari Jakarta. Untuk sms okelah, hanya 5000, walaupun pada kenyataannya aku hanya ngisi 25000 di jakarta sehingga hanya bisa 5 kali sms :p. tapi kalo untuk terima telpon, ogah.... roaming bok!&lt;br /&gt;Setelah aku jawab, dia malah nawarin aku pulsa my Maxis RM10. My God, nih cewek ga sabaran amat yak, aku padahal belum jawab banyak loh. Tapi akhirnya aku beli dan aku coba isi. Tapi ga bisa. Akhirnya aku minta refund ke cewek itu dengan perasaan takut diomelin. Tapi pada kenyataannya, sama dia dibalikin. AKu jadi mikir, eh... tampang si boleh judes tepi baek juga, dia ga curangin aku dengan bilang kalau vouchernya sudah di buka. Tapi tanpa ngomong apa=apa, dia balikin aja tuh uang. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;Akhirnya aku tanya lagi public phone, kali ini dia jawab dengan benar. Aku harus cari MyDin. Dalam hati... apa lagi nih MyDin. Dia sih nanya aku tahu MyDin apa ga, dan sotoynya aku, aku nya ngangguk-ngangguk dan bilang, "yeah I know.., oke,... oke..." biar ga dikira bego gitu :D&lt;br /&gt;Setelah tanya... yang ketangkep dalam otak cuma nama MyDin aja. dan ga ketemu.... mau tidak mau, nanya lagi deh dimana public phone dan MyDin. Eh... pas aku nanya MyDin, pada tau tuh. &lt;br /&gt;Jadi ternyata MyDin itu supermarket... mirip tiptop gitulah. Murah, Tapi masih gedean TipTop dimana-mana sih! Tapi di Mydin ini, aku sering bolak balik jajan. wkekekekek... serasa dapet penolong gitu, ketemu supermarket.&lt;br /&gt;Public phone juga ada di sana, tapi aku ga bisa nelponnya. bingung sama nomer telponnya. ga nyambung-nyambung. Ih... bego banget sih! Ya sudahlah, daripada bingung, nanti minta orang hotel aja yang nelponin. Sekarang saatnya belanja.&lt;br /&gt;Jadilah aku belanja untuk pertama kalinya di negeri orang, di supermarket, belanja body lotion, semprotan ruangan, air putih, apa lagi ya? pokoknya abis... sekitar 20 ringgit deh. lupa. Setelah belanja, aku cari makan. Sebenarnya agak takut, makan sendirian... takut kenapa-napa gitu. tapi dengan diberanikan, demi perut lapar, setelah ngiderin tempat makannya dua kali, aku mutusin untuk beli di salah satu stand. Dan murah. Kurang dari sepuluh ringgit... kalo ga salah cuma 4 atau 5 ringgit tapi aku uda makan ayam. lumayan laaahhh... alhamdulillah perut kenyang soalnya nasinya ampun-ampunan.&lt;br /&gt;setelah makan dan puas liat-liat sekitar aku balik pukul 4 sore ke hotel dan tidak keluar-keluar lagi sampai besok paginya. Hari pertama gitu... masih males, sendirian pula... (ngeluh aja ya daritadi)&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-5344de9d6987aba5" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v2.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3D5344de9d6987aba5%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331207279%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D66CCF8A7BC3AA4ACB6F2E513EA81908F463677F1.3E42F7163EBA03CB88C32965B295BEC9D4CA5875%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D5344de9d6987aba5%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Dmy-o9xgSNPrODocXSbgjlJ3F-ls&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v2.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3D5344de9d6987aba5%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331207279%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D66CCF8A7BC3AA4ACB6F2E513EA81908F463677F1.3E42F7163EBA03CB88C32965B295BEC9D4CA5875%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D5344de9d6987aba5%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3Dmy-o9xgSNPrODocXSbgjlJ3F-ls&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-7091944975179691642?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=5344de9d6987aba5&amp;type=video/mp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/7091944975179691642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=7091944975179691642' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/7091944975179691642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/7091944975179691642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2011/12/1st-flight-kuala-lumpur-part-2.html' title='1st Flight Kuala Lumpur part 2'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-1547054937370286740</id><published>2011-12-11T19:18:00.003+07:00</published><updated>2011-12-11T20:53:17.621+07:00</updated><title type='text'>1st Flight Kuala Lumpur part I</title><content type='html'>781&lt;br /&gt;Hmmm... mulai cerita dari mana ya... mungkin dari masa aku kecil kali ya. Aku berasal dari keluarga yang berkecukupan. Berkecukupan sehingga bisa membesarkan aku dengan sehat dan pintar dan menyekolahkan aku sampai dengan lulus bangku S1. &lt;br /&gt;Sejak kecil, aku suka sekali jalan-jalan. Aku memang tahu kalau dalam darah keluarga aku mengalir darah perantau, dan aku menanggapinya biasa aja, sampai aku mengalaminya sendiri. Well, ini mungkin bukan merantau, tapi melancong, tapi setidaknya, karena memiliki darah inilah aku bisa menikmati jalan-jalan untuk yang pertama kalinya ke luar negeri, dan sendirian pula, tanpa tahu medan sama sekali.&lt;br /&gt;Jadi ceritanya begini, aku merupakan seorang ibu rumah tangga yang tidak memiliki kesibukan lain selain mengurus rumah dan suami (anak belum punya). Kalau semuanya sudah selesai, otomatis waktu luang. Dalam waktu luang itulah aku sering browsing-browsing internet, dan iseng-iseng aku browsing AirAsiaGo. Dari hasil browsing itulah aku mendapatkan paket murah Flight + HOtel to Kuala Lumpur, Malaysia from 23 NOvember 2011 to 27 NOvember 2011 hanya dengan harga 2,8 juta rupiah. Murah banget khaaannn??? &lt;br /&gt;AKu pun iseng-iseng memaasukkan nomor kartu kredit. Tapi berhubung saat itu aku sedang sibuk sambil ngeprint, jadi lappi sering aku tinggal. Dan yang aku pikirkan saat itu, berhubung aku tidak mengklik tombol konfirm untuk terakhir kalinya, aku yakin aja kalo aku TIDAK JADI Booking. Begonya juga sih, aku make nama suami sebagai travel lead. sehingga email konfirmasi akan dikirim ke email suami.&lt;br /&gt;Soooo.... jadilah selama sebulan lebih gue yang lupa dan anteng-anteng aja tidak merasa kalau gue telah melakukan sebuah booking perjalanan. Sampai akhirnya tagihanpun tiba, dan suami nanya ini transaksi apa, karena dia tidak merasa melakukan transaksi itu. Akhirnya setelah aku ingat-ingat, aku punya feeling ga enak. Akhirnya aku telpon ke AirAsia yang ternyata berbeda dengan AirAsiaGo. Akhirnyaaa.... aku minta suami buat buka emailnya, kalau-kalau email konfirmasi itu ada. Dan ternyataaaaa... beneran adaaaa!!&lt;br /&gt;JREEENG!!&lt;br /&gt;Mampus! Mana suami baru selesai event sehingga masih sibuk urus-urus laporan dan penagihan dan tidak bisa ditinggalkan. Aku nangis-nangis selama dua hari, karena tidak tahu harus bagaimana. karena setelah dicari-cari info, ternyata tidak bisa ganti nama dan diundur. HUehuehuehuehue... kenapa sih ko sedemikian repotnya? Masalahnya aku sama sekali belum pernah ke luar negeri, jadi yang ada di pikiran itu takuuuttt. Akhirnya diputuskanlah aku yang pergi sendirian ke sana. &lt;br /&gt;Suami juga khawatir, dia yang nge-breef aku duluan, apa yang harus aku lakukan. nanti kalau sudah sampai harus bagaimana. langsung tukar uang. nanti di bandara bagaimana. dst dst....&lt;br /&gt;Dan sebenarnya aku itu tipe yang tidak bisa dijelaskan hanya melalui kata-kata, harus praktek. Jadi beginilah yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari H, Rabu, 23 NOvember 2011&lt;br /&gt;Sebelum Shubuh, aku udah bangun, udah mandi dan udah siap semua bawaan. Hanya satu tas tangan dan tas travel. Pukul lima, aku, suami dan ayah berangkat ke bandara. Pukul enam sampai dan langsung menuju terminal 3, Air Asia. Ketika mau masuk, aku dan suami pisah. Aku masuk lewat ruangan dimana orang-orang pada check ini dan drop bag. Sedangkan aku udah di Check in sama suami online, sekaligus pulangnya, jadi aku tidak perlu repot-repot lagi. Baru masuk ruangan aja, aku uda celingak-celinguk kayak anak ilang bingung mau kemana lagi. Dan akhirnya aku melihat suami melambai-lambai sambil lompat-lompat di balik kaca di ruangan sebelah. Aku pun dipanggil ke sana. Dengan lega aku langsung berlari (bener-bener mirip anak ilang  yang ketemu lagi sama bapaknya deh). Suami pun nganterin aku ke atas untuk ke ruang tunggu, namun sebelumnya harus check lagi, dan bayar airport tax. Tapi sayangnya dan SEDIHnya hanya sampai disana suami nganterin. Dengan nangis-nangis dan meluk suami seolah minta dia agar ikut pergi, aku pun berjalan ke tempat pengecekan. Dan semuanya lancar. Aku harus sudah boarding, dan sampai disanalah aku melihat wajah suamiku untuk terakhir kalinya pagi itu.&lt;br /&gt;Di pesawat aku tegang sekali, dan nangis....&lt;br /&gt;BIasanya orang kalau mau liburan apalagi ke luar negeri kan girangnya bukan main ya... tapi aku malah sedih. Tapi dengan tekad tidak mau rugi, aku pun terus berangkat.&lt;br /&gt;Dua jam kemudian, tepatnya pukul sepuluh, aku pun tiba di KLIA. Begitu turun, aku bingung harus pergi kemana, tapi beruntung banyak orang Indonesia yang juga sedang pergi berlibur ke sana. Tapi satu yang aku ingat banget, cari MOney Changer, maka aku pun langsung nukar duit pada money changer pertama yang aku liat! Tahap 1 oke, aku sudah megang duit.&lt;br /&gt;Setelah itu aku ngekor aja kemana orang-orang berjalan. yaitu untuk cek melewati bagian imigrasi. Mengingat cerita suamin kalau di Malaysia sangat ketat, well... pada kenyataannya saat itu, aku hanya melewati satu pengecekan, dan cepat sekali, setelah itu langsung keluar. tahap 2 oke.&lt;br /&gt;Mengingat pesan suami, aku cari taksi untuk menuju hotel di KL. Kata suami, taksi paling hanya RM20. Maka aku pun bertanya dengan bahasa inggris (semampunya) ke loket taksi. Orang india kebanyakan yang bekerja. Dan Mba (aku ga tahu sebutannya di Malaysia apa) itu pun menjawab "seventyfour." OOo... no no no... walupun duitku masih banyak, tapi kalau ternyata dari cerita suami meleset jauh, mendingat aku cari alternatif kendaraan yang lain. dan aku pun bergeser ke loket yang lain, loket bus. dan ternyata hanya dengan sekali jalan diantar sampai depan hotel, hanya RM18. Ya mendingan naik bis laaahhh....! Tahap 3, oke.&lt;br /&gt;Tapi sebelum aku menuju bis, tidak ada salahnya aku makan dulu. Lapeeerrr.... maka aku pun berjalan mengikuti kemana kaki melangkah, dan ternyata otak aku bekerja. sebelum berangkat terus terang aku browsing=browsing internet dan melihat denah KLIA. denah itu pun berputar ulang di otak. di KLIA ada MC D. Maka aku pun mencari MC.D dan dapat. MC.D di sini tidak ada ayam, hanya burger. jadilah aku makan sendirian. Ketika makan, membayangkan jalan berdua dengan suami, makan MC.D... rasanya akan lebih menyenangkan. Sedih... tapi aku tidak nangis sih. Soalnya lebih mikirin gimana caranya buat segera sampai di hotel.&lt;br /&gt;Selesai makan, aku pun mencari tempat bis di parkir, tentu saja dengan nanya-nanya. Untungnya alhamdulillah, aku pergi ke malaysia, bahasa masih sama, walaupun beda, bisa pakai bahasa inggris seadanya dan mereka tetap mengerti.&lt;br /&gt;Lokasi bis pun bisa ketemu, naiklah aku ke dalam bisa dan duduk dengan tenang selama satu jam ke depan. Karena ternyata jauuuuhhh juga yaaa... Tapi hebatnya, NO TRAFFIC JAM! Luar biasa.&lt;br /&gt;Begitu sampai di KL, aku transit dan naik ke mobil kecil. Nah dengan mobil kecil itulah aku didrop sampai depan hotel. Sebenarnya tidak sampai depannya juga sih, karena ternyata hotelnya nyempil di belakang tenda-tenda bazar, sehingga aku harus berjalan kaki. &lt;br /&gt;AKhirnya hotel pun ketemu, dan aku langsung di sambut oleeeehh... apa tuh namanya yang nunggu di depan pintu hotel? laki-laki, orang india, badannya gede, ganteng. Kalau di Indonesia pasti uda jadi model atau artis sinetron. Sayangnya tidak ada yang memberitahukan hal itu padanya. Mungkin bukan jalanmu BUng! Tinggal sajalah di KL, jakarta sudah penuh. HUsh hush!&lt;br /&gt;Check in hotel pun berjalan lancar. Alhamdulillah.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ssz3JuFU0aE/TuS1rnLMvaI/AAAAAAAAAE4/e74bRGyxpZM/s1600/FILE0340.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ssz3JuFU0aE/TuS1rnLMvaI/AAAAAAAAAE4/e74bRGyxpZM/s400/FILE0340.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5684868390503366050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-1547054937370286740?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/1547054937370286740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=1547054937370286740' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/1547054937370286740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/1547054937370286740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2011/12/1st-flight-kuala-lumpur-part-i.html' title='1st Flight Kuala Lumpur part I'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ssz3JuFU0aE/TuS1rnLMvaI/AAAAAAAAAE4/e74bRGyxpZM/s72-c/FILE0340.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-2891583894977143208</id><published>2011-10-15T12:59:00.004+07:00</published><updated>2011-10-15T13:13:18.722+07:00</updated><title type='text'>Palembang adventure</title><content type='html'>781&lt;br /&gt;Tahun ini merupakan Ramadhan pertama gue sama suami, dan gue menjalankan awalnya di muara enim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Ramadhan diMuara Enim sih berlangsung dengan lancar dan biasa aja. Yang luar biasa adalah ketika kami berdua mengunjungi Palembang mulai Jum'at kemaren, 5 Agustus 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Muara Enim kami naik kereta api ekonomi dengan tiket seharga 13ribu menuju stasiun kertapati palembang. Perjalanan yang biasa aja, alhamdulillah kami dapat tempat duduk yang bagus. Begitu sampai kertapati, bertepatan dengan waktu berbuka. Dan tujuan utama kami adalah menuju Palembang Square, yang entah letaknya dimana, hanya suami yang tahu. Yang pasti kami 2 kali ganti angkot. Begitu sampai di PS, hal pertama yang kami lakukan adalah "makan". Berhubung suami sudah sebulan berada jauh dari yang namanya mall, hal pertama yang dia incer adalah fast food. Jadilah kami makan di KFC. Capek ga sih? Di jakarta juga ada kali. Tapi mungkin ini pertanda kalau dia sudah mencapai peradaban kembali. (Kesannya Muara Enim itu ndeso banget yo!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menunggu waktu lama, kami berdua pun mencari tempat untuk menginap. Dan akhirnya dapatlah kami, berkat koneksi suami yang sebelumnya pernah lama ngekost di palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayangnya kostannya jauuuuhhhh kemana-mana. Walhasil, keesokan harinya ketika kami mau sahur, terjadilah tragedi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue sengaja menyetel jam ke angka 3.45 shubuh di hape. Dan berhubung hape gue jamnya kecepatan 10-15 menit, jadi sebenarnya itu masih pukul setengah empat pagi buta. Jadilah gue sama suami jalan kaki keluar buat nyari sesendok nasi. Gue tanya ke satpam tukang jualan nasi yang buka pas sahur. Tidak tahu dia. Mampus.... Mana jauh kemana-mana lagih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami berdua menguatkan diri untuk keluar jalan kaki menyusuri perumahan mewah tersebut dengan harapan ada rumah yang masih kekurangan duit sehingga mau berjualan nasi bungkus. Tapi sampai jauh, sampai gue dan suami digong-gongin anjing, tidak ada satupun warung nasi yang nampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yaudah, rotiboynya kita bagi 2 aja ya sayang." Ucap gue baik hati, "terus aku juga masih punya biskuit bourbon kok, ada coklat silverquen juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So... Akhirnya ketiga makanan itulah makanan sahur kami berdua.(Bukan bermaksud kayak lagu dangdut sepiring berdua)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siangnya, setelah sholat dzuhur ashar dijamak, kami berangkat kembali menuju PS (lagi). Abby janjian sama temennya disana. Kami pun nanya-nanya ke satpam bagaimana rute menuju sana. Jadi beginilah petualangan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa keluar dari komplek, kami harus naik becak. Dan becaknya sempiiittt...., cuma bayar 5ribu. Padahal lumayan jauh. Kemudian setelah sampai veteran, kami nyebrang naik bus km sekian, gue ga hapal nomornya, asal menclok aja ikutan abby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian turun dicaritas. Tapi ternyata tetep aja gada kendaraan yang bisa sekali jalan. Alamaaaakkk... Susah nian kendaraan umum di palembang sini. Jadilah kami naik becak (lagi), dan turun tepat di depannya. (Alhamdulillah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun hari itu capek, panas sampe item, haus karena puasa, pegel, tapi seruuu banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian gue sempet hilang di palembang, tepatnya di dekat-dekat Palembang Square. Hahahaha..., keterlaluan ya, udah kayak anak kecil aja sampe hilang gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ceritanya begini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu merupakan hari minggu, tanggal 7 Agustus, gue sama suami mau buka puasa setelah sejam ngiterin pasar buat nemuin toko yang menjual obat mata "otem". Dan yep! Gue sakit mata. Alamaaakkk... benar-benar nyusahin yak! Untung punya suaminya baek, mau nyariin, mau netesin ke mata gue, di toko itu juga, dan gue kelojotan karena suakiiittt banget di depan ayu-ayu yang jagain tokonya. Kalo diinget-inget, gue muka tembok banget yak. Mungkin karena gue pikir, "Ah, gue ga bakalan dua kali kesini lagi kok!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okeh, balik ke topik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya gue mau diajak suami makan mie celor, tapi ternyata memang bukan rejeki. warungnya tutup sampe hari selasa. Yasudah, akhirnya gue dibawa deh ke tempat makan di luar Palembang Square. Gue di ajak makan martabak kari India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadiii... martabak kari India ini pada prinsipnya sama dengan martabak biasa, hanya saja tidak ada daging dan daun bawang. Isinya murni hanya telor ayam dua butir. Yang bikin beda dan enak ya itu.... kuah karinya. Lumayan lah buat buka puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah... selama puasa ini, gue lagi kena penyakit. mungkin istilah kedokterannya itu infeksi kandung kemih, alias punya hasrat ingin sekali kencing setelah kadar air dibadan gue abis, kalau bahasa gaulnya yah... anyang-anyangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, setelah selesai makan dan minum, gue mau kencing dong. Berhubung gada toilet, jadilah gue harus ngacir ke dalam Palembang Square. Suami masih kekenyangan. Jadi kurang lebih begini dialognya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang, mau ikut ke dalem apa mau nungguin aja disini?" kata gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku disini aja nungguin kamu." jawabnya sambil maenin hape.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadilah gue ngacir ke palembang square.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan perlu dipahami denah palembang square yang aneh ini. Jadi ternyata ada dua pintu masuk. satu di lantai bawah, yang begitu tembus ke KFC. Satunya lagi naik ke atas yang tembus masuk langsung carefour.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berhubung gue orangnya ga sabaran, gue ga jalan lurus buat masuk melalui KFC, gue loncat pager deh! Yang menurut otak jenius gue jalur itu lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala kekuatan yang ada, gue secepat mungkin menyelesaikan ritual kencing gue. Set set set! Selesai, langsung ngacir lagi ke luar ke tempat makan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitu gue dateng, suami gada!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaget dong gue! Mampus! Tega banget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gue lihat masih ada motornya. Ya sudah, gue nungguin deh di motor!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenit, dua menit, lima menit, sepuluh menit. lima belas menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue tungguin suami ga dateng-dateng juga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti yang sudah kita ketahui, gue orangnya ga sabaran. kalo bisa gue udah ngamuk teriak-teriak sama bantingin barang kali. (Gue rada psyco emang!) Tapi berhubung di tempat umum, gue sabar-sabarin, sambil bengkok-bengkokin kaca spion, jatohin helm abby ke tanah dan sempet terlintas buat nendang itu helm sampe jauuuhhh.... tapi syukurlah! Kontrol diriku kuat sekuat baja!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya gue memutuskan buat nyusul balik ke dalem mall. Dalam perjalanan ke mall pun gue masih marah. Semarah sampe menendang rambu segitiga di jalan sampe jatoh, diliatin sama abang-abang, mungkin dalam pikirannya, ini cewek jilbab preman juga yak! Gue tendangin troli yang nganggur di koridor-koridor depan, tapi berhubung berat dan besar, malah kaki gue yang kesakitan. Begitu sampe dalem, gue liatin dulu sekeliling, gada juga. Dan akhirnya gue balik lagi ke tempat makan tadi dengan ekspresi wajah yang sangar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sampe, suami gue belon ada juga. saat itulah gue udah ga tahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kalian pikir, kenapa ga nelpon ke hapenya aja sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naaahhh..., itulah masalah terbesarnya. Tadi sewaktu mau berangkat ke toilet, yang gue bawa hanyalah selembar tisue. Tas beserta isinya gue tinggal sama suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus dengan nada tinggi, gue tanya lagi abang-abang yang jualan martabak. Jawabannya tetep sama, katanya suami gue nyusul ke dalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue memutuskan untuk nunggu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semenit, dua menit, lima menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya gue mau masuk lagi ke dalam. Ah, tapi capek! Akhirnya cuma gue susurin sampe pager tempat gue loncat. Terus balik lagi ke motor suami gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga tahan, gue tanyain lagi abang-abang penjual martabak. (Pokoknya kasian banget dah tuh abang-abang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya masih tetep sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya gue memutuskan untuk nungguin di dalem. Dengan mata yang udah basah. Nangislah gua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tangis itulah muncul khayalan-khayalan tingkat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, ini Palembang. Diriku tidak kenal siapa-siapa. Kalau mau pulang, pulang kemana? yang tahu alamat kost cuma suami doang. Ga punya hape. Ga punya duit barang dua puluh lima perak (itu juga kalo masih laku). Mau kemana diriku? Diriku terlunta-lunta di kota asing ini. Jadi wanita cantik jalanan (kalo anak jalanan ga matching, gue kan udah merit kali). Oh nasiiibb... ya nasiiibbb....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup jiwa lebay!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinjem henpon abang-abang martabak itu ajah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sip!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka setelah air mata dan ingus gue apus pake jilbab, gue bangkit dari kursi dan dengan ekspersi wajah dibuat semenderita mungkin, gue minjem hapenya dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung aja sih gue hapal nomor hape suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halo, sayang, kamu dimana?" ucap suami dengan nada jengkel diseberang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dimana-dimana... aku ditempat makan yang tadilah. Kamu dimana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yaudah, jangan bergerak! Kamu disana aja, aku yang kesana sekarang! Jangan kemana-mana!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KLIK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaaaahhh.... begitulah drama hilangnya gue!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo gue pikir-pikir lagi, gue drama queen juga ya.... padahal masalahnya simpel bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motor suami masih ada disana. Which is... dia bakalan balik kesana cepat atau lambat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My... God!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sabar ya suamiku *_*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-2891583894977143208?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/2891583894977143208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=2891583894977143208' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2891583894977143208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2891583894977143208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2011/10/palembang-adventure.html' title='Palembang adventure'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-3237471410439525911</id><published>2011-05-16T16:32:00.003+07:00</published><updated>2011-05-16T18:01:11.482+07:00</updated><title type='text'>Gubrak</title><content type='html'>781&lt;br /&gt;Akuuuuu bosaaaaannnn......&lt;br /&gt;Akuuuuu bosaaaaannnn......&lt;br /&gt;Akuuuuu bosaaaaannnn......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stress sama tulisan yang belum selesai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-dSLoxxnU-a0/TdEDbRTyl-I/AAAAAAAAAEs/u0fQu_fnDZI/s1600/20-suri-cruise.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 317px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-dSLoxxnU-a0/TdEDbRTyl-I/AAAAAAAAAEs/u0fQu_fnDZI/s400/20-suri-cruise.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607266778090739682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuuuuhhhh.... photonya aja sampe garuk-garuk kepala&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-3237471410439525911?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/3237471410439525911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=3237471410439525911' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/3237471410439525911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/3237471410439525911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2011/05/gubrak.html' title='Gubrak'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-dSLoxxnU-a0/TdEDbRTyl-I/AAAAAAAAAEs/u0fQu_fnDZI/s72-c/20-suri-cruise.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-2039655133078338355</id><published>2011-03-19T21:30:00.004+07:00</published><updated>2011-03-19T21:52:14.842+07:00</updated><title type='text'>Saturday nite</title><content type='html'>781&lt;br /&gt;This saturday night used to be together with my dearest, but where is he now? &lt;br /&gt;Oh, he's outside meeting his friends. Dunno for work or just playing. I'm lonely here, just befriend with my loyal laptop and internet. &lt;br /&gt;This saturday night, I'm wondering, when HE will trust me to seed one of HIS precious species inside my body, when HE will trust me to take care the little baby to become the great Man. I miss one little life to grow inside me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-XwyA0jE3w2U/TYTC50NBfII/AAAAAAAAAEk/WEtG2-AH9jo/s1600/Arab%2Bchild.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-XwyA0jE3w2U/TYTC50NBfII/AAAAAAAAAEk/WEtG2-AH9jo/s400/Arab%2Bchild.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5585803736367856770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-2039655133078338355?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/2039655133078338355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=2039655133078338355' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2039655133078338355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2039655133078338355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2011/03/saturday-nite.html' title='Saturday nite'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-XwyA0jE3w2U/TYTC50NBfII/AAAAAAAAAEk/WEtG2-AH9jo/s72-c/Arab%2Bchild.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-7407903656487273029</id><published>2011-03-17T11:20:00.003+07:00</published><updated>2011-03-17T11:52:02.858+07:00</updated><title type='text'>First things on my marriage life</title><content type='html'>781&lt;br /&gt;Good day my dear friends,&lt;br /&gt;This is for the first time i write my blog again since my marriage. Well. i dont know what to say, but marriage life is so great. I mean, even it is very hard, which is you have to share ur half life with a man, u have also share ur life with the family. &lt;br /&gt;I cant cook, but fortunately my husband can understand that. But he doesnt let me cant cook forever. He demands me to learn cook. Well... man's happiness also base on his woman's cook, right? so i think, if he's happy, i'll do anything.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-7407903656487273029?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/7407903656487273029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=7407903656487273029' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/7407903656487273029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/7407903656487273029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2011/03/first-things-on-my-marriage-life.html' title='First things on my marriage life'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-6746669462387113314</id><published>2010-03-02T15:16:00.003+07:00</published><updated>2010-03-02T15:22:03.200+07:00</updated><title type='text'>5 Element part 2</title><content type='html'>781&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lumayan jauh Dipa melangkahkan kakinya memasuki hutan. Sebenarnya Dipa tidak menginginkannya, tapi kakinya berjalan sendiri tanpa bisa dia cegah. Dia sendiri merasa kalau hutan ini sudah tidak asing bagi dirinya. Sepertinya dia pernah berada di hutan ini, tapi sekuat apapun dia berusaha mengingatnya, jawabannya tidak pernah ketemu. Akhirnya tiba di jantung hutan tersebut yang merupakan sebuah pohon beringin raksasa dengan tinggi mencapai ratusan meter, diameter batang pohon yang mencapai sepuluh meter, dengan bonggol-bonggol akar yang mencuat di permukaan tanah. Dipa yakin, kalau ditemukan oleh orang yang percaya hal-hal mistik, pasti pohon ini sudah penuh dengan sesajen. Tapi sejauh mata memandang, di sekitar pohon ini masih bersih dari sampah-sampah dunia luar. Dipa pun bisa merasakan udara murni yang berada di sekitar pohon ini. Walaupun sekilas terlihat menyeramkan, entah mengapa berada di bawah pohon ini dia merasa sangat tenang. Pikirannya pun semakin jernih seiring dengan banyaknya udara murni yang masuk ke dalam paru-parunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang anak laki-laki…,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipa yakin sekali kalau suara yang sedari tadi dia dengar adalah dari pohon ini dan ternyata dugaannya memang tidak salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Luar biasa…, selama berabad-abad masa hidupku baru kali ini terlahir anak laki-laki sebagai pewaris elemen tanah…,”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon ini bicara pada dirinya sendiri. Wajar saja, dia yang paling besar dan tinggi di hutan ini. Dipa menengadah dan melihat daun-daun itu bergerak. Entah apakah bergerak sendiri ataukah karena tiupan angin. Namun kemudian, dia menyadari kalau pohon ini tidaklah sendiri. Pohon ini mungkin saja yang paling tua dan besar, namun seperti halnya seorang pemimpin yang memerlukan wakil, pohon ini pun memilikinya. Mereka semua berjumlah lima pohon. Dan pohon-pohon itu sedang mengelilinginya seolah sedang menilai dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manusia kecil, apa tujuanmu datang kemari?” tanya pohon jati emas yang tepat berada di sebelah kanan pohon tetua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Dipa tidak mungkin salah. Ini memang pohon jati emas dan entah mengapa, Dipa bisa merasakan urat-urat kayu yang sudah begitu tua namun justru ketuaannya itu menambah keindahan dan kekuatannya. Dan Dipa yakin, para kolektor furniture tua, rela membayar dan melakukan apapun demi mendapatkan kursi dari pohon ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami bermaksud mengunjungi keluarga kami yang berada di Surabaya. Namun entah dengan tujuan apa, ada tiga manusia yang mengejar kami dan ingin mencelakakan kami. Oleh karena itulah aku membawa ayah dan sepupuku kemari untuk berlindung sementara sampai matahari terbit.” Jelas Dipa dibuat sesopan mungkin. Dia tidak berani menginggung kelima pohon raksasa tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kelima pohon tersebut kembali saling bergumam. Dipa tidak bisa memahami apa yang sedang mereka perbincangkan. Tapi Dipa merasa sepertinya ada salah satu diantara pohon-pohon ini yang tidak suka akan kehadiran dirinya. Pohon itu tepat berada di belakang tubuhnya. Sepertinya mereka bertengkar dan agak sedikit terjadi perpecahan. Entah mengapa, walaupun mereka hanya pohon, kekuatan mereka sanggup membuat kepala Dipa serasa hendak pecah. Walaupun mereka hanya pohon yang tidak bisa bergerak dan berpindah tempat, kekuatan mereka sanggup menggerakkan kehidupan yang berada di sekitar mereka dalam radius ratusan kilometer. Dipa bisa merasakan itu semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba angin berhembus dengan sangat kencang dan angin tersebut menghantam tubuh Dipa sampai terjatuh. Kemudian salah satu dahan dari pohon Borneo yang terletak di belakangnya menggerakkan salah satu dahannya dan mengangkat tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manusia ini tidak sama dengan pewaris-pewaris lainnya. Dia anak laki-laki! Anak laki-laki tidak memiliki perasaan lembut seperti halnya seorang ibu. Sedangkan perasaan lembut sangat dibutuhkan bagi bumi pertiwi ini. Pohon-pohon tidak akan bisa tumbuh dengan baik kalau ditangani oleh tangan kasar seorang anak laki-laki yang masih hijau dan emosional. Kita tidak bisa memprosesnya lebih lanjut! Kita harus menunggu pewaris lainnya!” Ucap Borneo dengan lantang sementara Dipa harus menahan sakit tubuhnya karena dililit oleh dahan pohon tersebut dengan posisi kepala di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi seperti yang kita semua ketahui, tidak seperti elemen lainnya, pewaris elemen tanah hanya muncul dalam waktu seratus tahun. Kalaupun terlahir dengan kemampuan tersebut, kemampuannya tidak akan sebesar yang seharusnya.” Bantah Jati emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan anak ini merupakan keturunan ketiga dari pewaris elemen tanah sebelumnya. Ibu anak ini pun memiliki kemampuan tersebut, hanya tidak sebesar yang kita harapkan.” Kali ini pohon beringin yang lebih kecil yang berdiri di sebelah kiri pohon tetua angkat bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu? Ibu juga memiliki kemampuan sepertiku? Berarti aku mewarisinya dari beliau? Batin Dipa merasa sangat tertarik begitu pohon-pohon ini membicarakan wanita yang melahirkan dirinya namun hampir seumur hidupnya tidak dikenal olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar, kemampuanmu berasal dari garis ibu. Dan seharusnya memang hanya diwariskan ke anak perempuan yang berikutnya. Tapi ternyata ibumu hanya bisa melahirkan anak laki-laki. Ibumu pasti kecewa, sehingga beliau meninggalkan dirimu dan menyerahkannya pada ayahmu, karena mengira kau lebih mewarisi kemampuan ayahmu dari pada dirinya.” Kali ini pohon tetua berbicara pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, dan karena merasa merupakan tanggung jawabnya untuk melahirkan pewaris elemen tanah yang berikutnya, ibumu menikah lagi dengan laki-laki lain. Dia memang melahirkan anak perempuan, namun ternyata anak perempuan itu tidak memiliki kemampuan apapun.” Tambah pohon beringin yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sepertinya begitu menerima khabar dari ayahmu kalau kau mewarisi elemen tanah, ibumu meminta untuk bertemu dengan denganmu. Karena ibumu memiliki sesuatu yang harus diberikannya padanya berkaitan dengan kekuatanmu itu.” Tambah Jati emas juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipa tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Ibu menikah lagi dengan laki-laki lain hanya karena dia melahirkan anak laki-laki dan berpikir kalau dia tidak mewarisi kemampuan dari dirinya? Lalu kenapa ayah menerimanya begitu saja? Kenapa ayah tidak marah padanya? Kenapa ayah masih mau mempertemukan aku dengan wanita yang sudah mengkhianati dirinya hanya karena masalah waris mewaris seperti ini? Memikirkan hal itu, Dipa merasa sangat marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Dipa mendengar gelak tawa dari Borneo yang sedang menggantung dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang sudah aku bilang, anak laki-laki lebih emosional. Sekarang di dalam hatinya tumbuh rasa marah dan dendam yang seharusnya tidak dimiliki oleh seorang pewaris elemen tanah. Mau jadi apa bumi ini kalau penguasanya seorang yang pemarah dan pendendam?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar sindiran dari sang Borneo raksasa, Dipa bertambah marah. Lagipula memangnya apa pedulinya dia untuk mewarisi elemen-elemen tidak penting ini yang sampai beberapa saat yang lalu tidak dia ketahui sama sekali? Apa pedulinya dia pada bumi ini? Toh kalau memang harus rusak, apa yang bisa dia lakukan? Yang merusaknya bukan dirinya. Tapi manusia-manusia lainnya. Apa urusannya dengan dirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita tidak bisa memprosesnya lebih lanjut. Anak ini tidak memenuhi syaratnya.” Tegas Borneo raksasa itu sekali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini tidak ada yang membantah. Sepertinya begitu membaca apa yang dipikirkan oleh Dipa, pohon-pohon tetua yang lainpun sepakat bahwa belum saatnya mereka membuka semua rahasia alam ini pada pewaris elemen tanah yang ada di depan mata mereka sekarang. Walaupun mereka juga merasakan kalau kekuatan yang tersimpan di dalam tubuh ini merupakan kekuatan yang sudah mereka nanti-nantikan selama seratus tahun. Tapi mereka juga jadi ragu-ragu, karena dalam hati anak ini, terdapat kecenderungan untuk memakai kekuatan yang ada tidak untuk hal-hal yang semestinya. Mereka takut, kalau justru kekuatan yang akan mereka wariskan pada anak ini, malah akan dipakai untuk menghancurkan mereka. Sedangkan saat ini, kondisi bumi sudah sangat mengenaskan dan sedang membutuhkan bantuan. Kalau tidak, kiamat akan datang dan semuanya akan hancur. Kehidupan ini akan hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^^&lt;br /&gt; Oleh : nichi 781&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-6746669462387113314?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/6746669462387113314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=6746669462387113314' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/6746669462387113314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/6746669462387113314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2010/03/5-element-part-2.html' title='5 Element part 2'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-4636538363685546679</id><published>2010-02-21T21:22:00.002+07:00</published><updated>2010-03-02T15:15:02.184+07:00</updated><title type='text'>5 Element part 1</title><content type='html'>Dipa menahan nafasnya. Dia paling sebel kalau sedang jalan-jalan keluar kota tapi kebelet pipis kayak gini. Memang dia anak laki-laki, tapi sejak kecil dia sudah dididik dengan keras oleh ayahnya tentang aturan membuang hajat. Tidak boleh berdiri dan tidak boleh pipis sembarangan di pinggir jalan, di semak-semak, terlebih lagi di tempat yang terbuka. (Yang terakhir tidak usah dipertanyakan lagi.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sebenarnya pada kenyataannya, ketika sedang tidak bersama ayah, dia seringkali pipis berdiri malah terkadang di tembok rumah orang yang sedang dia lewati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dipaaaa…, jangan lama-lama! Ayah juga mau kencing!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipa manyun, kenapa dia mau saja ikut sama ayahnya ke acara keluarga yang diadakan di Surabaya. Shifa juga membelot. Padahal gadis itu tahu sekali kalau dia paling anti pergi-pergi keluar kota bersama ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayolah, Dip, acara ini, kan, hanya diadakan lima tahun sekali. Dan kamu akan bertemu dengan ibu kamu di sana. Lagipula acaranya sekalian piknik menyeberangi jembatan Suramadu. Aku sudah tidak sabar ingin melihat luasnya lautan yang terbentang di hadapanku begitu aku menyeberanginya.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipa memang tahu sekali kesukaan Shifa, sepupu sekaligus sahabatnya sejak kecil, yang berumur lebih tua tiga tahun dari dirinya ini. Shifa suka sekali pergi ke pantai, pergi ke kolam renang, pergi ke empang, pergi ke kali, pokoknya pergi kemana saja selama ada airnya sehingga sahabatnya itu bisa menyalurkan hobinya yang kelewat maniak, berenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, asal kamu nggak tiba-tiba ngotot aja minta mobil dibrentiin terus kamu terjun bebas ke laut.” Jawab Dipa saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shifa nyengir mendengar celetukan Dipa. Melihat cengiran itu, Dipa langsung dihantui firasat tidak enak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Shi, jangan coba-coba!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh, Dipa, jangan merusak kesenangan orang lain, dong!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku akan bilang sama ayah kalau kamu nggak usah diajak aja!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, sudah sembilan jam perjalanan dia tempuh bersama ayah dan sepupunya dengan mengendarai TLC berwarna coklat keemasan. Dan sudah lima kali pula dia minta berhenti sama ayahnya ketika lewat di depan masjid ataupun pom bensin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“DIPAAAA, KAMU DENGAR AYAH TIDAK, SIH? APA KAMU MAU AYAH KENCING DI CELANA?!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Dipa menerawang, memandangi pemandangan gelap di luar jendela mobil. Dipa tidak takut pada kegelapan dan dia memang bisa dibilang anak yang tidak takut apa-apa, kecuali ayahnya. Sementara itu di sebelahnya, Shifa sudah terlelap tidur dengan earphone yang masih menempel di telinganya memperdengarkan soundtrack dari film Transformer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah, mau gantian nggak?” tanya Dipa sambil pindah ke jok depan di samping ayahnya.&lt;br /&gt;Ayah menoleh sekilas, “Lho, kamu tidak tidur?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak ngantuk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tumben, biasanya kamu yang paling pelor. Ada apa, nih?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hawanya nggak enak.” Jawab Dipa pelan sambil membuka-buka CD album.&lt;br /&gt;Ayah terkejut mendengar jawaban Dipa, “Hawanya nggak enak katamu?” tanya ayah serius. Nada suaranya berubah khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipa mengangguk ringan, “Mana, sih, CDnya… perasaan sudah dimasukin sebelum berangkat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sejak kapan kamu merasa hawanya tidak enak?” tanya ayah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini Dipa menoleh memandang ayahnya agak heran, “Sejak terakhir kali kita berhenti. Tapi itu mungkin hanya perasaanku aja, Yah, soalnya kamar mandinya bau sekali. Bahkan ketika aku sudah masuk ke dalam mobil pun aku masih mencium bau yang sama. Bau amoniak yang sangat tajam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Amoniak katamu?” Dipa mengangguk, “Apakah sekarang masih tercium?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentu aja nggak, Yah. Kalau masih tercium berarti kan parah banget tuh kamar mandi!” Cengir Dipa merasa lucu juga mendengar pertanyaan ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Dipa bertambah heran begitu melihat wajah ayahnya yang masih belum berubah, malah bertambah khawatir, bahkan bulir-bulir keringat menetes membasahi keningnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja ayah menambah kecepatan mobilnya. Dipa terhenyak di joknya, dan dia baru sadar kalau dia belum memakai sabuk pengaman. Buru-buru dia mengenakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah, ada apa?” tanya Dipa khawatir. Baru kali ini dia melihat reaksi ayahnya yang seperti itu. Biasanya ayah selalu tenang dalam menghadapi masalah. Dan kali ini dia sama sekali tidak mengerti mengapa hawa yang tidak enak dan bau amoniak bisa membuat ayahnya ketakutan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tidak menjawab. Dia tetap waspada mengendarai mobilnya. Sementara itu, karena merasa pergerakan mobil yang tiba-tiba, Shifa pun terbangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dipa, apa kamu mau ke kamar mandi lagi?” tanya Shifa mengucek matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Dipa tidak menjawab. Tidak ada yang menjawab. Shifa merasa heran sekali. Mungkin karena insting, Shifa langsung memandang ke jendela belakang. Kosong. Tidak ada satu pun lampu mobil yang bergerak di belakang mobil ini. Biasanya dia akan merasa biasa aja, tapi entah mengapa kali ini, dia merasakan sesuatu yang menakutkan sedang berlari mengejar mereka di belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Om Dafa…,” gumam Shifa bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, Om Dafa, ayah Dipa, menyahut, “Tenang aja, Shi, mereka masih jauh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban dari Om Dafa, membuat Shifa merasa agak sedikit lebih tenang. &lt;br /&gt;Buru-buru dia membenarkan posisi duduknya dan mulai mengatur nafas untuk berkonsentrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini giliran Dipa yang keheranan. Sepertinya ada yang diketahui oleh ayahnya dan Shifa tapi tidak diketahui olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang masih jauh, Yah?” tuntut Dipa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah menoleh sekilas, “Tidak usah khawatir, Ayah tidak akan menyerahkan kalian berdua pada siapapun. Dipa, sekarang kamu lakukan seperti yang Shifa lakukan. Kalian sering melatihnya bersama, kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada banyak hal yang ingin Dipa tanyakan, tapi sepertinya keadaan sedang mendesak. Maka dia mulai melakukan seperti yang selama ini sering dilatih dirinya bersama dengan Shifa setiap Sabtu dan Minggu pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipa mengepalkan jemarinya dengan ibu jari berada di dalam. Kemudian dia mulai menarik nafas dan menahannya selama beberapa saat. Dia mulai berkonsentrasi mencari frekuensi yang sama dengan Shifa. Butuh beberapa kali tarikan nafas sampai Dipa berhasil terhubung dengan Shifa. Dan saat itulah pikirannya langsung jernih dan merasa tenang. Dan dia juga bisa melihat ketiga bayangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipa membuka matanya dan langsung memandang ayahnya dengan tak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka itu apa, Yah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ayah tidak menjawab. Begitu tahu kalau Dipa bisa melihat mereka dengan jelas, itu pertanda bahaya sudah semakin dekat dan dia harus segera melakukan sesuatu untuk menyelamatkan mereka semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Om Dafa!!” pekik Shifa membuat Dipa terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengerti apa yang dimaksudkan oleh Shifa, Om Dafa semakin mempercepat laju mobilnya. Dipa masih tidak mengerti, dia menoleh ke belakang untuk melihat apa yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya dia hanya melihat kegelapan di belakang mobil. Namun perlahan-lahan, ada dua buah sinar lampu yang melaju mendekat dengan kecepatan yang mengejutkan. Dan saat itulah dia bisa mencium bau itu lagi, bahkan kali ini terasa lebih tajam dan membuat pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Shifa, apa mereka mengejar kita?” tanya Dipa berusaha menahan rasa mualnya.&lt;br /&gt;Shifa tidak menjawab, dia hanya memandang Dipa dengan tajam dan tiba-tiba saja air mata menetes dari matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipa terkejut melihat air mata Shifa. Shifa jarang menangis, baginya menangis merupakan pemborosan air yang ada di tubuh kita. Entah dia dapat teori darimana. Bagi Shifa semua air yang ada di tubuh kita harus dimanfaatkan dengan baik. Dan entah apa maksudnya. Shifa memang terkadang agak aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipa meraih tangan Shifa, namun tiba-tiba mobil berguncang dengan sangat hebat. Shifa menjerit keras sambil menempelkan kedua tangannya di telinganya. Dipa kaget, matanya langsung nyalang menerobos kegelapan malam di belakangnya. Biasanya dia tidak akan bisa memandang apapun dengan mata telanjang dalam keadaan biasa. Tapi kali ini, seolah sedang memakai teleskop super, dia bisa melihat sejernih ketika dia melihat pada siang hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil itu sudah semakin mendekat. Hanya satu buah mobil Hummer bercat hitam. Dan anehnya lagi, Dipa bisa melihat jumlah manusia yang berada di dalam mobil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka menyeramkan sekali, Yah!” gumam Dipa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooom…,” rengek Shifa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Shifa, lakukan saja seperti yang biasa kamu latih. Dan apakah kamu bisa… mendatangkan kabut untuk menghalangi mereka?” ucap ayah tanpa sedetikpun berpaling dari kaca depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipa keheranan mendengar permintaan ayahnya pada Shifa. Mendatangkan kabut? Kabut itu kan salah satu fenomena alam dimana uap air yang berada dekat permukaan tanah berkondensasi dan menjadi mirip awan. Hal ini biasanya terbentuk karena hawa dingin membuat uap air berkondensasi dan kadar kelembaban menjadi 100 %. Jadi, bagaimana caranya Shifa bisa membuat hal itu terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan aku usahakan, Om,” jawab Shifa mulai mengatur nafasnya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipa melongo, ternyata sepupunya ini malah menanggapi serius permintaan ayahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu… apa yang harus aku lakukan, Yah?” tanya Dipa penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil bergetar kembali tapi kali ini disertai dengan hawa dingin dan bau yang menusuk hidung. Dipa menutup hidungnya. Baru kali ini dia begitu sensitive dengan bau-bauan. Dan itu lagi-lagi membuatnya merasa mual-mual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu… bisa menyelamatkan kita dari situasi ini dengan mencari kita tempat yang aman dari jangkauan mereka.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi Dipa melongo. Aku menyelamatkan mereka? Bagaimana caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lakukan saja! Kamu bisa melakukannya. Kamu adalah penguasa elemen tanah. Kamulah yang paling bisa menemukan tempat paling aman di dunia ini!” Teriak ayah ketika mobil di belakang sudah menyundul bemper mobil yang mereka tumpangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa? Apa yang baru saja ayah ucapkan? Penguasa elemen tanah? Apa ayah sudah gila?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dipa, ikuti aku! Kamu akan mengerti,” ucap Shifa akhirnya dan entah mengapa, Dipa bisa melihat kalau dari sekujur tubuh Shifa keluar aura berwarna biru yang sangat terang dan dia baru saja mengetahui kalau di luar terlihat gelap sekali karena ditutupi oleh kabut putih yang sangat tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa… apa yang terjadi?” gumam Dipa terpesona sekaligus merasa ngeri dengan apa yang dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BRAKK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini bemper mobil ditabrak oleh Hummer hitam tersebut. Agak membuat Dipa terjengkang ke depan. Dipa berpegangan pada pintu, kemudian dia memandang ayahnya yang masih fokus memandang ke depan. Entah bagaimana caranya ayah bisa melihat dalam kondisi berkabut seperti ini tanpa menabrak apapun. Dipa beralih kepada Shifa yang masih terus memejamkan matanya dengan kedua tangan terkepal di depan lututnya. Dia bisa melihat bulir keringat mengalir di kening Shifa. Dipa tahu kalau tabrakan tadi pasti sempat membuyarkan konsentrasi Shifa karena kabut sempat menipis selama beberapa saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lambat laun Dipa bisa merasakan aura ketiga orang yang mengikuti mereka perlahan menjauh. Namun dalam jarak seperti ini pun, dia masih bisa merasakan hawa menakutkan ketiga manusia tersebut. Itu juga kalau mereka memang manusia. Sampai lama, tidak terjadi apa-apa. Namun ayah masih terus melaju kecepatan mobilnya. Sampai akhirnya, Dipa bisa melihat keadaan sekelilingnya. Dipa menoleh kebelakang dan dia bisa melihat kabut tersebut masih berada di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa! Kabut tersebut berhasil menahan mobil tersebut! Batin Dipa sambil memandang Shifa dengan takjub. Dia tidak tahu kalau sepupunya mampu melakukan itu. Selama ini dia pikir kalau dia memiliki sepupu paling aneh sedunia yang gemar sekali nyemplung dimanapun yang ada airnya. Shifa pasti penguasa elemen air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dipa, bagaimana… apa sudah kamu temukan tempat kita bisa bersembunyi untuk sementara?” teriak ayah membuyarkan lamunan Dipa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipa tidak tahu harus menjawab apa. Terus terang dia sama sekali tidak mengetahui bagaimana cara menemukan tempat persembunyian yang aman karena daerah ini sama sekali asing baginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belum… belum, Yah!” gumam Dipa memberanikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu apa yang kamu tunggu? Konsentrasikan pikiranmu dengan alam disekitar sini. Shifa tidak akan bisa menahan mereka selamanya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipa kebingungan. Dia kembali menoleh ke belakang dan melihat kalau sepupunya, Shifa, masih saja memejamkan matanya. Ayah benar, Shifa tidak bisa terus menahan mereka. Dia harus melakukan sesuatu. Tapi apa? Selama ini yang dia pelajari bersama Shifa hanya bagaimana untuk mengatur nafas mereka dan mengembangkan “chi” yang ada di dasar perutnya. Tapi selama latihan pun, Dipa tidak pernah menganggapnya serius, dia selalu main-main ketika latihan. Malahan seringkali dia mengganggu Shifa yang sedang serius mengelola “chi”nya. Tapi kali ini, dia tidak bisa main-main lagi. Dia merasakan sendiri betapa kuatnya aura membunuh dari dalam Hummer hitam tersebut.&lt;br /&gt;Dipa kembali menarik nafasnya dan menahannya dalam beberapa hitungan. Dia mengulangi untuk yang kedua kalinya, ketiga kalinya. Dan pada saat kelima kalinya, dirinya sempat tersentak begitu ada sesuatu yang menyentuh mata batinnya. Pada kelima kalinya, dia bisa mendengar suara-suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah malam-sudah malam, saatnya cari makanan,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di sini… di sini…,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Manusia kurang ajar sudah menghancurkan rumahku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di sini… di sini, Manusia kecil…,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipa langsung diserang sakit kepala yang amat sangat, seolah-olah ratusan suara itu merupakan hujan peluru yang menyerang otaknya. Dipa memaksakan dirinya untuk menarik nafasnya kembali. Dan ajaibnya sakit kepalanya mulai berkurang, dan perlahan-lahan, dia bisa membedakan makhluk-makhluk yang mengeluarkan suara-suara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pada ketujuh kalinya, mata batinnya sudah terbuka semua. Dipa terpana. Walaupun matahari sudah terbenam di peraduannya, walaupun rembulan sedang malas menampakkan sinarnya, dan bintang-bintang terhalang oleh awan-awan yang menggumpal, namun saat ini dia merasa sedang berdiri di tengah hamparan padang rumput yang terang benderang dimana dia bisa melihat segala sesuatunya. Dan suara-suara itu tidak lagi terlalu mengganggunya, karena dia menemukan satu suara yang merupakan jawaban atas kondisinya saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pada saat itulah, ada sebuah cahaya berwarna merah yang tiba-tiba meluncur dan menghantam belakang mobilnya kembali. Mobil sempat oleng ke kanan dan ke kiri. Shifa pun terbanting menghantam pintu membuat keningnya berdarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah kabut di belakang mereka menghilang, dan Dipa bisa melihat kembali sorotan lampu Hummer hitam tersebut yang melaju dengan kecepatan penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Shifa, kamu tak apa-apa?” tanya Ayah khawatir, melihat melalui kaca spion. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shifa menggelengkan kepalanya, “Maaf, Om, aku tidak cukup lama menahan mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu tidak masalah, dengan bantuanmu, kita sudah bisa berlari sejauh ini. Dengan jarak sejauh ini, mereka tidak akan bisa menyusul kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUMM!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil kembali diserang dengan sinar merah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sial! Ada penguasa api di antara mereka!” gumam Ayah, sekuat tenaga berusaha menahan kemudi agar tidak oleng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shifa berusaha untuk mengobati dirinya sendiri. Dia mengambil sebotol air mineral dan menyiramkannya ke atas lukanya. Shifa menarik nafasnya kembali dan menahannya selama beberapa saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUMM! BUMM!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah memutar mobilnya untuk menghindari serangan api. Beberapa kali api tersebut mengenai bagian belakang mobil, bahkan melesat melewati mobil dan meledak di depan. Sehingga seringkali ayah harus melakukan maneuver yang membuat mobil bergerak secara zig-zag. Api pun langsung membakar hutan di sekeliling mereka. Melihat kebakaran yang semakin membesar, entah bagaimana, ada sebuah tenaga yang menggerakan Shifa. Shifa langsung memposisikan tubuhnya kembali. Dia duduk tegak dan mengepalkan kedua jemarinya di depan lutut. Seolah tahu apa yang harus dilakukannya, Shifa menarik nafasnya, dan menekannya di dasar perutnya. Kemudian dia memejamkan matanya dan memusatkan fikirannya untuk memanggil satu-satunya alat yang bisa memadamkan kebakaran hutan seperti ini, awan Cumulo nimbus yang gemuk-gemuk karena berisi banyaknya tetesan air hujan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh di atas sana, seolah digerakkan oleh tangan yang tak kasat mata, gumbalan awan raksasa dengan panjang puluhan kilometer, berarak ke lokasi kebakaran. Petir menyambar-nyambar disertai dengan suara geledek yang memekakkan telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerangan sempat terhenti. Ketiga manusia itu pun sempat tidak percaya dengan mata mereka sendiri. Info yang mereka terima ternyata sangat meleset. Buruan mereka ternyata tidak selemah yang diberitakan. Mereka menyesal karena hanya menyertakan satu orang penguasa api kelas rendah sebagai penyerang jarak jauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berada dalam posisi yang tepat, seolah ditumpahkan dari ember raksasa, air pun membasahi hutan dan memadamkan api dalam waktu singkat. Tahu kalau bahaya masih mendekat, Shifa mengarahkan salah satu awan ke arah Hummer tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Petir!” pekik Shifa berkonsentrasi penuh memandang obyek yang dituju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petir pun menyambar-nyambar dan sempat membuat Hummer tersebut oleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kerja bagus, Fa!” puji ayah tulus tanpa sekalipun mengalihkan pandangannya.&lt;br /&gt;Shifa tersenyum. Dan dia pun memanggil awan semakin banyak dan mengarahkannya pada Hummer pemburu mereka. Akhirnya mereka pun tertinggal terlalu jauh karena terlalu sibuk untuk mengurus petir-petir kecil yang memekakkan telinga dan memecahkan kaca mobil serta membocorkan empat buah ban mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ayah belum melambatkan laju mobilnya. Dipa bisa memahami itu, karena sejauh ini pun hawa menyeramkan itu masih terasa. Itu berarti para pemburu itu pun bisa merasakan mereka juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah, seratus meter di depan, belok ke kanan.” Ucap Dipa yang baru kali ini mengeluarkan suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bertanya, ayah menuruti semua petunjuk Dipa. Melewati jalan yang semakin menyempit dan pepohonan yang semakin lebat. suara-suara hewan malam pun semakin terdengar jelas, burung kakak tua, jangkrik, kelelawar, dan serangga kecil lainnya. Mereka bertiga pun akhirnya sampai di sebuah tepi hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah disini tempatnya?” Tanya ayah menginjak remnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipa terdiam sesaat untuk mendengarkan suara-suara yang sedari tadi berbisik-bisik padanya. “Iya, disini. Mereka bilang, area disini terlalu tertutup oleh lebatnya pepohonan, sehingga para pemburu itu tidak akan bisa merasakan kita disini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tersenyum. Setelah memarkirkan mobil, ayah merebahkan kepalanya sebentar. Dia pun memejamkan matanya. Mata tuanya ini sudah terlalu lama tidak melihat dalam kondisi seperti tadi. Sehingga hal itu membuatnya cukup kelelahan. Shifa pun sama lelahnya seperti ayahnya. Serasa baru saja pulang dari perang yang sangat melelahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dipa, bisa carikan kami makanan?” pinta ayah dengan mata yang masih tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipa tidak menjawab. Setelah diminta untuk mencari tempat persembunyian teraman untuk sementara, dia tidak merasa aneh ataupun takut kalau diminta untuk mencarikan makanan juga ditengah hutan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipa pun keluar dari dalam mobil. Kakinya berpijak di atas tanah. Dan saat itu jugalah, Dipa bisa merasakan tekanan yang sangat kuat dari tanah yang dipijaknya. Badannya bergoyang, tapi dia segera mengimbangi badannya lagi. Setelah itu, barulah dia bisa merasakan hubungan spesial antara dirinya dan tanah yang baru saja diinjaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhirnya kau datang juga, Manusia kecil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipa terkejut. Bukan karena baru mendengar suara itu, tapi dia merasa kalau suara itu seolah sedang berdiri di sampingnya. Dia berusaha untuk bereaksi senormal mungkin. “Terima kasih. Mohon bimbingannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Nichi781&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-4636538363685546679?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/4636538363685546679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=4636538363685546679' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/4636538363685546679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/4636538363685546679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2010/02/5-element-part-1.html' title='5 Element part 1'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-560519678234603901</id><published>2009-11-09T20:39:00.001+07:00</published><updated>2009-11-09T20:43:32.300+07:00</updated><title type='text'>Gaptek</title><content type='html'>781&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda merasa gaptek soal komputer, jangan kuatir. Bukan anda saja yang merasa demikian. Jim Cartlon, seorang jurnalis Wall Street Journal, baru-baru ini mengumpulkan keluhan dari para konsumen komputer Amerika. Dan ternyata keluhan mereka jauh lebih "idiot" daripada yang kita kira. Berikut petikan keluhan2 konsumen itu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Compaq pernah mempertimbangkan untuk mengubah perintah "Press ANY Key" menjadi "Press ENTER Key" dikarenakan banyaknya telefon yang menanyakan letak tombol "ANY" di keyboard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. AST Technical Support menerima laporan konsumen karena kesulitan menggunakan mouse. Saat Techinal Support berkunjung, mereka menemukan mouse tersebut tidak bisa digunakan... karena masih terbungkus rapi di dalam plastiknya. Penggunanya (seorang wanita) punya phobia (ketakutan) pada mouse (tikus) sehingga tidak berani mengeluarkannya dari dalam plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Di tahun 1980-an, ketika disket masih berukuran besar, Teknisi Compaq pernah menerima keluhan seorang konsumen yang disketnya tidak terbaca oleh drive-disk komputer. Setelah diselidiki, ternyata konsumen itu sebelumnya memasukkan disket ke dalam mesin tik dan mengetikkan label yang tertempel di disket itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sebuah keluhan lain dari konsumen AST yang mengatakan disket mereka terkena virus yang sulit dibersihkan. Petugas AST meminta orang itu mengirimkan kopi disket yang terinfeksi itu untuk dipelajari. Beberapa hari kemudian, petugas AST menerima foto kopi disket dari konsumen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Seorang konsumen DELL mengeluhkan kalau dia tidak dapat mengirimkan fax via komputer. Setelah diarahkan selama 40 menit lewat telepon, petugas DELL menemukan kalau konsumen itu mencoba mengefax via komputer dengan cara menempelkan kertas yang akan di fax di depan monitor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Seorang konsumen DELL lain mengeluh karena keyboard yang digunakannya sudah tidak bisa berfungsi sejak dibersihkan. Ketika ditanya caranya membersihkan keyboard, dia menjelaskan, "Saya mencuci dan menggosok semua bagian keyboard dengan sabun, lalu membilasnya dengan air, dan menjemurnya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Seorang konsumen DELL marah besar karena tidak bisa menyalakan komputer yang baru dibelinya. "Semua sudah terpasang dengan baik. Tapi setiap kali saya tekan pedal kaki , tidak terjadi apa-apa." Setelah diselidiki ternyata "pedal kaki" yang dimaksud orang itu adalah : mouse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Seorang lagi konsumen DELL marah besar karena komputer barunya tidak nyala. Dia menjelaskan semua sudah terpasang dengan benar, dan ketika dia menunggu selama 20 menit, tidak terjadi apa-apa pada komputernya. Ketika teknisi DELL menanyakan apakah "power switch" sudah dinyalakan, dia balik bertanya, "Power switch apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Berikut adalah tanya-jawab antara petugas Novell NetWire dengan&lt;br /&gt;seorang konsumen :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelepon : Hallo, dengan Tech Support?&lt;br /&gt;Novell : Ya, bisa dibantu?&lt;br /&gt;Penelepon : Tatakan gelas di PC saya patah. Apa mungkin saya bisa menggantinya?&lt;br /&gt;Novell : Tatakan gelas ? Apakah itu hadiah saat Anda membeli komputer?&lt;br /&gt;Penelepon : Tidak. Tatakan gelas ini sudah ada di komputer saya. Dan ketika saya meletakkan gelas saya di atasnya, tatakan itu patah. Yang saya ketahui, di bagian depan tatakan itu ada tulisan "CD-ROM, 16X".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Saat itu juga, petugas Novell langsung mematikan telepon dan tertawa terpingkal-pingkal. ..)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-560519678234603901?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/560519678234603901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=560519678234603901' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/560519678234603901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/560519678234603901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/11/gaptek.html' title='Gaptek'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-2007828736511351777</id><published>2009-11-09T19:30:00.000+07:00</published><updated>2009-11-09T20:29:25.918+07:00</updated><title type='text'>Pria dan Cowok</title><content type='html'>781&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Pria&lt;br /&gt;C : Cowok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Tahu jelas lima tahun lagi ia mau jadi apa.&lt;br /&gt;C : Tidak jelas lima menit lagi ia mau berbuat apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Jago membuat wanita merasa tenang.&lt;br /&gt;C : Jago membuat cewek merasa senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Bacaannya John Grisham, mainannya golf, tontonannya CNN.&lt;br /&gt;C : Bacaannya Harry Potter, mainannya bilyar, tontonannya MTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Sebelum umur 30 sudah banyak uang.&lt;br /&gt;C : Sebelum umur 30 sudah banyak dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Seimbang antara penghasilan dan pemasukan.&lt;br /&gt;C : Seimbang antara hutang dan pembayaran minimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Mendukung emansipasi wanita, tapi tetap membayari bon makan wanita.&lt;br /&gt;C : Mendukung emansipasi wanita dengan membiarkan wanita bayar sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Punya akuntan, penjahit dan dokter langganan.&lt;br /&gt;C : Punya salon, kafe dan bengkel langganan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Meminta Anda nimbrung ngobrol kalau mamanya menelepon.&lt;br /&gt;C : Pura-pura Anda tidak bersamanya jika mamanya menelepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Putus dengan pasangannya sambil berjabatan tangan dan mengakui sulitnya menjembatani perbedaan antar mereka berdua, diiringi ucapan, Kita tetap bisa berteman selamanya.&lt;br /&gt;C : Putus dengan pasangannya sambil kabur dari rumah, merokok berbatang -batang, plus ucapan, Jangan undang aku ke pernikahanmu nanti!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Mencintai wanita 10 % pada pertemuan awal dan meningkat terus.&lt;br /&gt;C : Mencintai wanita 100 % pada pertemuan awal dan menurun terus..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Berpikir dewasa seperti orang usia 40 tahun saat berusia 17 tahun.&lt;br /&gt;C : Berpikir kekanakan seperti orang usia 17 tahun saat berusia 40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Bisa menang hanya dengan otak dalam konflik.&lt;br /&gt;C : Cuma bisa ngamuk, adu mulut, n adu otot kalo konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Mikirnya Aku masih kurang pengetahuan, harus belajar lebih banyak.&lt;br /&gt;C : Mikirnya Aku yang terhebat di muka bumi, siapapun aku hadapin !!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Otak no 1, digabungin otot kalo terpaksa.&lt;br /&gt;C : Otot no 1, ditambah otak kalo punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P : Main sepeda agar tambah perkasa.&lt;br /&gt;C : Main sepeda biar dipuji wanita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-2007828736511351777?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/2007828736511351777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=2007828736511351777' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2007828736511351777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2007828736511351777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/11/pria-dan-cowok.html' title='Pria dan Cowok'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-2650995997428073235</id><published>2009-11-06T16:35:00.000+07:00</published><updated>2009-11-06T16:36:22.261+07:00</updated><title type='text'>Retak</title><content type='html'>781&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku merasa kalau dia merupakan wanita yang sangat beruntung sekali. Kenapa begitu? Mungkin aku berpikiran seperti itu karena kulihat dari gaya hidupnya yang serba glamor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari-hari, jadwalnya selalu penuh dengan meeting dan jalan-jalan dari satu cafe ke cafe lain dari satu club ke club yang lain. Dan dia hanya akan pulang pada saat matanya sudah tidak kuat untuk terbuka lagi, alias sudah tertidur pulas di meja kerjanya ataupun meja cafe ataupun meja club.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi, dia pasti selalu berangkat sangat pagi sekali tak lama setelah bangun tidur. Dan itu membuatku berpikir, apakah dia tidak lelah menjalani hidup yang seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kulihat dia sangat bahagia sekali. Sehari-harinya, sepanjang hari, dia selalu menebarkan senyum, sehingga hampir semua warga gedung ini dari pihak direksi sampai pihak office boy pun mengenal keberadaannya. Kupikir dia orang yang sangat menyenangkan dan sangat kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti beruntung sekali menjadi wanita seperti dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu yang mengganggu pikiranku. Reputasinya dikalangan para pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang, dia bukanlah wanita murahan. Memang dia selalu pergi dengan mereka, tapi dia selalu menolak untuk diajak one-night-stand. Dan itu yang membuatku semakin tertarik padanya. Dia benar-benar wanita yang sangat berkarakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya, tanpa disengaja, suatu hari aku melihatnya sedang jalan sendirian di sebuah pertokoan. Dan memang itu merupakan hal yang sangat jarang sekali terjadi. Bahkan tidak pernah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajahnya terlihat sepi sekali. Matanya seperti menerawang. Dan tiba-tiba saja, air matanya mengalir begitu saja dari kedua bola matanya yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkejut. Seingatku, aku tidak pernah melihatnya menangis. AKu pun menghentikan langkahku dan mulai memperhatikannya dengan seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berhenti melangkah dan mulai menghapus air matanya. Selama sedetik aku yakin sekali kalau dia sempat memperhatikan jemarinya yang basah oleh air matanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik itu juga, dia mengeluarkan telepon genggamnya dan mulai mendial satu nomor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersentak oleh getaran yang begitu tiba-tiba dalam saku celana panjangku. Apakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun memandang nama yang tertera di layar, Penny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ragu-ragu aku menerima telephon tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, Hallo?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dom? Hai..., apakhabar? Lagi dimana nih?" sapa suara manis tersebut. Entah bagaimana caranya suara itu terdengar sangat ceria sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, aku sedang ada di salah satu pertokoan dekat kantor. Kenapa, Say?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, sama dong! Bagaimana kalau malam ini kita ketemuan? Lagi bete, nih! Temen-temenku semua pengkhianat. Gada yang bisa diajak hang-out malam ini. Pleeaaaseee...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh..., tentu. Sepuluh menit. Sepuluh menit aku sampai di tempatmu. Jangan kemana-mana ya!" Balasku kemudian aku pun menutup telepon itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa berpikir lama-lama, dengan mantap kakiku melangkah menuju tempat wanita itu menunggu. Dan bisa kulihat dengan kedua mataku sendiri, selama meneleponku dia sebenarnya menangis. Dan sekarang pun dia sedang sibuk menghapus air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh menit waktu yang kuberikan padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai, sorry nunggu lama." sapaku begitu sampai dihadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu pun mendongak dan sempat membuatku terpana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajahnya terlihat sangat ceria sekali, tidak nampak bekas-bekas air mata ataupun kesedihan yang tadi aku lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, Dom, kamu tepat waktu sekali! Asyik! Kalau begitu bagaimana kalau kita nonton aja, atau mau main bowling? Sepertinya lebih bagus kalau yang menguras tenaga. Lebih capek lebih bagus! Bagaimana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diam tapi aku memberi isyarat dengan senyuman kalau aku setuju dengan apapun idenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan, apa yang sedang disembunyikan dan sedang berusaha ditutupi olehnya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-2650995997428073235?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/2650995997428073235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=2650995997428073235' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2650995997428073235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2650995997428073235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/11/retak.html' title='Retak'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-2452949050638544624</id><published>2009-11-05T18:39:00.002+07:00</published><updated>2009-11-05T20:00:36.107+07:00</updated><title type='text'>Where are You?</title><content type='html'>781&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, i do, just remember about that, i really-really love u very much."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakiku melangkah gontai. Hanya kata-kata terakhirnya lah yang terus terngiang-ngiang di dalam kepalaku. Badan ini rasanya lemas sekali. Langkahku terhenti. Tak kuasa menahan diri, air mataku mengalir lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleks tangan kananku terangkat dan menutup mataku, berusaha menahan sebisa mungkin agar air mata tersebut tidak membanjir keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Someday i will come to meet you and say in front of you, that I love you."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertahananku hancur..., aku tidak bisa menahan tangis ini lagi. Lututku lemas sekali, sehingga aku pun terjatuh berlutut di atas aspal jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua memori itu pun mengalir dengan deras dalam otakku. Tidak ada yang terlewat satupun. Saat-saat indah, saat-saat bertengkar, saat-saat adu pendapat, saat-saat dia menuliskan kalimat "will you marry me?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan, kenapa ini harus terjadi? Kenapa harus kau ambil pada saat diriku sudah menemukan dirinya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei, kamu tidak apa-apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat aku mendengar seseorang menegurku. Wanita itu berdiri di samping tubuhku yang sedang berlutut di atas jalan. AKu pun menjawab dengan gelengan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menarik napas panjang dan menggeleng-gelengkan kepalaku untuk mengusir segala kepedihan yang menerpa isi otakku. Dan aku pun menghapus air mataku sampai kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak apa-apa kok, Mbak. Makasih," jawabku dengan senyum yang penuh tekad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yakin? Perlu bantuan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, terimakasih." jawabku singkat dan aku pun bangkit berdiri kembali. Membersihkan pakaianku yang kotor terkena debu jalanan dan sekali lagi tersenyum pada wanita itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun berjalan kembali, walaupun masih lemas. Aku tidak bisa berpikir. Aku hanya bisa menyibukkan diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun mengeluarkan telepon genggam yang tidak pernah lupa kubawa. Dan mendial salah satu nomor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hallo, Andrien, maaf pembicaraan kita terputus. Bagaimana kalau diteruskan malam ini dengan makan malam? Ya, aku tidak keberatan. That's my treat! Okay? Di tempat biasa jam delapan malam. See ya, bye!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKu menutup teleponku lagi. Dan berjalan memasuki gedung bertingkat tinggi yang merupakan tempatku bekerja selama lebih dari lima tahun ini. Adrien merupakan pemilik dari salah satu klien di kantor tempatku bekerja. Sudah lama dia mengajakku makan malam bersama. AKu mengenal reputasinya dikalangan para rekan wanita. Entah apa yang kulakukan. Tapi aku tidak bisa membuat diriku terus memikirkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, Darling... Where are you?..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-2452949050638544624?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/2452949050638544624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=2452949050638544624' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2452949050638544624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2452949050638544624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/11/where-are-you.html' title='Where are You?'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-6568723961891763739</id><published>2009-10-13T22:03:00.001+07:00</published><updated>2009-10-13T22:08:49.232+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>781&lt;br /&gt;God, I just need your help.&lt;br /&gt;If I couldnt find happiness in this world..&lt;br /&gt;I wish, i can find it later in your side..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-6568723961891763739?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/6568723961891763739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=6568723961891763739' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/6568723961891763739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/6568723961891763739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/10/781-god-i-just-need-your-help.html' title=''/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-422934422959501718</id><published>2009-10-05T22:59:00.006+07:00</published><updated>2009-10-06T00:00:09.634+07:00</updated><title type='text'>Indonesia, Trully Atlantis</title><content type='html'>781&lt;br /&gt;Baru baca tentang satu artikel menarik, nih! Sesuai dengan judul di atas, Indonesia Trully Atlantis. Yep! Artikel ini gue dapet dari salah satu milis. Dan karena menurut gue amat sangat menarik, maka ga ada salahnya kalo gue juga membahasnya di sini. Karena apa? Karena menyangkut negeri yang sangat kita cintai ini. Benar bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun belakangan ini kita seperti selalu merasa ditusuk dari belakang sama negara tetangga kita yang serumpun. Yah, apa boleh buat, namanya juga serumpun. Mungkin dipikirnya gapapa kali kalo menyadur sedikit untuk keperluan promosi negara mereka. Kreatif, tapi amat sangat tidak sportif bukan? Tapi kita boleh lega, karena pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO telah menetapkan Batik sebagai salah satu World Heritage. Bukan main bagganya, sampai-sampai kita pun kompakan untuk memakai batik pada hari ini. Indonesia menjadi lautan batik pada hari itu. (Dan menurut gue, seharusnya itu masuk dalam guiness book of record kali ye?!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang menyebalkan menyangkut negeri tercinta ini adalah manakala ada yang mengatakan bahwa banyak orang di Amerika atau di luar negeri yang tidak mengenal   Indonesia . Katanya mereka tahu Bali, tapi Indonesia itu dimana sih? Contohnya salah satu teman Holland gue yang ga tahu dimana Indonesia, padahal dia pernah ke Malaysia (yang memang bukan buat pelesir, sih! Melainkan karena kerjaan.) Nyebelin banget kan? PAdahal bangsanya yang kebetahan bercokol di bumi nusantara ini sampai ga mau pindah-pindah. Ya udah, ga usah dibahas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempromosikan   Indonesia akhir-akhir ini mestinya ibarat mendayung perahu ke hilir, yang didorong arus sungai dari belakang. Banyak kemudahan yang didapat secara gratis.&lt;br /&gt;Bukan hanya akibat kedatangan Hillary Rodam Clinton, dan juga presiden Amerika, Barrack Obama, yang katanya mantan "Anak Menteng" ini(hehehe... terlalu over julukannya), tapi terutama oleh ulah Prof. Arysio N. dos Santos yang menerbitkan buku yang menggemparkan : “Atlantis the Lost Continents Finally Found”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana ditemukannya ?&lt;br /&gt;Secara tegas dinyatakannya bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di Indonesia (!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu adalah benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis yang memiliki peradaban yang sangat tinggi dengan alamnya yang sangat kaya, yang kemudian hilang tenggelam ke dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi sebagai hukuman dari para Dewa. Kisah Atlantis ini dibahas dari masa ke masa, dan upaya penelusuran terus pula dilakukan guna menemukan sisa-sisa peradaban tinggi yang telah dicapai oleh bangsa Atlantis itu.&lt;br /&gt;Pencarian dilakukan di samudera Atlantik, Laut Tengah, Caribea, sampai ke kutub Utara. Pencarian ini sama sekali tidak ada hasilnya, sehingga sebagian orang beranggapan bahwa yang diceritakan Plato itu hanyalah negeri dongeng semata.&lt;br /&gt;santosProfesor Santos yang ahli Fisika Nuklir ini menyatakan bahwa Atlantis tidak pernah ditemukan karena dicari di tempat yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah   Indonesia , katanya. Dia mengatakan bahwa dia sudah meneliti kemungkinan lokasi Atlantis selama 29 tahun terakhir ini.&lt;br /&gt;Ilmu yang digunakan   Santos dalam menelusur lokasi Atlantis ini adalah ilmu Geologi, Astronomi, Paleontologi, Archeologi, Linguistik, Ethnologi, dan Comparative Mythology.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualifikasi Santos dapat dilihat dengan cara di http://atlan.org/articles/checklist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Santos sewaktu ditanyakan ke ‘Amazon.com’ seminggu yang lalu ternyata habis tidak bersisa. Bukunya ini terlink ke 400 buah sites di Internet, dan websitenya sendiri menurut   Santos selama ini telah dikunjungi sebanyak 2.500.000 visits.&lt;br /&gt;Ini adalah iklan gratis untuk mengenalkan   Indonesia secara efektif ke dunia luar, yang tidak memerlukan dana 1 sen pun dari   Pemerintah   RI .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dapat diikuti dari websitenya, Plato menulis tentang Atlantis pada masa dimana Yunani masih menjadi pusat kebudayaan Dunia Barat (Western World).&lt;br /&gt;Sampai saat ini belum dapat dideteksi apakah sang ahli falsafah ini hanya menceritakan sebuah mitos, moral fable, science fiction, ataukah sebenarnya dia menceritakan sebuah kisah sejarah. Ataukah pula dia menjelaskan sebuah fakta secara jujur bahwa Atlantis adalah sebuah realitas absolut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plato bercerita bahwa Atlantis adalah sebuah negara makmur dengan emas, batuan mulia, dan ‘mother of all civilazation’ dengan kerajaan berukuran benua yang menguasai pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu metalurgi, memiliki jaringan irigasi, dengan kehidupan berkesenian, tarian, teater, musik, dan olahraga.&lt;br /&gt;Warga Atlantis yang semula merupakan orang-orang terhormat dan kaya, kemudian berubah menjadi ambisius.   Para dewa kemudian menghukum mereka dengan mendatangkan banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi yang sedemikian dahsyatnya sehingga menenggelamkan seluruh benua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah-kisah sejenis atau mirip kisah Atlantis ini yang berakhir dengan bencana banjir dan gempa bumi, ternyata juga ditemui dalam kisah-kisah sakral tradisional di berbagai bagian dunia, yang diceritakan dalam bahasa setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Santos, ukuran waktu yang diberikan Plato 11.600 tahun BP (Before Present), secara tepat bersamaan dengan berakhirnya Zaman Es Pleistocene, yang juga menimbulkan bencana banjir dan gempa yang sangat hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana ini menyebabkan punahnya 70% dari species mamalia yang hidup saat itu, termasuk kemungkinan juga dua species manusia : Neandertal dan Cro-Magnon.&lt;br /&gt;Sebelum terjadinya bencana banjir itu, pulau Sumatera, pulau Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara masih menyatu dengan semenanjung   Malaysia dan benua Asia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi Indonesia terletak pada 3 lempeng tektonis yang saling menekan, yang menimbulkan sederetan gunung berapi mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan terus ke Utara sampai ke Filipina yang merupakan bagian dari ‘Ring of Fire’.&lt;br /&gt;Gunung utama yang disebutkan oleh   Santos , yang memegang peranan penting dalam bencana ini adalah Gunung Krakatau dan ‘sebuah gunung lain’ (kemungkinan Gunung Toba). Gunung lain yang disebut-sebut (dalam kaitannya dengan kisah-kisah mytologi adalah Gunung Semeru, Gunung Agung, dan Gunung Rinjani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana alam beruntun ini menurut   Santos dimulai dengan ledakan dahsyat gunung   Krakatau , yang memusnahkan seluruh gunung itu sendiri, dan membentuk sebuah kaldera besar yaitu selat Sunda yang jadinya memisahkan pulau Sumatera dan Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letusan ini menimbulkan tsunami dengan gelombang laut yang sangat tinggi, yang kemudian menutupi dataran-dataran rendah diantara Sumatera dengan Semenanjung Malaysia, diantara Jawa dan Kalimantan, dan antara Sumatera dan Kalimantan.&lt;br /&gt;Abu hasil letusan gunung Krakatau yang berupa ‘fly-ash’ naik tinggi ke udara dan ditiup angin ke seluruh bagian dunia yang pada masa itu sebagian besar masih ditutup es (Zaman Es Pleistocene) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu ini kemudian turun dan menutupi lapisan es. Akibat adanya lapisan abu, es kemudian mencair sebagai akibat panas matahari yang diserap oleh lapisan abu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gletser di kutub Utara dan Eropah kemudian meleleh dan mengalir ke seluruh bagian bumi yang rendah, termasuk   Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjir akibat tsunami dan lelehan es inilah yang menyebabkan air laut naik sekitar 130 meter diatas dataran rendah   Indonesia . Dataran rendah di   Indonesia tenggelam dibawah muka laut, dan yang tinggal adalah dataran tinggi dan puncak-puncak gunung berapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan air yang besar ini menimbulkan tarikan dan tekanan yang hebat pada lempeng-lempeng benua, yang selanjutnya menimbulkan letusan-letusan gunung berapi selanjutnya dan gempa bumi yang dahsyat. Akibatnya adalah berakhirnya Zaman Es Pleitocene secara dramatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu. Padahal zaman pada waktu itu adalah Zaman Es, dimana temperatur bumi secara menyeluruh adalah kira-kira 15 derajat Celcius lebih dingin dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi yang bermandi sinar matahari pada waktu itu hanyalah   Indonesia yang memang terletak di katulistiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plato juga menyebutkan bahwa luas benua Atlantis yang hilang itu “….lebih besar dari Lybia (Afrika Utara) dan Asia Kecil digabung jadi satu…” Luas ini persis sama dengan luas kawasan   Indonesia ditambah dengan luas Laut China Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Profesor Santos, para ahli yang umumnya berasal dari Barat, berkeyakinan teguh bahwa peradaban manusia berasal dari dunia mereka. Tapi realitas menunjukkan bahwa Atlantis berada di bawah perairan   Indonesia dan bukan di tempat lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Santos telah menduga hal ini lebih dari 20 tahunan yang lalu sewaktu dia mencermati tradisi-tradisi suci dari Junani, Roma, Mesir, Mesopotamia, Phoenicia, Amerindian, Hindu, Budha, dan Judeo-Christian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau dikisahkan dalam bahasa mereka masing-masing, ternyata istilah-istilah yang digunakan banyak yang merujuk ke hal atau kejadian yang sama.&lt;br /&gt;Santos menyimpulkan bahwa penduduk Atlantis terdiri dari beberapa suku/etnis, dimana 2 buah suku terbesar adalah Aryan dan Dravidas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua suku bangsa ini sebelumya berasal dari Afrika 3 juta tahun yang lalu, yang kemudian menyebar ke seluruh Eurasia dan ke Timur sampai Auatralia lebih kurang 1 juta tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia mereka menemukan kondisi alam yang ideal untuk berkembang, yang menumbuhkan pengetahuan tentang pertanian serta peradaban secara menyeluruh. Ini terjadi pada zaman Pleistocene.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Zaman Es itu, Atlantis adalah surga tropis dengan padang-padang yang indah, gunung, batu-batu mulia, metal berbagai jenis, parfum, sungai, danau, saluran irigasi, pertanian yang sangat produktif, istana emas dengan dinding-dinding perak, gajah, dan bermacam hewan liar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Santos, hanya Indonesialah yang sekaya ini (!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bencana yang diceritakan diatas terjadi, dimana air laut naik setinggi kira-kira 130 meter, penduduk Atlantis yang selamat terpaksa keluar dan pindah ke India, Asia Tenggara, China, Polynesia, dan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku Aryan yang bermigrasi ke   India mula-mula pindah dan menetap di lembah Indus . . Karena glacier Himalaya juga mencair dan menimbulkan banjir di lembah Indus, mereka bermigrasi lebih lanjut ke Mesir, Mesopotamia, Palestin, Afrika Utara, dan Asia Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat-tempat baru ini mereka kemudian berupaya mengembangkan kembali budaya Atlantis yang merupakan akar budaya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan terbaik dari tenggelamnya benua Atlantis ini dicatat di  India melalui tradisi-tradisi cuci di daerah seperti Lanka, Kumari Kandan, Tripura, dan lain-lain. Mereka adalah pewaris dari budaya yang tenggelam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku Dravidas yang berkulit lebih gelap tetap tinggal di  Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Migrasi besar-besaran ini dapat menjelaskan timbulnya secara tiba-tiba atau seketika teknologi maju seperti pertanian, pengolahan batu mulia, metalurgi, agama, dan diatas semuanya adalah bahasa dan abjad di seluruh dunia selama masa yang disebut Neolithic Revolution. Bahasa-bahasa dapat ditelusur berasal dari Sansekerta dan Dravida. Karenanya bahasa-bahasa di dunia sangat maju dipandang dari gramatika dan semantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya adalah abjad. Semua abjad menunjukkan adanya “sidik jari” dari  India yang pada masa itu merupakan bagian yang integral dari  Indonesia .&lt;br /&gt;Dari Indonesialah lahir bibit-bibit peradaban yang kemudian berkembang menjadi budaya lembah Indus, Mesir, Mesopotamia, Hatti, Junani, Minoan, Crete, Roma, Inka, Maya, Aztek, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya-budaya ini mengenal mitos yang sangat mirip. Nama Atlantis diberbagai suku bangsa disebut sebagai Tala, Attala, Patala, Talatala,  Thule , Tollan, Aztlan, Tluloc, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ringkasan teori Profesor Santos yang ingin membuktikan bahwa benua atlantis yang hilang itu sebenarnya berada di  Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti-bukti yang menguatkan  Indonesia sebagai Atlantis, dibandingkan dengan lokasi alternative lainnya disimpulkan Profesor  Santos dalam suatu matrix yang disebutnya sebagai ‘Checklist’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari benar atau tidaknya teori ini, atau dapat dibuktikannya atau tidak kelak keberadaan Atlantis di bawah laut di Indonesia, teori Profesor Santos ini sampai saat ini ternyata mampu menarik perhatian orang-orang luar ke Indonesia.&lt;br /&gt;Teori ini juga disusun dengan argumentasi atau hujjah yang cukup jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada yang beranggapan bahwa kualitas bangsa  Indonesia sekarang sama sekali “tidak meyakinkan” untuk dapat dikatakan sebagai nenek moyang dari bangsa-bangsa maju yang diturunkannya itu, maka ini adalah suatu proses maju atau mundurnya peradaban yang memakan waktu lebih dari sepuluh ribu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kecilnya, ya perbandingan yang sangat populer tentang orang  Malaysia dan  Indonesia ; dimana 30 tahunan yang lalu mereka masih belajar dari kita, dan sekarang mereka relatif berada di depan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT juga berfirman bahwa nasib manusia ini memang Dia pergilirkan. Yang mulia suatu saat akan menjadi hina, dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor Santos akan terus melakukan penelitian lapangan lebih lanjut guna membuktikan teorinya. Kemajuan teknologi masa kini seperti satelit yang mampu memetakan dasar lautan, kapal selam mini untuk penelitian (sebagaimana yang digunakan untuk menemukan kapal ‘Titanic’), dan beragam peralatan canggih lainnya diharapkannya akan mampu membantu mencari bukti-bukti pendukung yang kini diduga masih tersembunyi di dasar laut di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan bangsa  Indonesia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pula pakar  Indonesia dari berbagai disiplin keilmuan menanggapi teori yang sebenarnya “mengangkat”  Indonesia ke posisi sangat terhormat : sebagai asal usul peradaban bangsa-bangsa seluruh dunia ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba dong beri pula perhatian yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau coba kita renungkan penyebab Atlantis dulu dihancurkan : penduduk cerdas terhormat yang berubah menjadi ambisius serta berbagai kelakuan buruk lainnya (mungkin ‘korupsi’ salah satunya). Nah, salah-salah  Indonesia sang “mantan Atlantis” ini bakal kena hukuman lagi nanti kalau tidak mau berubah seperti yang ditampakkan bangsa ini secara terang-terangan sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khususnya bagi warga Minang, ada juga ‘utak-atik’ yang bisa dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santos mengatakan berdasarkan penelitiannya bahwa berbagai kisah tentang negara bak ‘surga’ yang kemudian menjadi hilang, bencana banjir besar, letusan gunung berapi, dan gempa dahsyat ditemui pada kisah-kisah berbagai bangsa di seluruh dunia. Kisah ini mirip satu dengan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pula kata Tambo Minangkabau tentang ranah Minang zaman baheula ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“….Pada maso sabalun babalun balun, urang balun pinangpun balun, samaso tanah ameh ko sabingkah jo Simananjuang, kok gunuang baru sabingkah batu, tanah darek balun lai leba……, lah timbua gunung Marapi” (Pada masa serba belum, orang belum pinangpun belum, semasa tanah emas ini masih menyatu dengan Semenanjung, gunung baru sebingkah batu, tanah daratan belum lebar, sudah timbul gunung Merapi).  Ada lagi “…waktu bumi basintak naiak, lauik basintak turun…” (Sewaktu daratan bergerak naik, laut bergerak turun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘………Samaso tanah ameh sabingkah jo Simananjuang’ , ini adalah masa sewaktu Atlantis masih exist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon kabarnya pula, sejumlah menhir yang berjumlah 800an buah di Mahat posisinya menghadap kearah matahari terbit, atau kearah Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah Timur dari Mahat adalah arah lokasi Atlantis versi Santos yang tenggelam oleh tsunami, banjir, letusan gunung berapi dan gempa bumi.Arah Timur dari Mahat adalah arah lokasi Atlantis versi Santos yang tenggelam oleh tsunami, banjir, letusan gunung berapi dan gempa bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Sumaterapun ternyata tertulis dalam kisah Atlantis, yang disebut sebagai Taprobane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu Taprobane ini diartikan sebagai Ceylon, tapi kalau melihat ukuran besarnya tidak syak lagi bahwa Taprobane adalah Sumatera yang dikisahkan kaya dengan emas, batuan mulia, dan beragam binatang termasuk gajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kira-kira teori  Santos secara sangat ringkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang berminat untuk membaca lebih jelas, dapat langsung ke website Profesor  Santos http://atlan. org/ atau membeli bukunya yang disebutkan diatas ke penerbit ‘Amazon.com’ (kalau sudah ada terbitan barunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan….perusahaan penerbangan mana yang akan memulai dengan iklan : Indonesia , Truly Atlantis………&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-422934422959501718?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/422934422959501718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=422934422959501718' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/422934422959501718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/422934422959501718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/10/indonesia-trully-atlantis.html' title='Indonesia, Trully Atlantis'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-8321257581507921681</id><published>2009-09-11T13:03:00.002+07:00</published><updated>2009-09-11T13:39:07.593+07:00</updated><title type='text'>For You, Indonesia</title><content type='html'>781&lt;br /&gt;Jujur, kadang gue iri banget sama negara tetangga yang begituuuu maju. Entah apakah itu maju dibidang gedung-gedung bertingkatnya, teknologinya, ataupun transportasinya. Kebetulan ada temen deket gue yang lagi kerja di Dubai, dan dia bilang, kalo Dubai Metro baru aja diresmiin. Dan setelah gue mencari tahu apa itu Dubai Metro, ternyata adalah berupa transportasi kereta bawah tanah dan di permukaan, dan kereta itu mewaaaaah.... banget! Mirip-mirip yang ada di Jepang dan di eropa sana deh! Proyek itu pun nggak tanggung-tanggung bernilai triliyunan rupiah. Wajar sih, Dubai kan negara minyak yang kaya-raya. Tapi bagaimana dengan Indonesia?&lt;br /&gt;Bukankah Indonesia juga merupakan negara minyak? Bahkan daerah ambalat yang kerap kali diperebutkan oleh Malaysia pun khabarnya menyimpan potensi minyak yang sangat besar! Bukankah dari sana, Indonesia pun pasti bisa membangun apapun yang dibutuhkan yang bahkan paling High-tech sekalipun?&lt;br /&gt;Pernah temen gue cerita, kebetulan abangnya itu kerja di angkatan laut yang tugasnya mengekspor minyak ke luar negeri. Dan dia bilang, kalau minyak Indonesia itu udah kayak air putih. Do you know what that means? Artinya, minyak indonesia itu Amat sangat buaguuuussss kualitasnya. Bersih dan murni. &lt;br /&gt;Oh, My God! Indonesia, you're so blessed, but why does Indonesian government neglect you? Kenapa pemerintah Indonesia tidak bisa mengelolanya sendiri dengan baik? Kenapa harus tergantung pada luar negeri?&lt;br /&gt;Kadang gue pikir, kalaupun Indonesia di embargo seperti halnya Irak oleh Amerika, Indonesia ga akan mati! Malah mungkin mereka yang akan sengsara. Coba di list, apa aja yang sudah diambil oleh negara-negara lain dari Indonesia? Hampir semuanya!&lt;br /&gt;Emas? Beratus-ratus batangan mungkin udah digotong ke Amerika dari tanah Papua. Minyak bumi? Batu bara? Rempah-rempah? Kekayaan Laut? Sebutkan semuanya! Semua di Indonesia itu ada! Jadi kenapa Indonesia susah sekali untuk mandiri sih?&lt;br /&gt;Terlanjur punya banyak utang? Oh, My God, banyak sekali sarjana S1, S2 bahkan profesor dibidang ekonomi dan keuangan di Indonesia ini. &lt;br /&gt;Jujur, gue iri, bahkan amat sangat iri kalau melihat negara lain maju. &lt;br /&gt;Jujur, gue kesel banget dan sebel banget kalau mendengar atau melihat rakyat Indonesia lebih bangga jalan-jalan ke luar negeri dan menghabiskan uang disana daripada menjelajahi negaranya sendiri. &lt;br /&gt;Indonesia itu luas, Bu! Ada lima pulau Besar dan beribu-ribu kepulauan kecil di bumi nusantara ini. &lt;br /&gt;Kenapa malah rakyatnya ke luar negeri tapi justru banyak pengusaha asing yang datang ke Indonesia dan bahkan berniat membeli pulau-pulau kecil yang ada di sini? Kenapa bukan rakyatnya yang menikmati tapi malah pihak asing?&lt;br /&gt;Bahkan gue pernah nonton berita, tentang sebuah pulau di mentawai yang akhirnya diklaim menjadi milik malaysia. Di beritakan di sana, pihak malaysia justru lebih menaruh perhatian bagi pengembangan pulau tersebut daripada ketika berada di tangan Indonesia. &lt;br /&gt;Oh, my God! Hey, para pejabat yang duduk di kursi empuk MPR dan DPR, apa kalian tidak malu? Kalian itu dicemooh dan ditertawakan oleh pihak asing sana tahu ga sih?&lt;br /&gt;Bahkan kalian pun mungkin ditertawakan oleh Amerika serikat yang sekarang sudah jadi kiblat kalian! &lt;br /&gt;Indonesia itu kaya dan indah. Tapi sayang orang-orangnya sangat bodoh! &lt;br /&gt;Mau kalian dibilang seperti itu?&lt;br /&gt;Apa kalian akan dengan cuek bebeknya dan tidak peduli dengan semua omongan itu, asal perut kalian kenyang, rumah mewah, mobil berserakan, bisa jalan-jalan keluar negeri berkali-kali, dan deposito bisa untuk tujuh turunan? &lt;br /&gt;Sebutlah kasus yang terjadi belakangan ini dengan pihak Malaysia. Gue ga akan menyalahkan pihak Malaysia kalau mereka melakukan itu. Karena yang gue lihat, pihak Indonesianya sendiri pun yang lalai dan kurang menghargai hasil karya anak bangsa ini. Batik, Reog Ponorogo, Tari pendet, besok apalagi?&lt;br /&gt;Apa sampai wayang kulit pun diakui oleh pihak malaysia baru pihak Indonesia akan sadar? Wayang kulit itu sudah mendunia! &lt;br /&gt;Oh, Indonesia, pantas saja kau selalu menangis tahun-tahun belakangan ini. Kau sedang menunggu, menunggu seorang pemimpin. Dan kapankah pemimpin itu akan datang?&lt;br /&gt;Hanya Allah yang mengetahuinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-8321257581507921681?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/8321257581507921681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=8321257581507921681' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/8321257581507921681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/8321257581507921681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/09/for-you-indonesia.html' title='For You, Indonesia'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-8001461406115052260</id><published>2009-08-31T06:51:00.000+07:00</published><updated>2009-08-31T06:53:01.802+07:00</updated><title type='text'>The Choice</title><content type='html'>781&lt;br /&gt;Aku pernah baca salah satu artikel di sebuah majalah, dimana isinya ada salah satu tokoh dunia perfilman yang menyatakan bahwa dunia ini akan menjadi lebih baik dengan tidak adanya agama. Kalau tidak adanya agama, dunia ini tidak akan ada yang namanya perang antar etnis atas nama keagamaan.&lt;br /&gt;Pada awalnya aku pikir, “Ah, gokil nih orang. Mana bisa seperti itu.”&lt;br /&gt;Tapi setelah aku mengalami yang namanya jatuh cinta dengan seorang yang manganut agama yang berbeda, aku jadi sedikit memahami kenapa orang itu menyatakan hal tersebut.&lt;br /&gt;Bukan berarti aku mendukung pendapat tersebut. Tapi mungkin menambahkan. Alangkah bagusnya apabila di dunia ini hanya ada satu system, prinsip hidup. Mungkin aku ga akan mengalami perasaan seperti ini. Mungkin aku akan sudah menikah tanpa mengalami satu hambatan yang berarti. Mungkin tidak akan ada air mata yang keluar. Mungkin tidak akan ada penyesalan. Dan sederet mungkin lainnya.&lt;br /&gt;Aku sendiri sampai berpikir, kenapa aku harus mengalami hal yang seperti ini? &lt;br /&gt;Hey, aku ini seorang muslim yang berjilbab. Dan aku tahu tentang larangan tersebut. Tapi seorang yang berjilbab pun memiliki hati, dan aku bisa melihat kalau lelaki ini ternyata lebih muslim daripada teman2 muslimku lainnya. Tentu saja nggak semuanya teman2 muslimku parah sih! Banyak yang bagus kok! Tapi hati ini memilih, dan kenapa juga harus jatuh padanya? Apa ga ada pria lainnya?&lt;br /&gt;Kenapa kami harus berbeda?&lt;br /&gt;Hari ini aku baru aja chat seperti biasa dengannya. Dan dari chat itu, aku mendapatkan satu jawaban yang mungkin aku tunggu-tunggu.&lt;br /&gt;He said, he cannot convert his religion.&lt;br /&gt;Dan dia sudah memikirkannya berkali-kali.&lt;br /&gt;Aku jadi berpikir, inikah jawaban dari doa-doaku? Tapi kenapa jawabannya harus yang sedih? Kenapa kami tidak bisa bersatu? Apakah aku sudah harus menyerah berusaha? Melupakannya? Yang baik belum tentu benar, tapi kenapa yang baik itu tidak kita arahkan untuk benar?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-8001461406115052260?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/8001461406115052260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=8001461406115052260' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/8001461406115052260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/8001461406115052260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/08/choice.html' title='The Choice'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-8315259495413925118</id><published>2009-08-11T13:57:00.002+07:00</published><updated>2009-08-11T14:57:21.182+07:00</updated><title type='text'>Love</title><content type='html'>781&lt;br /&gt;Dulu aku paling anti sama yang namanya jatuh cinta sama cowok yang beda agama sama gue. Sampai akhirnya gue merasakan sendiri.&lt;br /&gt;Pusing-pusing deh! Salah sendiri malah menceburkan diri ke air payau! (ga nyambung yap!)&lt;br /&gt;Yang penting sekarang.... dijalanin aja deh!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-8315259495413925118?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/8315259495413925118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=8315259495413925118' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/8315259495413925118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/8315259495413925118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/08/love.html' title='Love'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-7983325246855617541</id><published>2009-07-22T19:26:00.002+07:00</published><updated>2009-07-22T21:27:05.494+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ulang tahun ke-11 detikcom'/><title type='text'>My first online experience</title><content type='html'>781&lt;br /&gt;Aku termasuk tipe yang gaptek alias gagap teknologi. Jadi, pertama kali dengar yang namanya internet itu sekitar tahun 99, yaitu awal masuk kuliah. Takut tapi penasaran. Kenapa takut? Takut mahal biaya online-nya. Hehehe..., takut diketawain sama yang jaga warnetnya, takut ngerusak komputernya, dan takut lain-lainnya.&lt;br /&gt;Tapi akhirnya, karena merasa tidak mau kalah dengan teman yang sudah rela-relain bikinin aku email (yang tentu saja tidak aku mengerti sama sekali apa email itu), aku nekad mampir di suatu warnet di daerah rawamangun selepas pulang kuliah dan setelah main pula ke mall (biasalah anak kuliahan, menjelajahi ibu kota ini sepuasnya). &lt;br /&gt;Begitu aku masuk, dengan pede-nya aku bilang sama mbaknya.&lt;br /&gt;Aku : "Mbak, aku mau bikin email?"&lt;br /&gt;Mbak penjaga warnet yang baik : "Oh, ya udah, duduk aja dulu, Mbak."&lt;br /&gt;Aku : (cengok sebentar dan setelah itu sadar kemudian mengambil tempat disalah satu bilik)&lt;br /&gt;Setelah duduk, aku liatin aja komputernya. Nyalainnya gimana, ya?&lt;br /&gt;Akhirnya dengan berbekal pengetahuan yang ada mengenai dunia per-komputer-an (toh, pada prinsipnya nyalain komputer sama aja kan?) Aku mencet tombol Power and voila! Nyala deh! &lt;br /&gt;Awal melihat layar internet explorer aku sempat terpana dan menggumam, "Oh... seperti ini ya internetan... putih....," &lt;br /&gt;Tapi akhirnya aku nyerah. Karena setelah aku membuka layar "internet explorer", aku nggak tahu harus mengetik alamat apa. Akhirnya dengan menelan semua pil pahit rasa malu, aku panggil lagi mbaknya. Dan mbak yang baik hati itu pun berjalan menghampiri bilikku dan dengan sabar membantuku membuatkan email pertamaku (sampai sekarang masih aku pakai, malah merupakan email utama).&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah online selama satu jam lebih berapa gitu (saya lupa), dengan biaya 9000 rupiah, aku pun mempunyai email pertama. Dan berhubung aku masih gaptek dan tidak tahu alamat-alamat website yang bagus, oleh sebab itu aku menyudahkan browsing pertamaku dengan hanya membuat email.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-7983325246855617541?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/7983325246855617541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=7983325246855617541' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/7983325246855617541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/7983325246855617541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/07/my-first-online-experience.html' title='My first online experience'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-7109165546344114078</id><published>2009-07-14T14:13:00.002+07:00</published><updated>2009-07-14T14:26:03.142+07:00</updated><title type='text'>Kebahagiaan</title><content type='html'>Suatu hari saya pernah lupa meletakkan novel favorit yang baru saja selesai saya baca. Saya mencarinya ke sana ke mari. Bisa dibayangkan dong, bagaimana paniknya saya dan gelisahnya saya? Well, bisa dibilang buku merupakan benda berharga milik saya. Apalagi kalau itu merupakan favorite.&lt;br /&gt;Dari gambaran situasi di atas, bisa kebayang juga dong, bagaimana rasanya ketika kita kehilangan seseorang yang paling kita sayangi. Kehilangan benda kesayangan saja sudah sangat membuat panik dan gelisah, apalagi jika orang itu merupakan orang yang kita sayangi.&lt;br /&gt;Manusia merupakan makhluk sosial di dunia ini, oleh karena itu ketika kehidupan sosialnya diganggu atau dibelenggu, apakah kalian bisa mengerti bagaimana rasanya itu terjadi?&lt;br /&gt;Bagaimana rasanya jika kebebasan kalian dibelenggu oleh seseorang yang justru paling kalian sayangi dan tidak mau kalian sakiti? Tapi pada kenyataannya kalian justru dituduh selalu menyakitinya dan tidak memperdulikan perasaannya?&lt;br /&gt;Apakah kita harus mengorbankan kebahagiaan kita sendiri demi orang tersebut?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-7109165546344114078?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/7109165546344114078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=7109165546344114078' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/7109165546344114078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/7109165546344114078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/07/kebahagiaan.html' title='Kebahagiaan'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-1849798686248548714</id><published>2009-05-27T14:46:00.003+07:00</published><updated>2009-07-07T19:26:00.211+07:00</updated><title type='text'>Dakwah dengan Pangkat</title><content type='html'>Saya dapat ceramah bagus nih dari ustadz di salah satu organisasi Islam, Persis. Sesuai dengan judul di atas, Dakwah dengan Pangkat. Dan saya pikir ini momen yang memang pas mengingat sebentar lagi merupakan pilpres 2009.&lt;br /&gt;Apa yang dimaksud Dakwah dengan Pangkat?&lt;br /&gt;Dari hasil ceramah tersebut bisa ditarik kesimpulan kalau ternyata dalam mendakwahi masyarakat khususnya masyarakat Indonesia (karena yang kita bicarakan adalah Indonesia)adalah dengan melihat pangkat seseorang yang sedang bicara.&lt;br /&gt;Pernah nggak sih kalian mengalami rasanya kesal, sebal, gemes, sama teman, saudara, atau ponakan, karena sudah kita nasehati berkali-kali bahkan sampai dengan memakai dalil-dalil Al-qur'an dan hadits, tapi kok nggak kena-kena?? Maksudnya tuh orang masih aja tetep bandel, ngeyel dan nggak mau dengerin kita!&lt;br /&gt;Jangankan kita yang merasa kesal, mungkin kadangkala, atau seringkali kita sendiri pun mengalaminya. Kita merasa males sekali kalau dengerin ada ustadz yang udah cuap-cuap masalah zinah, zakat, puasa, akhlaq yang baik, tauhid, dsb. Dengan kata lain masuk kuping kanan keluar kuping kiri, atau dengan kata lain lagi kita hanya menyerap kata-kata yang kita anggap sesuai dengan kita aja, jadi dipilah-pilah. PAsti seperti itu kan?&lt;br /&gt;Mungkin dalam pikiran kita, atau teman kita, atau karib kerabat kita, "Memangnya siapa sih lo?"&lt;br /&gt;Seringkali kita menilai seseorang itu dari bajunya, derajatnya, pekerjaannya, mobilnya, kesuksesan bisnisnya dan hal-hal berbau materi lainnya. Atau mungkin karena keterpaksaan karena merupakan atasan kita.&lt;br /&gt;Sebagai kasus, kita susah sekali untuk meminta ayah kita untuk berhenti merokok. Dengan mengeluarkan segala macam alasan, dalil haram, tidak baik untuk kesehatan, mengganggu dan sebagainya. Tapi kalau seumpamanya ayah kita dihadapkan oleh seorang dokter ketika sedang berobat dan bilang, "Bapak ini mau sehat atau mau sakit?" &lt;br /&gt;Tanpa pikir dua kali, pasti ayah kita akan menurut.&lt;br /&gt;Atau mungkin dalam kasus rawa belong (kalau tidak salah itu namanya) yang terkenal dengan pelacurannya. Banyak masyarakat yang mengeluhkan dan meminta kepada aparat untuk segera ditutup. Tapi ternyata susah sekali. Namun kasus menjadi berbeda ketika Sutiyoso (yang mungkin sudah capek didesak-desak terus) langsung menandatangani surat penghancuran tempat itu. Dalam waktu singkat, bubar sudah!&lt;br /&gt;Banyak sekali kasus-kasus seperti itu terjadi. Mungkin diantara kalian ada yang pernah mengalaminya.&lt;br /&gt;Melihat dari gambaran dua kasus diatas, kita bisa menarik kesimpulan. Yang namanya dakwah itu tidak hanya sebatas di masjid dan dalam kalangan ustadz saja. Ketika seseorang menjadi seorang pejabat, peluang untuk dakwah pun terbuka dengan sangat lebar.&lt;br /&gt;Sebagai contoh dalam hal menutup aurat, yaitu memakai jilbab dan kerudung.&lt;br /&gt;Jikalau istri dari presiden kita berjilbab, bisa dibayangkan nggak apa yang akan dilakukan oleh para istri pejabat-pejabat yang lain ketika ibu negara melakukan lawatan ke daerahnya? Apa nggak akan pontang-ponting untuk mencari jilbab dan kerudung yang pantas dikenakan? Bukankah hal itu merupakan hal yang sangat indah?&lt;br /&gt;Jadi sebenarnya sebagai umat Islam pun, kita diperintahkan untuk menjadi kaya. Bagaimana tidak? Bukankah umat Islam harus berzakat, infaq, shodaqoh dan berhaji yang notabene memerlukan biaya yang besar?&lt;br /&gt;Dan tentu saja diharapkan untuk para pejabat yang sudah menduduki kursinya di dewan majelis, akan selalu mengingat kewajibannya untuk berdakwah. Tidak harus dengan dalil kok! Yang penting sesuai dengan Al-qur'an dan sunnah Rasulullah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-1849798686248548714?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sinski.multiply.com' title='Dakwah dengan Pangkat'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/1849798686248548714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=1849798686248548714' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/1849798686248548714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/1849798686248548714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/05/dakwah-dengan-pangkat.html' title='Dakwah dengan Pangkat'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-8675577018158084927</id><published>2009-05-18T17:59:00.003+07:00</published><updated>2009-05-18T19:50:07.430+07:00</updated><title type='text'>Draft 1</title><content type='html'>Pernah baca tentang novel The Alchemist (The Secret of The Immortal Nicholas Flamel) karya Michael Scott ga? Pasti pernah, dong, novel keren itu. Lalu pernah baca novel Angels and Demons karya Dan Brown? Pasti pernah juga, dong! Yah, kalaupun belum pernah, sekarang ini bisa nonton filmnya, kok! Lalu... apa hubungannya? &lt;br /&gt;Hubungannya adalah dalam novel ini sama-sama membahas tentang 4 elemen dasar dalam dunia ini, Air dengan Angin dan Tanah dengan Api. Namun ternyata, di novel Alchemist terdapat lima element, yaitu element WAKTU, dimana waktu adalah satu-satunya elemen yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia sejak penciptaan manusia sampai dengan sekarang ini. Oleh karena itulah kita sebaiknya selalu memanfaatkan waktu kita dengan sebaik-baiknya (walaupun tentu saja hal itu tentu sangat susah sekali tanpa disertai dengan sebuah komitmen)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-8675577018158084927?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/8675577018158084927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=8675577018158084927' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/8675577018158084927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/8675577018158084927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/05/draft-1.html' title='Draft 1'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-6267928138940518190</id><published>2009-05-16T21:30:00.003+07:00</published><updated>2009-05-16T22:13:45.726+07:00</updated><title type='text'>After The Rain, Gloria</title><content type='html'>Hujan rintik turun membasahi kota ini. Aku duduk termangu di depan jendela kamarku menatap tetes-tetes air hujan yang mengalir membentuk alur-alur tipis disepanjang kaca jendela. Aku berpikir, alangkah enaknya kalau aku bisa jalan-jalan keluar, bermandikan derasnya hujan, untuk melunturkan semua penyakit yang ada dalam tubuhku dan juga membawa pergi semua kesedihan di hatiku ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena alasan penyakitkulah, setengah tahun yang lalu, papa memutuskan untuk membawaku ke luar kota agar mendapatkan cukup supply udara segar, dan tentu saja untuk menyusun kembali puzzle-puzzle ingatanku yang sempat hancur berantakan karena penyakit ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah ini merupakan rumah yang sangat sederhana sekali, yang hanya terdiri dari dua kamar tidur, ruang tamu, dapur dan kamar mandi, satu kamar untukku dan satu kamar lagi merupakan kamar untuk perawatku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Neng Endah, sudah saatnya makan, apa yang sedang Neng perhatikan di luar sana?” tanya bibi perawatku sambil menaruh nampan berisi makanan di atas meja yang terletak di sampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak langsung menjawab pertanyaan bibi, melainkan terus memandang ke arah luar jendela. Namun sudut mataku masih dapat menangkap gerak-gerak bibi, dimana beliau sekarang sudah duduk tepat di samping badanku kemudian memegang badan atasku dan membenarkan letak dudukku agar mudah baginya untuk menyuapkan makanan tersebut ke dalam mulutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibi memasukkan suapan pertama ke dalam mulutku. Sedangkan pandangan mataku masih tak berpaling dari arah luar jendela. Aku sama sekali tak bisa merasai rasa makanan ini, aku tak tahu apakah rasanya pahit, manis, ataupun asin. Kupikir indera pengecap pun sudah tak berfungsi dengan baik lagi. Dengan perlahan-lahan aku mulai mengunyah makanan yang berada di dalam mulutku, kemudian setelah cukup lumat, akupun menelannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kupikir tak ada salahnya apabila aku bertanya pada bibi tentang sesuatu yang sudah lama sekali tidak aku lakukan. Maka akupun mengalihkan pandanganku ke wajah bibi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Bibi, aku mau jalan-jalan.” Kataku pelan namun tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali terdiam menunggu jawaban dari bibi. Aku bisa menangkap dengan jelas ekspresi kaget dari wajahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bibi tersenyum dan membalas, “Bibi senang kalau Neng Endah mau pergi jalan-jalan ke luar. Itu tandanya Neng Endah sudah mulai sembuh. Makanya sehabis makan, kita minum obat, ya!” katanya sambil menyuapi makanan itu ke dalam mulutku. &lt;br /&gt;Aku tersenyum mendengar jawaban dari bibi. Maka akupun menunggu sampai hujan reda, kemudian aku akan pergi jalan-jalan ke luar. Tak sabar rasanya menunggu saat itu tiba. Kemudian kulihat kalau hujan sudah mulai tidak sederas beberapa jam yang lalu. Aku bangkit dari kursiku, dengan tertatih-tatih, aku berjalan meraih lemari baju, kemudian mengambil mantel dan memakainya. Kulirik ke arah meja, dan kulihat biolaku sudah rapi untuk kubawa jalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, akupun berjalan keluar kamar. Aku melihat bibi sedang asyik menyetrika di ruang tamu sambil menonton acara tivi. Kupikir aku tidak mau mengganggunya, oleh karena itu, aku memutuskan untuk pergi melalui pintu belakang saja secara diam-diam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun membuka pintu, dapat kurasakan angin menerpa rambutku yang pendek sekali, karena alasan penyakitku jugalah, maka rambutku dibuat pendek. Hujan sudah mulai reda, akupun mulai melangkahkan kakiku keluar. Kuberjalan menyusuri taman menuju pintu pagar. Badanku sangat lemas sekali, tapi aku sedang sangat bersemangat untuk jalan-jalan, karena itu kupaksakan diriku untuk terus berjalan. Sampai akhirnya aku tiba di pinggir sebuah jalanan yang banyak mobil lalu lalang diatasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupikir-pikir dan kuingat-ingat, aku bisa naik salah satu mobil untuk pergi ke suatu tempat. Maka akupun mulai melambaikan tangan kananku karena tangan kiriku memeluk biola. Dan benar saja, salah satu mobil besar berwarna putih tiba-tiba berhenti di depanku. Ragu-ragu akupun naik dan kulihat sudah ada banyak sekali orang di dalamnya. Aku melihat bangku kosong dideretan depan. Maka akupun duduk disana. Tidak lama, ada seorang pria yang datang menghampiriku dan berkata padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ongkosnya, Teh!” katanya sambil mengguncang-guncang tangan kanannya membuat uang logam yang berada diatasnya bergemerincing membentuk suara yang tak berirama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandang pria itu tak mengerti, karena melihatku yang hanya bengong saja, maka lelaki itu kembali menegurku, “Ongkosnya, Teh! Kok, malah diem aja, sih?” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku menggelengkan kepalaku, lelaki tersebut bingung melihat reaksiku, dan diapun bertanya lagi, “Kok, malah geleng-geleng, sih? Teteh kenapa? Nggak bisa ngomong apa tuli?” tanyanya sudah mulai tak sabaran dengan sikapku. Maka akupun memutuskan untuk berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak punya,” jawabku akhirnya dengan suara pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok, nggak punya, sih? Kalau naik bus jangan nggak bawa uang, Teh! Memangnya Teteh mau kemana? Sendirian aja?” tanya lelaki itu lagi, dan kali ini aku bisa melihat kalau penumpang yang lain pun mulai memperhatikan aku juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mau jalan-jalan, sudah lama nggak keluar. Aku nggak punya ongkos ataupun uang. Yang aku punya hanya biola ini.” Kataku lagi dan aku menjadi agak takut, aku makin merapatkan pelukanku ke biolaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akupun melihat kalau lelaki di hadapanku ini makin bingung dengan kata-kataku, penumpang yang lain pun banyak yang tertarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Neng sendirian aja? Mau kemana? Hati-hati, lho!” kata pria tua yang duduk di sampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun menoleh memandangnya, dan kemudian mengangguk, “Iya, makasih!” jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi ongkosnya bagaimana, nih?” tanya lelaki itu lagi masih mengacungkan tangan kanannya ke arahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku nggak tahu harus jawab apa, maka akupun menggelengkan kepalaku. Dan sekarang lelaki dihadapanku berubah air mukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, nggak bisa, dong, Teh! Teteh harus bayar ongkos!” katanya keras setengah membentakku, tapi itu tak membuatku berpaling dari memandang wajahnya. Dan akupun kembali menggelengkan wajahku karena aku tak tahu harus menjawab apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah, sudah, Mang! Saya aja yang ngebayarin,” tiba-tiba lelaki tua disampingku kembali berkata sambil merogoh saku bajunya dan dari dalamnya dia mengeluarkan selembar kertas. Setelah menerima kertas itu, lelaki tersebut pergi meninggalkanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, bus pun berhenti di salah satu halte, dan naik seorang pria dengan membawa alat musik gitar. Pria itu memainkan sebentar gitarnya untuk menyetel nadanya, kemudian berkata begini, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum, hatur nuhun, bapak-bapak, ibu-ibu, akang-akang juga teteh-teteh sadayana, kami disini datang bukan bermaksud untuk mengganggu, melainkan untuk mencari sesuap nasi untuk kelangsungan hidup kami. Baiklah, kami akan mulai dengan menyanyikan salah satu lagu dari Ungu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pria itu pun mulai memainkan gitarnya sambil bernyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diam saja memperhatikan lelaki itu sampai akhirnya habis satu lagu, setelah itu dia berkata lagi, “Demikian persembahan dari kami, atas perhatian dan kebaikan bapak-bapak, ibu-ibu, akang-akang dan juga teteh-teteh, kami haturkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Wassalamu’alaikum…,” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia mulai mengeluarkan sebuah kantong dari saku bajunya dan berjalan menyusuri bus dari depan sampai belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuperhatikan, ada beberapa orang setelah disodorkan kantung itu, mereka memasukkan sesuatu ke dalamnya. Akupun bertanya pada lelaki tua di sampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kakek, apa yang dimasukkan mereka ke dalam kantung itu?”&lt;br /&gt;Tentu saja lelaki tua yang kutanyakan itu langsung melihatku dengan pandangan bingung, tapi kemudian berkata, “Memangnya Neng tidak tahu? Ujang ini sudah bernyanyi, oleh karena itulah mereka memberikan ujang ini imbalan atas kerjanya.” Katanya sambil terus memperhatikanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun menganggukkan kepalaku. Ooo… jadi kalau aku bernyanyi atau memainkan alat musik, aku bisa mendapatkan uang, dan aku bisa membayarkan ongkos bus ini. Kemudian aku berkata lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku juga mau memainkan biolaku dan bernyanyi dan mendapatkan imbalan seperti lelaki tadi. Apakah caranya juga harus seperti itu?” tanyaku ke kakek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kakek itu langsung memandangku tak percaya, tapi kemudian beliau menganggukkan kepalanya dan berkata, “Ya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum mendengar jawaban lelaki tua ini. Aku pun berjalan ke bagian tengah bus kemudian berdiri di tengah-tengah para penumpang dan berkata persis seperti apa yang diucapkan oleh lelaki tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum, hatur nuhun, bapak-bapak, ibu-ibu, akang-akang juga teteh-teteh sadayana, kami disini datang bukan bermaksud untuk mengganggu, melainkan untuk mencari sesuap nasi untuk kelangsungan hidup kami. Baiklah, kami akan mulai dengan menyanyikan salah satu lagu dari Ungu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akupun mulai memainkan biolaku dengan lagu yang tadi dimainkan oleh lelaki tadi. Tapi aku tak bisa menyanyikannya, karena aku tak bisa mengingat semua kata-katanya.&lt;br /&gt;Setelah selesai satu lagu, kupikir aku masih mau memainkan satu buah lagu lagi kesukaanku. Hitung-hitung sudah lama aku tidak memainkannya. Karena selama enam bulan terakhir ini, aku hanya duduk memandangi biolaku di dalam kamar. Setelah selesai satu lagu lagi, aku pun kembali berkata mirip sekali dengan kata-kata lelaki tadi. Kemudian aku berjalan dari depan hingga belakang dengan memakai telapak tanganku untuk menampung uang-uang receh yang aku terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, aku kembali mendekati bangku yang diduduki oleh lelaki tua tersebut dan memberikan seluruh uang yang aku dapat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk Kakek, makasih!” kataku singkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat kulihat kalau lelaki tua yang menerima uang dariku hanya tercengang saja menerimanya, tapi aku bisa menangkap kalau lelaki tua ini menjawab, “Sama-sama, Neng!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba mataku menangkap sesuatu yang menarik di luar bus, cepat-cepat aku berteriak, agar sopir menghentikan busnya. Setelah bus sepenuhnya berhenti, aku lekas turun dan sekarang dihadapanku adalah sebuah setting baru yang pasti akan banyak kejadian menarik yang akan terjadi dan dapat kupelajari seperti halnya tadi di dalam bus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi badanku sudah tak kuat lagi. Mungkin jalan-jalan hari ini sampai di sini aja dulu. Tapi aku tak tahu bagaimana caranya pulang. Aku juga tidak bisa mengingat di mana rumahku berada. Otakku rasanya kosong sekali, dan aku juga tak bisa mengingat hal lain selain yang baru saja terjadi. Tapi aku tidak akan menyerah, aku tidak mau sakit lagi. Aku tidak mau tidak memiliki ingatan lagi, karena aku baru saja menyusunnya. Aku pasti bisa menemukan cara bagaimana untuk pulang seperti aku bisa menemukan cara bagaimana untuk pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T-A-M-A-T&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-6267928138940518190?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sinski.multiply.com' title='After The Rain, Gloria'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/6267928138940518190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=6267928138940518190' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/6267928138940518190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/6267928138940518190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/05/after-rain-gloria.html' title='After The Rain, Gloria'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-8312430514186081156</id><published>2009-04-26T14:43:00.002+07:00</published><updated>2009-04-26T15:08:40.168+07:00</updated><title type='text'>Resensi Gideon The Cutpurse</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.kutukutubuku.com/2008/_res/picture/9537-gideon_the_cutpurse_.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 222px; height: 222px;" src="http://www.kutukutubuku.com/2008/_res/picture/9537-gideon_the_cutpurse_.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ulang tahun Peter dibatalkan karena ayahnya harus ke kantor. Dalam keadaan marah, ia dipaksa untuk menghabiskan hari bersama Kate yang kemudian mengajak Peter untuk mengunjungi tempat kerja ayahnya yang adalah seorang ilmuwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang bermain di dekat mesin anti-gravitasi, accident happen, dan hal berikut yang terjadi, Peter &amp; Kate terbangun di abad 1763! Membuat keadaan makin buruk, kedatangan mereka di abad 1763 disaksikan oleh penjahat kelas kakap, Tar Man yang langsung mencuri mesin anti-gravitasi tersebut. Bagaimana mereka dapat kembali keabad 21 jika mesin yg melemparkan mereka ke masa lalu itu tidak ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter &amp; Kate ditolong oleh seoarang gentlemen bernama Gideon yang berjanji akan menolong mereka mendapatkan kembali mesin teserbut. Akan tetapi masa lalu Gideon kembali menghantui dan membahayakan nyawa mereka bertiga. Menarik menyimak friendship yang terbangun antara ketiga karakter ini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di abad ke-21, polisi kalang kabut melakukan pencarian, mengira Peter &amp; Kate diculik, sedangkan para ilmuwan berusaha mencari tau apa yang sebenarnya terjadi dengan mesin mereka dan anak-anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah salah satu dari sedikit buku fantasi yang tidak ada cerita sihir-sihirnya sama sekali dan sangat informatif dengan detil-detil sejarah dan science yang dipaparkan dengan begitu menyenangkan. Who would have thought that history &amp; science can also be fun?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-8312430514186081156?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sinski.multiply.com' title='Resensi Gideon The Cutpurse'/><link rel='enclosure' type='' href='http://coretan-alfabet.blogspot.com/' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/8312430514186081156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=8312430514186081156' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/8312430514186081156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/8312430514186081156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/04/resensi-gideon-cutpurse.html' title='Resensi Gideon The Cutpurse'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-1381512998707059112</id><published>2009-04-09T14:54:00.000+07:00</published><updated>2009-04-09T15:02:44.472+07:00</updated><title type='text'>Rahasia kecerdasan Yahudi</title><content type='html'>GUe tahu nya dari salah satu Email temen gue yang diforward dari sebuah  blog nih&lt;br /&gt;Baca deh! Dan semoga bermanfaan buat mendidik anak-anak kalian pada yah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius." Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.&lt;br /&gt;Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),"&lt;br /&gt;ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.&lt;br /&gt;Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.&lt;br /&gt;Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.&lt;br /&gt;Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.&lt;br /&gt;Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda terperanjat?&lt;br /&gt;Itulah kenyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.&lt;br /&gt;Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.&lt;br /&gt;"Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asap rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang, berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditangga berapakah kedudukan mereka di  GNP sedunia? Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yg diminta kebanyakan orang Indonesia untuk sebutan TIPS ?? "uang rokok"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang buruh pasar, tukang becak, kuli &amp; saudara2 kita dengan penghasilan hari ini untuk makan hari ini ketika pertama kali menerima upah apa yg dibelinya ? "rokok" bahkan kebanyakan mereka rela tidak sarapan asal bisa ngerokok....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-1381512998707059112?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sinski.multiply.com' title='Rahasia kecerdasan Yahudi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/1381512998707059112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=1381512998707059112' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/1381512998707059112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/1381512998707059112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/04/rahasia-kecerdasan-yahudi.html' title='Rahasia kecerdasan Yahudi'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-6711263552537184910</id><published>2009-03-29T21:53:00.000+07:00</published><updated>2009-04-08T21:43:03.648+07:00</updated><title type='text'>Incredible week</title><content type='html'>Minggu ini merupakan minggu yang luar biasa banget bagi gue. Oke, gue ceritain mulai dari hari Senin aja, ya! Atau gue ceritain aja dari hari Minggu?... ya sudah, dari hari Minggu aja kalo gitu.&lt;br /&gt;Hari minggu, bisa dibilang hari yang membosankan banget bagi gue. Soalnya gue bener-bener bosen banget berada di dalam rumah, dan hasilnya setelah jaga toko paginya, begitu pulang, gue langsung tidur aja seharian. Sampe-sampe gue nggak diajakin jalan ke rumah saudara gue yang ada di cakung. Gue dibiarin aja tidur di kamar gue sama nyokap tidak diganggu sesuatu apapun juga.  Sampai pas sorenya gue bangun, yang gue dapati Cuma bokap gue aja yang lagi siap-siap mau sholat maghrib ke masjid. Ya udah daripada bête, gue onlen aja di rumah. Browsing-browsing internet. &lt;br /&gt;Sekarang berlanjut ke hari Senin. Berhubung pas hari Minggunya gue Cuma tidur aja, oleh sebab itulah energy gue berlebih pas Seninnya. Setelah jaga toko, gue disuruh jemput ponakan gue dari tempat lesnya berhubung hari udah mendung. Jadilah gue jemput. Terus berhubung gue juga lagi bosen, gue ajakin ponakan gue deh ke gramedia matraman, walaupun Cuma bentar banget! Cuma baca majalah sebentar, terus beli crepes, udah gitu makannya dimobil lagi, soalnya tempat duduknya penuh, mana hujan gede banget! Tapi karena bawa mobil, nggak jadi masalah, deh! Nah, seperti yang gue bilang tadi, Senin ini energy gue lagi berlebih. Jadilah sisa hari itu gue nyuci mobil gue. Sampe bersih! Sampe dalem-dalemnya juga. Gue lap, gue cuci, gue sikat, gue poles, sampe mengkilap banget dah! Sampe gue berpikir, Ini baru namanya mobil Yaris-item-nan-keren. Bukan Yaris-item-yang-nyaris-jarang-sekali-dicuci!&lt;br /&gt;Terus berlanjut ke hari Selasa. Hari Selasa tanggal 24 Maret 2009, TK ponakan gue ngadain jalan-jalan ke Situ Gintung, Ciputat. Tentu aja gue nggak akan menyia-nyiakan acara piknik seperti itu, dong! Jadilah gue ikut nemenin ponakan gue di bis. Dan seperti yang pernah gue bilang, yang namanya anak TK kalau lagi piknik itu pasti bikin macet! Soalnya pesertanya Cuma satu (si anak maksudnya), yang nganterin tuh bisa sekampung, hehehehe! Kayak ponakan gue ini. Pesertanya kan Cuma ponakan guedoang, Fathan, dan tentu saja dianterin sama satu walinya, deh! Terserah mau siapa aja. Dan itu adalah gue. Tapi yang ngintilin di belakang bus tuh ada semobil grand Max yang didalamnya ada abang gue beserta istrinya, nyokap gue, teh Sulis (ibunya Fathan) beserta dua orang anaknya lagi yang masih batita semua, terus istrinya abang gue yang kedua beserta bayinya juga, dan terakhir dua orang mbak yang kerja di rumah gue. Jadi ada berada tuh? Ada sepuluh orang kan? Hya-hya-hya-hya-hya….!! Di Situ gintung, anak-anak TKnya ikut outbond dulu sampai tengah hari. Ada tuh foto-fotonya. Sedangkan yang nganterin? Berenang doooong!! Yep! Sampe empat jam! Sampe item! Sampe pegel! Gue jago berenang lho! Tapi langsung keok manakala dihadapkan pada kolam renang sedalam 2,6 m. Asli nggak berani gue. Entah kenapa bawaannya parno aja gitu! Tapi mungkin gue baru berani kalo ada yang ngawal di samping gue, kalo-kalo gue kelelep gitu. Dan hasil dari jalan-jalan di Situ gintung adalah… kaki gue pegeeeeellll… banget! Tapi ternyata fisik gue masih terlalu kuat, malamnya karena gue penasaran sama yang namanya MAHATMA (Mari Sehat Bersama), semacam senam pernapasan, gue brangkat sama nyokap ke daerah Tugu Tani untuk liat dan tanya-tanya dulu. Tentu aja nggak ikut latihan. Gila bow! Bisa tepar gue.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Sdy04x6vjKI/AAAAAAAAACs/tjBCsKm5ExQ/s1600-h/IMG.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Sdy04x6vjKI/AAAAAAAAACs/tjBCsKm5ExQ/s320/IMG.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322327747210480802" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Ngapain sih tuh mata sampe nyureng-nyureng gitu. Eh tapi gue baru nyadar kalo gue tuh putih juga yak! Apa karena tertimpa sinar mentari nan panas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Sdy04a02q2I/AAAAAAAAACk/NvUBgb1dk-0/s1600-h/IMG_0004.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Sdy04a02q2I/AAAAAAAAACk/NvUBgb1dk-0/s320/IMG_0004.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322327741011766114" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Temen-temen yang lainnya masih pada kering bajunya, tapi ponakan gue udah basah kuyup duluan. Soalnya dia malah sengaja jeburin diri ke kolam, dan teriak dengan bangganya, “Wih, enak, lho, enak! Nyebur juga, deh!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Rabu, gue ngaji seperti biasa ke pesantren jam sepuluh pagi. Tapi seperti biasa juga, nyokap gue selalu telat dateng. Kita baru dateng pas pukul setengah sebelasnya. Setelah itu, gue sama nyokap langsung belanja ke Jatinegara. Cuma sebentar sih! Cuma beli alat-alat tulis doang. Jam tiga udah pulang. Dan berhubung setrikaan gue banyak banget, dan gue juga baru aja nyuci seprai dan juga ngepel kamar (asli, lagi rajin banget! Gue kalo lagi rajin gitu, suka keterlaluan!), malamnya setelah sholat maghrib… hmm… sepertinya setelah sholat isya, gue langsung nyetrika baju gue yang udah setinggi limapuluh senti. Baru selesai pukul sepuluh dan sempat membuat lampu mati di rumah karena terlalu banyak listrik yang dipakai. (Aduh, bo! Katanya Stop Global Warming! Irit listrik doooong!!! Iya, maaf ya, maaf!)&lt;br /&gt;Pada hari kamisnya bisa dibilang hari tenang gue. Karena setelah jaga toko, gue pulang kerumah sudah pukul dua siang setelah itu langsung tidur. Tapi ketika pukul empat lewat-lewat, gue dibangunin sama nyokap dengan cara paling praktis tapi mahal, nelpon ke hape gue… bener kan, bener kan?! Gila ya, padahal Cuma berjarak tiga meter kali, nyokap dilantai satu, gue di lantai dua. Malamnya, gue nyalain computer deh! Biasalah lagi mood buat ngedit-ngedit tulisan gue. Dan proses pengeditan pun berjalan dengan lancar, sampai akhirnya jam sepuluh malam. Jadi ceritanya begini, pada saat jam sepuluh malam, gue memutuskan untuk selesai ngedit dulu, maksudnya tidur gitu. Tapi sebelumnya tiba-tiba aja ada niat mau ganti themes. Padahal sumpah! Seumur-umur, gue nggak pernah iseng ganti-ganti tema di computer gue. Tapi nggak tahu malam itu gue ganti. Tiba-tiba aja settingannya langsung berubah. Gambarnya muncul, icon-iconnya muncul. Yang kacau Cuma tulisannya aja yang item semua. Jadi gue nggak bisa baca sama sekali. Layarnya iteeeem… semua!&lt;br /&gt;Kalo di bilang Gaptek, gue emang gaptek. Saking gapteknya kalo tiba-tiba computer error dikit aja, gue yang langsung panic gitu! Sedikit-sedikit bolak-balik ke tempat servis computer, sampe-sampe koko-nya hapal sama gue kali! Hyak-hyak-hyak-hyak! Belum lagi gue termasuk yang emosian, meledak-meledak udah kayak mercon, jadi deh temen-temen gue jadi korban keputus-asaan gue! Tapi gue juga tipe yang gampang adem, tidur bentar, langsung reda deh, dan sudah bisa berpikir jernih lagi. &lt;br /&gt;Bicara tentang sifat gue yang seperti itu, gue jadi inget kuis yang gue isi di Facebook, tentang “Berapa umurmu yang sebenarnya?” dan hasilnya adalah… umur gue 14 tahun, Bo! Bisa kebayang nggak? Setengah dari umur biologis gue sendiri. Awalnya gue nggak percaya. Ah, ngarang nih kuis! Bikin seneng orang aja! Tapi setelah gue pikir-pikir lagi, justru sangat mengkhawatirkan banget, ya! Coba bayangkan deh! Pada saat seseorang sedang berada di ujung jurang, apa yang akan terjadi kalau jiwanya ternyata adalah anak umur lima tahun yang sedang demen-demennya melompat-lompat kesana kemari? (Perumpamaan yang rada ngaco sih!)… kacau banget, kan? Well… mungkin itu sebabnya juga kenapa apa yang gue lakukan nggak ada yang beres. (Mendesah dengan sepenuh hati!)&lt;br /&gt;Balik ke tema awal, jadilah pada malam itu gue tidur pada hari Jumat, jam 1 dini hari. Saking paniknya tuh gue. Gue otak-atik nggak balik lagi ke semula. Gue install XP black, CDnya error. Makin stress gue. Nggak bisa tidur deh! Gue pikir, emosi gue musti keluar nih! Jadilah gue gangguin (hampir) semua temen-temen gue. (Kacau banget deh!)&lt;br /&gt;Namun pada pagi harinya - setelah gue selesai mandi dan siap-siap berangkat ke toko lagi - gue udah bisa berpikir jernih, dan seperti biasa, gue rada nyesel sama sms gue yang tadi malam. Jadilah gue sms semua temen-temen gue yang gue gangguin tadi malam. (Kan, pada dasarnya gue orang yang baik kalo lagi normal). Kemudian siangnya sekitar pukul sepuluh, ada salah satu tetangga gue yang lagi belanja di toko dan ngasih tahu tentang kejadian di Situ GIntung dan sekitarnya. &lt;br /&gt;Innalillahi wa inna lillahi rojiun. Nggak ngira sama sekali, deh! Ya Allah, padahal baru hari Selasa kemaren gue kesana. Jadi inget kejadian bom Bali dulu. Seminggu sebelum kejadian bom Bali 1, gue lagi ada di sana lho! Lagi karyawisata dari jurusan bahasa Jerman. Ya Allah… Maha Perkasa diri-Mu. Mudah sekali bagi-Mu untuk mengambil kembali nyawa-nyawa itu. &lt;br /&gt;Terlepas dari berita duka cita itu, computer gue udah kembali normal dong! Jadinya gue riang gembira lagi deh! Tapi bagian bawah mobil gue penyok! Heeee… ada aja kejadian ya! Gue jadi merasa bersalah sama si Yaris-item-manis-nan-keren, deh! Udah jarang dimandiin, selalu dibawa dengan membabi buta nggak peduli medan rata atau medan bergelombang, hantam terus. Oohhh…. Sedih hatiku. Kapan-kapan, kalo gue rajin lagi, gue mandiin dirimu sampai sangat-bersih-sekali, deh! Walaupun baret-baret, setidaknya kalo kinclong, dirimu akan tetap terlihat keren.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-6711263552537184910?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sinski.multiply.com' title='Incredible week'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/6711263552537184910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=6711263552537184910' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/6711263552537184910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/6711263552537184910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/03/incredible-week.html' title='Incredible week'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Sdy04x6vjKI/AAAAAAAAACs/tjBCsKm5ExQ/s72-c/IMG.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-6923043398131676566</id><published>2009-03-20T18:33:00.000+07:00</published><updated>2009-03-20T18:41:34.211+07:00</updated><title type='text'>Dawai, third episodes</title><content type='html'>I don’t see things! Itulah yang bisa aku tegaskan dalam laporanku kali ini. I don’t see the future either! Kenapa aku mengatakan itu? Karena beberapa orang temanku menduga aku bisa melakukannya hanya karena aku bisa mengetahui apa yang tidak mereka ketahui. &lt;br /&gt;Oke, kali ini aku akan menceritakan tentang temanku yang bernama Imel yang merupakan teman sebangku Evie dan duduknya tepat di depanku. Imel merupakan anak perempuan dengan perawakan kecil dan sangat lincah. Dia juga sangat polos dan selalu mengatakan apapun isi hatinya tanpa ragu-ragu. Baginya kalau dia sebal pada seseorang, dia akan menampakkan rasa tidak sukanya itu dengan sangat kentara sekali. Begitupun sebaliknya, kalau dia sudah sangat menyukai dan menyayangi seseorang. Itu disebabkan rasa empatinya yang cukup kuat terhadap lingkungan sekelilingnya.&lt;br /&gt;Cerita pun dimulai pada pagi hari, sebulan yang lalu, aku berangkat ke sekolah seperti biasanya dengan diantar oleh Pak Sani. Dalam perjalanan inilah aku bertemu dengan Imel yang sedang naik di atas sepedanya. (Karena jarak yang lumayan dekat, Imel selalu berangkat sekolah dari rumahnya dengan naik sepeda).&lt;br /&gt;“Hai Dawai, pagi-pagi seperti biasanya, ya!” sapa Imel ketika mobilku sedang berhenti di lampu merah yang masih ada sedikitnya 400 meter lagi sampai di sekolah.&lt;br /&gt;Tentu saja aku terkejut. Aku memang selalu membuka jendela mobilku kalau sudah tiba di lingkungan sekolah yang sejuk. Jadi kupikir karena itu jugalah Imel bisa mengenaliku.&lt;br /&gt;Aku tertegun melihat sepeda Imel dan sepertinya Imel bisa menangkap apa yang sedang aku pikirkan saat itu.&lt;br /&gt;“Mau barengan sama gue sampe sekolah?”&lt;br /&gt;Dan tanpa pikir apa-apa lagi, aku langsung keluar dari dalam mobil sambil membawa tas sekolahku.&lt;br /&gt;“Nona…,” tegur pak Sani seperti biasanya kalau tiba-tiba aku melakukan hal yang tidak biasanya.&lt;br /&gt;“Pagi ini cuaca cerah, Pak Sani,” senyumku dan sudah duduk di bangku penumpang belakang sepeda milik Imel.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian lampu berubah hijau, Imel pun mengayuh sepedanya dengan mantap menuju sekolah. Sedangkan pak Sani mengikuti di belakang dan terus berjalan ketika sepeda berbelok ke dalam halaman sekolah.&lt;br /&gt;“Gue baru ngeh kalau ternyata lo enteng banget, Wai!” ucap Imel ketika Imel sudah mengunci sepedanya dan bersama-sama kami berjalan menuju lantai empat tempat seluruh kelas sepuluh berada.&lt;br /&gt;“Oya? Syukur, deh! Tadinya gue pikir lo bakalan kapok udah ngeboncengin gue, Mel!”&lt;br /&gt;“Berat lo berapa?” tanya Imel tidak mendengar ucapanku.&lt;br /&gt;“Entahlah, udah lama gue nggak nimbang,”&lt;br /&gt;Imel melirik sebentar ke arahku. Kemudian dia melihat ke depan lagi. Tapi dia hanya diam saja.&lt;br /&gt;“Gue perhatiin, sejak saat itu lo emang makin kurus, Wai!” gumam Imel terlihat dia sedang memikirkan sesuatu.&lt;br /&gt;Terus terang, hampir selama setahun ini aku mengenal Imel, baru kali ini aku melihat wajahnya yang serius. Well… Imel memang selalu serius, tapi serius Imel biasanya yang agak konyol dan kekanak-kanakan. Bukan serius seperti seorang-profesor-yang-sedang-menyelesaikan-sebuah-teka-teki-penelitiannya. Namun aku juga tahu kalau Imel merupakan anak yang pintar, karena di kelas pun nilainya masuk ke dalam lima besar semester kemarin.&lt;br /&gt;“Saat itu kapan?”&lt;br /&gt;“Yaaah… lo tahu sendirilah! Sejak lo nggak masuk selama dua minggu itu. Kalau nggak salah lo sakit, kan?” ucap Imel lagi sambil menyentuh hidungnya.&lt;br /&gt;Aku mengangguk, “Sakit biasa aja, kok! Terlalu banyak belajar!” gurauku.&lt;br /&gt;Imel tidak menjawab, dia masih berpikir sambil menyentuh hidungnya.&lt;br /&gt;Melihat sikapnya itu, entah mengapa aku tersenyum. Dan entah mengapa juga, aku memang sudah menduga kalau diantara teman-temanku, Imel-lah orang pertama yang akan mencurigai keadaanku. Tapi kuduga juga, Imel tidak akan bisa menemukan jawabannya.&lt;br /&gt;Untuk informasi, ayah dan ibu Imel merupakan dokter yang sudah memiliki jam terbang tinggi. Dan mereka berdua juga sangat berjiwa social (begitupun dengan Imel). Oleh sebab itulah, tiga bulan yang lalu mereka langsung antusias begitu ada tawaran dari sebuah LSM untuk bekerja di sebuah daerah yang baru saja terkena bencana alam.&lt;br /&gt;“Gue yakin, lo bisa jadi dokter yang hebat juga, Mel, karena walaupun lo rada polos, tapi hati lo baik dan mudah berempati dengan orang lain. Lo diberi kelebihan dengan bisa merasakan apa yang orang lain rasakan.”&lt;br /&gt;Imel terkejut mendengar ucapanku. Aku bisa melihatnya dari matanya yang langsung terbelalak keheranan. Tapi wajahnya juga langsung memerah begitu mendengar pujianku.&lt;br /&gt;“Selamat pagi,” sapa Jeffry menghentikan niat Imel yang hendak bertanya sesuatu padaku dan tiba-tiba saja dia sudah muncul dari belakang kami berdua, “kalian sudah sarapan?” tanya Jeffry lagi seperti biasanya dengan senyum nakal.&lt;br /&gt;“Kenapa tanya-tanya?” jawab Imel agak ketus tapi sebenarnya aku tahu kalau itu disebabkan karena dia selalu saja grogi bila berhadapan dengan Jeffry.&lt;br /&gt;“Duh, galak amat! Tapi ya udah, kalau udah sarapan, sih! Padahal tadinya…,”&lt;br /&gt;“Gue belum sarapan, Jef! Dan gue yakin cake coklat buatan kakak lo pasti enak banget!” ucapku memotong ucapan Jeffry sambil menyodorkan tanganku untuk menerima kue tersebut yang masih tersimpan dengan manis di dalam kantong plastic yang ditenteng oleh Jeffry.&lt;br /&gt;Jeffry dan Imel bengong.&lt;br /&gt;“Kok, lo bisa tahu, Wai, kalau gue mau nawarin kue?” tanya Jeffry keheranan, namun tangannya segera merogoh ke dalam kantung plastic hitam dan segera mengeluarkan dua bungkus cake coklat kemudian memberikannya untuk aku dan Imel.&lt;br /&gt;Aku tersenyum sambil menunjuk hidungku sendiri, “Wangi coklatnya! Lagipula kemarin kan lo nanya-nanya hampir ke semua anak-anak cewek dimana beli bahan-bahan cake yang paling murah!”&lt;br /&gt;“Aaaah…,” ucap Imel dan Jeffry berbarengan.&lt;br /&gt;“Lo hebat juga ya, Wai, bisa langsung menyimpulkan hal seperti itu,” puji Imel tulus.&lt;br /&gt;“Makasih!” jawabku pelan sambil membuka bungkus kertas rotinya dan menggigit sedikit.&lt;br /&gt;Kemudian kami bertiga pun berjalan bersama menaiki tangga menuju lantai empat.&lt;br /&gt;“Seperti yang udah gue duga, kue buatan kakak lo enak banget!” pujiku tulus setelah kue sudah habis.&lt;br /&gt;Mata Jeffry langsung melebar kegirangan. Dia memang sangat sayang dan bangga pada kakak perempuan satu-satunya itu.&lt;br /&gt;“Memangnya dalam rangka apa kakak lo buat kue, Jef?” tanya Imel ketika kami bertiga sudah sampai di dalam kelas.&lt;br /&gt;“Ulang tahun,” jawabku dan Jeffry berbarengan.&lt;br /&gt;Tentu saja kejadian yang tidak disengaja itu lagi-lagi membuat Jeffry dan Imel terheran-heran.&lt;br /&gt;“Aku hanya menduganya,” jawabku buru-buru menjelaskan sebelum mereka bertanya lebih jauh.&lt;br /&gt;Imel dan Jeffry hanya ber-oh pendek. &lt;br /&gt;Dan seperti yang sudah kuduga sebelumnya juga, seluruh isi kelas menerima cake coklat yang sama. Begitu masuk kelas. Jeffry langsung membagi-bagikannya pada semua anak-anak yang sudah hadir. Dan meletakkannya di atas mejanya bagi yang belum hadir.&lt;br /&gt;“Wah, kue apa, nih, Jef? Tumben lo ngasih-ngasih!” ujar Darius yang memang sudah datang dan juga sudah menghabiskan kue itu dengan sekali caplok, “Kurang, Jef! Ada lagi nggak?”&lt;br /&gt;Jeffry mesem melihat tingkah teman sebangkunya itu, tapi dia memberikannya juga pada Darius.&lt;br /&gt;“Kue ultah gue,” jawab Jeffry singkat.&lt;br /&gt;Darius langsung tersedak begitu mendengar jawaban singkat dari Jeffry.&lt;br /&gt;“Ah, serius?” tanya Darius.&lt;br /&gt;“Iya, tapi ultah gue bukan hari ini tapi hari minggu kemaren. Sori ya telat dua hari kuenya,”&lt;br /&gt;Begitu mendengar jawaban dari Jeffry, tanpa berkata apa-apa Darius langsung beranjak dari kursinya ke depan kelas dan berkata dengan lantang di depan kelas.&lt;br /&gt;“Perhatian teman-teman, ada berita bahagia nih! Jeffry hari minggu yang lalu ulang tahun. Tapi ternyata dia masih berbaik hati dan ingat pada kita-kita semua untuk memberikan kue yang sangat enak banget tanpa meminta apapun dari kita. Oleh karena itu, mari kita bernyanyi bersama dan mendoakannya. Okay?”&lt;br /&gt;Dan tanpa perlu dikomando dua kali, seluruh anak-anak yang sudah hadir langsung bernyanyi dengan riuh dan mengucapkan selamat kepada Jeffry. Kehebohan di dalam kelas X-1 ini sempat menarik perhatian murid-murid dari kelas lain dan bahkan nggak sedikit yang masuk dan juga mengucapkan selamat pada Jeffry. Ternyata Jeffry anak yang cukup populer juga. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Imel akhir-akhir ini terlihat murung, ya?” ucap Sofia lebih mirip seperti pengumuman daripada pertanyaan begitu dia sudah keluar ruangan ujian. Sedangkan aku sendiri sedang duduk santai di bangku yang disediakan di depan kelas.&lt;br /&gt;Dua minggu sudah berlalu sejak hari Jeffry membawa cake coklat ke sekolah. Dan seminggu ini memang merupakan jadwalnya Ujian Akhir Semester.  Dan sekarang sudah berlangsung selama empat hari.&lt;br /&gt;“Yaaah…, begitulah,” jawabku seadanya sambil membaca buku sejarah yang merupakan jadwal ujian selanjutnya.&lt;br /&gt;Sofia memandangku heran, terlihat banget kalau dia tidak puas dengan jawabanku itu, “Gue pikir lo udah berubah, Wai, tapi ternyata masih cuek seperti dulu, ya!”&lt;br /&gt;“Terus jawaban gue seharusnya apa?” tanyaku sambil melirik jam dan baru lima menit lagi waktu ujian jam pertama akan selesai. &lt;br /&gt;“Yaaah… setidaknya lo bisa bilang, ‘Iya, kenapa, ya?’ Itu terdengar lebih perhatian menurut gue,”&lt;br /&gt;Aku tersenyum mendengar jawaban Sofia. Memang, diantara semuanya Sofia lah yang sifatnya paling perhatian pada seluruh teman-temannya.&lt;br /&gt;“Kalau lo segitu penasaran, gimana kalau selesai ujian hari ini kita culik aja Imel ke Kelapa Gading untuk diinterogasi?” usulku.&lt;br /&gt;Sofia langsung menyambut usulku itu dengan antusias, “Ide bagus tuh! Kita bertiga aja, ya! Naik bajaj aja dari depan sekolah.”&lt;br /&gt;“Terus jemputan gue bagaimana?”&lt;br /&gt;“Nanti balik lagi ke sini. Lagian sepedanya Imel emangnya mau dikemanain?”&lt;br /&gt;“Oke!” jawabku tidak berdebat lagi.&lt;br /&gt;Dan aksi itu pun kami lancarkan begitu Imel sudah keluar dari dalam ruangan ujian sepuluh menit sebelum waktu ujian yang resmi selesai.&lt;br /&gt;Aku dan Sofia buru-buru juga keluar dari ruangan ujian agar tidak kehilangan jejak Imel. Dan dengan segera kami berdua mengapitnya dikedua sisi tubuh Imel yang langsung terkejut melihat kedatangan kami berdua yang tiba-tiba.&lt;br /&gt;“Eh, Dawai, Sofia, ada apa, nih?” tanya Imel keheranan setelah bisa mengendalikan rasa kagetnya.&lt;br /&gt;“Besok kan ujian terahir, lagian Cuma bahasa Inggris sama kesenian dan olahraga aja! Gimana kalau siang ini kita ke Gading dulu?” bisik Sofia sedangkan aku hanya tersenyum. Well… sebenarnya peranku disini hanya sebagai pendamping Sofia yang terlewat khawatir terhadap temannya saja, kok!&lt;br /&gt;“Ta-tapi…,” gagap Imel bermaksud menolak. Tapi Sofia tidak mendengar penolakan apapun, dengan sekuat tenaga dia terus mendorong badan Imel menuju pintu gerbang dan langsung menyetop bajaj yang memang kebetulan sedang lewat depan sekolah kami.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Ada apa?” tembak Sofia tanpa basa-basi lagi begitu kami bertiga sudah duduk dengan nyaman di dalam salah satu restoran fastfood yang ada di Gading 1.&lt;br /&gt;“Ada apa bagaimana? Seharusnya itu, kan, yang gue tanyakan sama kalian berdua?” balas Imel alisnya sudah mengkerut karena masih kebingungan.&lt;br /&gt;“Akhir-akhir ini lo terlihat murung. Ada apa?” jawab Sofia lagi benar-benar tanpa kata pengantar sama sekali.&lt;br /&gt;Imel terkejut mendengar jawaban Sofia. Sedangkan aku hanya bisa diam dengan santai sambil meminum jus alpukat milikku. Sesekali tentu saja aku melirik ke arah pintu masuk restoran untuk sekedar melihat tamu-tamu yang baru masuk ke dalam restoran ini.&lt;br /&gt;“Nggak ada apa-apa, kok, Fi!” jawab Imel agak ragu-ragu matanya tidak berani memandang mata Sofia.&lt;br /&gt;“Imel, gue sahabat lo, jadi nggak ada salahnya, dong, lo cerita sama gue masalah lo. Mungkin aja gue bisa membantu meringankan beban lo,”&lt;br /&gt;Dan untuk kali ini, aku merasa harus sedikit mendukung Sofia, “Iya, Mel, gue pikir juga begitu. Lebih baik cerita sekarang.”&lt;br /&gt;Imel memandangku agak lama. Dia masih terlihat ragu-ragu. Sebenarnya aku sudah tahu kenapa akhir-akhir ini Imel terlihat sangat murung. Masih inget kan penjelasanku di awal cerita?&lt;br /&gt;“Lo nggak cerita ya, Wai?”&lt;br /&gt;Aku menggelengkan kepalaku. Mendengar itu otomatis kepala Sofia langsung menoleh memandangku dengan tak percaya.&lt;br /&gt;“Lo tahu, Wai?”&lt;br /&gt;Aku menghela nafas dalam, “Hal sensitive seperti itu lebih baik kalau orangnya sendiri yang cerita.” Ucapku.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Seperti yang sudah aku bilang di awal cerita, kedua orangtua Imel merupakan sepasang dokter yang sangat berjiwa social. Ketika ada tawaran dari sebuah LSM untuk bekerja di sebuah daerah yang baru saja terkena bencana alam, tanpa berpikir lama-lama mereka langsung menerimanya. Dan hal itu terjadi enam bulang yang lalu. Jadi sebenarnya sudah selama tiga bulan ini Imel tinggal seorang diri di rumahnya yang mungil. Imel tetap tinggal di Jakarta untuk menyelesaikan pelajaran kelas satunya. Sehingga ketika kelas dua nanti dia bisa langsung pindah ke daerah Sumatera tempat ayah dan ibu Imel sudah pindah lebih dulu. Ternyata pekerjaan itu memakan waktu selama tiga tahun. Sehingga Imel terpaksa ikut pindah juga.&lt;br /&gt;“Kok, gitu… kenapa lo nggak cerita sama kita-kita? Tahu lo lagi tinggal sendirian kan gue bisa sering-sering nginep di tempat lo!” omel Sofia merasa kecewa dan sedih begitu mendengar penjelasan Imel, “dan lo, Wai, dari kapan lo tahu berita ini?”&lt;br /&gt;Aku tidak langsung menjawab pertanyaan Imel. Melainkan menaikkan bola mataku ke atas sambil meminum jus, “Belum lama ini, kok!” Yah…, tidak mungkin juga kalau aku bilang sejak awal kepindahan kedua orangtua Imel. Imel juga tidak tahu kalau aku sudah mengetahuinya sejak awal. Mungkin Imel menduga aku mengetahui masalah ini ketika seminggu yang lalu aku bertemu dengannya di sebuah travel yang menjual tiket pesawat menuju Sumatera. Saat itu Imel tidak berkata apa-apa, tapi aku yang menegurnya duluan.&lt;br /&gt;“Mau pergi ke Sumatera dalam waktu berapa lama?” tanyaku saat itu.&lt;br /&gt;“Mungkin dalam waktu lama, Wai,” jawab Imel agak kikuk.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, handphone Imel berdering yang ternyata dari ayahnya untuk menanyakan apakah Imel sudah selesai membeli tiketnya.&lt;br /&gt;“Ayah kamu ada di Aceh?”&lt;br /&gt;Imel mengangguk pelan, “Ayah menerima pekerjaan sebagai pekerja social di sebuah LSM yang sedang membutuhkan seorang dokter. Ayah dan ibu memang sudah lama berkeinginan untuk pergi ke daerah-daerah terpencil. Mereka bilang kalau hanya di kota besar, mereka jenuh juga. Mereka butuh sedikit tantangan. Lagipula hanya tiga tahun.”&lt;br /&gt;“Jadi kamu akan sekolah di sana juga kelas dua nanti?”&lt;br /&gt;Imel terkejut mendengar pertanyaanku, “Kamu cepat sekali menyimpulkan sesuatu, tapi… iya aku akan sekolah di sana. Karena ayah dan ibu yang meminta. Mereka bilang tidak mungkin membiarkan aku sendirian di Jakarta. Mereka juga bilang kalau kangen sekali sama aku, jadi mereka memohon-mohon padaku untuk menyusul. Lagipula…,”&lt;br /&gt;Imel terdiam tidak melanjutkan ceritanya. Aku tersenyum.&lt;br /&gt;“Lagipula cita-citamu juga, kan, untuk menjadi seorang dokter yang baik dan juga hebat seperti kedua orangtuamu?” lanjutku.&lt;br /&gt;Imel terpana mendengar ucapanku. Ini merupakan ucapanku yang kedua kali padanya dalam waktu dekat ini mengenai cita-citanya. Imel tersenyum tipis dan mengangguk dengan kuat.&lt;br /&gt;“Nggak apa-apa! Toh, kita teman, pasti masih bisa bertemu lagi. Lagipula sekarang kan sudah ada telephon, internet, atau kirim surat juga belum dilarang, kok!” hiburku.&lt;br /&gt;Imel tertawa mendengar ucapanku.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;bersambung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-6923043398131676566?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sinski.multiply.com' title='Dawai, third episodes'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/6923043398131676566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=6923043398131676566' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/6923043398131676566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/6923043398131676566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/03/dawai-third-episodes.html' title='Dawai, third episodes'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-9191249125495635465</id><published>2009-03-17T16:44:00.001+07:00</published><updated>2009-03-17T17:00:16.360+07:00</updated><title type='text'>Bicara Pemilu Bicara Politik</title><content type='html'>Sebentar lagi pemilu, nih! Well… udah memutuskan akan memutuskan partai mana, caleg mana dan presidennya belum? Gue terus terang… belum! Yah… begitulah adanya. Sebelum memilih, gue mau membahas fenomena yang lagi terjadi di Indonesia, nih, mungkin di dunia kali, ya! Tapi sebelumnya gue mau bilang, dan bukan maksud gue menghina, tapi sepertinya Indonesia keterlaluan sekali, ya! Amerika yang secara tidak langsung sudah menjadi kiblat Negara ini aja hanya ada 3 partai, partai Demokrat, partai republic dan partai buruh. Kenapa Indonesia bisa sampai memiliki 38 partai? Apa para pejabat itu nggak berpikir kalau sedang diketawain sama seluruh dunia mengenai keadaan politik di Negara ini? Dengan kata lain, gampang sekali memecah belah Negara ini. Nggak heran kalau bisa dijajah sampai 3,5 abad. Atau sebenarnya sampai sekarang masih dijajah hanya saja tidak terasa karena bukan fisik yang dijajah, melainkan pola pikir?&lt;br /&gt;Sekarang gue tanya, ketika salah satu saudara kalian ada yang seorang pejabat, pasti ada dong, walaupun sedikit, ada sedikit rasa bangga dalam hati dan senantiasa selalu bercerita ke orang-orang kalo kita punya saudara pejabat walaupun pada kenyataannya kita sama sekali tidak dekat dengan saudara pejabat tersebut? Sepertinya kalau ada kerabat yang pejabat, seperti bisa menaiknya harga kita di tengah masyarakat gitu. Betul nggak? Tapi kalau seumpamanya ketahuan kalau saudara pejabat kita itu tertangkap KPK dengan tuduhan korupsi, apa masih ada rasa bangga tersebut? Jangankan korupsi, tertangkap video mesum lah! Ah… betapa rendahnya moral pejabat itu! Jadi bertanya-tanya, sebetulnya beliau sekolah nggak sih? Agak nggak nyambung, sih! Tapi bagi gue semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, seharusnya semakin tinggi juga kemampuannya untuk menahan hasrat binatang seperti itu. Lain halnya kalau memang dilakukan bersama pasangan sahnya baik secara hukum maupun agama. Tapi seperti yang pernah gue denger pendapat dari salah seorang seniman, yang namanya nafsu itu, nggak ada kaitannya dengan title, mau professor kek, kyai kek, ustadz kek, presiden kek, pasti akan tergoda kalau disuguhin makanan “selezat itu”. Nabi Yusuf pun hampir saja tergoda oleh Zulaikha, kalau bukan Allah sendiri yang sudah menetapkannya sebagai manusia yang bersih. Jangan langsung berdalih, “Ah, Yusuf kan Nabi, wajar kalau tidak tergoda.” Tapi nabi Yusuf kan juga berdarah, bisa menangis, makan dan mengeluarkan kotoran bukan?&lt;br /&gt;Tentu rasa bangga itu akan semakin bertambah besar manakala ayah atau ibu, atau mungkin istri atau suami kita yang menjadi pejabat, dong! Bagi yang mempunyai kepribadian yang baik, mungkin masih tetap rendah hati seperti sebelumnya. Tapi bagaimana kalau yang - kita sebut aja - norak!? Yang tiba-tiba saja merasa gaya hidupnya harus dirubah, karena sudah jadi pejabat, jadi otomatis pergaulan pasti akan berubah. Kita akan banyak bergaul dengan kalangan jetset di Negara ini, mulai dari pengusaha kelas kakap sampai dengan kelas menengah dan mungkin menolak pengusaha kelas rendahan, sampai dengan para artis-artis dengan kehidupannya yang selalu terlihat glamour di televisi.&lt;br /&gt;Menurut gue sombong sekali seorang manusia merasa dirinya sudah lebih tinggi dari manusia lainnya hanya dari garis keturunan tanpa pembuktian yang nyata, dimana sebagai orang Islam, yang hanya bisa dipegang teguh adalah Amal kebaikannya untuk menentukan kedudukannya. Dan bahkan orang yang sudah melakukan banyak kebaikan pun tidak akan men-judge dirinya langsung lebih tinggi dari orang lainnya, justru sebaliknya dia akan tambah rendah hati.&lt;br /&gt;Balik ke bahasan awal. Sebaliknya gue mau bertanya lagi, bagaimana perasaan kalian ketika ayah atau ibu kalian, suami atau istri kalian atau bahkan kalian sendiri adalah seorang pejabat? Bangga? So pasti… gue nggak menyalahkan itu. Kalian harus bangga, karena dengan itu kalian diserahi tanggung jawab dan kepercayaan yang sangat besar oleh seluruh masyarakat untuk melindungi dan melayani mereka dengan baik. Tambahan, garis bawah, MELAYANI. Yup, pejabat itu merupakan seorang pelayan.&lt;br /&gt;Fenomena yang terjadi sekarang malah sebaliknya. Justru yang namanya pejabat, mereka merasa justru yang harus dilayani oleh masyarakat. Tak jarang mereka sangat haus akan penghormatan. Well… masyarakat nggak harus disuruh untuk menghormati pejabat. Ketika seorang pejabat datang pun, otomatis masyarakat akan langsung menghormat sampai terbungkuk-bungkuk dan malu-malu takut berbuat salah dihadapan pejabat tersebut.&lt;br /&gt;Gimana kalau kita melakukan flashback ke jaman Nabi Muhammad saw, seorang pemimpin besar dunia yang bahkan sudah diakui dunia internasional. Repeat, PEMIMPIN, dan itu bukan hanya pemimpin agama, tapi pemimpin Negara.&lt;br /&gt;Rasulullah merupakan seorang figure pemimpin yang selama seminggu sudah kelaparan, sementara rakyatnya baru tiga hari. Atau dengan kata lain, yang paling pertama akan menderita sementara rakyatnya diusahakan untuk tidak merasakan penderitaan tersebut. Makanya ketika Hijrah, Rasulullah tidak berangkat paling pertama, justru paling terakhir. Karena beliau sadar, beliaulah sasaran para kaum kafir Mekah. Selama kaum kafir Mekah merasa Rasul masih di Mekah, mereka nggak akan mencurigai kalau banyak umat Islam yang sudah Hijrah ke Yastrib atau yang sekarang kita kenal Madinah. &lt;br /&gt;Rasullah merupakan figure pemimpin yang paling pertama akan membagi-bagikan keuntungan kepada seluruh masyarakat dan beliau yang paling terakhir mengambil haknya. Entah apakah itu laba perdagangan ataupun harta rampasan perang. Cukup mengenai nabi Muhammad karena gue yakin nggak ada satupun dari kalian yang meragukan kepemimpinan beliau.&lt;br /&gt;Kemudian Umar bin Khattab. Seperti yang kita ketahui, Umar bin Khattab merupakan sahabat rasulullah yang paling berani dan bisa dibilang galak. Tidak ada seorang pun yang berani menentang beliau. Sampai-sampai Umar sendiri merasa sangat ketakutan dan bersedih hati, sampai akhirnya ada salah seorang pengemis yang datang ke hadapan beliau dan berkata, “Ya Khalifah, kalau seumpamanya kau melakukan kesalahan, akulah orang pertama yang akan memenggal kepalamu dengan pedangku ini.”&lt;br /&gt;Biasanya kalau ada pejabat yang diancam seperti itu, pasti akan langsung memerintahkan untuk menjebloskan orang gila itu ke dalam penjara seumur hidup bahkan kalau memang perlu dihukum mati aja sekalian. Tapi tidak, bukan itu reaksi dari Umar. Umar justru merasa sangat terharu dan bahagia, karena dia merasa masih ada orang yang SAYANG padanya.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan para pejabat sekarang?&lt;br /&gt;Sebagai kesimpulan, gue berharap, akan ada satu kandidat yang benar-benar memahami Islam, luar maupun dalamnya. Tidak hanya teori tapi prakteknya dan dengan satu point, sudah ada bukti nyata kerjanya. Sebagai contoh, kalau menjanjikan ekonomi, sudah ada bukti perekonomian yang sudah dijalankannya. Kalau menjanjikan pendidikan, sudah ada bukti pendidikan yang sudah berlangsung dalam programnya. Kalau menjanjikan pembangunan, memiliki setidaknya 20 tahun visi Indonesia ke depan, kalau terlalu jauh, setidaknya selama masa jabatannya. Gue meminta bukti nyata, dan bukan janji. Bukti nyata yang SEDANG berlangsung, bukan AKAN berlangsung. Dan apakah itu ada?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-9191249125495635465?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/9191249125495635465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=9191249125495635465' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/9191249125495635465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/9191249125495635465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/03/bicara-pemilu-bicara-politik.html' title='Bicara Pemilu Bicara Politik'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-2696869060297971312</id><published>2009-03-17T16:42:00.000+07:00</published><updated>2009-03-17T16:43:15.070+07:00</updated><title type='text'>Komik, Yugo The Negotiator</title><content type='html'>Gue lagi mengikuti serial salah satu komik, nih! Judulnya YUGO THE NEGOTIATOR. Well, menurut gue itu merupakan salah satu komik terbaik yang gue baca akhir-akhir ini. Singkat kata, dari komik ini, kita bisa merasa seolah-olah sedang berkeliling dunia, hanya saja bedanya kita tidak mengunjungi situs-situs terbaiknya yang sering ditawarkan oleh banyak Travel-travel. Tapi kita diajak menyusuri Negara tersebut ke tempat-tempat terkelamnya.&lt;br /&gt;Seperti dalam kasus pertama yang dibahas dalam komik ini, yaitu kunjungan ke Pakistan. Dan itu merupakan Negara yang mayoritas beragama Islam dan juga mengklaim negaranya sebagai Negara Islam. Tapi dalam komik ini, gue sama sekali tidak mendapati nuansa Islami. Walaupun memang ada gambaran ketika mereka sedang menjalankan ibadah sholat. Tapi hanya itu aja. Well, gue nggak akan menyalahkan penulisnya, kok! Tapi justru gue harus berterimakasih, karena gue setidaknya ada tambahan info tentang kondisi Islam (yang merupakan agama yang gue anut dan yakini) di luar Indonesia ini. Bukan gambaran Islam yang indah, kalau gue boleh bisa berpendapat. Tapi Islam yang sangat primitive dan terjajah. Bisa dibilang, Negara boleh berasaskan Islam, tapi ternyata masyarakatnya hanya menjalankan Islam sebatas ibadah ritualnya saja, which is dari yang udah pernah gue pelajari, Islam’s not just about Shaum, Sholat, Zakat and Haji. But everything! Repeat, EVERYTHING!! &lt;br /&gt;Yang gue dapati disini, ternyata masih ada pelacuran, so pasti kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi, serta kekerasan militer. Meeen… apakah Islam seterbelakang itu? Pikir gue! Ironis sekali! Dan itu membuat gue sedih sekali juga merasa sangat bersyukur karena gue dilahirkan dan dibesarkan oleh keluarga Islam di Indonesia ini, dimana sedari kecil gue selalu merasa cukup dan nggak pernah kelaparan. Gue sangat bersyukur banget! Kalo mikir itu, penderitaan yang pernah gue alami nggak ada artinya sama sekali, deh! Well… gue tipe Visual dan memang tipe visual biasanya selalu melihat ke atas jarang sekali melihat ke bawah.&lt;br /&gt;Jangankan Islam diluar Indonesia, di Indonesia sendiri pun yang sejauh ini masih terasa nyaman dan damai (karena Islamnya masih manggut-manggut apa yang Amerika bilang gue rasa), ada banyak wanita-wanita yang nasibnya tidak seberuntung gue. Gue merasa sangat beruntung karena gue diberikan tameng agama yang sangat kuat semenjak kecil, setidaknya gue nggak merasa tergiur untuk mendapatkan uang tambahan dengan menjadi escort girl atau yang sebangsanya. Gue merasa bersyukur karena keluarga gue amat sangat mampu untuk memenuhi segala keperluan gue. Dan gue merasa bersyukur karena gue tipe yang bisa bersabar dengan kondisi paling terbatas bahkan kekurangan sekalipun. Namun yang lebih gue syukuri, karena gue tipe orang yang selalu berpikir panjang. Well… mungkin banyak masalah yang udah gue timbulkan, gue juga nggak bilang kalau gue sempurna, kan? &lt;br /&gt;Dalam kasus-kasus berikutnya pun, kita diajak berkelana ke Hongkong sebelum penyerahan Hongkong dari Inggris ke China kembali, dimana kita diperkenalkan tentang dunia hitam Hongkong dan juga tokoh-tokoh sentral yang memegang peranan penting dalam menyetir perekonomian Hongkong. Kemudian berkunjung ke India dan penggambaran tentang perlakuan kaum Hindu terhadap kasta terendah yaitu kasta Sudra yang membuat gue tambah merasa bersyukur karena gue beragama Islam dan dalam Islam semua kedudukan sama dimata Allah, yang membedakan hanyalah amal perbuatannya. Kemudian ke London, Vietnam, Bangkok dan Austria. Yang pasti dengan membaca komik ini, ada banyak hal yang akan kita syukuri dan pelajari. Walaupun memang bisa dikatakan, untuk beberapa adegan, yaitu ketika adegan penyiksaan, kita akan sedikit mengerutkan alis, berpikir, apakah bisa manusia menerima penyiksaan seperti itu dan masih tetap bisa hidup dengan normal?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-2696869060297971312?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/2696869060297971312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=2696869060297971312' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2696869060297971312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2696869060297971312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/03/komik-yugo-negotiator.html' title='Komik, Yugo The Negotiator'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-5746630046703047636</id><published>2009-03-17T16:41:00.000+07:00</published><updated>2009-03-17T16:42:07.288+07:00</updated><title type='text'>Miyane, Sarange</title><content type='html'>Mau gue certain tentang kisah yang menyentuh hati nggak? Ini kisah tentang kasih sayang seorang ibu dan juga kebutuhan akan kasih sayang seorang anak terhadap ibunya. Kisah ini gue ringkas dari serial Korea, judulnya “I’m Sorry, I love you” atau kalau bahasa Koreanya “Miyane, Sarange” (kurang lebih gitu lah!)&lt;br /&gt;Tokoh utama dari serial ini adalah seorang cowok yang diadopsi oleh sebuah keluarga di Australia. Tapi entah mengapa anak itu menjadi seorang anak yang pembangkang dan susah sekali diatur oleh kedua orang tua adopsinya. Sampai akhirnya ketika si anak menginjak usia remaja (gue perkirakan sih umur 15 tahunan, soalnya gue nggak nonton2 banget, gue nonton pas bagian belakangnya, pas udah bagian sedih-sedihnya yang menguras air mata), anak itu diusir oleh kedua orangtua angkatnya. Jadilah dia seorang anak jalanan, yang hidup dengan cara mafia. &lt;br /&gt;Kemudian tokoh utama yang lain adalah seorang anak gadis, tinggal dan besar di Korea. Ayahnya merupakan manager seorang artis ternama di Korea, dan otomatis ketika besar, anak perempuan ini bekerja di management artis tersebut. Dan dia juga dekat dengan anak artis wanita cantik yang ditangani oleh ayahnya.&lt;br /&gt;Suatu hari, anak gadis ini pergi ke Australia, (gue nggak tahu dalam rangka apa, sekali lagi itu karena gue nggak nonton dari awal) di sana entah bagaimana dia nyasar dan hampir saja diperkosa oleh geng anak-anak nakal di Australia sana. Karena tidak tahu dimana harus bersembunyi lagi, akhirnya tanpa pikir panjang, dia langsung berbaring di samping seorang pria yang juga sedang tiduran di jalanan (sebagai kamuflase agar tidak tertangkap oleh geng tersebut). Dengan ketakutan, anak perempuan ini menyebut-nyebut nama ibunya, “Mama… mama… mama...!” Mungkin karena pria ini mendengar suaranya yang ketakutan, atau karena dia mendengarnya memanggil-manggil ibunya, pria ini langsung berbalik menghadapnya dan mendekapnya.&lt;br /&gt;Otomatis gadis itu menjerit dengan agak tertahan. Tapi dengan suara yang menenangkan, pria itu berkata, “Kalau mau selamat, diamlah!” Dan lelaki itu kembali tertidur. Perlahan-lahan gadis itu pun tenang dan mungkin karena rasa nyaman yang diberikan oleh pria ini, gadis itu pun tertidur.&lt;br /&gt;Ketika terbangun, pria itu sudah tidak ada. Dan gadis itu pun berjalan kembali menuju kota. Terlunta-lunta, tidak bisa bahasa Inggris dan tidak ada orang yang mengerti bahasanya. Dia pun menangis. Dan mungkin karena memang nasib, dia bertemu kembali dengan lelaki itu. Singkat kata mereka menjadi akrab dan menjalani banyak kejadian menegangkan namun berkesan di hati mereka masing-masing. Si lelaki pun sampai bercerita mengenai ibu Koreanya yang sudah membuangnya kepada anak gadis itu.&lt;br /&gt;“Suatu hari, aku akan mengumpulkan uang yang sangat banyak. Kemudian aku akan pergi mencari ibuku yang miskin yang sudah membuangku dan akan kuberikan semua uangku padanya. Akan kubelikan dia istana yang megah. Sehingga dia tidak harus membuang anaknya yang ganteng ini lagi.”&lt;br /&gt;Singkat cerita, dia pun pergi ke Korea dan mulai mencari ibunya. Sampai akhirnya dia bisa mengetahui siapa ibu kandungnya yang sebenarnya. Namun impian tinggallah impian. Yang dia dapati ternyata berbeda sekali dengan harapannya. Ibunya bukanlah orang yang miskin sehingga harus membuang anaknya. Ibunya adalah seorang artis wanita yang sangat cantik dan kaya raya dan berada dalam naungan managemen ayah dari anak perempuan yang ditolong olehnya di Australia itu. Dan yang lebih membuatnya sakit hati adalah ternyata yang dibuang hanya dia, sedangkan anak yang satunya lagi tidak dibuang. Dia merasa marah sekali. Apa salahnya sampai harus mengalami nasib seperti itu? Kemarahan itulah yang telah membulatkan tekadnya untuk melamar menjadi manager dari saudara lelakinya yang merupakan seorang penyanyi yang sangat terkenal di Korea. Untuk membalas dendam! Dia akan merebut semuanya dari anak lelaki itu. Dia akan membuat ibunya menderita. Merasakan penderitaan yang selama ini dia alami dan rasakan karena telah dibuang.&lt;br /&gt;Tujuannya pun tercapai. Sang anak lelaki mengalami kecelakaan yang membuatnya mengalami penyakit lemah jantung, membuat badannya lemah dan gampang sakit. Namun disamping aksi dendamnya, ternyata dia juga jatuh cinta pada anak perempuan yang ditolongnya itu. Diantara semua sikapnya selama ini, hanya kepada gadis inilah rasa cintanya murni dan tulus. Maka terjadilah cinta segitiga antara dua lelaki ini. Antara si anak yang tak diinginkan dan anak yang dimanja dengan penuh kasih sayang oleh ibunya.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan gadis itu? Dia akan memilih siapa? Suatu hari, sambil mabuk dia pernah berbicara dengan ayahnya tentang perasaannya ini.&lt;br /&gt;“Ketika dengan si A (maaf, lupa namanya) dia memang sangat baik padaku dan selalu memanjakanku. Namun entah mengapa, aku selalu merasa kesepian. Lain halnya dengan B, aku merasa sangat nyaman dan senang sekali, dan aku tidak lagi kesepian.”&lt;br /&gt;B itu adalah pria yang telah menolongnya di Australia ini. Jadi sudah bisa ditebak kalau hatinya lebih berat ke anak yang tidak diinginkan itu, yang telah banyak menelan pahitnya kehidupan.&lt;br /&gt;Namun si A tidak ingin kehilangan gadis itu. Sebenarnya dia sudah tahu kalau si B merupakan anak kandung ibunya dan berniat ingin merebutnya dari dirinya, merebut semuanya dari dirinya termasuk wanita yang dicintai olehnya. Oleh karena itulah dia bertekad untuk tidak kalah. Dia akan mempertahan apapun yang dia sayangi. Termasuk gadis itu. Sampai akhirnya dia merasa sangat kesal karena susah sekali untuk mempertahankan gadis itu membuatnya harus masuk ke rumah sakit.&lt;br /&gt;Di lain tempat, pria B ini pernah pingsan di depan teras rumahnya.  Hidungnya pun mengeluarkan darah. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit untuk diperiksa kepalanya. Hasilnya adalah waktunya hanya tinggal tiga bulan lagi… dan tidak ada obatnya, karena dari hasil scan kepalanya, ada sebutir peluru yang tertanam di otaknya sehingga tidak bisa dioperasi. Kalaupun dioperasi, resikonya sangat fatal hanya tinggal menunggu waktu saja.&lt;br /&gt;Dulu, beberapa tahun yang lalu, ketika dia sedang menghadiri hari pernikahan mantan pacarnya, tiba-tiba saja ada gerombolan mafia yang menyerang pesta pernikahan tersebut. Dan demi melindungi mantan pacarnya ini, dia pun menjadikan tubuhnya sebagai tameng dari lontaran peluru panas. Dia memang segera dibawa kerumah sakit dan peluru tersebut berhasil dikeluarkan. Tapi satu peluru inilah yang tidak bisa dikeluarkan karena letaknya yang rawan. Namun entah mengapa, apakah karena keajaiban, dia masih bisa hidup.&lt;br /&gt;Di tempat lain, anak perempuan ini sedang menemani pria A di rumah sakit. Sang Ibu sangat histeris sekali melihat kondisi anaknya. Dia menangis, melolong dan memohon-mohon pada dokter untuk melakukan apa saja agar anaknya selamat, dia akan mengeluarkan duit berapapun juga, karena hanya dia anak satu-satunya yang dimilikinya.&lt;br /&gt;Saat inilah, anak perempuan ini mengalami dilemma. Dia mencintai pria B, namun dia tidak bisa meninggalkan pria A, karena dia tidak ingin memperparah kondisi pria A. Dengan setia dia selalu menungguinya, walaupun dia jadi semakin kurus, murung dan pendiam. Tidak ada lagi cahaya kehidupan di wajahnya.&lt;br /&gt;Karena pria B yang sudah menyebabkan kecelakaan kepada anak lelaki tersayangnya, sang Ibu pun membenci pria B, membuat anaknya jadi sakit dan lemah. Berbagai cacian dia keluarkan kepada pria B ini. Entah mengapa dia merasa sangat kesal sekali setiap melihat pria B dan ingin menyingkirkannya dari wajahnya.&lt;br /&gt;Pria B merasa kasihan pada anak perempuan ini. Dia tidak tega melihat kondisinya yang pemurung dan pendiam. Akhirnya dengan dipaksakan, dia mengajak anak perempuan ini untuk menemaninya makan. Sang gadis menolak, karena dia merasa ada kewajiban yang tidak boleh dia abaikan. Sampai akhirnya Pria B ini berkata.&lt;br /&gt;“Aku akan menolongnya. Aku yang akan menolongnya. Aku akan memberikan jantungku padanya. Tapi  tentu saja…. Tidak sekarang… setidaknya tiga bulan. Yah… tiga bulan. Aku akan memberikan jantungku padanya. Apakah kamu senang? Jadi kembalilah duduk dan temani aku makan.”&lt;br /&gt;Mendengar ucapan itu, gadis ini malah merasa tersinggung. Dia menyiramkan susu ke wajah pria B dengan perasaan benci karena sudah menghina seperti itu. Setelah mencacinya, gadis ini pun pergi meninggalkan pria B dalam kesendirian….&lt;br /&gt;Kisah berlanjut terus dalam usaha si pria B untuk mendekatkan diri pada gadis itu. Dengan berbagai cara dia berusaha mendekati gadis itu, bahkan sampai menculiknya ke luar kota, ke pinggir pantai dan nyaris menginap semalam di kamar hotel. Namun selama perjalanan itu, gadis itu hanya murung dan marah-marah. Berbagai ucapan kasar dikeluarkan olehnya, terutama ketika di pria B mencoba memaksa untuk menciumnya. Karena kesal, gadis itu langsung membawanya ke kamar hotel.&lt;br /&gt;“Aku akan menyerahkan tubuhku… silahkan… lakukan semaumu…tapi setelah itu, matilah kamu. Matilah kamu dan jangan kembali lagi!”&lt;br /&gt;Pria mana yang akan tega melakukan itu pada seorang wanita dalam keadaan seperti itu? Tidak! Dia pun pergi meninggalkan gadis itu sendirian di dalam kamar hotel. Dan dia sendiri pergi menyendiri ke pinggir pantai. Ketika balik pun, gadis ini hanya balik sendirian.&lt;br /&gt;Diwaktu yang sama, Pria A memaksakan dirinya mampir ke rumah Pria B untuk mengetahui keberadaan gadis yang dicintainya. Tapi tentu saja dia tidak akan mendapatkannya. Dia hanya bertemu dengan kakak perempuan pria B dan anak laki-lakinya. Tanpa disengaja, dia menemukan hasil rontgen kepala milik pria B dan dia pun membawanya. Setelah itu dia meminta kepada ayah gadis itu untuk memeriksa hasil rontgen tersebut. Dan tahulah dia, kalau pria B hidupnya tidaklah lama lagi.&lt;br /&gt;Suatu hari, pria A mengajak gadis itu makan siang disebuah restoran mewah untuk melamarnya. Walaupun sebenarnya dia belum boleh kemana-mana. Dan pria B memaksa untuk menjadi supir mereka berdua menuju restoran yang dimaksud. Namun rencana tidaklah berjalan dengan mulus. Ketika sedang bernyanyi sambil memainkan piano, sakitnya tambah parah, sehingga dia harus segera dibawa kembali ke rumah sakit. &lt;br /&gt;Sang Ibu pun kembali histeris, dia menyalahkan pria B dan bermaksud untuk segera membunuhnya saat itu juga! Tapi tentu saja kegilaan itu segera di larang oleh ayah dari gadis itu dan mengatakan.&lt;br /&gt;“Tanpa perlu kau bunuh pun, waktunya sudah tidak akan lama lagi!”&lt;br /&gt; Dari sanalah, sang Ibu mendapatkan ide untuk membujuk pria B agar mau mendonorkan jantungnya untuk anaknya kelak nanti.&lt;br /&gt;Suatu hari, ketika pria B ini dengan pantang menyerah terus datang kerumah sakit walaupun dengan terang-terangan telah dilarang oleh sang Ibu, dia mendapati gadis itu badannya panas dan demam. Kalau tidak segera ditolong, sakitnya bisa tambah parah. Dia pun membawanya ke ruang gawat darurat. Namun ketika gadis itu sudah sadarkan diri, bukannya berterimakasih karena telah ditolong, dia malah mencaci maki pria B dan langsung pergi dengan tertatih-tatih untuk kembali ke dalam kamar.&lt;br /&gt;Sang Ibu pun mulai melancarkan rencananya. Dia berbelanja ke toko baju dan membeli baju-baju bagus, membeli buah, membeli topi, jaket dan semua barang-barang mahal lainnya dengan tujuan untuk mendekatkan diri pada kakak perempuan dan keponakan dari pria B.&lt;br /&gt;Tentu saja kedatangan sang Ibu membuat pria B shock dan terheran-heran. Kok, tumben baik banget, bahkan sama kakak perempuannya yang dulu pernah dituduh olehnya mencuri perhiasan. Tapi akhirnya dia mengetahui maksud terselubung dari ibu itu, dan itu membuatnya sangat marah sekali. Dia pun membanting semua barang-barang itu dan mengusir sang Ibu.&lt;br /&gt;Pada malam yang sama, pria itu mendatangi rumah ibu tersebut, ketika sang Ibu sedang tidak ada dirumah melainkan hanya keluarga dari gadis itu. Pria B mengguncang-guncang pintu pagar dan berteriak-teriak kesetanan. Akhirnya karena disuruh oleh si istri, sang ayah keluar untuk memeriksa siapa orang gila yang sudah mengganggu malam-malam.&lt;br /&gt;“Keluar! Keluarlah!” Teriak Pria B, “Ada yang ingin kukatakan padamu! Apakah kau begitu menyayangi anakmu itu? Menyayangi darah dagingmu itu? Sampai kau tega berbuat seperti itu padaku?...  Aku ini juga anakmu… aku ini juga darah dagingmu sendiri…. Aku juga anakmu…., anakmu… apakah itu tidak berarti apa-apa bagimu…,”&lt;br /&gt;(Adegan yang sangat mengharukan, sampai air mata ini menetes terus-menerus. )&lt;br /&gt;Perlu diketahui, sang ayah ternyata memang mengetahui kalau pria B merupakan anak kandung dari sang Ibu. Karena dialah yang telah membuang kedua anak kembar itu. Untuk kebaikan tertentu menurutnya sendiri. Dan tentu saja sang Ibu tidak tahu menahu tentang hal itu. Yang dia ketahui hanyalah…. Kedua anak kembarnya telah meninggal….&lt;br /&gt;Tanpa didengar atau diketahui oleh sang Ibu, sang Ibu tidak pantang menyerah terus saja datang ke rumah kakak perempuan itu dan memberikan banyak barang. Namun lambat laun, tanpa disadari juga olehnya, dia merasa menyukai untuk selalu berkunjung ke rumah tersebut. Sepertinya dia memiliki suatu ikatan dengan keluarga tersebut.&lt;br /&gt;Suatu hari, tanpa disengaja, anak gadis itu mendengar pembicaraan mengenai ayahnya dengan sang Ibu artis tentang pria B. AKhirnya kebenaran itu pun terungkap. Hidup pria B tidaklah lama lagi. Tentu saja gadis itu langsung terkejut bukan main. Tanpa menunggu waktu lagi, dia langsung berlari menuju rumah dari lelaki itu, untuk menanyakan kebenaran itu. Saat itulah, penyesalan mulai merasuki dirinya. Dia baru menyadari kalau selama ini yang diucapkan oleh pria B adalah benar adanya. Dia sungguh-sungguh menyesal….&lt;br /&gt;Beban hatinya bertambah. Ketika menyadari kalau hidup dari pria yang sangat dicintainya tinggal sedikit lagi, dia bertekad untuk terus berada di samping pria B. Dan ternyata memang sudah waktunya. Pria B pun sering pingsan dan kepalanya sering kesakitan. Sampai akhirnya ketika sudah tidak kuat lagi, dia harus diopname di rumah sakit yang sama dengan pria A.&lt;br /&gt;Namun pria B melarikan diri, menyendiri ke sebuah resort dibantu oleh teman wanitanya. Gadis itu merasa sedih sekali dan mencari-carinya. Sampai akhirnya dia bisa mengetahui keberadaan pria B dari telephon teman wanita itu. Gadis itu pun pergi menyusul.&lt;br /&gt;Awalnya pria B menolak dan mengusir gadis itu untuk pulang saja. Tapi gadis itu tidak beranjak dan terus saja berjongkok di depan pintu bungalow milik pria B. Namun ketika sudah tengah malam, Pria B merasa tidak tega juga, akhirnya dia pergi keluar lagi dan mendapati kalau gadis itu sudah tertidur sambil masih berjongkok di depan pintu. Tanpa pikir apa-apa lagi, pria B langsung membopong gadis itu masuk dan membaringkannya di atas tempat tidur sedangkan dia sendiri tidur di sofa. AKhirnya beberapa hari, gadis itu pun menemani pria B, kemanapun dan dimanapun. Bahkan sampai-sampai gadis itu sudah rela menyerahkan seluruh dirinya kepada pria itu. Sebagai kenang-kenangan terakhir. Namun ternyata… pria B menolak. (Bisa diambil pelajaran, pria yang baik tidak pernah mengambil keuntungan dari gadis yang dicintainya dengan setulus hati). Bahkan semua photo-photo miliknya yang ada di dalam hape gadis itu dia delete. Dia sama sekali tidak menginginkan ada secuil kenanganpun akan dirinya dalam diri gadis itu. Dia tidak mau menyusahkan gadis itu. Dan dia pun pulang meninggalkan gadis itu sendirian di dalam kamar itu.&lt;br /&gt;Pagi harinya, gadis itu terbangun seorang diri. Dia pun langsung pergi keluar untuk mencari pria B. Namun ternyata yang dia temui malah pria A yang sudah menjemputnya dan dengan setia menunggunya. Ternyata Pria A telah menelephon pria B dan ada pembicaraan diantara mereka.  &lt;br /&gt;Hari-hari berikutnya, gadis tu sulit sekali untuk bertemu dengan pria B. Pria B selalu menghindar. Membuat gadis itu mulai kehilangan dirinya sendiri. Dia sering berbicara sendiri. Dia sering berkhayal. Dia sudah kehilangan akal sehatnya.&lt;br /&gt;Akhirnya Pria B memutuskan untuk menemui kembali gadis itu, dan gadis itu pun kembali ceria. Dia sudah bisa tertawa lagi dan berbincang-bincang dengan normal. &lt;br /&gt;Suatu hari, karena sudah tidak kuat untuk menahan rahasia yang sudah ditanggungnya selama bertahun-tahun, si ayah dari gadis itu berbicara dengan pria B tentang sang Ibu.&lt;br /&gt;“Jangan membenci wanita itu. Dia sama sekali tidak salah. Dia tidak mengetahui apa-apa. Akulah yang seharusnya kau salahkan.”&lt;br /&gt;Maka mengalirkan cerita dari mulut si ayah tentang hari itu. Hari dimana sang Ibu melahirkan bayi kembar dan tanpa diketahui olehnya telah diambil oleh managernya sendiri dan membuang bayi itu.&lt;br /&gt;“Saat itu, dia merupakan artis muda yang sedang bersinar. Dia melahirkan bayi dari lelaki yang sudah berisitri. Dia sudah sering menangis karena lelaki itu. Aku tidak sanggup untuk melihatnya menangis lagi. Karena itu aku harus terus membuatnya bahagia. Aku harus menyelamatkannya dari kehancuran. Tidak ada jalan lain, aku harus melakukannya. Aku harus menyingkirkan bayi itu. Kalau kau mau benci, bencilah padaku. Kalau kau mau marah, marahlah padaku. Bunuh aku kalau itu memang kau inginkan. Tapi tolong…. Jangan kau benci dia. Jangan katakan ini padanya.”&lt;br /&gt;Pria B memang emosi begitu mendengar kenyataan itu. Dia pun langsung pergi meninggalkannya. Dia tidak mau menerima kenyataan itu. Karena kalau dia menerima kenyataan itu. Itu akan membuatnya merasa bersalah karena selama ini telah dendam pada ibunya sendiri.&lt;br /&gt;Pada suatu malam, pria A pun datang berkunjung ke rumah pria B. Pria B tentu saja merasa heran. &lt;br /&gt;“Aku baru tahu kalau kamu pria yang baik.” Ucap pria B.&lt;br /&gt;“Pada dasarnya aku memang pria yang baik. Hanya karena tekanan darimulah aku menjadi jahat.” Jawab pria A.&lt;br /&gt;Mereka pun minum sampai jauh malam. Membicarakan segala hal. Sampai akhirnya mereka membicarakan ibu mereka.&lt;br /&gt;“Apa kamu tahu, kalau aku hanyalah anak angkat?” ucap pria A.&lt;br /&gt;Mendengar pernyataan itu, pria B kaget. Tanpa menunggu jawaban, pria A melanjutkan ceritanya.&lt;br /&gt;“Karena begitu sedih telah kehilangan anaknya, ibu memutuskan untuk mengangkat seorang anak. Dan anak itu adalah aku. Kamu tahu… dia rela melakukan apapun, memberikan kasih sayang yang begitu besarnya, menyerahkan seluruh cintanya, bahkan rela melawan semua orang yang berani menentang anaknya hanya demi seorang anak yang sama sekali tidak memiliki setetespun hubungan darah dengan dirinya. Ibu seperti itulah…. Ibu kita…,”&lt;br /&gt;Dan pria B pun bermaksud untuk membuktikan itu semua. Suatu hari ketika di rumah sakit, dia menawarkan dirinya untuk mengantarkan sang Ibu pulang untuk berisitirahat sebentar setelah lelah menunggu sang anak, si pria A. Entah mengapa, kali ini sang Ibu tidak menolak. Dia menerima permintaan itu dan bersedia untuk diantarkan pulang walaupun masih dengan kecerewetan dan ucapannya yang tajam.&lt;br /&gt;Ketika sudah tiba di dalam rumah yang cukup mewah yang terasa sangat nyaman itu, sang Ibu mempersilahkan pria B untuk duduk dulu, karena dia mau ganti baju dulu.&lt;br /&gt;Selama ditinggal itulah, pria B berjalan mengamat-amati seluruh ruangan keluarga itu. Dimana di salah satu dinding terpampang sebuah photo yang sangat besar yang menggambarkan kehangatan hubungan antara sang Ibu dengan sang anak, pria A. Pria B terus memandanginya sambil terus mengingat-ingat akan perbuatannya dahulu pada sang Ibu dan sang anak. Tak lama kemudian, sang Ibu pun sudah selesai dan mengajak pria B untuk segera kembali kerumah sakit karena dia merasa tidak tenang meninggalkan anak kesayangannya sedang sekarat di rumah sakit. Tapi tiba-tiba tanpa disangka-sangka, pria B mengajukan sebuah permintaan.&lt;br /&gt;“Aku lapar… bisakah kau membuatkanku semangkuk mie,”&lt;br /&gt;Tentu saja sang Ibu merasa heran dan agak keberatan karena otaknya terus berpikir tentang anaknya yang ada dirumah sakit. Semula sang Ibu menolak, tapi dengan keukeuh sambil memohon-mohon, pria B terus memintanya.&lt;br /&gt;“Tolonglah… tolong buatkan aku semangkuk mie…., aku sangat lapar…, tolong…,” lirihnya.&lt;br /&gt;Akhirnya karena tidak tega, sang Ibu pun membuatkan pria B semangkuk mie. Dan segera menyuguhkannya. Pria B pun segera memakannya. Sang Ibu meninggalkan sebentar pria B untuk mengambil sesuatu. Sambil makan, pria B terus saja merenung, mengingat-ingat. Mungkin pikirannya berkata seperti ini, “Apakah ini rasanya mie yang dimasak oleh ibu sendiri?” dan itu membuatnya menangis. Tanpa bisa manahannya lagi, dia segera pamit kepada sang Ibu. Tentu saja sikapnya itu membuat sang Ibu keheranan bukan main. Agak merasa kesal, tapi mungkin ada sedikit naluri ibu dalam hatinya, sang ibu pun merasa agak sedikit sedih. Dia juga menangis. Dan dia tidak tahu kenapa dia menangis. &lt;br /&gt;Ternyata pria B tidak langsung pulang, dia masih ada di luar rumah itu, masih memperhatikan sang ibu dengan seksama. Masih menangis, masih mengingat-ingat semua perbuatannya pada ibu itu. Pembalasan dendamnya yang ternyata tidak berarti. Kemudian dia bersujud pada ibunya.&lt;br /&gt;“Ibu, begitu besar cintamu. Kalau aku lahir kembali…, aku mau lahir kembali dari rahimmu. Dan saat itu, aku pasti akan menjadi anak yang baik dan bisa dibanggakan oleh dirimu. Maafkan anakmu ini…,”&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, pria B memutuskan untuk pergi bermotor sendirian. Dia berdandan dengan gayanya yang dulu ketika menjadi anggota mafia di Australia. Ketika sedang bermotor itulah, dia merenung,&lt;br /&gt;“Aku dilahirkan dan hidup sendirian di dunia ini. Maka… biarlah aku meninggalkan dunia ini juga dalam kesendirian.”&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Setahun kemudian, digambarkan gadis itu sedang berada di Australia, sedang mengenang masa lalunya bersama pria B, pria yang sangat dicintainya. &lt;br /&gt;Diwaktu yang sama, pria A sudah terlihat sangat segar sekali. Tidak terlihat lagi wajah pucat dan lemah dalam dirinya. Dia akan melakukan konser tunggalnya di Korea. Tentu saja disertai oleh sang ibu yang tertawa dengan ceria dan sangat bangga pada anaknya.&lt;br /&gt;Gadis itu berhenti di depan makam pria B. Dalam batu nisannya, bertuliskan “I’m Sorry, I Love You.” Gadis itu pun duduk bersimpuh di pinggir makam, sampai akhirnya dia berbaring di sisi makam, sambil terus bernostalgia mengingat masa lalunya yang membahagiakan bersama pria B.&lt;br /&gt;“Untuk pria yang memiliki cinta yang begitu besar dan rela mengorbankan dirinya, mana mungkin aku sanggup meninggalkannya seorang diri…,”&lt;br /&gt;Dan gadis itu pun diberitakan meninggal di samping makam pria itu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Kisah pun berakhir, satu pihak mengalami kebahagiaan tiada tara, yaitu sang ibu dengan anak tersayang satu-satunya. Sang Ibu yang sampai kapanpun tidak akan pernah mengetahui kebenaran yang sejati perihal anaknya. Semua itu dilakukan untuk kebahagiaannya semata. Dilakukan oleh orang-orang yang rela berkorban untuknya. Namun pihak lainnya Pria B dan gadis itu harus berkorban demi kebahagiaan orang lain. Kebahagiaan orang yang disayangi dan dicintainya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-5746630046703047636?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/5746630046703047636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=5746630046703047636' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/5746630046703047636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/5746630046703047636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/03/miyane-sarange.html' title='Miyane, Sarange'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-2722439550695357511</id><published>2009-03-12T11:59:00.000+07:00</published><updated>2009-03-12T12:00:03.384+07:00</updated><title type='text'>Mencari Dawai First episode</title><content type='html'>First from my list&lt;br /&gt;11 February 2008,&lt;br /&gt;Dear Me,&lt;br /&gt;Hari ini, aku datang telat karena aku harus berangkat sekolah naik bis yang aku sama sekali tidak tahu kalau banyak sekali orang-orang yang juga berangkat kerja dan sekolah, sehingga aku harus menunggu bis yang kosong (tapi tentu saja itu merupakan hal yang sangat mustahil). Akhirnya aku memberanikan diri untuk naik ke dalam bis ke lima yang lewat di depanku (dan tentu saja masih sangat penuh sekali, karena aku tidak dapat tempat duduk!). Dan aku anggap kalau aku sudah mengalami kemajuan yang lumayan berarti, yaitu naik bis. Bukan hal yang membanggakan, tapi bagiku yang sudah seumur hidup selalu naik kendaraan pribadi merupakan hal yang berat dan luar biasa. Oh, tapi sebenarnya tidak juga, karena seminggu yang lalu aku selalu naik bis berkeliling Jakarta dan juga pergi ke Villa di Puncak. (kalau kupikir-pikir, ternyata aku orangnya nekad juga ya?)&lt;br /&gt;Ketika sampai disekolah, bu Aminah tidak memarahi diriku karena datang telat. Beliau malah senang sekali melihat diriku. Mungkin itu juga karena aku sudah tidak masuk hampir selama dua minggu lebih dan juga karena wajahku yang sudah sangat pucat. (jangan tanyakan aku tahu darimana, ya!)&lt;br /&gt;Begitu aku duduk di bangku, aku tersenyum pada teman sebangkuku Sofia, dan aku baru sadar kalau selama ini aku terlalu bersikap cuek padanya, karena kulihat dia sangat terkejut dengan perubahan sikapku yang tiba-tiba tidak masuk selama 2 minggu dan begitu masuk langsung berubah menjadi sangat ramah. Aku pun tersenyum pada Imel dan Evi yang duduk di depanku. Mereka juga sangat terkejut sekali, tapi mereka tidak banyak komentar karena pelajaran sedang berlangsung.&lt;br /&gt;Tapi ternyata Sofia mencuri-curi waktu ketika kami sedang menyelesaikan soal matematika yang diberikan oleh bu Aminah untuk bertanya padaku.&lt;br /&gt;“Wai, dua minggu kemana aja?” bisik Sofia berhati-hati dengan sikapnya, mungkin takut menyinggungku. Dan aku juga baru sadar kalau sepertinya enam bulan kemarin aku seringkali marah-marah padanya, atau mungkin nada suaraku yang selalu memarahinya.&lt;br /&gt;“Nggak kemana-mana, kok! Aku dirumah aja!” jawabku tersenyum tipis sambil menoleh padanya.&lt;br /&gt;Sofia tambah shock melihat senyumku dan itu ternyata cukup membuatku geli juga melihat ekspresi wajahnya yang sering terlihat di dalam film-film kartun Jepang.&lt;br /&gt;“Lo sakit apa?” tanya Sofia lagi masih penasaran.&lt;br /&gt;“Nggak sakit apa-apa, aku sehat-sehat aja!” &lt;br /&gt;“Tapi katanya lo sakit?!”&lt;br /&gt;Aku masih tersenyum melihat kekeras-kepalaan Sofia, akhirnya aku menyerah, “Iya, aku sakit, tapi nggak serius, kok! Kan sekarang sudah bisa masuk sekolah lagi.”&lt;br /&gt;“Mau pinjem catatan gue selama lo nggak masuk?” tawar Sofia entah kenapa baik hati sekali, padahal kemarin-kemarin aku selalu bersikap kasar padanya dan tentu saja itu membuatku menjadi sangat tersentuh.&lt;br /&gt;“Makasih! Oiya, nanti makan siang dimana?” &lt;br /&gt;“Biasa, di kantin aja. Kenapa? Lo mau ikut?”&lt;br /&gt;“Iya, boleh kan?” &lt;br /&gt;Sofia kaget lagi mendengar jawabanku yang tidak biasanya. Biasanya aku selalu menjawab seperti ini, “Tidak! Terima kasih, aku sudah bawa bekal!” tentu saja dengan ekspresi dingin dan suara datar. Tapi mendengar jawabanku kali ini sepertinya sudah membuat jantungnya terus berdenyut sehingga membuatnya agak kecapean, karena bulir-bulir keringat terlihat mengucur dari kedua pelipisnya.&lt;br /&gt;“Tentu saja aku memang bawa bekal. Tapi nggak masalah, dong, kalau aku mau memakannya bersama kalian di kantin?” tanyaku lagi.&lt;br /&gt;Sofia langsung membenarkan ekspresi wajahnya, “Tentu saja boleh! Nggak ada peraturan yang melarang itu, kok!” &lt;br /&gt;Akhirnya jadilah pada hari itu aku pergi makan siang bersama Sofia di kantin. Tentu saja itu membuat Imel amat sangat keheranan. &lt;br /&gt;“Lo nggak lagi sakit, kan, Wai?” tanya Imel memastikan ketika kami sudah berada di dalam kantin.&lt;br /&gt;“Aku sudah sehat, kok!” jawabku sekenanya.&lt;br /&gt;Kemudian dari sudut mataku, kulihat Imel berbisik sesuatu pada Sofia, dan kulihat juga Sofia hanya mengangkat bahunya. &lt;br /&gt;Hari itu kupikir sudah cukup aku memenuhi list no.1, berteman. Walaupun mungkin belum berjalan terlalu baik, karena kelihatannya semua orang terlihat kaget dengan perubahanku yang sangat drastis. Tentu saja, siapa sih yang nggak kenal “Gunung es yang tak terkalahkan dari kelas 10-1”? Satu sekolah ini tidak akan ada yang tidak kenal! Walaupun kemarin aku selalu diam dan berkesan cuek, tapi aku selalu memperhatikan dan mendengar apa saja yang dibicarakan tentang diriku.&lt;br /&gt;Hari kedua, aku sudah tidak terlambat lagi masuk sekolah, karena Pak Sani ngotot mengantar aku ke sekolah. (Mungkin karena kemarin dia melihatku menunggu bis selama hampir satu jam dipinggir jalan). Kupikir karena list no.2 sudah tercapai, yaitu pergi ke sekolah naik bis, jadi tidak apa-apa kalau kuseling dengan naik kendaraan pribadi tentu saja.&lt;br /&gt;Hari ini, anak-anak sudah bisa menerima perubahan sikapku yang sudah mulai bisa tersenyum dan berbicara dengan mereka. Walaupun sebenarnya masih ada juga yang penasaran dengan perubahan sikapku. Seperti Maria ini.&lt;br /&gt;“Eh, Wai, lo beneran abis sakit, ya?” tanyanya iseng. Kubilang iseng karena sebenarnya aku sudah menjawabnya kemarin berkali-kali.&lt;br /&gt;Aku menganggukkan kepalaku, “Tapi sudah sembuh, kok!”&lt;br /&gt;“Apa kemarin-kemarin sebenarnya lo juga lagi sakit panas karena jutek banget?” sambung Lita yang langsung di cubit Vita karena mereka berdua takut kena semprot sama diriku (yang kemarin-kemarin).&lt;br /&gt;“Aku yang kemarin, ya memang aku. Dan aku yang sekarang juga aku. Sama aja, kok!” senyumku.&lt;br /&gt;“Gimana, ya… sebenarnya lo yang kemarin juga menarik, sih! Si Jenius yang pendiem dan jutek abis tapi enak buat digosipin. Kalo lo yang sekarang kayaknya jadi nggak beda kayak kita-kita, deh!” timbrung Ega yang baru bergabung dan sepertinya sengaja memakai kata-kata kasar itu.&lt;br /&gt;“Ah…, jadi aku seperti itu dimata kalian, ya? Nggak masalah, sih! Tapi bukannya justru lebih enak kalau aku seperti ini?” balasku masih dengan senyum diwajah.&lt;br /&gt;“Iya, Ga, lo nggak usah jadi syirik gitu kalau tiba-tiba Dawai jadi ramah banget!” bela Sofia yang kelihatannya paling bahagia dengan perubahan sikapku.&lt;br /&gt;“Iya, bagi gue, sih, Dawai yang ini lebih menyenangkan, soalnya jantung gue nggak deg-degan terus setiap mau negur dia atau mau nanya pelajaran yang nggak gue ngerti. Ya Dawai, ya?” sambung Imel meminta persetujuanku.&lt;br /&gt;“Tapi kok lo bisa berubah sedrastis itu, sih? Sebenarnya apa yang lo lakukan selama 2 minggu kemarin?” tanya Maria masih penasaran.&lt;br /&gt;“Ah, lupakan-lupakan! Tidak usah dibahas-bahas lagi, ya!” jawabku.&lt;br /&gt;“Iya, nih, kalian kok nggak bisa membiarkan Dawai cantik ini jadi lebih ramah, sih?” tiba-tiba Jeffry nimbrung dan langsung nongol di sebelahku, “Mau makan siang bareng gue nggak, Wai?” senyum Jeffry wajahnya dekat sekali dengan wajahku.&lt;br /&gt;“Boleh!” jawabku singkat.&lt;br /&gt;Jeffry langsung tertawa kegirangan dan ngeloyor pergi meninggalkan kami.&lt;br /&gt;“Jangan mau makan siang bareng Jeffry, Wai!” tiba-tiba Imel menasihatkan.&lt;br /&gt;“Kenapa?” &lt;br /&gt;“Paling nanti lo yang disuruh bayar!” ucapnya.&lt;br /&gt;“Tidak masalah!” &lt;br /&gt;Tiba-tiba Sofia dan Ega tertawa dan itu membuat Maria kebingungan.&lt;br /&gt;“Kalian mentertawakan apa?” tanya Maria.&lt;br /&gt;“Nggak, Imel kan suka sama Jeffry makanya dia melarang Dawai buat makan siang bareng!” cengir Ega membuat wajah Imel langsung memerah.&lt;br /&gt;“Ega, apaan, sih! Usil amat!”&lt;br /&gt;“Lo naksir sama Jeffry? Nggak boleh! Jeffry udah buat gue!” omel Maria.&lt;br /&gt;“Kan masih Cuma naksir, Mar, nggak usah sewot gitu, dong!” bela Sofia ke Imel.&lt;br /&gt;“Iya, Mar, lagian kan lo juga naksir sama Darius. Nah, karena Imel naksir Jeffry, lo sama Darius aja! Gimana? Saran yang brilian banget kan?” ucap Ega cengirannya melebar.&lt;br /&gt;Maria nggak menjawab, dia hanya diam saja dengan bibir manyun. Sepertinya ucapan Ega sangat mengena karena dia tidak bisa membantahnya.&lt;br /&gt;“Iya, Mar, lagipula Jeffry kan ketombean!” desis Evi  mengagetkan kami yang tiba-tiba nimbrung aja karena sedari tadi dia hanya diam saja dan berkesan tidak perduli dengan perbincangan kami.&lt;br /&gt;Maria dan Imel kaget mendengar kenyataan baru di telinga mereka tersebut. Mereka berdua nggak bisa berkomentar.&lt;br /&gt;“Waktu itu Jeffry lagi make kaos hitam di balik kemeja putihnya, dan gue lihat di kaos hitamnya itu banyak sekali bintik-bintik putih mirip ketombe. Dan gue sama Jeffry udah dari SD satu sekolah. Waktu SD dia itu kutuan, lho!” sambung Evi masih dengan desisannya yang membuat ucapannya makin berkesan dalam.&lt;br /&gt;JREEENNG! Maria dan Imel membeku. Sedangkan Ega, Sofia, Vita dan Lita langsung cekikikan. Melihat mereka semua tertawa entah mengapa membuatku juga tertawa. &lt;br /&gt;Kupikir, list yang aku buat sudah empat point yang terpenuhi. &lt;br /&gt;No.1, berteman&lt;br /&gt;No.2, naik bis ke sekolah&lt;br /&gt;No.3, makan siang bareng teman-teman di kantin&lt;br /&gt;No.4, ngegosip&lt;br /&gt;Aku tersenyum melihat list-list itu jadi memendek. Ternyata 100 wishes ini bukan hal yang mustahil. Dan aku merasa sangat lega sekali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-2722439550695357511?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/2722439550695357511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=2722439550695357511' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2722439550695357511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2722439550695357511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/03/mencari-dawai-first-episode.html' title='Mencari Dawai First episode'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-3394090591780129830</id><published>2009-03-12T11:58:00.000+07:00</published><updated>2009-03-12T11:59:17.993+07:00</updated><title type='text'>2+1=???</title><content type='html'>Hari Senin kemaren, 9 Maret 2009, merupakan hari libur nasional, dan merupakan hari pernikahan salah satu temen SMP gue, Siti Syarah namanya. Dan entah mengapa, walaupun ortu gue juga diundang, gue nelephon salah satu temen deket gue dari SMP, Leny namanya, buat ikut sama gue ke kondangan Syarah. Leny aja sampe ngomel,” tahu lo pergi sama nyokap lo, ngapain ngajak gue? Gue kan mau dirumah aja, istirahat, tidur.” Ah, tapi ken bae lah! Biarin aja. Nanti juga baek lagih. Karena sebenarnya gue udah niat banget pengen pergi nonton sama si Leny ini, entah nonton apa, pokoknya jalan aja dulu! Dan ternyata… nyokap gue ikut! Mwahahahaha….. jadilah tiga-sekawan-tidak-imbang ini pergi hang-out ke mall yang bernama kepala gading. (Tapi sebenarnya kalo umur gue sama Leny digabungin, jadi seimbang sama umur nyokap, sih!)&lt;br /&gt;Cerita berlanjut dengan diiringi ujan deras namun untungnya kami terlindungi di dalam mobil-yaris-hitam-yang-nyaris-jarang-sekali-dicuci ini jadi sekalian bersihin mobil itung-itung irit air sama sabun (well… global warming bo! – itu mah emang yang makenya aja males ya!), kami pun berangkat menuju mall kelapan gading yang seperti kita ketahui, kompleks pertokoan itu terdiri atas Lapiazza, kelapa gading 1, kelapa gading 2 dan kelapa gading 3.&lt;br /&gt;Berhubung niatnya emang mau nonton, dan juga berhubung gue tahunya Cuma satu bioskop yang ada di kelapa gading 1, jadilah kita jalan ke sana setelah berhasil mendapatkan parkiran dengan susah payah saling menyalip dan menyerobot dengan mobil lainnya (nggak ding! Ga sampe segitunya kok!). Setelah sampai di depan bioskop, kita berdua pun merasa sangat kecewa. Kenapa berdua? Karena nyokap gue nggak tahu menahu dengan film-film yang sedang beredar dan baru kali ini pergi ke bioskop. (Sumpah! Nyokap gue dari sejak tinggal di Tasik itu udah termasuk orang kota, kok!) Masalahnya film-film yang ada itu hanya menyiarkan (kayak siaran radio aja) film-film Indonesia aja, yang ternyata temen gue paling males nonton film Indonesia, padahal gue udah mau nonton film Kambing Jantan tuh! &lt;br /&gt;Namun ketika mata ini mengedarkan pandangan ke pelosok bioskop yang padahal bebas dilewatin sama semua pengunjung, mata gue menangkap papan iklan film yang sedang tayang di XXI gading. Lah, gue baru ngeh dong kalau ternyata ada bioskop laen di kelapa gading ini. Oalaahhh…. Jadilah gue nanya kesalah satu petugas dimana letak XXI yang ternyata ada di kelapa gading 3. Namun ketika sedang dalam perjalanan, salah satu temen gue, Erwan namanya, nelephon, dia nanya.&lt;br /&gt;“Kapan komiknya mau dibalikin?”&lt;br /&gt;Aduh jadi ketahuan kalau gue sering ngerampok komik orang lain. Nggak ding, gue minjem di taman bacaan, kok! Tapi minjemnya pake nama dia, dan dia juga yang bayarin. Sekali lagi… huehuehuehue…&lt;br /&gt;“Lo lagi dimana?” tanya Erwan lagi.&lt;br /&gt;“Lagi dikelapa gading, Wan! Kenapa?”&lt;br /&gt;“Weits, kelapa gading, ngapain? Sama nyokap?”&lt;br /&gt;“Yo-I, sama siapa lagi, Wan, mau nonton nih!”&lt;br /&gt;“Cieh, mau nonton! Nonton filmnya Brad Pitt aja, The Chronicles of … Button,”&lt;br /&gt;Well… gue lupa judulnya, :-D&lt;br /&gt;“Iya, tadinya gue juga mau nonton itu, tapi di bioskop yang ditayangin Cuma film Indonesia aja. Nih makanya mau jalan ke XXI, mau nonton filmnya will Smith apa nggak Push.”&lt;br /&gt;“Lho, ngapain ke XXI? Ke Lapiazzanya aja,”&lt;br /&gt;“Hah? Mangnya ada bioskopnya?”&lt;br /&gt;“Ya ada-laaah! Gimana sih! Ke sana aja.”&lt;br /&gt;“Oh… iya, deh! Eh tapi emangnya di lapiazza tiketnya berapa?”&lt;br /&gt;“Tiketnya Cuma dua puluh lima, kalau di XXI bisa tiga puluh lima ribu.”&lt;br /&gt;Dan tanpa pikir dua kali, gue langsung memutuskan untuk nonton di lapiazza aja. So… jadilah kita bertiga berjalan menyusuri lorong-lorong (udah kayak di rumah sakit aja nyebutnya lorong-lorong!), koridor-koridor yang menuju lapiazza menuju bioskop dengan sangat percaya dirinya tanpa bertanya sama sekali dimana tepatnya letak bioskop tersebut. Dan ternyata pepatah, “Malu bertanya sesat dijalan” (ditambah ke-sotoy-an gue) sangat betul sekali saudara-saudara. Itulah yang kami bertiga alami. Nyasar sampai ke ujung lapiazza tanpa menemukan sang bioskop tersebut. &lt;br /&gt;Saat itu gue merasa sangat berdosa dan kasihan sekali sama nyokap gue sendiri. Kesannya kan kayak gue ngerjain beliau gituh! Padahal sumpah gue nggak bermaksud begitu! Akhirnya setelah istirahat selama beberapa saat kita memutuskan untuk balik lagi ke 21 aja, nonton Kambing Jantan, walaupun temen gue masih ragu-ragu gitu.&lt;br /&gt;Dan ternyata pepatah “Jangan setengah-setengah” itu sangat benar sekali saudara-saudara. Karena ketika diantara kami ada yang ragu-ragu untuk nonton, disertai oleh kecerewetan nyokap gue dalam bertanya, “Sholat maghribnya dimana? Gimana? Kalau lewat maghrib mama nggak mau ah!”&lt;br /&gt;Dan akhirnya setelah perdebatan yang cukup sengit, kita bertiga memutuskan untuk makan aja! Jadilah kami turun ke lantai satu.&lt;br /&gt;Di lantai satu, kami bertiga sempat berdiri agak lama ditengah-tengah koridor di antara banyak sekali tempat yang tersedia masih menjalankan demokrasi, rapat untuk memutuskan akan makan dimana. Kemudian kami masuk ke Gokkana Teppan. Dan setelah kami duduk dan memilih-milih menu, ternyata nyokap gue males makan disana, dengan alasan mau makan yang berkuah aja, yang seger-seger. Jadilah kami keluar lagi. Dan kali ini tanpa perlu waktu lama, kami bertiga memutuskan untuk makan di Pizza Hut aja! (Gubrak!)&lt;br /&gt;Dari hang-out bareng ini, ternyata temen gue itu cepet banget akrabnya sama nyokap gue. Dia nyambung sama nyokap ketika membicarakan tentang “Lidah Buaya”, which is… itu menyangkut dunia tanam-menaman yang sangat-sangat-sangat jauh sekali dari dunia gue selama ini walaupun kalau boleh jujur ada banyak sekali tanah terhampar di halaman rumah gue. Gue jadi cengok, nggak nyambung dan merasa terasing gitu dari obrolan mereka berdua. Hiiii….. nyeremin banget! Tapi untungnya mereka nggak lama-lama amat ngobrol membahas itu karena kita keburu sholat maghrib.&lt;br /&gt;Dari sana, gue jadi nyadar tentang diri gue sendiri, ternyata pengetahuan gue masih sedikit banget yah! Pengetahuan yang gue tahu itu nggak jauh dari komik, novel, fashion, dan hal-hal lainnya yang (hanya) menarik minat gue sendiri, yang kalau gue pikir-pikir, sebenarnya pengetahuan gue itu masih sebatas pengetahuan anak TK, SD, SMP, SMA. Masih kekanak-kanakan gitulah, dengan segala keegoisan gue ini.&lt;br /&gt;Selain itu gue jadi mikir, “Aduh, sayang banget, Leny itu perempuan ya! Coba laki-laki….,” hehehehe…&lt;br /&gt;Well… hang-out berakhir setelah kita puas menelusuri mall sampai ke ujung kelapa gading 3, sampai betis berkonde, sampe udah merasa sedih banget karena nggak bisa belanja baju yang lagi di sale dan sangat diinginkan akibat tidak punya uang sendiri. Karena gue teman yang sangat baik, gue pun nganterin Leny sampai depan gang rumahnya, yang seperti biasanya pasti Leny membawa banyak sekali komik gue, yaitu Harlem Beat, salah satu komik kesayangan gue dari nomor 1 sampai 29. Well… perampok pun ada kalanya dirampok bukan? Gue juga kalo maen ke rumah Leny pasti ngerampok buku-bukunya, kok! Dan akhirnya sekali lagi…. Huehuehuehue…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-3394090591780129830?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/3394090591780129830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=3394090591780129830' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/3394090591780129830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/3394090591780129830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/03/21.html' title='2+1=???'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-780618678716281823</id><published>2009-03-12T11:56:00.000+07:00</published><updated>2009-03-12T11:58:11.549+07:00</updated><title type='text'>hadir lagi</title><content type='html'>Udah lama banget nggak posting nih! Soalnya kemaren-kemaren gue lagi sibuk ngabisin novel yang lagi gue pinjem dari Om Hans, sih! Yaitu Lelaki Terindah by Andrei Aksana, dua novel luar negeri judulnya Humano Morphs dan juga Brisingr, novel ketiga Christopher Paolini yang masih bersambung dibuku keempatnya. Jadi gue sama sekali nggak punya waktu buat buka-buka computer dan untuk mantengin layar computer mengedit tulisan gue sendiri. Hehehehe. Sampe-sampe gue juga nggak sempet ngepel dan menyetrika baju sendiri , tumpukannya aja sampe melebihi setengah meter loh! Gila kan! Males banget yak gue! Well… jangan nyalahin gue dong, gue kan sibuk. Sibuk Jaga toko, sibuk belanja, sibuk jalan-jalan, sibuk baca novel, sibuk tidur, sibuk maen, huehuehuehue….!!&lt;br /&gt;Pasti setelah gue cerita sifat-sifat males gue yang diatas cowok-cowok langsung pada ilfil, deh! Aha! Emang gue pikirin. Justru itulah yang akan gue bahas sekarang ini.&lt;br /&gt;Well… gue tipe yang pemikir, bahkan saking pemikirnya, kata temen gue, terkadang gue memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak usah dipikiran tapi cukup dimaklumin apa adanya aja. Hmm… begitulah kurang lebih. Saking pemikirnya, gue pernah mecahin rekor kirim sms 60 kali dalam sehari lho! Gila kan? Tapi tenang aja, pulsanya lagi gratisan kok! Jadi gue nggak rugi apa-apa. Sekali lagi… huehuehuehue…&lt;br /&gt;Berhubung gue masih single dan belum menikah, terkadang gue mikir, kehidupan pasangan yang sudah menikah dan sedang mengarungi bahtera rumah tangga itu bagaimana ya? Kadang kalau gue lihat satu pasangan, gue mikir gini. &lt;br /&gt;“Eh, si cowok apa nggak jadi ilfil, ya, begitu tahu kalau si cewek ternyata jorok, males bersih-bersih kamar, jarang nyikatin kamar mandi, bangunnya siang, kalo tidur udah kayak kebo, bahkan kalau ada geledek pun tidurnya nggak akan terganggu, manja abis, keras kepala dan segala keburukan lainnya?”&lt;br /&gt;Well… kenapa gue mikir itu? Karena gue diajarin kalau setelah jadi istri gue harus melayani suami gue dengan sepenuh hati dan sangat baik. Sebagai contoh, bangun pagi, nyiapin sarapan, terus kalo suami udah berangkat kerja, nyapu, ngepel, bersih-bersih rumah gitulah, masak lagi, yah semacam itulah. Dan ternyata kawan-kawan, gue ini tipe kalong. Kuat tidur malem, susah bangun pagi. Sekali lagi, huehuehuehue….&lt;br /&gt;Dan gue jadi mikir, wah gue tipe cewek yang tidak baik dong yah! Masalahnya gue selalu mood buat nulis setiap malam hari. Pernah gue coba nulis siang hari, yang ada gue malah maen aja sampai puas-puas-puas! Gimana coba? Bisa selingkuh laki gue kalo gitu, nggak mendapat pelayanan memuaskan dari sang istri. Walaupun bilangnya nerima, pasti deh, jangan mengelak, ada dalam jiwa laki-laki, hasrat untuk selalu dilayani dan dinomor satukan. Iya kan? Iya kan??&lt;br /&gt;Eh terus gue mikir lagi, “Ah…., ternyata nggak semua istri itu bisa bangun pagi, kok! Ada juga yang kayak gue, susah bangun pagi dan males banget, oleh karena itu mereka mempekerjakan seorang asisten rumah tangga. Tapi rumah tangganya masih fine-fine aja!”&lt;br /&gt;Yah, namanya juga pembelaan diri. Boleh dong?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-780618678716281823?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/780618678716281823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=780618678716281823' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/780618678716281823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/780618678716281823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/03/hadir-lagi.html' title='hadir lagi'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-6272884909508664944</id><published>2009-02-12T11:23:00.000+07:00</published><updated>2009-02-12T11:55:58.743+07:00</updated><title type='text'>Manasik Haji</title><content type='html'>Tahu nggak, selama gue nggak kerja, gue udah dua kali ikut acara TK keponakan gue. Yang pertama tahun 2007, acaranya lomba mewarnai TK se Jakarta Timur di Taman Mini Indonesia Indah yang tentu saja pesertanya bejubel banget!&lt;br /&gt;Waktu ikut, gue jadi supir, alias kita naik kendaraan pribadi. dan ada untungnya juga naik kendaraan pribadi karena setelah itu bisa bebas keliling-keliling taman mini, tapi tentu saja dengan resiko gue yang capek. Ah, tapi tenang, segitu sih nggak ada apa-apanya. Bandung aja nyampe, kok! Cuma ke Ciamis aja yang belon pernah. belom boleh soalnya. Hehehehe.&lt;br /&gt;Tapi lucu juga sih! Pasalnya pesertanya cuma satu (maksudnya si anak itu tentu saja), tapi yang nganterinnya tuh bisa emaknya, bapaknya, neneknya, tantenya. yaah... contohnya keluarga gue deh! Yang ikut lomba kan ponakan gue doang, Fathan. Tapi yang nganterin ada emaknya, neneknya, adeknya dan tentu saja tantenya. hehehehe... makanya nggak heran kalu maceeeettt... banget pas mau masuk pintu depannya. tapi pulangnya sepi sih! Soalnya udah sore sekitar habis ashar gitu.&lt;br /&gt;Tapi pas tahun 2008 kemaren gue nggak ikut lagi. soalnya TKnya tetap meminta bayaran ke orang tua yang nggak mau ikut bis walaupun naik kendaraan umum juga. bayarnya kalau nggak salah saat itu 80ribu. kan rugi. Akhirnya teh Sulis berdua aja sama Fathan naik bis bareng temen-temn yang lainnya. Rafif dititipin sama kita semua. Untung anaknya bageur, nggak nangis lho! Nggak nyariin juga. kayak ngerti gitu. pinter deh!&lt;br /&gt;Nah hari ini, 12 Februari 2009, gue baru aja nganterin Fathan manasik haji ke pondok gede. Dan gue baru inget lagi bagaimana manasik haji ketika kecil itu. Awalnya sih gue nggak niat nganterin. jadinya habis shubuh gue yang masih nyantai-nyantai gitu di kamar sebelum berangkat ke toko. Tapi tiba-tiba mama masuk kamar tanpa ketok dulu dan langsung bilang.&lt;br /&gt;"Na, kamu anterin Fathan dulu, deh! Soalnya se Jakarta Timur, takut gurunya kerepotan, tahu sendiri Fathan kayak gimana, nggak bisa diem."&lt;br /&gt;Ya udah, akhirnya jadi deh gue nganterin dengan memakai baju serba putih. asli putih semua. bener-bener berkesan bersih dan suci dari dosa deh! hehehe&lt;br /&gt;Tapi ternyata ada aja temen-temennya Fathan yang nggak dianterin nyokapnya lho! dan selama di sana gue sampe ngejagain dua orang temen Fathan lainnya. Akmal dan Saddam.&lt;br /&gt;Mereka kalau ngobrol lucu deh! Pernah denger anak kecil kalo lagi ngobrol nggak?&lt;br /&gt;Dan gue kira keponakan gue aja yang punya wajah halus mirip anak perempuan, nggak tahunya ada juga temennya Fathan yang wajahnya halus, semyumnya lucu deh kayak kelinci. ibunya juga masih muda, cantik dan modis. paling seumuran gue (jadi malu!), namanya Bintang, rambutnya keriting banget! tapi lucu.&lt;br /&gt;Nah ada kejadian lucu di sana. pas semuanya udah pada baris dan panitianya lagi menyampaikan kata sambutan. ketika semuanya pada tenang, tiba-tiba terdengar bunyi Toa, "nguuuuuuung..." ribuuuut banget! Bu gurunya Fathan langsung ribet matiin tuh alarm. setelah mati, bu guru nanya-nanya.&lt;br /&gt;"Bintang yang mencet ya?" tentu saja bintang bilang tidak.&lt;br /&gt;Akhirnya bu guru melirik ke Fathan dan keliatan curiga, "Fathan ya?"&lt;br /&gt;Dan Fathan yang hanya menunduk, tidak menjawab, diam saja.&lt;br /&gt;Dasaaarrr.... ternyata ponakan gue nggak dirumah nggak disekolah nggak dimana-mana pasti iseeeengg....!!!!&lt;br /&gt;dan ternyata, nemenin anak TK jalan-jalan tuh capek banget ya! Nggak kebayang deh kalau itu anak gue sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-6272884909508664944?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/6272884909508664944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=6272884909508664944' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/6272884909508664944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/6272884909508664944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/02/manasik-haji.html' title='Manasik Haji'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-1438747279751632110</id><published>2009-02-09T16:16:00.000+07:00</published><updated>2009-02-09T16:19:34.853+07:00</updated><title type='text'>Serial Dawai no.7</title><content type='html'>Dear Me,&lt;br /&gt;Tanpa disadari sudah banyak juga yang aku lalui berhubungan dengan list yang aku buat. Dan kali ini berhubungan dengan temanku yang bernama Jeffry dan juga list nomor 7.&lt;br /&gt;Seperti yang mungkin sudah kalian ketahui. Teman sekelasku Jeffry merupakan salah satu idola di sekolah. Bukan karena dia artis, tapi karena dia sangat ganteng, walaupun tidak terlalu pintar tapi dia sangat lucu dan pintar bergaul dengan teman-temannya. Selain itu, dia pun hanya tinggal berdua saja dengan kakak perempuannya yang sangat cantik.&lt;br /&gt;Hari itu, seperti biasa, Jeffry berangkat sekolah dengan mengantarkan kakak tersayangnya dulu ke kantor. Dan seperti biasa juga, Jeffry mendapat banyak salam dari teman kantor kakaknya yang rata-rata adalah perempuan.&lt;br /&gt;“Aduh, sayang sekali ya masih kelas dua SMA. Kalau udah kuliah, pasti gue pacarin, deh!” ucap seorang wanita yang kuperkirakan mungkin berumur 21 tahun. Physically, dia lumayan menarik! Kulitnya sawo matang, rambutnya panjang dan terlihat indah dengan dibiarkan tergerai di pundaknya yang bulat. Badannya juga langsing, wajahnya manis dan ada lesung pipitnya. &lt;br /&gt;“Mending dia mau sama lo! Jangan ge-er, deh!” celetuk temannya yang satu lagi yang agak gemuk dan kelihatan sudah menikah. Kelihatannya umurnya tidak jauh beda dengan cewek yang pertama. Tapi entahlah, pikiranku mengatakan kalau dia sudah menikah.&lt;br /&gt;Jeffry melambai pada kakaknya, dan saat itulah dia melihat mobilku yang sedang terjebak macet. Jeffry pun mengetukkan tangannya di jendela.&lt;br /&gt;“Hai…, butuh tumpangan ga? Kelihatannya macet panjang banget lho!” sapa Jeffry dengan senyumnya yang sangat manis sekali.&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang, aku pun segera keluar dari mobil dan tidak lupa membawa tas sekolahku.&lt;br /&gt;“Nona, jangan lupa pakai jaketnya,” teriak pak Sani dari balik kemudi.&lt;br /&gt;Aku pun tersenyum dan segera mengambil jaket itu yang memang selalu tersedia di mobilku.&lt;br /&gt;Pagi itu pun aku datang tepat waktu bersama dengan Jeffry dan itu membuat semuanya bertanya-tanya padaku.&lt;br /&gt;“Wai, katanya lo nggak suka sama Jeffry. Tapi kenapa tadi bisa datang bareng?” selidik Imel yang sangat aku ketahui kalau dia naksir berat sama Jeffry.&lt;br /&gt;“Yup!” jawabku ringan sambil membuka jaket kulit berwarna coklat yang diberikan mama ketika pulang dari New York.&lt;br /&gt;“Imel, udah jangan berantem sama Dawai lagi, deh! Mereka kan Cuma datang bareng aja, belum tentu jadian lagih!” bujuk Sofia yang sangat pengertian.&lt;br /&gt;“Kalian lagi ngomongin gue ya?” tiba-tiba Jeffry datang dengan cengiran lebarnya yang seperti biasa.&lt;br /&gt;“Ih, jangan ge-er, siapa juga yang ngomongin lo!” jawab Imel judes.&lt;br /&gt;Jeffry keheranan melihat reaksi Imel yang tidak ramah padanya. Dia pun melirik ke arahku dengan penuh tanda tanya dan minta penjelasan.&lt;br /&gt;“Iya, Jef, makanya jadi cowok yang peka sedikit, ya!” jawabku sekenanya kemudian duduk di kursiku dengan santai.&lt;br /&gt;Tentu saja Jeffry tambah bingung. Tapi dia merupakan tipe cowok yang tidak suka dipusingkan oleh hal-hal cengeng seperti itu. Seperti biasa, dia kembali ceria dan mengobrol dengan anak-anak cewek lainnya. Apalagi kalau bukan mencari tebengan makan siang gratis. Aku sudah hapal sekali dengan kebiasaannya yang itu.&lt;br /&gt;“Wai-Wai…!” tiba-tiba aku dipanggil oleh Maria dari seberang kelas.&lt;br /&gt;Akupun menoleh, “Ya?”&lt;br /&gt;“Jeffry ngadain lomba makan, nih! Sabtu besok, Lo mau ikut nggak?” cengir Maria.&lt;br /&gt;“Makan apa?” tanyaku sebenarnya tidak terlalu tertarik tapi entah mengapa aku meladeni juga.&lt;br /&gt;“Makan bakwan jagung, lima puluh buah! Siapa yang bisa makan paling cepet, dia bebas makan sepuasnya selama seminggu ke depan apapun yang diinginkan!” jawab Maria.&lt;br /&gt;“Siapa aja yang ikut?” tanyaku lagi mulai bangkit dan mendekati meja Maria.&lt;br /&gt;Benar dugaanku, Maria sedang mencatat siapa aja yang bersedia ikut dan siapa yang bertaruh. Aku tersenyum, anak-anak ini ternyata sedang latihan judi ya! &lt;br /&gt;“Gue ikut makan! Dan gue bertaruh lima ratus ribu!” tantangku langsung.&lt;br /&gt;“Wooohooo!! Lima ratus ribu, nih! Ada yang berani nantangin ga?” teriak Jeffry kegirangan karena sepertinya dia bisa makan gratis seminggu plus punya uang buat ngasih hadiah ulang tahun buat kakaknya.&lt;br /&gt;Mendengar itu, anak-anak cowok dikelas langsung pada ribut. Mereka balapan untuk ikut bertaruh dan main. &lt;br /&gt;“E-e-e-e…,” sela Maria, “pesertanya hanya dibatasi sepuluh orang, nggak bisa lebih dari itu, karena ibu kantin pasti keberatan untuk masak lebih dari limaratus bakwan!”&lt;br /&gt;Akhirnya hari pertandingan pun tiba. Kantin terlihat sangat rusuh sekali dengan banyaknya pesanan bakwan jagung dan harus dibawa ke kelas XI-IPA-2 setelah selesai sekolah. Dan kelaspun sudah diatur sedemikian rupa menjadi arena pertandingan. Banyak murid-murid dari kelas lain yang tertarik untuk melihat. Tapi tentu saja kami bersiap-siap agar tidak ada guru yang menyadari ulah kami. Karena bisa kacau kalau sampai dihentikan ditengah pertandingan. Dan yang bertugas untuk mengamankan adalah Binyo, Ecang dan Rio, cowok-cowok berbadan kekar dari kelas XI-IPA-2.&lt;br /&gt;Peserta perempuannya selain aku, ada Mirna yang doyan makan dan juga Erni yang badannya kurus tapi ternyata kalau makan bisa nambah sampai lima kali. Tujuh orang lainnya adalah Jeffry yang memang penggagas ide ini, Darius yang selalu paling kegirangan kalau ada event-event menantang seperti ini karena dia menghabiskan uang yang diberikan oleh kakeknya yang kelewat kaya, Firman yang anak pecinta alam dan selalu merasa kelaparan, Indra yang pendiam dan aku belum terlalu mengenalnya, Sofyan yang gendut dan doyan ngemil coklat walaupun itu didalam kelas dan ada guru sekalipun, Andrian yang ganteng juga dan nggak ngira aja kalau dia mau ikut tapi sepertinya sih itu karena dikomporin sama Mirna pacarnya, dan terakhir Bonnie, cowok kurus, item, tinggi dan seperti tinggal tulang aja dan juga nggak suka pakai deodorant padahal dia gemar banget maen bola, makanya bisa kebayang dong bagaimana rasanya berada satu ruangan kelas setelah dia selesai main bola setiap istirahat siang.&lt;br /&gt;Kuperhatikan mereka semua terlihat sangat semangat dan juga kelaparan. Dukungan pun datang dari semuanya dengan meneriakan nama-nama jagoan mereka masing-masing.&lt;br /&gt;“Ih, konyol banget sih anak-anak, masa makan bakwan aja sampe dilombain kayak gini udah gitu pake ajang taruhan segala lagi!” gerutu Imel.&lt;br /&gt;“Tapi sepertinya menarik, Mel!” ucap Ega yang tertawa kegirangan dan menyemangati Darius.&lt;br /&gt;“Ini kan sama aja kayak judi!” ucap Imel lagi.&lt;br /&gt;“Memang, tapi ini lebih seperti pertarungan! Lagipula kamu juga ikut bertaruh untuk Jeffry kan? Hayo ngaku aja! Gue denger dari Dawai, kok, kalau lo ikut mensponsorin Jeffry!” goda Sofia.&lt;br /&gt;Imel hanya bisa diam dengan wajah yang merah seperti udah rebus. Melihat hal itu aku jadi ingin tertawa. Tentu saja dengan uang taruhan yang aku tawarkan, semua peserta harus patungan agar mencapai jumlah yang seimbang. Dengan kata lain kami mempertaruhkan uang lima juta rupiah dipotong biaya bakwan, lima ratus ribu jadinya empat juta limaratus ribu. Jumlah yang sangat banyak untuk anak-anak itu. Walaupun ketika menang mereka harus membagi-bagikannya dengan anak-anak yang mendukung mereka. Dan tentu saja kalau aku menang, uang empat juta lima ratus ribu rupiah itu akan murni seratus persen menjadi milikku! Sepertinya uang yang sangat panas sekali. Tapi entah kenapa adrenalinku serasa melonjak-lonjak gembira. Belum pernah aku merasa sangat tertantang seperti ini.&lt;br /&gt;Pertandingan pun berlangsung dengan seru. Namun daripada sibuk dengan bakwan jagung yang ada dihadapanku, aku lebih suka melihat lawan-lawan mainku yang terlihat sangat semangat sekali melahap seluruh bakwan jagung yang ada di atas meja. Dan otomatis itu membuatku jadi tertinggal banyak sekali oleh yang lainnya.&lt;br /&gt;“Dawai, ayo dimakan, gimana sih, yang lainnya udah habis setengahnya tuh!” teriak Sofia menyemangati.&lt;br /&gt;Tapi aku hanya tersenyum mendengar suara Sofia dan terus makan dengan santai sambil memperhatikan ke Sembilan orang lawan mainku. Dan kulihat, Jeffry, Firman dan Bonnie yang paling unggul diantara semuanya. Tapi tunggu dulu, tanpa diduga-duga Erni ternyata bisa mengejar ketiga anak lelaki itu. Dan kulihat Sofyan sampai muntah-muntah karena terlalu kekenyangan dan itu membuat anak-anak merasa sangat jijik. Tapi dengan sigap mereka langsung membawa sofyan keluar arena pertandingan yang mematikan itu dan membaringkannya di lantai yang sudah dialasi karpet. Dengan cepat, muntahan itupun dibersihkan. Sampai akhirnya semuanya sudah pada batasnya dan sudah sangat kekenyangan. Makan mereka mulai melambat dan mulai memegangi perut mereka masing-masing untuk memastikan kalau mereka baik-baik saja, tapi mendengar banyak suara yang terus menyemangati mereka, mereka pun terus bermain dengan pantang menyerah. Sedangkan aku? Mungkin aku baru selesai menghabiskan bakwanku yang kelimabelas.&lt;br /&gt;Akhirnya pertandingan dimenangkan oleh Jeffry dengan waktu setengah jam lebih dikit yang dengan pantang menyerah terus menghabiskan bakwannya demi jatah makan seminggu dan untuk membahagiakan kakaknya. Sedangkan aku, ketika pertandingan selesai, aku baru saja menghabiskan bakwanku yang ke dua puluh lima. Ternyata masih banyak bakwan yang tersisa, jadi para penonton yang merasa kecewa karena kalah langsung menghabiskannya. Jeffry terlihat bahagia sekali. Aku tahu kalau saat itu kalau bisa dia pasti akan memilih untuk pingsan saja. Dan aku suka sekali melihat kebahagiaan dari wajah itu. Wajah yang sangat puas karena telah berusaha sampai akhir, untuk seseorang yang sangat disayanginya dan juga tentu saja untuk dirinya sendiri. &lt;br /&gt;Hampir semua peserta yang ikut wajahnya pucat karena kekenyangan. Tapi tidak ada satupun dari mereka yang tidak menikmati pertandingan itu. Dengan perut yang kesakitan mereka tertawa gembira dan membicarakan kekonyolan mereka ketika balapan makan tadi. Dan saat itulah, aku merasa bahagia bisa menyaksikan wajah-wajah bahagia mereka, karena akupun juga menjadi sangat bahagia.&lt;br /&gt;“Kelihatannya diantara peserta yang tanding, Cuma lo doang yang keliatan paling oke!” ucap Sofia.&lt;br /&gt;“Ohya? Kenapa ya?”&lt;br /&gt;“Mungkin karena lo makannya nggak kalap kayak mereka kali,” sambung Ega.&lt;br /&gt;“Gue nggak bisa makan kayak gitu, bisa-bisa lima menit jalan pertandingan gue duluan yang K-O.”&lt;br /&gt;“Tapi thanks juga sama lo, Wai, coba kalau bukan karena pancingan uang limaratus ribu lo, pasti anak-anak pada nggak semangat tandingnya karena dinilai pertandingan yang konyol dan nggak bakalan serame ini.” Ucap Sofia lagi.&lt;br /&gt;“Iya, lihat deh anak-anak dari kelas lain juga pada muji-muji kekompakan kelas kita. Mereka iri dan berniat meniru kelas kita. Katanya kapan-kapan mereka pun mau ikut serta kalau kelas kita ngadain pertandingan kayak gini lagi.” Cengir Ega.&lt;br /&gt;“Dan lo pasti tahu siapa orang yang paling semangat dengan hal itu?” senyumku memandang Jeffry yang kegirangan sedang menghitung uang hadiahnya bersama teman-temannya yang mensponsorin dirinya.&lt;br /&gt;“Jeffry?” tanya Sofia dan Ega kebingungan.&lt;br /&gt;Ah, aku lupa… diantara teman-teman sekelas hanya aku yang tahu kondiri keluarga Jeffry, karena kakaknya merupakan salah satu pegawai adiministrasi di kantor milikku. Hanya aku yang tahu itu. Jeffry pun tidak tahu kalau aku tahu tentang keluarganya. Dia benar-benar laki-laki baik yang sangat menarik. Menerima segala kekurangan dirinya tapi selalu berusaha yang terbaik untuk mempertahankan hidupnya dan tidak ingin menyusahkan kakaknya.&lt;br /&gt;Dan ternyata hari senin berikutnya, Jeffry dan teman-temannya yang menang taruhan ini, mentraktir semua anak-anak untuk makan-makan di café samping sekolah yang terkenal dengan harga miring karena disesuaikan dengan kantong anak sekolahan. Moment bahagia itu pun bertambah dalam jejak-jejak hidupku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-1438747279751632110?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/1438747279751632110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=1438747279751632110' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/1438747279751632110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/1438747279751632110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/02/serial-dawai-no7.html' title='Serial Dawai no.7'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-5400640611510345937</id><published>2009-01-15T20:45:00.000+07:00</published><updated>2009-01-15T20:47:43.561+07:00</updated><title type='text'>sukses bagi seorang wanita</title><content type='html'>Tadinya gue mau cerita tentang tahap-tahap pengurusan sertifikat tanah. Cuma kayaknya gue belum mood deh! Kali ini gue cerita tentang masalah “Membangun keluarga yang adil, ya!”&lt;br /&gt;Kenapa gue tertarik lagi untuk membahas ini? Kayaknya ini berhubungan karena akhir-akhir ini area pergaulan gue adalah ibu-ibu. Jadi gossip apapun masuk ke dalam otak ini. Hehehehehe… Dan kedua karena berhubungan juga dengan status gue yang masih single lalala!&lt;br /&gt;Tapi sebelumnya gue mau tanya dulu, dong! Dulu waktu kerja, gue pernah ngobrol sama salah seorang temen gue, Enden namanya. Dia nanya ke gue gini kurang lebih.&lt;br /&gt;Enden : “Na, menurut lo cewek yang sukses itu, sukses secara karir dan financial, atau sukses dalam mendapatkan suami yang sukses?”&lt;br /&gt;Dan tanpa perlu berpikir lama-lama gue jawab.&lt;br /&gt;Gue : “Yang sukses mendapatkan suami yang sukses.”&lt;br /&gt;Tapi setelah gue pikir-pikir lagi, kayaknya dua-duanya merupakan hal yang perlu deh! Jaman sekarang gitu loh! Kalo cowok doang yang kerja kayaknya nggak cukup kali. Dan belum tentu juga dapet cowok yang super setia tidak akan melirik gadis lainnya walaupun ada Jessica Alba yang lewat sekalipun. karena cewek itu makhluk yang (sebenarnya) sangat setia. Kalau udah ketemu satu, dia akan mencintai cowok itu apa adanya nggak akan peduli pada kekurangannya sekalipun malahan akan berusaha sekuat tenaga untuk mendampinginya. Love is blind! I really know that feeling! JAdi gue pikir setidaknya ada sesuatu yang bisa dihasilkan oleh si istri untuk membantu ekonomi keluarga. Dan hal itu bisa menjadi semacam kebanggaan tersendiri sih! Walaupun tak seberapa. Tapi tentu lain halnya kalau memang dapat suami yang udah super mapan yah!&lt;br /&gt;Nah sekarang gue akan bercerita tentang satu kasus. Gue kenal sama sebut saja Ibu A. Dia mendapatkan suami yang pekerjaannya bisa dibilang inceran orang-orang yang ada di seluruh Indonesia. Fasilitas ada, gaji besar, ada jabatan juga. Dengan kata lain, si istri ini hanya perlu mengurus anak-anaknya, masak dan beberes rumah. Kalau mau pergi ke mall nggak boleh, harus diantar sama suami. Pokoknya si istri nggak boleh kemana-mana tanpa si suami. Sebenarnya gue nggak menyalahkan dengan sikap suami yang seperti itu, sih! Karena seorang suami memang wajar untuk meminta hal yang seperti itu. Tapi yang mau gue bahas adalah pengaruh peraturan itu pada si istri.&lt;br /&gt;Ketika gadis, si istri merupakan gadis yang aktif, bebas main kesana kemari, menclok sana menclok sini nggak kenal capek. Nggak ada penyakit apapun yang berarti selain masalah pencernaan. Begitu menikah, dia mendapat peraturan ketat seperti itu. Si istri tidak boleh bekerja, hanya di rumah aja. Kebayang dong bagaimana bosennya sang istri? Tapi karena patuh pada suami dia bisa bersabar. Tapi akibat dari peraturan itu, dia jadi jarang menengok saudara-saudaranya yang lain atau bahkan ibunya sekalipun. Kalau hanya sekedar jalan disekitar rumah si boleh-boleh aja.&lt;br /&gt;Dan memang bisa dibilang, kehidupannya sangatlah enak. Tidak ada yang harus dipikirkan selain anak dan suami. Tapi anehnya terkadang ada rasa ketidakpuasan dari sang istri. pertama karena sang istri tidak memegang keuangan keluarga dengan menyeluruh. Jadi mendapat jatah perbulan dari suami. Pengeluaran di luar itu harus lapor suami. Dan entah mengapa juga, ibu A ini menjadi takut pada suaminya. Kalau sudah bilang tidak, dia tidak akan berusaha untuk mencoba lagi. Jadi apa kata suamilah. Malah terkadang ibu A berpikir,&lt;br /&gt;“Ah, ini semua kan kerja keras suami. Aku nggak berhak untuk ikut campur.”&lt;br /&gt;“Aku sih udah kayak pembantu aja disini.”&lt;br /&gt;Mendengar kata-kata itu, dengan kata lain kita bisa menebak kalau suara sang istri tidaklah didengar oleh sang suami. Bahkan untuk membantu ibu sendiri pun dia tidak berani untuk memaksa suami kalau sudah bilang “tidak!” &lt;br /&gt;Tapi memang sejauh ini mereka masih fine-fine aja. Mungkin karena sejauh ini masih ada pihak yang mau mengalah.&lt;br /&gt;Kasus yang lainnya adalah seorang ibu rumah tangga, Chinese, yang dikenal mama gue di Cempaka Mas, yang jual boneka-boneka grosiran.&lt;br /&gt;Awalnya nyokap kenalnya sama suaminya. Sebut aja Koh A. Sebenarnya kami baru tahu ceritanya akhir-akhir ini aja ketika sedang belanja boneka-boneka di rumah cici ini di daerah Kampung Rawa. Jadi singkat saja, koh A ini mati meninggal bunuh diri disebabkan oleh penyakit kanker yang dideritanya. Penyakit kanker ini timbul karena dahulu ketika mudanya, Koh A ini pernah menjalani operasi plastic di bagian hidung. Sebenarnya Koh A ini hendak mengikuti operasi di Singapura. Tapi mungkin karena dokternya hanya menjanjikan kesembuhan 50-50, koh A ini jadi mengambil kesimpulan.&lt;br /&gt;“Daripada melakukan operasi menghabiskan seluruh uang yang ada, lebih baik uangnya untuk Jessica aja.”&lt;br /&gt;Jessica ini adalah nama anak perempuan satu-satunya. Karena muncul pikiran yang seperti itulah, koh A ini bunuh diri. Bahkan katanya sempat masuk berita. Tapi waktu itu gue nggak nonton. &lt;br /&gt;Dan yang menarik yang mau gue bahas adalah ternyata Koh A termasuk tipe suami yang otoriter. Sama seperti kasus di atas, istri hanya perlu mengurus anak dan suami aja. Tidak perlu tahu masalah ekonomi. Jadi si istri ini mendapat jatah perminggu. Bahkan untuk urusan belanja sehari-hari pun, Koh A ini yang membelinya. Jadi cici A hanya tinggal mengolahnya. Cici A sangat menerima peraturan yang dikeluarkan oleh suaminya ini, karena dia yang mau, jadi otomatis itu sudah tanggung jawabnya. Baik buruknya suami harus diterima. &lt;br /&gt;Kehidupan cici bisa dibilang sangat enak. Kalau mau apa-apa tinggal minta. Tapi keenakan itu tentu kandas ketika sang suami meninggalkannya. Bisa kebayang nggak betapa paniknya cici A pada saat itu? Ditinggal pergi suami dengan bunuh diri, tapi juga diwarisi usaha yang bisa dibilang tidaklah kecil. Cici ini harus bekerja sangat keras sekali untuk bisa memahami usaha yang ditinggalkan oleh suaminya. Dia sama sekali tidak tahu barang, modal berapa, keuntungan berapa persen yang harus didapat, bagaimana cara bertemu dengan pembeli, dengan supplier bonekanya. Belum lagi dia harus mengurus anak perempuannya yang pada saat itu masih sangat kecil. Sekarang sudah lima tahun umur anaknya. &lt;br /&gt;Perjuangan cici ini bisa kita acungi jempol. Dia bisa membesarkan anaknya, mengantar jemput anaknya sekolah, les, mengontrol pendidikan anaknya, tapi juga bisa mempertahankan bisnis yang diturunkan oleh suaminya ini. Karena kalau tidak, mungkin toko ini bisa bangkrut. Dan kemana lagi gue harus nyari penjual boneka yang bagus dengan harga murah?&lt;br /&gt;JAdi… menurut kalian… wanita yang sukses itu… yang sukses secara karir dan keuangan ataukah yang sukses mendapatkan suami yang sukses?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-5400640611510345937?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/5400640611510345937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=5400640611510345937' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/5400640611510345937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/5400640611510345937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/01/sukses-bagi-seorang-wanita.html' title='sukses bagi seorang wanita'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-2913186537435152600</id><published>2009-01-12T14:11:00.000+07:00</published><updated>2009-01-12T14:13:16.621+07:00</updated><title type='text'>untukmu Palestin</title><content type='html'>Tulisan gue kali ini berhubungan sama peristiwa yang sedang terjadi di dunia Islam, Timur Tengah, Palestine tepatnya. Jadi… kalau gue balik lagi ke tahun-tahun sebelumnya, kalian sadar nggak sih kalau sebenernya Islam tuh sangat dibenci oleh dunia Barat? Yahudi utamanya. Sebut saja, Peristiwa kejahatan kemanusiaan di Bosnia, dimana jumlah penduduknya yang tadinya sekitar duapuluh ribu jiwa, jadi hanya sekitar 4000-an jiwa. Kira-kira berapa yang sudah dibantai? &lt;br /&gt;Muslim di India pun mengalami juga yang namanya pembantaian, yaitu Islam Kashmir. Gue nggak tahu detilnya gitu sih! Lalu Muslim di Philipine pun juga kena semacam diskriminasi. Jangan jauh-jauh deh, pembantaian di Ambon! DI Negara kita sendiri coba! Lalu sebut saja yang namanya Negara Irak, Afganistan, Labanon, sebut saja, Negara Islam yang sangat memegang teguh Islamnya dan bersikap tegas pada Amerika dkk. Mereka mendapat perlakuan yang “tidak enak”. Sebutlah Irak yang mendapat sanksi ekonomi. Coba kalo Israel, ada sekitar 80-an perjanjian tapi nggak ada satupun yang dipenuhi oleh Israel tapi Negara yahudi itu nggak mendapat sanksi apa-apa. Kerasa nggak sih rasa ketidak-adilannya dari dunia ini? Well… itu mungkin wajar karena bangsa Yahudi sudah menyusup ke seluruh Negara di dunia ini. Apalagi Amerika, wuuiiihhh… banyak tuh! Obama aja kayaknya Yahudi. Itu yang gue denger dari abang gue sih! Kan kepanjangannya gini, OBAMA…, O… BAkalan saMA! Yah…. Sama ajalah kali sama presiden-presiden terdahulunya. Gue nggak bisa terlalu menilai, kan baru juga naek ya! Tapi dari peristiwa Palestin ini aja dia nggak bergerak-gerak ya! Malah ada tuh salah satu Walikota Amerika, yang emang Yahudi, dengan terus terang mendukung agresi Israel. &lt;br /&gt;Tapi Yahudi emang pinter banget sih! Coba deh pikirin, hampir semua barang-barang yang ada di sekeliling kita merupakan produk yahudi. Kalau nggak tahu, tanya deh, sama tetangga kalian.&lt;br /&gt;Gue jadi inget salah satu ceramah yang gue denger berkaitan dengan peristiwa palestin ini. Jadi pada zaman dulu, pada zaman Rosul pun, sudah sejak lama Islam selalu dimusuhi oleh kaum Yahudi. Bahkan sampai berkali-kali mereka mencoba untuk membunuh Nabi Muhammad, makanya mereka diusir dari Madinah. Sampai akhirnya dua Bani Yahudi bergabung dengan tiga Bani kafir Quraisy untuk menyerang Negara Madinah. Bisa kebayang dong jumlah yang ngejomplang kayak gitu. Maka Rasulullah pun mengumpulkan para sahabatnya untuk bermusyawarah. Dari musyawarah itu dihasilkan satu ide untuk membuat parit yang kita kenal dengan perang Khandak. Ide itu dari orang Persia, Salman Al-Farisi. Dan saat itupun ALLAH menurunkan pertolonganNYA secara langsung dengan menurunkan burung-burung untuk mengobrak-abrik pasukan musuh. Dan otomatis menanglah umat Islam!&lt;br /&gt;Dari cerita itu, bisa ditarik sebuah pelajaran nggak?... yep, ALLAH menurunkan pertolonganNYA langsung! Dan tentu kita jadi berharap, kenapa ALLAH nggak menurunkan hal sama kepada bangsa PALESTINA? Kirim aja pasukan malaikat untuk mengalahkan Yahudi itu. Tapi nggak tuh, ALLAH nggak menurunkannya semudah itu. Karena apa?... tentu saja karena… Pada Zaman Rasulullah, umat ISLAM itu hanya Se-MADINAH itu aja! Rasulullah mau minta pertolongan kemana lagi selain kepada ALLAH dan juga usahanya dengan membuat parit? Coba… minta tolong kemana? Nah… kalau zaman sekarang, coba sebut Negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah ISLAM?..... Ada banyak kan? JAdi udah tahu dong, siapa yang harus menolong umat Islam di Palestina? &lt;br /&gt;Sebutlah sudah banyak materi berupa uang yang sudah kita sumbangkan, dan juga para sukarelawan yang ingin pergi berjihad ke Palestina. Tapi kita nggak semudah itu masuk ke PAlestina. Banyak yang harus dilewati. &lt;br /&gt;Coba lihat peta deh! Negara mana yang dekat dengan Palestina?... Sudah tahu jawabannya? Jadi kenapa Negara itu nggak segera bertindak ya? Bukan bertindak hanya dari ucapan, tapi dari tindakan. KArena berkali-kali rapatpun bikin capek. Yang ada umat Islam dipalestina keburu abis kali. Coba lihat peta lagi deh! Padahal dulu Palestina guedeee….! Israel Cuma secuil! Tapi sekarang?&lt;br /&gt;Beralih dari masalah Palestina, tapi masih berkaitan dengan agama. Gue baca disalah satu majalah, Cita Cinta, No. 21/IX. Majalah lama, sih! Judulnya “KONTROVERSI AGAMA DI FESTIVAL FILM TORONTO.” Isinya seperti ini:&lt;br /&gt;Bill Maher, tokoh satir dari Amerika Serikat, sepertinya setuju kalau film adalah sarana tepat mengekspresikan diri. Pada festival film Toronto September lalu, Bill menggambarkan sikap antipatinya terhadap agama besar ISLAM, KRISTIANI dan YAHUDI melalui documenter berjudul RELIGULOUS (perpaduan dari “religious” dan “ridiculous”.&lt;br /&gt;Di film ini Bill melakukan mengunjungi Yerussalem, Vatican City dan Salt Lake City untuk menanyakan penduduk setempat mengenai kepercayaan mereka terhadap agama. Selain itu, Bill mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab mengenai Tuhan dan agama di sepanjang film.&lt;br /&gt;Pastinya, nih, pria 52 tahun yang dulunya penganut katolik ini menganggap kalau agama merupakan ancaman terhadap kehidupan manusia. Menurutnya, dunia akan jauh lebih aman jika agama dihapuskan. Menurut Anda?&lt;br /&gt;Begitulah isinya. Coba deh kalian pikirkan, kalau tidak ada agama di dunia ini, kira-kira dunia ini akan sepertinya apa ya? Kalau gue sih udah tahu jawabannya. Pasti dunia ini akan gelap gulita, banyak terjadi pemerkosaan, pembunuhan dan tindak tanduk manusia yang seenak udelnya aja. Yah… persis sama yang terjadi sekarang ini lah! Kenapa begitu?... Karena Firman-firman ALLAH yang sudah dibukukan dalam bentuk ALqur’an tidak dijalankan dengan seharusnya. Istilahnya sepertinya apa ya…, seperti kita menjunjung Alqur’an dikepala, tapi kita menginjak-injak isinya. TRAGIIIISSSS…!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-2913186537435152600?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/2913186537435152600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=2913186537435152600' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2913186537435152600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2913186537435152600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/01/untukmu-palestin.html' title='untukmu Palestin'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-4709131492071852502</id><published>2009-01-12T14:05:00.000+07:00</published><updated>2009-01-12T14:06:20.418+07:00</updated><title type='text'>Kiamat</title><content type='html'>Bumi ini sudah semakin tua. Bukan karena Bumi sudah bosan untuk terus berputar dan menghasilkan banyak kekayaan alam, sih! Dahulu, udara begitu bersih, air begitu jernih, FreeSeks begitu kotor (Oops!), pepohonan tumbuh dengan lebatnya dan makhluk hidup saling hidup berdampingan dengan baik. Yang namanya rantai makanan masih berjalan dengan sangat baik dan tidak ada yang namanya kepunahan dalam satu rantai makanan. Dengan hukum yang tetap berlaku sampai sekarang, dimana yang “kuat” pasti yang akan menang.&lt;br /&gt;Pada tahun 2010, terjadi kekacauan di Negara ini, Indonesia, dalam memperebutkan kekuasaan tertinggi dan peristiwa itu banyak memakan korban. Tahun-tahun berikutnya pun bukan tahun yang tenang dan damai untuk dilewatkan. Mau pindah keluar negeri pun percuma, karena kondisi yang sama aja. &lt;br /&gt;Perekonomian semakin kacau, harga-harga barang melambung dengan tinggi, yang kaya semakin kaya dan yang miskin terus bertambah malah harus menyingkir. Kehidupan ini semakin kejam. Tindakan criminal dimana-mana. Di tiap lima rumah pasti akan terdengar jerit ketakutan dan minta tolong yang seringnya disertai dengan ledakan senjata api. &lt;br /&gt;Mereka pun sering bertanya, “Tak akan adakah sebuah pertolongan yang datang? Titik pencerah?”&lt;br /&gt;Di dunia ini terbagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok para penguasa yang zalim, kejam, bengis dan rela melakukan apapun agar tujuannya tercapai. Kelompok yang kedua adalah kelompok rakyat jelata, kelompok yang tidak mempunyai kekuasaan apa-apa dan hanya bisa pasrah menerima keadaan. Dan kelompok yang ketiga adalah kelompok pembela kebenaran dan keadilan.&lt;br /&gt;Kelompok penguasa yang zalim adalah mereka yang selalu mengekspose sumber daya alam tanpa memikirkan dampaknya. Makanya Global warming semakin parah. Banyak timbul penyakit baru yang mengerikan sedangkan harga obat penawarnya sangatlah mahal. &lt;br /&gt;Kelompok pembela kebenaran dan keadilan adalah orang-orang yang peduli pada dunia ini, yang hendak mengembalikan dunia ini kembali kepada fitrahnya, semua makhluk hidup saling berdampingan dengan baik di bawah satu panji hukum, yaitu hukum Tuhan yang menciptakan dunia ini beserta segala isinya.&lt;br /&gt;Mereka saling menguatkan kedudukan masing-masing dengan mencari sekutu yang mau bergabung dengan mereka. Sampai akhirnya pada tahun 2020, terjadi peperangan besar didunia ini.&lt;br /&gt;Dunia sudah kiamat! Begitulah teriakan para rakyat jelata. Tak ada lagi tempat yang aman. Satu-satunya pilihan hanyalah ikut berjuang! Memilih menjadi kaki tangan dan budak-budak para penguasa yang zalim dan tidak mengenal rasa kasih, memilih menjadi pejuang pembela kebenaran dan keadilan ataukah memilih untuk tidak memilih dan mati tanpa kepastian. &lt;br /&gt;Banyak air mata bercucuran, jerit tangis dan ketakutan….&lt;br /&gt;Namun… cahaya itu masih tetap ada…&lt;br /&gt;Tiga tahun kemudian, peperangan pun berhenti, dengan kemenangan yang absolute. Pada tahun 2023 merupakan tahun kemerdekaan bagi dunia ini, dunia yang sudah sekarat dan akhirnya harus memulai lagi dari titik nol.&lt;br /&gt;Manusia menjadi panic. Mereka bertanya-tanya, darimana mereka harus memulainya? Semuanya sudah hancur! Pohon-pohon dan hewan mati terkena radiasi. Tanah pun juga demikian, terkontaminasi oleh radiasi senjadi nuklir.&lt;br /&gt;Namun masalah itu sudah ada jawabannya. Ibarat nabi Nuh, kelompok yang peduli pada dunia ini sudah mengumpulkan semua pohon dan hewan itu dalam sebuah tempat yang sangat aman dan jauh dari pusat peperangan. Tak ada yang tahu dimana.&lt;br /&gt;Dunia pun berada dalam satu tampuk pemerintahan dan juga dengan satu Hukum, yaitu hukum ALLAH. Dengan memakai system distrik dan daerah, jadi masing-masing bebas untuk mengembangkan wilayahnya masing-masing. &lt;br /&gt;THE END&lt;br /&gt;Untuk Info : Majalah Cita Cinta, No. 07/IX&lt;br /&gt;LUMBUNG BIBIT RAKSASA&lt;br /&gt;Terbayang nggak kalau suatu saat nanti tanaman pangan bakal punah? Kalau ini terjadi, dipastikan penduduk bumi bakal mengalami krisis pangan dan kelaparan. Makanya para ilmuwan dari berbagai Negara sepakat membangun sebuah lumbung raksasa yang mampu menyimpan hingga 4,5 juta jenis bibit tanaman.&lt;br /&gt;Lumbung raksasa ini dibangun dalam gunung es di Kutub utara dan dibiayai Negara Norwegia. Bibit tanaman bakal disimpan dalam suhu -18°C sehingga bisa tetap awet sampai seribu tahun kedepan. Berbagai bibit tanaman dari seluruh dunia sudah mulai disimpan sejak Februari lalu. Para ahli percaya dan berharap, bibit yang disimpan disini bisa bertahan menghadapi bencana global seperti perang nuklir, global warming, bahkan jatuhnya asteroid ke bumi.&lt;br /&gt;OOO&lt;br /&gt;Keterangan : Angka 2023 dihitung dari surat Al-Qadr, yang isinya tentang malam kebaikan, seribu bulan. Seribu bulan dihitung dari mana? Hitung mundur aja dari tahun 2023. Nah, pada tahun itu sedang terjadi apakah? Pikir aja sendiri! :-D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-4709131492071852502?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/4709131492071852502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=4709131492071852502' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/4709131492071852502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/4709131492071852502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/01/kiamat.html' title='Kiamat'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-2109716045917559341</id><published>2009-01-12T14:02:00.000+07:00</published><updated>2009-01-12T14:05:11.466+07:00</updated><title type='text'>konfirmasi</title><content type='html'>Tulisan ini mungkin berisi tentang penjelasan gue mengenai tulisan gue yang sebelumnya kali yaaa….&lt;br /&gt;So… walaupun gue menuliskan betapa “kejam”nya bokap gue, atau keluarga gue namun pada dasarnya gue sadar kalau itulah yang dinamakan “cinta”. Well… cinta nggak harus diucapkan dengan kata-kata dan sikap yang manis serta lemah lembut. Cinta bisa juga diungkapkan dengan tindakan yang keras. Bokap gue sayang banget sama gue. Dalam keseharian beliau sama sekali nggak menampakkan rasa sayangnya. Cuek bebek aja! Tapi satu yang udah gue sadari sekarang ini, bokap takut banget kehilangan gue! Well… perjalanan setahun kemaren ada banyak kejadian sih di keluarga gue. Tapi intinya tetap didasari oleh rasa CINTA, kok! &lt;br /&gt;Yang namanya orangtua itu macam-macam dalam menunjukkan rasa cintanya. Mungkin rasa cinta yang dimiliki oleh keluarga gue termasuk yang amat sangat posesif. Apapun akan mereka lakukan, bahkan mengikat dan mengekang ataupun sedikit memukul untuk “menyelamatkan si anak”. Dan gue yakin, kalian yang nggak pernah diperlakukan seperti itu sama ortu kalian pasti iri kan sama gue? Iya kaaann?? (Hahahaha…., maksa banget!) Itulah bentuk lain dari CINTA.&lt;br /&gt;Well… sifat gue emang terkadang terlalu sensitive, apaan aja gue pikirin. Emang gue pemikir sih… terkadang terlalu berpikir sampai jauh. Belum apa-apa udah berpikir, “Jangan-jangan...,” Sifat yang terkadang bagus dan terkadang jelek sih! Bagusnya kan otak gue selalu gue pake buat berpikir, jadi otak gue terhindar dari yang namanya penyakit pikun gituh! Tapi jeleknya kadang karena terlalu mikir malah nggak jalan-jalan, hehehehehe…..!&lt;br /&gt;Dan gue ini punya sifat yang terlalu menyalahkan diri sendiri. Apaaa… aja kejadian buruk yang menimpa gue pasti gue kaitin sama perbuatan gue sendiri. Kayak waktu mobil gue kebakar, itu merupakan hukuman dari ALLAH karena gue udah berbuat hal yang amat sangat tidak baik. (Malu ah kalo gue bilang di sini :-D ) dan gue bersyukur karena ALLAH masih inget sama gue. Waktu insiden pemukulan itu juga karena sebelumnya gue berbuat hal yang tidak baik. (Selain karena pulang malem bawa anak orang tentu saja!) Pokoknya gue bersyukur, hal-hal jelek yang gue lakukan pasti langsung ditegur sama ALLAH dah! Ngiri kan kalian??? Coba…, apa yang sudah ALLAH lakukan ketika kalian melakukan sebuah dosa? Dosa itu kan ada banyak, ada dosa kecil ada dosa besar. Sayangnya dosa nggak ada tandanya ya! Coba dosa ada tandanya, misalnya kayak pinokio, hidungnya memanjang setiap berbohong. Pasti deh didunia ini orang-orang kalo mau jalan susah, karena kealingan sama idung orang lain. Wakakakaka….!!!&lt;br /&gt;Karena sekarang nggak ada yang bisa gue ajak curhat serius, makanya kalau ada pikiran yang amat sangat mengganggu, gue langsung tulis. Soalnya setelah nulis, gue pasti agak sedikit lega! Phiuuuhhh…!!! Kalau misalnya nulis belum lega, ya gue keluarin. Gue omongin langsung. Malah sekitar 2 atau 3 minggu yang lalu, gue berantem sama nyokap. Nggak berantem yang cakar-cakaran sih! Adu mulut dan adu argument gitu lah! Walaupun ending-nya udah ketahuan, Nyokap yang menang! Hehehehehe…!! Kan gue nggak tega kali kalo ngeliat nyokap nangis, nanti gue karma lagih! Tapi setelah itu gue jadi lebih lega lagi. Yah… dengan begitu kan gue jadi tahu apa yang nyokap pikirin, jadi gue bisa memperbaiki pikiran gue sendiri gituh! Intinya komunikasi lah! Komunikasi itu emang penting! Makanya bête banget kalo ketemu sama orang yang diem aja kalo lagi ada masalah. Mending kalo diemnya udah ketemu jalan keluar, kalo tiba-tiba loncat dari fly over gimana?.... Ya.. paling kalo lagi ada truk lewat nomplok diatasnya, kayak adegan di pelem-pelem gitu deh! Xixixixixixiii…..&lt;br /&gt;Keluarga gue tuh lucu-lucu! Baru gue tahu dan sadari pas sekarang gue nganggur di rumah aja. Mungkin karena nggak ada beban pikiran apa-apa kali ya, jadinya gue mulai memperhatikan segala tingkah laku keluarga gue deh!&lt;br /&gt;Bokap gue itu slebor, dekil, jorok, nggak bisa lihat rumah rapih pasti langsung diberantakin sama bokap, nggak pandai bicara, jadinya nggak pinter ngerayu gitu deh! Tapi bokap pinter ngelucu, mungkin karena rada polos, apa yang ada dipikirannya pasti langsung keluar. Kayak gini, nih! &lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, waktu gue masih kerja, sih! Gue tahunya dari cerita kakak ipar. Bokap sering banget beli mie ayam, ketoprak atau apapun yang lewat di depan rumah. Nah suatu hari, ditanyain sama pak Ujang, tetangga yang sering nongkrong sama bokap. &lt;br /&gt;Pak Ujang  : “Pak haji, kok sering banget beli mie ayam, sih?”&lt;br /&gt;Dan bokap gue menjawab dengan sangat lugunya.&lt;br /&gt;Bokap   : “Di rumah nggak ada makanan soalnya.”&lt;br /&gt;JREEEENGGG… Padahal eh padahal… kakak ipar gue masak looohhh! Tapi emang bukan makanan favorit bokap. Walaupun nggak masak, setidaknya kan nggak usah bilang kayak gitu yak! Kesannya bokap tuh nggak diurusin banget sama nyokap! Nah satu lagi karakter bokap gue, bokap tuh tipe suami yang nggak pernah minta macem-macem sama istrinya. Nggak pernah minta dimasakin, dilayanin, nggak rewel dah! Jadi kalau istrinya yang pasif dan rada telmi, bisa kebayang dong gimana bokap gua jadinya? Jadi nyokaplah yang harus sadar diri, sadar akan posisinya sebagai istri. Harus aktif nanya. Soalnya kalau nggak ditanyain, bokap tuh yang diem aja. Serasa nggak butuh apa-apa. Makanya kalau mau ngasih, kasih apa aja deh! Kecuali kalau nanya dulu maunya apa. Nah…. Bokap gue juga orangnya gengsian banget! Padahal sebenarnya mau, tapi karena gengsi dia yang pura-pura nggak mau gitu. Pokoknya gue udah hapal banget dah! &lt;br /&gt;Kalau nyokap… hehehehe… nyokap gue ini tipe yang complicated! Sebagai ibu, nyokap tuh gualak banget! Nyokap itu mandiri, tapi suka susah untuk memutuskan segala sesuatunya. Pasti butuh pendapat orang lain, entah apakah itu nanya ke bokap ataupun anak-anaknya. Padahal kalau lagi belanja, hebat loh nyari barang yang kira-kira laku ditoko. Kadang barang yang bagus, belum tentu laku di toko, dan nyokap tahu itu! Perjuangannya dalam mempertahankan keutuhan rumah tangganya pun bisa diacungin empat jempol. Coba deh bayangin, nikah sama cowok yang pendiem tapi bawel, dalam usia yang masih sangat muda, 19 tahun. Padahal nyokap juara umum gitu disekolahnya. Banyak yang naksir, bunga desa, deh! Tapi karena nikah, rela meninggalkan sekolahnya. Dan sempat dijanjikan akan disekolahkan di Jakarta. Karena dulu nyokap dari Ciamis, desa gunung asih! Eh, jangan salah, dulu itu Jakarta disebut kampung loh sama orang Ciamis!! Kakek gue beli tanah berapa hektar gitu, yang pokoknya kalo tanahnya nggak dibalikin lagi, keluarga gue pasti jadi milyuner deh! Dulu nenek gue yang marah, protes sama kakek, katanya “Ngapain beli tanah banyak-banyak di Jakarta, kampung gini, balikin aja! Beli yang di Ciamis aja!” (kurang lebih gitu deh kata-katanya :-D ) &lt;br /&gt;Balik lagi ke cerita, jadi janji tinggal janji. Nyokap nggak sekolah lagi malah disuruh bantuin suami jaga toko. Shubuh-shubuh udah bangun, nyuci, ngepel, beberes gitu deh! Padahal suami masih tidur. Dan bokap itu orang yang rada kuno juga. Pikirannya rada kolot gitu deh! Bukan otak bisnis deh! Hmmm… ceritanya gimana, ya? Pokoknya namanya perjalanan pernikahan itu nggak semulus jalan tol deh!  (padahal jalan tol sekarang juga sering macet yak!) Tapi karena melihat anak-anaknya lah, nyokap rela bertahan, bekerja keras belanja ke pasar yang ruwet kayak gitu, jagain toko. (makanya dulu pembantu gue banyak banget! Selain untuk jagain toko, bersihin rumah juga jagain anak-anaknya. Tapi kenapa sekarang nggak punya satupun, ya?) Kalau bukan karena dipegang sama nyokap, mungkin toko udah bangkrut kali. Nah, enaknya nyokap disitu. Nyokap bebas megang duit. Makanya gue kalo minta duit ke nyokap, karena bokap nggak megang sepersenpun. Tapi tanggung jawab nyokap berat, karena kalau bangkrut, beliau bisa disalahin. Tapi kalau sekarang bangkrut sih nggak usah disalahin, kan anak-anaknya udah gede. Omelin aja anak-anaknya yang masih pada manja-manja tuh! Masih betah di ketek emaknya! Hehehehe….&lt;br /&gt;Apa lagi ya? Nyokap itu… rada plin plan, mudah berubah pikiran, pinter, rada pelit tapi baik, itu berhubungan sama sifat terlalu protektifnya kayaknya. Mmmm…. Apa lagi, ya? Terkadang gue kalau mengenali seseorang dari rasanya sih! Maksudnya kerasa gitu kalau sifatnya kayak gini tapi susah buat diucapkan dengan kata-kata. &lt;br /&gt;Kayaknya udah terlalu panjang, deh! Kalau tentang abang-abang gue sih, nggak usah gue ceritain ah! Nanti terlalu diekspose dibilangnya narsis lagih! Huehehehehe….!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-2109716045917559341?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/2109716045917559341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=2109716045917559341' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2109716045917559341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2109716045917559341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/01/konfirmasi.html' title='konfirmasi'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-4923921888484079049</id><published>2009-01-10T13:18:00.000+07:00</published><updated>2009-01-10T13:19:20.856+07:00</updated><title type='text'>bicara ttg cinta pertama</title><content type='html'>Bicara tentang cinta pertama, tentu merupakan pengalaman tersendiri bagi kita semua. Begitupun dengan gue. Dan di sini, gue mau sedikit bicara tentang cinta pertama itu. Mungkin bukan cinta pertama, tapi pacaran untuk yang pertama kalinya.&lt;br /&gt;Waktu itu umur gue 19 tahun, umur dimana gue sudah mulai merasa penasaran dengan apa yang dinamakan pacaran itu. Dan ternyata gayung pun bersambut. Rasa penasaran gue itu terjawab. Ada seorang senior yang beda 3 tahun sama gue dari jurusan teknik sipil yang datang dan melakukan pendekatan sama gue. Dan hanya dalam waktu… sebulan rasanya, apa seminggu ya? Gue lupa, dia pun menyatakan rasa sukanya sama gue. Dan berhubung gue lagi penasaran, jadilah gue menerimanya karena saat itu gue pikir gue juga suka sama dia kok! Dia juga nggak jelek-jelek amat, hitam manis gitulah, tinggi dan kurus, tipe-tipe gue gitu deh!&lt;br /&gt;Hubungan kami pun berjalan dengan mulus. Namun berhubung gue belum pernah pacaran sebelumnya dan juga tidak tahu bagaimana memperlakukan seorang pacar dengan semestinya, gue perlakukan dia aja dengan seenak udel gue. Sebagai contoh, ketika kami janjian untuk berangkat ke kampus bareng dengan naik kereta dari stasiun cikini, gue malah dengan sengaja naik dari stasiun Manggarai. Atau kalaupun memang naik dari stasiun cikini, ketika kami janjian di peron depan, gue malah dengan sengaja naik kereta dari peron belakang, dan ketika kereta melewati dirinya yang masih dengan setia nungguin, gue malah dengan polosnya dan penuh rasa nggak bersalah, dadah-dadah sama dia sambil nyengir. Kalau diingat-ingat memang sangat lucu sekali. Dan kalau diingat-ingat juga, Cuma sama dia aja pengalaman lucu yang bisa gue kenang diantara kisah-kisah asmara lainnya yang terjadi sama gue. Dari kejadian itu, bisa dibilang kalau gue bukan pacar yang baik ya? Bagaimana nggak? Gue nggak mau terlalu sering ketemu sama dia, mungkin tiga bulan nggak ketemu juga nggak masalah kali. Tapi karena satu kampus otomatis kami bisa sering ketemu. Nggak sering-sering amat sih! Karena kalau bukan gue yang minta untuk ketemu, kami tidak akan bisa ketemu. Untuk nyamperin dia ke jurusannya dan bertemu dengan teman-temannya pun gue ogah (sebenernya Cuma malu aja, sih!) &lt;br /&gt;Saat itu sedang ada moment special yaitu piala dunia persepak-bolaan. Dan karena pacar saat itu merupakan penggila bola, kami pun taruhan. Waktu itu pertandingan antara Perancis dan Belanda. Dan gue megang belanda. Taruhannya kalau dia menang, gue harus mau jemput dia di jurusan setiap hari walaupun itu hanya untuk mengajak pulang. Saat itu gue marasa sangat keberatan. “Ih, ngapain juga jemput-jemput! Nggak ada kerjaan!” namun berhubung lagi taruhan, gue pun meng-iyah-kan! Dan sebagai gantinya kalau gue yang menang, dia harus ngebuatin gue setoples kue buatan tangan sendiri! Ha-ha! Rada aneh emang, tapi permintaan yang bagus kan? Dan ternyata… mungkin kalian ingat dong bagaimana hasilnya? Yups, Belanda yang menang! Fiuuuhhh…. What a relieve! Hehehehe… dan jadilah gue menikmati kue hasil buatan pacar sendiri dengan rasa sangat tidak bersalah dan juga sama sekali nggak gue bagi-bagi.&lt;br /&gt;Dan kalau gue inget-inget lagi, gue sangat disayang saat itu. Tak jarang dia menghadiahi gue coklat. Dan juga dengan rasa tak bersalah, gue bagi-bagiin sama teman seangkatan gue saat itu sampai gue hampir nggak menikmati satupun juga. Kan gue baik hati! :-D &lt;br /&gt;Tapi ternyata gue juga bukan pacar yang jahat sih! Karena ketika ibunya sedang dirawat di rumah sakit, gue nggak tega buat ngerjain dia. Jadilah selama seminggu full kami ketemu setiap mau berangkat ke kampus di stasiun cikini. Dia sendiri sampai bingung loh! Malah nanya, “Kayaknya selama seminggu ini kita ketemu terus ya?” dan gue dengan rasa gengsi jawab, “Oya? Kebetulan aja kali!” tapi ternyata gue belum cukup menjadi pacar yang baik, karena ketika ibunya meninggal, gue sama sekali nggak mendampinginya. Gue di rumah aja, menunggu dan berdo’a, tanpa berusaha untuk datang. Padahal kalau pada saat itu gue telephon dia dan minta dijemput, dia pasti akan segera jemput gue, tapi nggak… gue nggak melakukan itu… dan dia pun bisa memakluminya.&lt;br /&gt;Sampai suatu hari, ketika malam minggu seperti biasa dia ngapel ke rumah dengan rutin, dan juga dia datang dengan gembira sambil membawa photo-photo kenangan ibunya, gue dengan teganya meminta putus dengannya…. (Apa yang gue pikirkan saat itu ya?)&lt;br /&gt;Tapi seminggu kemudian kami jadian lagi, karena dia belum sanggup untuk putus dan gue pun meng-iyah-kannya. Tapi dengan syarat terserah gue mau ketemu atau nggak. Dan jadilah kami menjalani sebulan lagi hubungan tanpa bertemu sama sekali hanya komunikasi melalui telephon.&lt;br /&gt;Saat itu awal tahun ajaran baru, gue masuk kuliah di UNJ sebagai mahasiswa baru tapi kuliah gue yang lama nggak gue lepas. Dan saat itu sedang jalan-jalan dalam rangka penutupan masa orientasi jurusan, namanya Herzlich Wilkommen. Dan gue inget saat itu kami sedang jalan-jalan menyusuri berkebunan teh, ketika salah seorang senior, Widi namanya, menanyakan gue apakah gue punya pacar. Dan tentu saja gue jawab punya, tapi nggak pernah ketemu. Tentu saja dia bingung, kok nggak pernah? Dan gue jawab “Nggak tahu juga ya! Sebenarnya kita pernah putus tapi dia minta nyambung lagi, tapi ninna nggak mau ketemu,” mendengar jawaban gue, kayaknya senior itu makin bingung, “Oh, mungkin itu karena ninna nggak terlalu suka sama cowoknya kali,” dan saat itu gue pikir, nggak kok! Gue suka! Buktinya gue mau jadian sama dia?!&lt;br /&gt;Akhirnya dia minta putus, karena tidak tahan menjalani hubungan yang seperti itu dimana tidak pernah bertemu sama sekali hanya melalui telephon. Kupikir, Oke, toh gue nggak rugi apa-apa ini.&lt;br /&gt;Dan kalau sekarang gue pikir-pikir lagi, ternyata gue dulu jahat banget ya? Gue dicintai dan disayangi dengan begitu rupa tapi ternyata gue membalasnya dengan biasa-biasa aja. Kalian juga nggak bisa menghakimi kalau gue hanya mempermainkan perasaannya. Nggak! Gue juga suka sama dia kok! Terbukti ketika gue sedang jalan-jalan sama temen seperjuangan guedalam menjelajahi semua mall yang ada di Jakarta ini, waktu itu kita sedang pergi ke salah satu mall yang ada di daerah Grogol, gue inget sama cowok gue dan gue inget kalau cowok gue penggila Liverpool. Gue mampir ke toko bola dan membeli sebuah gantungan kunci (karena Cuma itu yang sanggup gue beli) tertera tim favoritnya. Ng… kayaknya gue Cuma ngasih itu sih! :-D &lt;br /&gt;Mungkin emang bener gue cewek yang jahat ya! Dan mungkin gue pantas mendapatkan balasannya. Karena memang benar setelah dengannya, perjalanan cinta gue nggak pernah seindah dan selucu yang gue alami dengannya, malah cenderung penuh dengan air mata. Karma sepertinya. Mau tahu kenapa? Karena gue mulai merasakan yang namanya ingin selalu bertemu, telephon dan tahu apapun yang sedang dilakukannya. Sepertinya cenderung posesif. Dan sepertinya cowok nggak suka terlalu diperlakukan seperti itu juga. Gue sampai heran sendiri kenapa gue nggak bisa mengontrol perasaan gue sendiri. Padahal sama cowok yang pertama bisa. &lt;br /&gt;Gue nggak terlalu disakiti, sih! Maksudnya cowok-cowok itu masih baik sama gue dan menuruti apa yang gue mau dan bilang. Kalau detilnya mungkin nggak usah diceritain kali ya! Sampai akhirnya ketika gue memutuskan untuk menyudahi perjalanan cinta gue dengan seorang pemuda, yang mungkin bisa dibilang good looking. Hanya saja saat itu, gue udah berumur, istilahnya gue emang sudah harus menikah karena umur yang sudah 25 tahun, sesuai dengan target. Dan cowok itu pun menurut dengan apa yang gue minta. Nggak ada yang namanya rasa kangen gue alami, karena dia selalu nelephon gue hampir sepanjang hari. Gue sendiri nggak merasa keberatan, toh gue juga suka ini dan akan menikah dengannya. Tapi sayangnya kedua orang tua gue nggak setuju karena dia belum punya pekerjaan tetap, istilahnya nggak punya modal buat nikah kok minta nikah. Dan gue nggak keberatan, karena gue pikir kalau gue kerja dan gue yang akan membiayainya, karena gue mau jadi seperti siti khodijah. Tapi entah apakah karena sudah kehendakNya, perjalanannya benar-benar sangat tidak mulus. Dan tahun-tahun itu juga gue menerima banyak cobaan, entah apakah itu mobil gue yang kebakar ataupun bokap mukul gue karena pulang malem dan membawa adik angkat gue yang baru datang dari Bandung dan bermaksud menginap di rumah. Karena bagi orangtua, nggak baik cewek pulang malem, udah gitu bawa cowok pula, apa kata tetangga? Dan masih banyak hal lainnya. Sampai akhirnya gue ditarik dari peredaran.&lt;br /&gt;Dan ketika hati ini sudah merasa terobati dan juga karena tuntutan keluarga untuk cepat menikah dan juga daripada dijodohin, gue mulai membuka hati lagi. Dan sampailah sekarang gue menyayangi lagi seorang cowok. Tapi ternyata cowok ini tidak sesuai dengan apa yang gue inginkan. Dia jarang telephon, jarang sms, walau mungkin sehari pasti ada sms sih dari dia. Yah setidaknya dia masih inget sama gue lah! Dan sebenarnya hubungan kami juga nggak jelas. Tapi sepertinya hanya teman. Hanya kandidat saja. Dan apakah itu cukup? Entahlah. Mendapat perlakuan seperti ini, gue jadi inget sama kisah pacaran gue untuk yang pertama kalinya. Bagaimana gue memperlakukan pacar gue itu, sama banget dengan yang gue alamin sekarang. Gue mau marah nggak bisa, mau protes nggak bisa. Iya dong? Kan hanya kandidat. Dan gue pun bisa maklum dengan itu. Dia sibuk! Sedangkan gue nggak dan wajar kalau gue yang menghubungi dia terlebih dahulu. Tapi nggak semudah itu ternyata. &lt;br /&gt;Wanita itu tidak bisa kalau tidak dicintai. Walaupun tangannya sudah berkeriput, kalau dicintai pasti masih bisa membuatkan makanan untuknya. Karena kalau hanya mencintai lama kelamaan pasti akan berpikir, “mana tahan? Aku bukan ibumu dan juga bukan pembantumu!”&lt;br /&gt;Dan gue jadi inget dengan perkataan senior gue itu, “mungkin karena tidak terlalu suka.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-4923921888484079049?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/4923921888484079049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=4923921888484079049' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/4923921888484079049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/4923921888484079049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/01/bicara-ttg-cinta-pertama.html' title='bicara ttg cinta pertama'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-6227200020912982668</id><published>2009-01-10T12:53:00.000+07:00</published><updated>2009-01-10T13:00:50.365+07:00</updated><title type='text'>Please don't hate me</title><content type='html'>Suatu hari gue diceritain sama kakak ipar gue tentang tetangganya yang pernah hamil diluar nikah. Si cewek berasal dari keluarga kaya namun si cowok dari keluarga yang biasa aja. Tentu saja keluarga yang cewek nggak setuju. Namun ternyata si cewek ini yang kegatelan terus nyamperin si cowok. Sampai akhirnya si cewek di tarik oleh keluarganya untuk dijauhkan dari si cowok. Namun si cewek terus menangis dan memohon agar bisa bersama si cowok. Dan gue agak lupa ceritanya bagaimana tapi yang pasti akhirnya keluarganya memutuskan untuk membawa cewek itu ke dukun dan menghapus ingatannya perihal cowoknya itu. Dan ternyata berhasil. Cewek itu pun tidak bisa mengingat kenangan yang pernah dilaluinya bersama si cowok. Walaupun dia bertemu dengan cowok itu, dia sama sekali tidak ingat dan hanya bersikap biasa aja, menegur seperti layaknya teman selewat saja kepada cowok itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mendengar cerita itu, gue jadi berpikir, kenapa ketika gue pun ditarik dari dunia sosialisasi gue, gue nggak diperlakukan seperti cewek itu pada bagian dihilangkan ingatannya? Setidaknya gue nggak harus mengingat kejadian-kejadian buruk yang pernah terjadi sama gue. Gue nggak mengingat masalah-masalah yang mungkin pernah gue timbulkan yang melibatkan keluarga gue. Intinya gue nggak mengingat semua itu, intinya gue terlahir kembali menjadi seperti seorang bayi gede yang sudah bisa jalan, bisa ngomong, dan tentu saja sudah lulus sekolah. (&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; nggak lucu aja kalau musti belajar lagi dari SD. Tapi kalau dipikir-pikir nggak apa-apa juga ya?! Gue pasti bisa jadi juara umum kalau begitu, dibilang jenius! Hehehehe)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kenyataannya ingatan itu masih ada di dalam otak gue. Tersimpan dengan rapi, yang manakala gue mengingatnya, gue selalu menitikkan air mata dan merasa menjadi orang paling merana sedunia yang otomatis membuat gue menjadi sangat membenci hidup ini dan berharap untuk segera menutup buku perjalanan ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ironis memang memiliki pikiran seperti itu, tapi gue pikir dengan karakter yang seperti ini, itu yang terbaik bagi gue. Kalaupun memang nggak bisa hanya menghilangkan beberapa kejadian, bisanya seluruh ingatan, gue nggak keberatan untuk menjalaninya. Toh gue masih tinggal sama keluarga gue sampe sekarang, dengan sangat nyamannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mungkin gue pun akan melupakan kejadian terbaik yang pernah gue alami. Gue akan melupakan semua orang-orang yang gue sayangi. Tapi sepertinya itu tidak masalah. Dengan ingatan yang baru, gue bisa membangunnya kembali. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi kalau berpikir seperti itu, Allah pasti marah besar sama gue karena dinilai gue sangat tidak mensyukuri apa yang sudah diberikan olehNya. Padahal apa yang gue dapat sampai sekarang ini merupakan kemewahan yang nggak gue dapat selama tujuh tahun kebelakang. Bukan gue menyesal dengan apa yang terjadi selama tujuh tahun kebelakang. Justru gue sangat bersyukur. Gue hanya menyesal kenapa gue nggak bisa melewati cobaan ini dengan mulus. Nggak bisa mengikhlaskan hati gue sampai seikhlas-ikhlasnya. Mungkin itu juga sebabnya akhir-akhir ini gue selalu membaca &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Al Insyirah dan al ikhlas di dalam sholat-sholat gue. Tidak lain tidak bukan adalah untuk mengikhlaskan hati gue dan meyakinkan diri gue sendiri bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan, setelah hujan pasti akan ada kehidupan yang baru lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di satu sisi, gue merasa sangat bersyukur karena gue masih bisa hidup sangat enak. Bisa makan sekenyangnya sampai berat badan nambah lima kilo dan sekarang sedang usaha untuk menurunkannya kembali, bisa jalan-jalan bersama keluarga yang sangat gue sayangi sampai gue sama sekali nggak tega untuk meninggalkan mereka walaupun tentu saja ketika jalan-jalan, bisa belanja nemenin nyokap ataupun keluarga yang lain ke pusat-pusat pertokoan sekalian refreshing dan cuci mata walaupun tentu saja karena gue nggak punya penghasilan gue Cuma bisa melihat-lihat barang yang mau gue beli dan hanya berharap untuk bisa membelinya, yang syukur-syukur kalau nyokap berbaik hati mau membelikannya. Tapi entah kenapa justru gue merasa menjadi anak paling nggak berguna sama sekali bagi keluarga gue setiap itu terjadi. Umur gue udah bukan ABG lagi. Umur gue itu sudah saatnya untuk memberikan sesuatu bagi keluarga. Baru sedikit yang bisa gue berikan untuk keluarga gue ketika gue masih kerja dulu. Jangan salah sangka, dulu gaji gue termasuk tinggi. Dalam sebulan mungkin gue bisa mendapatkan tak kurang dari 4 juta. Dan ada kewajiban yang harus gue tuntaskan sehingga gue nggak bisa memakainya untuk keperluan gue sendiri sampai puas ataupun memberikannya kepada kedua orangtua yang udah membesarkan serta membiayai pendidikan gue. Tapi gue nggak nyesel. Karena gue nggak bisa menutup mata hati gue. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gue masih jauh lebih beruntung dari bapak-bapak yang terlihat sangat kumuh sekali dengan pakaian yang sudah robek, dekil dan menggendong karung berisi barang-barang bekas yang bagi kita merupakan sampah yang bahkan untuk minum pun dia meminta pada orang yang kebetulan ditemuinya dan berbaik hati untuk memberikannya. Bahkan gue masih jauh lebih beruntung karena selain bisa memberikannya minum, gue masih bisa memberinya sedekah walaupun tak seberapa untuk membelinya obat karena saat itu dia sedang sakit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Walaupun gue hanya bisa melihat barang-barang yang gue mau dengan tatapan nanar karena nggak sanggup untuk membelinya, toh gue masih jauh lebih beruntung daripada seorang anak kecil yang sering mengintip kaca pintu toto kedua orangtua gue yang mungkin untuk membeli eskrim pun dia tidak mampu karena kedua orang tuanya tidak menafkahinya dengan semestinya. Gue masih jauh lebih beruntung. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun justru dari keberuntungan gue ini, gue merasa sedih kalau sampai gue nggak bisa bermanfaat bagi orang-orang yang paling gue sayangi di dunia ini. Setidaknya gue mau memberikan mereka sesuatu dari hasil jerih payah gue sendiri. Dan sekali lagi bukan maksud gue untuk tidak mensyukuri apa yang gue miliki saat ini. Dan dengan kejadian yang gue alami ini, gue jadi sangat paham betapa berharganya uang itu, karena gue nggak berpenghasilan dan ortu juga nggak ngasih. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ratus perak pun menjadi sangat berharga bagi gue. Dengan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ratus perak, gue bisa beli choki-choki, momogi, Gerry, dan sebuah gorengan. Dengan uang seribu gue bisa beli susu kedele, chiki, dan dua buah gorengan. Apalagi dengan uang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ribu, sepuluh ribu, gue pasti bisa beli macam-macam. Bahkan cepek pun masih bisa untuk beli permen! Tapi nggak tahu kenapa, kalau ngasih tukang parkir ataupun polisi cepek (mungkin sekarang namanya jadi polisi gopek), gue nggak pede kalau ngasihnya Cuma seratus, dua ratus ataupun tiga ratus, yang kalau gue pikir-pikir, padahal untuk dapet seribu rupiah pun gue harus ngumpulin dari kembalian belanja nyokap. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mungkin mendengar cerita gue, kalian bingung, kenapa nggak kerja aja lagi, sih!? Hmm… itu pun akan terdengar mudah kalau memang ada ijinnya dari pihak yang juga menarik gue dari kehidupan sosialisasi gue. Sempet agak khawatir juga, sih, apakah peristiwa ini mempengaruhi psikologi gue apa nggak. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-6227200020912982668?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/6227200020912982668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=6227200020912982668' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/6227200020912982668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/6227200020912982668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2009/01/please-dont-hate-me.html' title='Please don&apos;t hate me'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-6439736442376746388</id><published>2008-12-15T16:31:00.000+07:00</published><updated>2008-12-15T16:40:05.491+07:00</updated><title type='text'>sekedar mampir</title><content type='html'>aneh deh! kalo lagi dirumah, gue pasti ada aja yang mau ditulis dan mikir, "Ah.. yang ini kayaknya bagus buat di tulis di blog nih!" Tapi entah mengapa begitu tiba di depan warnet dan sedang duduk dengan manis di depan monitor, tangan itu tidak tahu apa yang harus ditulis. jadi buntu... gue mau bahas apa ya??? Hmmm...&lt;br /&gt;Ah.. gue jadi inget nih! Ada majalah di depan wajah gue soalnya. Tentang Global warming itu deh! Gue mendukung banget yang namanya mengatasi Global warming dan semacamnya dengan tujuan untuk melindungi bumi tercinta ini. Tapi berhubung (sekali lagi berhubung) gue kerja di bidang perdagangan (walaupun kecil-kecilan) yang sering banget mampir ke pasar-pasar untuk belanja keperluan toko, otomatis gue mendapati banyak banget ketidak ramahan tingkah manusia terhadap bumi ini, yaitu masalah sampah, masalah polusi udara, limbah rumah tangga, dsb. Sebut saja kalau kita belanja barang yang banyak banget, otomatis barang itu harus dibungkus di plastik dong! atau kalau emang banyak banget pake kardus. dan kita semua tahu kalau plastik merupakan barang yang sangat tidak ramah lingkungan. tapi plastik berguna banget bagi kehidupan ini!!?? apakah sudag ada yang namanya plastik daur ulang? please tell me! atau setidaknya plastik yang bisa terurai dengan cepat deh! Padahal global warming itu masalah yang serius. Tapi memang untuk mengedukasi masyarakat indonesia yang rata-rata masih berpendidikan kurang, masih membutuhkan usaha ekstra. bahkan yang sudah berpendidikan tinggi pun terkadang tidak perduli dengan hal itu. sebut aja dari masalah rokok! bukankah itu juga salah satu bentuk polusi udara? &lt;br /&gt;Pedulilah pada bumi ini, khususnya Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-6439736442376746388?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/6439736442376746388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=6439736442376746388' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/6439736442376746388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/6439736442376746388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2008/12/sekedar-mampir.html' title='sekedar mampir'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-4768539806921783629</id><published>2008-12-03T12:09:00.000+07:00</published><updated>2008-12-03T12:14:23.406+07:00</updated><title type='text'>persimpangan</title><content type='html'>testestes&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-4768539806921783629?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/4768539806921783629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=4768539806921783629' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/4768539806921783629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/4768539806921783629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2008/12/persimpangan.html' title='persimpangan'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-1596613899405406070</id><published>2008-11-28T10:55:00.001+07:00</published><updated>2008-11-28T10:59:18.314+07:00</updated><title type='text'>XTRA LARGE</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gue lagi seneng banget ngebahas apa yang baru aja gue tonton nih! Berhubung gue jarang nonton film &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, gue baru aja nonton film di tipi, XL Extra Large, yang bintang filmnya Jamie Aditya itu, loh! Lucu sih! Dan emang romantis. Si cowok yang udah kepepet harus merit tapi nggak pede sama ukuran ‘adik kecilnya’! (O iya, bagi yang dibawah umur kedewasaan, diharap jangan membaca tulisan ini! Hehehehe!) Terus dia sama dua orang temennya dateng ke dukun pijet gitu buat memperbesar ukuran/menambah nafsunya kali ye! Gue kurang nyimak gitu pas bagian itunya, soalnya gue nontonya agak telat. Hari pertama dateng, dia langsung diajak sama temennya ke tempat pecun2 getoh, terus disewa, deh, satu orang pecun selama sebulan. Nah sepanjang waktu itulah, terjadi kejadian2 yang romantis. I mean, si cowok MUNGKIN memang tidak pede dengan miliknya sendiri, tapi dia itu bener-bener SO SWEET! Dia yang rapih, pengertian, peduli sama kepuasan sang pasangan, lugu-lugu geto deh, lucu (Lucu yang nggak over maksudnya), lucunya itu bagaimana ya… manis gitu lah, yang ada cewek manapun yang lihat bawaannya gemes n pengen ketawa, pengen nyubitin, pengen nendangin, pengen namparin (Loh…, gemes apa sadis?) jadi perlahan-lahan si ceweknya pun melayani dia bukan karena uang yang sudah dibayarkan ke dia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nah, kalau dari sisi ceweknya, yang gue lihat n perhatiin karakternya, (bukan karena latar belakang dia mecun), dia itu tipe yang wanita banget! Bangun selalu lebih pagi dari si cowok, bikinin sarapan, bersihin rumah, nyiramin tanaman, nyiapin makanan, intinya sebenarnya tipe ibu rumah tangga banget. Karena melihat kelembutan dari sang cewek itulah, si cowok perlahan-lahan jadi cinta sama si cewek.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi intinya, selama kita mau menerima kekurangan dari pasangan kita dan selalu merasa puas serta berkeinginan untuk selalu memberikan yang terbaik pada pasangan kita, atau mau kompromi lah, ada komunikasi, pasti akan tercipta suasana yang menyenangkan di dalam rumah itu sendiri. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi bukan berarti gue nyuruh para cowok buat nyari cewek2 pecun lo yah!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oya, terus ada lagi salah satu tokohnya nih! Yang udah merit tapi masih aja gemar lirik kanan lirik kiri alias nyari pecun. Padahal istrinya yang udah cantik bin bohai getoh! (Maksudnya ARTISnya dipilih yang cantik bin bohai!) terus ada salah satu dialog yang diucapkan oleh tokoh INTAN sang pecun itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Cowok kayak gini, nih, yang bikin banyak cewek jadi lesbi!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Soalnya kenapa? Cowoknya jorok dan yang ada dipikirannya Cuma sex-Sex-dan SEX ajah! Walaupun akhirnya si cowok insaf pas istrinya sekarat gara-gara kebanyakan makan obat tidur. Memang terkadang kita baru nyadar betapa berharganya sesuatu sewaktu kita sudah (hampir) kehilangannya!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebenarnya film2 tema seperti itu bagus sih untuk diangkat ke layar kaca. Namun yang harus diwaspadai adalah bagaimana para penonton menanggapinya. &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; nggak semuanya yang sepinter gue (Ehm-ehm!) dalam menilai sebuah film. Apalagi kalau aslinya di filmnya ada adegan syuuurrrrrr…nya! Kalo dibioskop dan tipi &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; biasanya di sensor alias adegan2 seperti itu aman tidak bisa terlihat. Eh, tapi kalau kalian berlangganan INDOVISION, atau tipi berlangganan lainnya, adegan2 sebatas kissing n di ranjang (selama belum ML) nggak disensor loh! Jadi hati2lah bagi yang berlangganan Tipi itu, agar menguncinya biar tidak ditonton oleh anak dibawah umur atau yang belum bisa membedakan mana yang benar dan yang salah. Untung keponakan gue Cuma demen nonton Cartoon Network (Tantenya aja yang kadang nggak tahu diri suka nonton UGLY Betty, CSI New York, yang terbaru Heroes 3, In Plain Sight, apalagi ya? Pokoknya yang ada di AXN, n Star World deh! Lipstik jungle pernah nonton, tapi adegan kissing n bednya kebanyakan. Berhubung gue masih single, nanti kalau jadi mau bisa berabe, jadi nggak nonton deh! Tauk kalau 90210 yang baru! Tapi dari iklannya aja udah vulgar banget yak!) Eh, kok jadi ngebahas ini, sih!???&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gue jadi inget pernah baca buku, CADO-CADO, Catatan DODOL Calon DOKTER, ada tuh satu bagian yang bikin gue ngakak banget. Yaitu pas bagian nyeritain temen ceweknya yang sukaaaaa… banget ngegosip! Bayangkan!! Dari ngomongin gunting bisa nyambung jadi bunting, dari ngomongin lem bisa nyambung jadi ML. Terus salah satu dialog favorit gue dibuku itu kayak gini,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“…..kenapa ya tuh nyamuk sarapannya jam 10 pagi? Pasti telat bangun! Apa nyamuk2 itu kalo malam suka keluyuran makanya telat bangun? Ih… kayak si Tina tuh… kalo malem keluyuraaaaan melulu! Aku pernah lho mergokin dia sama cowok jam 11 malam berduaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di taman dekat rumahku!!!”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ajaib &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;? dari ngomongin nyamuk bisa ke Tina!? Terus sama yg ini nih!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Eh Jeng, kemaren suami aku bawa mammoth lho, gede banget! Suamimu gak pernah ya bawa mammoth buat kamu? Sori ya, Jeng, kemaren aku lihat suami Jeng maen-maen ke rumah gorilla betina, ngapain aja tuh?” sambil bisik-bisik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Well… seperti lagunya John Mayers lah, “Your Body is a wonderland!” pikiran wanita itu emang ajaib! (Nggak nyambung yah???) Terus kalo cowok ngegosipnya apa aja, ya? Jadi pengen tahu. Sebenarnya gue udah tahu sih! Secara abang gue cowok semua and waktu kuliah kampus gue mayoritas cowok gitu loh!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Well… sebenarnya film2 &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; bagus2 kok! Gue juga pernah nonton Berbagi Suami, dan emang bagus banget! Cuma memang sayangnya perfilman &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; masih ngikutin tren. Maksudnya kalau lagi tren horror, film yang keluar film hantu semua. terus waktu lagi film2 dewasa yang rada nakal mirip2 XL ini, semuanya yang keluar kayak gitu juga. Terus kalo film drama percintaan, sama juga yang keluar itu. Waktu dulu pernah ada Petualangan Sherina, terus disusul Joshua oh Joshua, ada banyak deh waktu itu film anak2 yang nongol. Tapi kenapa sekarang nggak lagi ya? Padahal sih seharusnya sebuah genre film terus kontinu diproduksi setiap tahunnya. Jadi banyak variasinya gitu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi di Indonesia belum pernah ya ada film yang super action, kayak Terminator gitu. Atau Back to the future lah! Indiana Jones juga bagus! Atau yang agak gampangan, The God Must Be Crazy! (KOk film lama semua ya?) Atau Wall-E, film kartun juga nggak apa2! Atau gak dari sinetronnya deh! Bikin yang bagus. Kalo misalnya mau mengadaptasi dari sinetron luar juga nggak apa2. Toh Hana Yori Dango juga dibuat di &lt;st1:country-region st="on"&gt;Taiwan&lt;/st1:country-region&gt; dan di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Korea&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ngomongin Hana Yori Dango, gue jadi pengen ngebahas antara film &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Korea&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, Jepang dan Cina. Nggak tau kenapa, gue lebih tertarik nonton film jepang loh! Apa karena gue suka komik dan lebih suka sama bahasanya ya? Padahal kalo dilihat dari cerita, yang paling banyak mengeluarkan cerita romantis itu &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;korea&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; loh! Gue juga lebih suka ngelihat wajah2 aktor Jepang, kayak KENNICHI MATSUYAMA, yang meranin L di DEATH NOTE, Imut Abisss!! Cute deh! Terus yang baru aja gue tontonin, GOKUSEN. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tuh satu cerita, yang ada nama tokohnya KUROSAKI, gue nggak tahu yang meranin siapa, tapi wajahnya cakeeeeppp… banget! Apalagi pas lagi pake kacamata Rayban-nya, pake jaket, rambut pirang acak2an. Jadi penasaran bener deh sama nama pemainnya! (Kalo ada yang tahu kasih tahu gue ya!), Terus tampang imut MATSUDA SHOTA juga di LIAR GAME. Tuh dorama sebenarnya nyebelin banget! Tapi berhubung yang mainnya imut, jadi gue tontonin sampe abis. Ceritanya bagus banget sih! Banyak intriknya. Dari judulnya juga udah bisa tahu dong tentang apa? Permainan kebohongan! Jadi musti merhatiin banget filmnya kalo nggak mau tiba2 hang ditengah jalan nggak nyambung! Bisa aja orang Jepang dapet inspirasinya ya! Apalagi yang DEATH NOTE! Kalau nonton ANIMEnya tuh sama nyebelinnya. Asli! Yang namanya LIGHT YAGAMI itu super jenius dan licik! Tapi nyebelinnya Ryuzaki atau L ini mati! Terus digantiin sama N, lucunya si N ini suka banget nyusun2 balok2, jadi ngebentuk gedung, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, hebat deh! Tapi untung filmnya beda versi! Senengan nonton filmnya sih! Soalnya yang mainnya cakep sih! Hehehe! Kalau &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;korea&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; gue Cuma suka nonton FULL HOUSE doang! Soalnya ada RAIN dan SONG HYE KYO. Dari cerita pun bagus, lucu sekaligus sedih. WINTER SONATA bagus, tapi nggak gue pantengin sampe abis. AUTUM’s TALE juga bagus, tapi sama… nggak gue pantengin sampe abis. Soalnya gue lebih suka drama komedi gitu sih! Kalau yang sedih bawaannya nangis mulu. Gue &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; orangnya gampang nangis. (Tapi di kamar sih!) Kalo cina gue sukanya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Meteor&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Garden&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; doang! Itu juga yang bagian satunya aja! &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sih yang juga gue tontonin, They Kiss again! Tapi sama Indosiar nggak diterusin sampe abis. Padahal yang naughty kiss-nya lucu banget. Waktu itu gue nontonnya di Jak TV. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; adegan waktu tokoh utama ceweknya lagi ngomong sendirian di dalam kamarnya, di depan kaca, sambil megangin raket tenis, berlagak sudah jadi pemain tenis propesional. Aktingnya bagus deh si ARIEL LIN ini! Kalo dulu waktu kecil, gue sukanya nontonin film silat! Bacaannya aja Kho ping Ho. Hahahahahaha…..&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-1596613899405406070?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/1596613899405406070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=1596613899405406070' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/1596613899405406070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/1596613899405406070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2008/11/xtra-large.html' title='XTRA LARGE'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-3949693573946297010</id><published>2008-11-08T10:48:00.000+07:00</published><updated>2008-11-08T10:49:01.492+07:00</updated><title type='text'>questions</title><content type='html'>Hai, sekedar untuk mengisi waktu luang, tolong dibaca dan dijawab, ya, pertanyaan-pertanyaan yang ada di bawah ini. Soalnya sampe sekarang gue sama sekali belum menemukan jawabannya.&lt;br /&gt;1.       Kasus pertama&lt;br /&gt;Kalian tentu tahu, dong, fenomena yang sedang marak terjadi beberapa tahun belakangan ini. Sebenarnya sih kalau mau buka mata, bukan sekarang-sekarang aja terjadi. Dari jaman baheula juga hal seperti ini udah ada, Cuma baru terekspose aja sekarang, yaitu Poligami.&lt;br /&gt;Menurut kalian, poligami itu sering terjadi disebabkan oleh apa? Apakah karena memang factor cinta yang terbagi, nafsu seksual yang tidak terpuaskan, karena tidak dilayani dengan baik, atau sampai dengan dalih ibadah?&lt;br /&gt;Dari poligami kita merambat ke arah perselingkuhan. Menurut kalian juga, kenapa seseorang melakukan perselingkuhan itu? Apakah karena dia tidak setia, merasa bosan, balas dendam atau karena sudah tidak mengalami kecocokan lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Kasus kedua&lt;br /&gt;Gue pernah liat iklan di TV, kalau di bumi ini sudah digalakkan yang namanya recycle. Semua barang yang bisa kita recycle, direcycle, deh! Namun ada satu yang tidak bisa direcycle, yaitu kriminalitas.&lt;br /&gt;Menurut kalian, kenapa seseorang melakukan suatu tindakan criminal? Entah apakah itu mencuri, merampok, malak, berzina, membunuh bahkan sampai memutilasi!! Apakah karena factor ekonomi, balas dendam, sakit hati atau karena si pelaku seorang psikopat?&lt;br /&gt;Dari sana, terbersit pertanyaan, apakah di dalam hati si pelaku tindak criminal tidak mempercayai adanya pembalasan setelah kehidupan ini? Seperti lagunya Crisye, Jika syurga dan neraka tak pernah ada, masihkah kita menyebut namaNYA?&lt;br /&gt;Bagi yang beragama Islam, pasti pernah dengar, dong, kalau setiap orang Islam pasti akan masuk syurga. (Dan kalau nggak salah, disetiap ajaran agama lain, pasti juga mengajarkan hal yang sama) Walau sekotor apapun orang itu, walau sepanjang hidupnya dia hanya berjudi, mabok, berzina, merampok, membunuh, tapi karena dia meyakini Islam, dia pasti akan masuk syurga, walaupun sebelumnya di “cuci” dahulu di neraka.&lt;br /&gt;Masalahnya, gue pernah dapet satu ayat dalam Al-Qur’an ( 2:80-82) yang intinya “Barang siapa berbuat dosa dan telah diliputi oleh dosanya itu, maka mereka itu penghuni NERAKA dan mereka KEKAL di dalamnya.” Dan begitupun sebaliknya. Yang manakah yang benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Kasus ketiga&lt;br /&gt;Bagi yang masih single kayak gue, criteria apa, sih, yang biasanya kalian tetapkan dalam memilih pasangan hidup? Dari factor fisik yang ganteng atau cantik, badannya yang menyaingi supermodel, karena dia tajir abis, kekayaannya nggak akan habis walau dimakan sepuluh generasi sekalipun, atau karena memang cinta sudah bicara?&lt;br /&gt;Dan menurut kalian, kenapa, sih, kalian menikah? (Tentu saja selain karena alasan ibadah!) Berhubungan dengan kasus nomor satu, kita kan nggak akan pernah tahu apakah sang pasangan akan setia pada kita atau tidak? Nyatanya yang sudah menikah selama tiga puluh tahun pun masih bisa bercerai. (Entah karena alasan apa!)&lt;br /&gt;Bagi wanita single yang umurnya sudah mendekati 30 tahun (kayak gue), apakah kalian merasa sudah dipepet waktu untuk segera menikah? Dan ketika kalian hendak dijodohkan, apakah kalian akan menerimanya begitu saja? Walaupun sebelumnya tanpa cinta, tapi karena yang menjodohkan adalah orang tua, maka kita pun hanya nerima saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       Kasus keempat&lt;br /&gt;Ada kejadian dimana seorang istri akan mengancam suaminya untuk kabur/pulang ke rumah orangtuanya apabila keinginannya tidak terpenuhi. Bagi suami yang tegas, tentu dia akan berusaha untuk meluruskan kembali istrinya, walaupun resikonya adalah sang istri meminta CERAI! Tapi bagi suami yang sangat mencintai sang istri dan tidak mau kehilangan, pastinya akan menuruti semuanya.&lt;br /&gt;Bagi kalian para cowok, kenapa sih, kalian mau menuruti semua permintaan istri/pacar kalian tanpa melihat pada kemampuan kalian yang ada sekarang? Dan kenapa, sih, seorang cewek suka sekali membuat suami/pacarnya kelimpungan dan pusing dengan segala permintaan mereka? Gue juga seorang cewek, tapi berhubung gue belum pernah mengalaminya, gue nggak paham aja kenapa ada seorang istri yang dengan teganya morotin suaminya, tapi nggak mau melayani suaminya, dan anehnya sang suami diem aja diperlakukan seperti itu. Sebenarnya apakah karena cinta tanpa pamrih, atau karena ada sesuatu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.       Kasus kelima&lt;br /&gt;Menurut kalian, cinta itu apa, sih? Kepada siapa cinta seharusnya kita berikan secara menyeluruh? Kenapa sampai ada orang yang bisa begitu mencintai secara membabi buta? Kenapa sulit sekali untuk melupakan orang yang pernah singgah dihati kita? Tapi kenapa cinta bisa pudar seiring dengan berjalannya waktu dan juga dengan jarak yang membentang luas dan juga dengan tanpa adanya komunikasi yang berarti?&lt;br /&gt;Dalam hidup ini, apa, sih, yang paling kalian cintai sampai tidak bisa hidup tanpanya?&lt;br /&gt;Kalau kalian boleh meminta, apa yang akan kalian bawa sampai keliang kubur? (Walaupun tentu saja kita semua tahu, kalau kita terlahir tidak membawa apa-apa, dan matipun juga tidak membawa apa-apa pula selain amal ibadah kita.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagaimana? Apakah kalian sudah mempunyai jawabannya? Jadi kenapa tidak kalian jawab aja sekarang juga?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-3949693573946297010?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/3949693573946297010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=3949693573946297010' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/3949693573946297010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/3949693573946297010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2008/11/questions.html' title='questions'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-5722503820339993471</id><published>2008-11-08T10:47:00.000+07:00</published><updated>2008-11-08T10:48:24.282+07:00</updated><title type='text'>keponakan gue n api</title><content type='html'>Gue lagi menghela nafas dalam-dalam, nih! Pasalnya baru hari ini di rumah gue terjadi suatu peristiwa yang mengerikan!&lt;br /&gt;Keponakan gue yang masih berumur lima tahun maen sama temen sebayanya di balkon rumah. Kalau main mobil-mobilan atau mainan yang biasanya dilakukan oleh anak-anak seusianya sih nggak apa-apa. Ini maenin korek api!!! So… bisa ketebak kan apa yang baru aja terjadi di rumah gue? Kebakaran! Yup! Gue ulagin lagi, deh! KEBAKARAN!! Untung Alhamdulillah cepet ketahuan. Jadi masih sempet dipademin dan yang kebakar Cuma balkon rumah gue doang beserta perabotnya yang rata-rata terbuat dari kayu. Padahal gue masih capek banget, abis ngepelin kamar sama balkon kamar gue sendiri, sama nyikatin kamar mandi. Pas gue lagi mau mandi, tiba-tiba gue denger suara ribut-ribut abang gue sama kakak ipar gue. Kebayang nggak betapa paniknya keluarga gue saat itu? Untung Alhamdulillah abang-abang gue yang dua orang masih pada di rumah en belon berangkat sholat jum’at. Coba kalo cewek-cewek semua yang ada di rumah…, nggak tahu, deh, gimana jadinya…&lt;br /&gt;Bercermin dari kejadian itu, gue jadi mau sedikit membahas tentang cara mendidik anak, nih! Gue nggak kebayang deh gimana repotnya para ibu yang punya anak bejibun. Keponakan gue yang satu ini aja diajarinnya susah banget! Sebenarnya dia itu anak yang baik, karena tentu saja selalu diajarin sama om dan tantenya hal-hal yang baik (Ehm…, sedikit narsis nggak apa-apa, dong!) Dia emang bandel, tapi sebandel-bandelnya dulu sebelum mulai bergaul sama anak-anak sekeliling rumah, dia nggak pernah yang namanya maenin korek api, pisau atau hal-hal berbahaya lainnya. Bukan maksud gue buat mencap anak-anak dilingkungan gue membawa pengaruh buruk. Bukan! Bagi gue anak-anak tetaplah anak-anak! Kalau mereka nggak nakal, nggak suka maen bola, nggak suka kotor-kotoran justru bagi gue aneh. Tapi masalahnya kalau mereka sudah mulai maenin hal-hal yang berbahaya seperti dua benda tadi, korek api dan pisau.&lt;br /&gt;Keponakan gue ini sering banget maen sama anak yang satu ini, sebutlah G. Gue nggak tahu bagaimana kedua orangtuanya mendidik dia, tapi sejauh yang gue tahu, dari kakak ipar gue tentu aja, tuh anak maen mulu, nggak pernah dicariin sama ibunya walaupun udah malam juga. Dan cara bicaranya juga nggak baik, udah ngomong gue dan elu dan itu sempet nularin keponakan gue itu. Kan nggak lucu aja kalo denger anak kecil ngomongnya udah kasar, gue en elu. Biasanya kan kalo kita denger anak kecil ngobrol tuh pake “aku” dan “kamu”. Si G ini juga kalo berangkat sekolah juga sendirian. Di satu sisi, gue salut sama anak itu, dia usah mandiri. Tapi di satu sisi, gue mikir, ibunya nggak ngeri apa anaknya diculik? Jaman sekarang gitu loh?! Kalo jaman gue dulu, sih, masih bisa tenang kali. Penculikan anak masih jarang didengar. Lah jaman sekarang? Ngeri banget kan? Kadang gue mikir, nih si ibu kalo anaknya diculik reaksinya bagaimana, ya? Kalo yang gue perhatiin tipikal ibu-ibu, sih, pasti akan menangis sejadi-jadinya. Nggak salah, kan? Pasti nangis! Giliran ilang dicariin, tapi kalo masih kedengeran khabarnya, misalnya “Oh, anak gue lagi di rumah anu!”, dia sih cuek bebek aja, nggak disuruh pulang walaupun sudah malam ataupun saatnya makan atau tidur siang. Gue jadi mikir, tuh ibu niat punya anak nggak sih? Apa karena sudah terlanjur enak dan sudah terlanjur jadi? Gue pikir, kalo nggak siap didik anak, nggak usah melakukannya, deh! Kalo diluar negeri kan ketahuan, ya, kalo si ortu nggak sanggup ngerawat si anak bakalan di ambil sama dinas social. Lah kalo disini? Mau jadi anak jalanan?&lt;br /&gt;Gue emang belon punya anak, tapi kalo bercermin dari kejadian itu dan contoh kasus anak itu, gue bertekad gue nggak mau jadi ortu yang kayak gitu. Gue yakin bakalan susah, tapi selama niatnya baik dan dilakukan dengan sungguh-sungguh, gue yakin hasilnya juga bakalan baik.&lt;br /&gt;Hmmm… mikir ke si anak itu, gue jadi kasihan juga, sih! Kadang pikiran gue bilang, kalo rumah gue sendiri, gue bakalan ambil deh tu anak! Gue didik sendiri. Nangis-nangis, deh, si ibu kehilangan anaknya. Habisnya anaknya bukan dijagain yang baik.&lt;br /&gt;Tapi seperti sifat gue yang biasanya, gue kadang mikirnya suka terlalu jauh. Terus gue mikir lagi, kalo emang gue punya anak dan anak gue ketemu temen yang kayak gitu juga, gue bakalan bereaksi bagaimana, ya? Biasanya kan apa yang ada dipikiran kita suka meleset jauh dari kenyataan yang ada?&lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya apa? Kesimpulannya…. Perbaiki niat, deh! Dan belajar untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab! Jangan sembarangan menilai sesuatu, belum tentu juga kita bisa melakukannya lebih baik lagi dari orang itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-5722503820339993471?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/5722503820339993471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=5722503820339993471' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/5722503820339993471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/5722503820339993471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2008/11/keponakan-gue-n-api.html' title='keponakan gue n api'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-8326448499670026429</id><published>2008-11-08T10:43:00.000+07:00</published><updated>2008-11-08T10:46:30.190+07:00</updated><title type='text'>kampung blog</title><content type='html'>&lt;a href="http://bandunglife.com"&gt;&lt;img src="http://www.kampungblog.com/button.php?u=nichi781" alt="KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-8326448499670026429?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/8326448499670026429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=8326448499670026429' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/8326448499670026429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/8326448499670026429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2008/11/kampung-blog.html' title='kampung blog'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-1554910634842843681</id><published>2008-10-11T11:14:00.000+07:00</published><updated>2008-10-11T11:15:17.992+07:00</updated><title type='text'>Memory waktu kecil</title><content type='html'>Kalian tahu nggak, kalau ternyata ketika kita masih kecil itu daya khayalnya jauh lebih tinggi daripada kita sekarang ini. Well, gue baru tahu hal itu sekarang manakala gue mengingat-ingat kembali masa kecil gue dulu.&lt;br /&gt;Dulu waktu gue kecil, gue pernah mengarang cerita yang super absurd dan sangat tidak mungkin ada, yaitu cerita tentang makhluk angkasa luar yang luas biasanya hapir seluruh penduduknya adalah wanita (Padahal saat itu gue belum tahu kalau ada suku di sekitar sungai amazon yang penduduknya juga cewek semua). Gue juga mengarang semua nama-namanya dari nama latin, alias liat di buku biologi, ada yang namanya Zea Mays, Oriza Sativa, Rosacea apalah, gue sendiri lupa karena (sayangnya) buku coretan itu udah hilang entah kemana. Dan hebatnya lagi (karena gue adalah penggemar manga yang juga gemar ngegambar) gue gambar semua tokoh-tokoh tersebut, dan seinget gue gambarnya bagus banget! (yah, agak hiperbolis dikit nggak apa-apalah!). Gue design baju-bajunya, gue bayangin kapal induk mereka dan misi mereka datang ke bumi ini. Agak-agak lupa, sih! Coba yah bukunya nggak ilang, pasti gue bisa inget lagi jalan ceritanya dengan baik.&lt;br /&gt;Bukan itu aja, gue juga mengarang cerita tentang “BLACK VIOLIN and WHITE VIOLIN”. Cerita tentang biola baik dan jahat gitu, deh! Kalau nggak salah cerita tentang anak-anak yatim piatu yang (lagi-lagi) semuanya anak perempuan, yang tinggal disebuah panti asuhan. Dan mereka itu dibesarkan oleh Para VAMPIRE dan DRAKULA yang sengaja mengambil mereka dari seluruh Negara yang ada didunia ini untuk mereka latih memainkan semua alat musik untuk menemukan satu anak yang benar-benar mempunyai kemampuan untuk memainkan sang BIOLA KEJAHATAN alias BLACK VIOLIN. Seinget gue waktu memberi nama-nama semua anak-anak itu gue sampe buka-buka peta. Ada yang namanya Guatemala, Kenya, apa lagi ya? Di cerita itu tokoh jahatnya namanya COUNT DRACULA, yang kalau gue inget-inget lagi, itu kan salah satu nama karakter yang ada di serial SESAME STREET, boneka drakula kecil nan imut yang seneng banget ngitung! HAHAHAHA….! Tapi ada juga tokoh baiknya, cewek…, namanya gue lupa, tapi belakang namanya ada embel-embel DRACULAnya. Dia tuh Cuma ngisep darah sapi sama kambing doang. Sedangnya saudara-saudaranya yang lain selalu memburu manusia untuk mendapatkan darah segar. Nah, dengan berhasil menemukan anak yang bisa memainkan BLACK VIOLIN, si Dracula ini bisa mengusasai dunia dan semua makhluk yang ada di dunia ini tunduk sama perintah dia. Tapi sayangnya ada BIOLA KEBAIKAN alias WHITE VIOLIN. Oiya, dan kalau nggak salah, tokoh utamanya itu anak kembar, Reikenyaland dan Erkenyaland! Mereka itu diculik dari Negara Kenya. Reik dan Erland! Reik itu tokoh baik dan Erland tokoh jahatnya. Jalan ceritanya gue lupa-lupa inget, sih! Lagi-lagi sebuah penyesalan… coba bukunya nggak ilang!!&lt;br /&gt;Dari cerita yang luar biasa, beralih kecerita kehidupan yang biasa aja. Ada tokoh yang namanya Laroserina Browrina, Leon Archie Browrina, dan Lanitarina Browrina (Hah, ternyata gue masih inget dengan baik nama-nama itu!!) Ceritanya tentang adik kakak yang harmonis aja, kok! Mereka bertiga sekolah di sekolah asrama yang sangat menyenangkan dengan banyak fasilitas, lapangan berkuda, panahan, kolam renang, sepakbola (pokoknya superkomplit!) Cuma di tengah cerita sang adik, Lani, jatuh cinta sama cowok yang ternyata mencintai kakaknya, Laroserina. Cerita berakhir ketika dari sekolah sedang mengadakan kamping, dan si adik yang merasa membenci kakaknya karena dinilainya sudah merebut orang yang dia cintai, memutuskan untuk menyendiri (kasarnya kabur gitu, deh!) dan ternyata dia malah tersesat dan malangnya saat itu cuaca sedang ada badai. Dan dengan ketegaran hati dan juga rasa sayang pada adiknya ini, sang Kakak Larose, nekad menerjang badai untuk menyelamatkan sang adik. Akhirnya ketemu, sih! Tapi sayangnya justru sang kakak harus kehilangan nyawanya. Dramatis banget, deh!&lt;br /&gt;Dari cerita kakak beradik, beralih kecerita di panti asuhan lagi, nama tokoh utamanya XIROZ, nama lengkapnya IXYANA IROZYA. Nama yang aneh, ya! Dan karena aneh itulah, gue nggak pernah lupa sama nama itu. hehehehe!!! Cerita biasa, kok! Cerita tentang persahabatan antar anak-anak di dalam panti asuhan. Petualangan dalam menyelamatkan teman yang tersesat di dalam hutan, menyeberangi sungai dan lain-lain dan lain-lain… sekali lagi… sayang banget bukunya bisa ilang…!! HIKS-HIKS-HIKS!!!&lt;br /&gt;Apa lagi, ya? Banyak banget dah! Ada cerita tentang penari ballet, tentang seorang anak yang hidup di dunia sirkus, persaingan untuk penjadi ballerina terhebat. Itu sih, beberapa cerita-cerita yang sempat terlintas di otak saat itu dan hanya berupa cerita pendek. Tapi tahu nggak sih,dari semua cerita yang gue sebutkan di atas, gue gambar sendiri wajah-wajah tokohnya loh! Gue punya kebiasaan, ketika gue menghayal, gue pasti menghayalkan pula fisik si tokoh, dan langsung gue tuangkan dalam bentuk sketsa gambar manga. Mulai dari yang Cuma berdiri doang, yang lagi nari ballet, sampai yang lagi megang senjata. Aaaahhh… gue jadi inget masterpiece cerita gue lagi, yaitu cerita SILAT!&lt;br /&gt;Tokoh utamanya ada tiga orang, WAN FEI YI, WAN FEI YU, WAN FEI LI. Dari nama-nama itu, bisa tahu dong gue terinspirasi dari mana? Yup! Dari tokoh WAN FEI YUNG! Yang sakti itu loh! Hehehee… Jadi ceritanya begini, dalam keluarga WAN, malam itu sang istri baru saja melahirkan tiga anak kembar, dua perempuan dan satu laki-laki. Namun malam itu juga, terjadi penyerangan yang dilakukan oleh musuh keluarga itu. Semuanya dibunuh sampai habis. Namun sebelum semuanya sempat dibunuh, sang bunda sempat menitipkan tiga orang anaknya pada tiga orang kepercayaannya untuk diselamatkan melalui jalan rahasia. Dan BERHASIL! Jadilah mereka semua selamat. Namun sayangnya ada satu anak, yaitu yang paling tua, perempuan, WAN FEI YI, dimana sang pengasuh terbunuh. Akhirnya bayi yang masih merah tersebut dibesarkan oleh Srigala. Dan beruntung, akhirnya dia diketemukan juga oleh manusia goa yang akhirnya merawatnya dan mengajarkan dia jurus-jurus silat super sakti, dimana akhirna FEI YI berhasil mendapatkan salah satu senjata paling diinginkan abad ini, RANTAI KILAT. Senjatanya berbentuk rantai panjang, mirip senjata yang dipakai sama Sun ANDROMEDA yang ada di SAINT SAIYA, dengan ujung senjata berbentuk kilat. Bisa ketahuan betapa dahsyat kekuatannya, khan? Kalau anak yang kedua dibesarkan sebagai anak seorang saudagar, alias berdagang. FEI YU anak yang pendiam dan kalem, soalnya cowok ,sih! Jadi gue bikinnya yang sifatnya COOL gitu loh! FEI YU pun berhasil mendapatkan senjata sakti berupa GADA/GODAM, dan dengan hiasan berbentuk kilat juga. Kalau yang ketiga, cewek, FEI LI, dibesarkan layaknya seorang tuan putri, agak manja, ceria dan centil. Sama seperti kedua orang saudara kembarnya, dia berhasil mendapatkan senjata paling diinginkan abad ini, berupa TOMBAK SAKTI, dengan hiasan berbentuk kilat juga. Setelah delapan belas tahun terpisah akhirnya mereka bertemu kembali secara tidak sengaja di sebuah kota. Petualangan dimulai, deh! Intinya, sih, untuk pembalasan dendam pembantaian keluarga mereka. Detil-detil ceritanya gue lupa, tapi yang pasti gue sering banget ngekhayalin mereka dan juga gue gambarin setiap scene yang terlintas di otak. Ada juga yang namanya DOBT QUI LAN, cewek penghibur di sebuah rumah bordil yang seinget gue, dia itu si perayu yang menjebak FEI YU yang malah jatuh cinta sama FEI YU sendiri. Sebenernya kalau nggak salah, tokoh utamanya yang paling ditekankan itu si FEI YI, dia yang paling menderita, paling pinter, paling sakti dan juga paling dewasa diantara semuanya. Akhir ceritanya…. Hehehehehe… gue lupa! Yang pasti sih HAPPY ENDING lah!&lt;br /&gt;Tapi ada yang membuat gue seneng juga, soalnya ada satu buku yang ternyata nggak ilang. Bukunya masih ada dan belum selesai ditulis. Ceritanya tentang seorang anak perempuan yang dipisahkan oleh kakak laki-laki yang paling dia sayangi dan merupakan satu-satunya keluarganya yang masih hidup. Mereka berdua terpisah ketika masih kecil ketika sebuah musibah kebakaran terjadi. Sang adik diselamatkan dan ditempatkan dirumah sakit yang berbeda dengan kakaknya dan sayangnya si kakak ternyata hilang ingatan. Beruntungnya si adik di angkat anak oleh keluarga yang baik, jadilah si adik mengusung nama keluarga tersebut, MARIE ROSALYEZEA STEVANS. Keren banget yak namanya!Tapi cerita malah nggak focus pada usaha si adik dalam mencari kakaknya kembali. Cerita malah beralih ke kehidupan sekolah yang menyenangkan. Satu kelas kompak abis! Mulai dari ketika belajar, ketika bolos sekolah, ketika rapat untuk acara lomba, ketika menjenguk teman yang sakit, ketika latihan drama untuk lomba sekolah. Dan kebetulan mereka sekolah di Sekolah TEATER makanya namanya THEATRE JUNIOR HIGH SCHOOL. Jadi mereka masih pada SMP!! Ceritanya seru, sih, tapi jadi agak ngalor-ngidul. Hehehehe…!!! Tahu nggak, sih, dalam alur ceritanya pake ada yang berhubungan dengan jaman kerajaan VERSAILLES segala loh! Jauh sebelum jaman ratu ANTOINETTE. Gila ya! Dapet ide dari mana tuh! Ceritanya, sih, di MARIE ini masih keturunan bangsawan perancis itu tapi dari garis ibu. Dulu sang moyang yang keturunan bangsawan menikah sama panglima yang bukan bangsawan dan ditentang. AKhirnya bunuh diri dan dia mengutuk semua keturunannya, kalau sampai yang terlahir laki-laki dan perempuan, maka mereka akan terpisah dan tidak akan pernah bahagia sampai akhirnya garis itu diputus dengan pernikahan beda bangsa. Tetap terpisah tapi pasti akan bertemu kembali.&lt;br /&gt;Kalau gue bandingin khayalan gue jaman dulu sama jaman sekarang, banyak banget perbedaannya. Jaman dulu karena hanya dapet ide dari kartun, ataupun komik yang gue baca, kurang terasa nyata alias super fantasi banget! Nggak bakalan mungkin ada di dunia ini!! Gila-gilaan!!! Nggak peduli ada atau tidak ada!!!! Kalau sekarang daya khayal gue masih jalan, sih! Yang berbeda Cuma dari kemampuan gambar tokohnya aja. Hanya beberapa dari cerita yang gue tulis dan gue khayalkan yang bisa gue gambar. Jadi kalau dulu gue ngayal sambil coret-coret wajah ditokoh, kalau sekarang gue ngayal sambil ditulis di computer. Untuk coret-coret wajah hanya beberapa aja. Biasanya kalau ceritanya masih berkisah tentang remaja sekolah. Khan masih pada lucu-lucu, ganteng-ganteng, cantik dan imut-imut, tuh! Jadi masih mood buat digambar. Kalau yang kisahnya udah beranjak dewasa, gue nggak mood gambar, soalnya udah terlalu serius memikirkan jalan ceritanya. Gue jadi menghela nafas sendiri, nih! Kebanyakan ide cerita juga bikin pusing loh! Soalnya jadi nggak focus buat nulis. Pasti teralihkan sama cerita yang lain. Mending kalau ceritanya bisa gue susun sampai bener-bener tamat plus detil-detil ceritanya, kalau Cuma sekedar seneng ngekhayalin aja…., susah, deh! Makanya gue salut sama yang udah punya banyak buku. Terus giliran gue kapan, yah????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-1554910634842843681?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/1554910634842843681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=1554910634842843681' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/1554910634842843681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/1554910634842843681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2008/10/memory-waktu-kecil.html' title='Memory waktu kecil'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-2174257627603605421</id><published>2008-10-11T11:11:00.000+07:00</published><updated>2008-10-11T11:13:51.396+07:00</updated><title type='text'>Renungan</title><content type='html'>Dulu ketika aku masih SMU, aku tidak pernah bilang pada semua temanku dengan pasti apa pekerjaan bapak. Mereka hanya tahu kalau bapak bekerja sebagai seorang wirasawasta tanpa tahu dengan pasti sebagai apa. Aku merasa malu kalau harus bilang bapak seorang pedagang yang mempunyai sebuah toko dan kami sekeluarga tinggal diatas toko tersebut. Semacam ruko begitulah. Rumahku jelek dan malu untuk diperlihatkan ke teman-teman. Aku sama sekali nggak berpikir kalau ada temanku yang rumahnya lebih jelek dari aku. Saat itu aku berpikir, pekerjaan ayahku tidak bonafid sekali. Kenapa, sih, beliau nggak kerja kantoran aja seperti teman-temanku yang lainnya? Makanya aku tidak pernah mengajak teman-temanku main ke rumah, dan selalu aku yang mengunjungi mereka.&lt;br /&gt;Aku ingat sekali ketika aku masih kelas satu SMU, aku selalu membawa pulpen dengan bermacam-macam warna, tentu saja teman sebangkuku saat itu bertanya aku membelinya dimana, dan aku pun menjawabnya, di dekat rumah ada toko yang jual. Memang aku nggak seratus persen berbohong, sih, karena kan tokonya memang dekat sekali, ada di bawah rumahku. Tapi tentu saja seiring dengan berjalannya waktu, aku mulai menyadari betapa berharganya toko itu, karena dengan toko itu, ayahku mampu membeli sebuah tanah yang dari penjualan tanah itu kembalilah, kami sekeluarga bisa memiliki sebuah rumah dengan luas total lahan 600 m² dan ayah mampu membeli mobil serta menyekolahkan serta mengkuliahi empat orang anaknya walaupun harus menanamkan sikap hidup hemat.&lt;br /&gt;Tapi tentu saja aku tidak secepat itu menghargai usaha ayahku itu. Aku tetap menganggap remeh semua usahanya. Yang aku anggap sangat berjasa dalam mewujudkan semua itu adalah peran serta mama. Kalau bukan karena mama, toko pasti tidak akan bisa sebesar itu dan itu pun tertanam dalam otakku sampai aku kuliah. Aku lebih menghargai dan menyegani mama daripada bapak. Apalagi ketika bapak mulai tua, mulai darah tinggi dan jantungnya mulai lemah, otomatis beliau tidak bisa bekerja lagi seperti layaknya dulu. Tidak jarang dalam hatiku terbersit kata-kata meremehkan bagi beliau. Dan hampir saja aku menjadi anak yang sama sekali tidak menghargai bapak kalau saja aku tidak diingatkan oleh mama.&lt;br /&gt;“Kamu jangan lupa, kalau kamu bisa seperti sekarang, semuanya bermula dari bapak, kok! Waktu mama nikah sama bapak, mama nggak bawa apa-apa.”&lt;br /&gt;Dari kata-kata itulah, aku jadi sadar kalau selama ini aku telah bersikap sangat tidak sopan terhadap bapakku sendiri. Bercermin dari pengalaman itulah, akhir-akhir ini aku mendapati banyak kisah yang sangat menyentuh hati berkenaan dengan peran serta seorang bapak. Dari kisah ini pula aku mendapatkan satu kesimpulan sebuah simbiosis mutualisme yang paling menguntungkan dalam hidup ini, yaitu bersatunya seorang ayah dan istri yang saling bekerja sama dalam membentuk sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.&lt;br /&gt;Sekitar sebulan yang lalu, aku mengenal seorang duda yang sudah satu setengah tahun bercerai dengan istrinya, dan yang lebih menyakitkan adalah justru dia bercerai pada saat kondisi keuangannya berada di posisi paling bawah, alias bangkrut. Kalian pasti paham maksudnya, kan? Yup, istrinya meninggalkannya. Sebenarnya bukan istrinya juga yang meminta cerai, tapi dia sendiri yang memutuskan untuk menceraikan istrinya dikarenakan sang istri sudah tidak bisa lagi dinasehati, alias sang istri tidak mau melayaninya lagi, lebih suka keluyuran walaupun tanpa seijin dirinya dan selalu membangkang. Awalnya aku berpikir, mungkin kalau sang suami mau bersabar sedikit, pernikahan mereka pasti bisa diselamatkan. Namun pemikiran itu berubah manakala aku baru menyadari satu kasus lagi yang justru berkenaan dengan saudara dekatku sendiri. Sebutlah Paman A.&lt;br /&gt;Dulu ketika masih bujang, aku ingat sekali kalau aku pernah main ke toko material miliknya, paman A termasuk pemuda yang sangat berhasil dengan modal usaha material yang sangat kuat ditunjang dengan sifatnya yang sangat apik. Namun seiring dengan berjalannya waktu, tanpa aku sendiri menyadarinya, yang pasti sih yang aku perhatikan kenapa tokonya makin lama makin mengecil dan akhirnya tidak ada isinya sama sekali, malah dikontrakkan ke orang lain dan dia sendiri malah berjualan makanan bersama istrinya. Dan akhirnya jawabannya baru aku ketahui beberapa hari terakhir ini. Tidak lain tidak bukan ini karena peran serta sang pendamping hidup, alias ISTRI, dengan kata lain, WANITA.&lt;br /&gt;Aku sendiri pun seorang wanita dan aku menyetujui kalau wanita memang harus memiliki sedikit sifat matre karena memang sudah sifat dasar wanita yang suka dipuji, suka kemewahan dan memiliki sifat yang manja. Tapi kalau sudah morotin, malahan ini sang suami sendiri, ini namanya sudah sangat keterlaluan! Bahkan anak-anaknya pun tidak ada yang menghargainya. Mereka tahunya kalau ayah mereka tidak bisa bekerja dan tidak punya uang. Harta warisan habis dijual, uang ratusan juta hilang tanpa bekas, dan paman A sama sekali tidak menikmatinya. Penampilan sehari-harinya sangat kucel, dekil, bau dan benar-benar kalau kita berada di sampingnya tidak akan tahan untuk berlama-lama. Padahal istrinya mempunyai pakaian yang bagus-bagus, anak-anaknya pun dibelikan pakaian yang bagus-bagus. Dan yang paling membuatku sangat sedih manakala mendengar bagaimana cara anaknya membangunkan dirinya, yaitu dengan menendangnya. Kemana rasa hormatnya? Padahal ketika pakaian dalamnya kotor, tidak ada yang mencuci, bahkan sang ibu pun tidak mau mencucinya, sang ayah rela untuk mencucinya. Dia selalu memenangkan keluarga. Dia selalu berkata, “Nggak apa-apalah! Toh habis juga sama anak-istri ini, bukan kemana-mana!” Dia terlalu takut untuk ditinggalkan sang istri padahal istrinya sama sekali tidak mengurusnya. Tapi sampai kapan dia bisa bersabar menerima semuanya?&lt;br /&gt;Memang ibu yang merawat kita dari kita lahir, merangkak, berjalan, bahkan sampai bisa memakai otak ini untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk. Dan peran Istri jugalah yang mendukung suaminya baik dalam keadaan jayanya maupun dalam keadaan terpuruknya. Mereka tidak bisa hidup tanpa kita, wanita, seperti yang terjadi pada pamanku. Tapi kita pun tidak bisa hidup tanpa mereka. Seorang pria yang baik juga belum cukup, bila didampingi oleh wanita yang hanya menginginkan kekayaannya. Tapi seorang wanita yang baik juga tidak cukup bila sang pria yang diladeninya malah selingkuh dibelakangnya. Jadi bukankah sebaiknya kita semua mulai instropeksi diri, baik yang sudah berkeluarga, hendak ataupun belum berkeluarga, termasuk yang manakah diri kita? Apakah kita menikah hanya sekedar untuk mengejar kepuasan nafsu sex semata? Ataukah memang kita hendak mengarungi bahtera kehidupan yang baru denga penuh tanggung jawab?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-2174257627603605421?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/2174257627603605421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=2174257627603605421' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2174257627603605421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/2174257627603605421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2008/10/renungan.html' title='Renungan'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-7816841401803969070</id><published>2008-09-26T17:25:00.001+07:00</published><updated>2008-09-26T17:25:42.648+07:00</updated><title type='text'>mencari dawai 4</title><content type='html'>“Kamu sebaiknya tidak usah puasa,” ucap mama ditelephon pada hari kedua puasa ketika sedang sahur.&lt;br /&gt;“Kenapa, Ma? Kemaren aku kuat, kok, puasa sampai maghrib!”&lt;br /&gt;Mama terdiam mendengar jawaban putri semata wayangnya, tapi kemudian dia berkata, “Kalau begitu selama puasa ini kamu tinggal dirumah mama dan papa saja. Biar mama bisa ngontrol semuanya. Kalau tinggal berjauhan gini, kan, mama juga repot. Mama nggak bisa setiap saat nengok kamu. Papa juga sama aja.”&lt;br /&gt;“Udah…, mama nggak usah khawatir. Aku nggak tinggal sendiri ini. Lagian tinggal sama mama dan papa juga jarang ketemu. Besok aja papa sudah mau berangkat ke China, mama mau ke Kalimantan. Aku dirumah sama siapa? Mendingan disini dekat dari kampus, bisa main sama temen-temen,”&lt;br /&gt;“Sayang…,” ucap mama memelas, “setidaknya sebelum mama berangkat, kan, mama mau liat kamu dulu. Kalau begitu besok kamu antar mama ke airport, ya!”&lt;br /&gt;“Nggak bisa, dong, Ma! Kan, aku kuliah! Masa bolos! Baru juga masuk dua minggu!”&lt;br /&gt;Mama menghela nafasnya, “Kelihatannya kamu betah disana, ya! Teman-teman kamu baik semua sama kamu?”&lt;br /&gt;“Baik banget!”&lt;br /&gt;“Lalu sudah ketemu sama orang itu?”&lt;br /&gt;“Belum, Ma! Tenang aja, sih, paling juga sebentar lagi! Oke, Ma?”&lt;br /&gt;“Ya sudahlah! Mama sudah capek buat larang-larang kamu! Pokoknya setelah ini jangan minta yang macam-macam lagi!”&lt;br /&gt;“Nggak, kok, Ma! Saat ini aku cuma meminta ini aja!”&lt;br /&gt;“Ya sudah! Kamu sudah selesai sahur? Oiya, bakery kamu biar mama yang urus dulu!”&lt;br /&gt;“Sudah, kok, Ma! Iya, Ma, tolong dihandle dulu, ya!”&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Minggu berikutnya pada hari Rabu, ada pengumuman kapan akan dilaksanakan penutupan Masa Orientasi Mahasiswa baru dalam jurusannya. 10 Oktober acaranya, seminggu setelah libur Lebaran. Vio sedang menimbang-nimbang sesuatu sambil terus membaca pamphlet yang ditempel di mading jurusan.&lt;br /&gt;“Lo ikut nggak, Vi?” tanya Jacky yang kebetulan juga sedang membacanya.&lt;br /&gt;Jacky berbadan bongsor dengan tinggi 185 cm dan berat 90 kg. benar-benar terlihat seperti raksasa kalau sedang berdiri di samping Vio yang hanya setinggi 158 cm.&lt;br /&gt;“Bukannya emang wajib ikut?”&lt;br /&gt;“Iya, sih, tapi kalau kitanya nggak bisa gimana, dong? Lagi ada acara gitu misalnya.” Lanjut Jacky lagi.&lt;br /&gt;“Ya…, nggak usah ikut aja. Susah-susah amat, Jack. Ngomong-ngomong tugas gambar teknik udah dikerjain belum?”&lt;br /&gt;“Hah? Ya belom lah, masih selasa depan kan? Ngapain dikerjain sekarang! Terus lo udah ngerjain gitu?”&lt;br /&gt;Vio menggelengkan kepalanya, “Jack, badan lo tinggi amat, sih! Gue ampe pegel ngobrol sama lo musti ngedongak kayak gini.”&lt;br /&gt;Jacky tertawa mendengar ucapan Vio, “Makanya kalo hidup tuh jadi orang jangan jadi kurcaci, kecil gini. Masa gue musti jongkok, sih!” ucapnya sambil mengacak-acak rambuk Vio.&lt;br /&gt;“Sembarangan! Gue udah termasuk tinggi tahu! Lonya aja yang kelebihan hormon!”&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sekarang sudah hari Senin dan pada saat istirahat siang, angkatan baru dikumpulkan oleh senior dari angkatan 2006 dan 2007 di dalam kelas F3.&lt;br /&gt;“Pada tanggal 20 September nanti, jurusan kita akan mengadakan acara buka puasa bersama. Panitianya merupakan angkatan 2007,” ucap Bisma selaku ketua Sie Rohis jurusan membuka rapat, “dan rencananya acara sudah akan dimulai sejak pukul empat sore. Dimana akan ada sesi acara ceramah dan sedikit acara hiburan. Maksud kalian semua dikumpulkan adalah untuk meminta peran serta kalian dalam mengisi acara. Jadi ada yang punya ide untuk menyumbang acara?”&lt;br /&gt;Otomatis seluruh anak baru hanya saling tengok, ada yang garuk-garuk kepala, mainin handphone bahkan tidak memperhatikan sama sekali. Sampai kemudian Vio mengangkat tangannya.&lt;br /&gt;“Katanya Agung mau nyumbang nyanyi, Bang!”&lt;br /&gt;Otomatis Agung langsung nengok kearah Vio sambil melotot. Sedangkan Vio pura-pura tidak bersalah sambil senyum-senyum.&lt;br /&gt;“Wah, thank you, nih, Gung! Oke, jadi dicatat, ya! Selain Agung siapa lagi?”&lt;br /&gt;Kembali Vio mengangkat tangannya, “Agung nyanyinya rame-rame, Bang, udah gitu nyanyiin tiga buah lagu juga!”&lt;br /&gt;Agung tambah melotot ke arah Vio, tapi dia nggak bisa membantah. Begitupun dengan anak-anak yang lain yang masih bingung dengan ide Vio.&lt;br /&gt;“Oh, begitu, ya! Berarti rapatnya cukup sampai disini dulu, ya! Nggak ngira kalau bakalan secepat ini! Baiklah…, dengan ini rapat kami tutup. Kami harapkan penampilan terbaik kalian pada hari jum’at nanti. Terima kasih dan Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.” Tutup Bisma.&lt;br /&gt;Setelah rapat selesai, agung nyamperin Vio begitupun dengan anak-anak yang lain ingin tahu apa rencana Vio sebenarnya.&lt;br /&gt;“Kok, nama gue yang lo cantumin, sih, Vi?”&lt;br /&gt;“Iya, Gung! Maaf ya kalo nggak ijin dulu! Habisnya, kan, suara Agung bagus banget, jago maen drum, jadi sayang aja kalo nggak disumbangin buat acara buka puasa nanti. Kan buat amal juga, Gung! Nyenengin orang-orang!” senyum Vio dengan wajah innocent membuat Agung luluh dan tidak bisa membantah.&lt;br /&gt;“Iya, Gung, gue juga mau denger lo nyanyi lagi.” Timbrung Rully dan disetujui oleh anak-anak yang lain.&lt;br /&gt;“Lagunya Ungu aja, Gung! Eh tapi lagu religinya Gigi enak juga!” sambung Vio lagi.&lt;br /&gt;Agung jadi ge-er juga mendengar teman-teman mempunyai atensi yang tinggi terhadapnya, “Oke, deh! Gue usahain!” jawab Agung akhirnya.&lt;br /&gt;Vio tersenyum mendengar jawaban Agung, “Nyanyinya bareng Erik, Badru sama Dodi aja! Agung yang jadi vokalisnya, Dodi drummernya, Erik gitaris dan Badru bassist,”&lt;br /&gt;Agung dan tiga orang yang namanya disebut oleh Vio langsung melongo, “Vi, kita, kan, mau ngisi acara buka puasa, bukannya mau konser. Ngapain pake drummer dan bassist segala?”&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-7816841401803969070?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/7816841401803969070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=7816841401803969070' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/7816841401803969070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/7816841401803969070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2008/09/mencari-dawai-4.html' title='mencari dawai 4'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-3079311153672917083</id><published>2008-09-26T17:00:00.000+07:00</published><updated>2008-09-26T17:22:00.322+07:00</updated><title type='text'>INTERMEZZO 4</title><content type='html'>Dalam menulis, gue selalu menelusuri sang tokoh utama secara mendalam. dan gue yakin itu juga yang disarankan oleh banyak penulis profesional ketika kita hendak menelurkan satu karya yang bermutu. Begitu juga yang gue lakukan ketika menulis cerita mencari dawai. Awalnya ketika gue menciptakan tokoh ini, Violina Dawai Martadipura, hanya sebatas seorang anak yang superkaya yang penyakitan dan membutuhkan seorang soulmate ketika dia hendak mengakhiri hidupnya. but then gue mikir, apa itu nggak sadis banget buat sang cowok?&lt;br /&gt;Terus lagi gue oleh latar belakang sang tokoh utama, masa kecilnya, keluarganya, sekolahnya. sampai akhirnya muncul 100 wishes dalam daftarnya.&lt;br /&gt;Makanya sebenarnya pada saat prolog, kertas yang dia lihat itu bukan hasil diagnosa dokter mengenai umurnya, melainkan 100 wishesnya yang harus dia wujudkan dalam masa dua sampai tiga tahun. karena berdasarkan perhitungannya, dia hanya bisa bertahan selama tiga tahun.&lt;br /&gt;80 % wishes yang dia tulis sudah terwujud semua ketika dia masih SMU. tapi masih ada beberapa yang belum dan itu merupakan hal-hal yang paling rumit. Dia menuliskan semua wishes itu berarti semuanya juga harus terwujud dan itu merupakan beban berat baginya. Namun karena sudah komitmennya, dia pun harus menyelesaikannya apapun yang terjadi.&lt;br /&gt;Entah kenapa keseluruhan wishes yang dia tulis terwujud. Dia memang tidak bisa melihat masa depan, tapi dia merupakan seorang observer yang sangat kuat. dengan semua pertimbangannya, dia sangat yakin kalau dia tidak asal tulis wishes, mengingat kalau dia seorang prodigy bisnis. dia lah yang telah membangun kerajaan bisnis keluarganya yang hampir mendekati kehancuran sepeninggal papanya. mama hanya merupakan back up, semua dirinya yang menghandle, mulai dari ketemu klien, mencapai kesepakatan, sampai dengan pengaturan karyawan dan peraturan perusahaan. semuanya dipelajari dan dikuasai olehnya dibantu oleh mama.&lt;br /&gt;Tapi tidak ada yang sempurna, begitu pun dengan dirinya.&lt;br /&gt;Melihat dari pemikiran gue mengenai latar belakang tokoh utama, kira-kira udah cukup tajam dan berkarakter belum, ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-3079311153672917083?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/3079311153672917083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=3079311153672917083' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/3079311153672917083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/3079311153672917083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2008/09/intermezzo-4.html' title='INTERMEZZO 4'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-3763703698599134220</id><published>2008-08-25T19:29:00.000+07:00</published><updated>2008-08-25T19:30:29.636+07:00</updated><title type='text'>INTERMEZZO 3</title><content type='html'>Kalau kalian sedang sendirian, pernah nggak berpikir tentang masa lalu? Dan begitu mengingat-ingat semuanya, begitu banyak hal yang sudah kalian lewatkan dan ada sesuatu yang kalian sesali sampai saat ini dan yang ingin kalian lakukan saat itu?&lt;br /&gt;Well… dalam hidup gue, gue sudah melewati begitu banyak hal dan ada sesuatu yang bikin gue berpikir, kenapa nggak gue lakukan dulu?&lt;br /&gt;Yang paling gue inget dan paling gue sesali sampai sekarang adalah gue nggak terlalu menikmati masa kuliah gue dengan baik. Well… gue termasuk mahasiswa yang baik, kok! Dengan baik selalu berusaha mendapat nilai B syukur-syukur kalau dapat A, dan dengan baik juga selalu memanfaatkan jatah absen di kampus, atau titip absen sama temen. Yah, setidaknya IPK akhir gue masih bagus lah! Masih 3 koma.&lt;br /&gt;Yang gue sesali itu gue nggak terlalu mengenal temen-temen gue dengan baik. Karena saat itu gue kuliah dua. Yang ada dipikiran gue bukan untuk berteman dengan sebaik-baiknya, tapi selalu mikirin… aduh, jadwal kuliah yang ini bentrok lagi! gimana ngaturnya, ya? Ya, ampun, telat deh gue! Aduh, pusiiing…!!! Mana bisnya lama banget! Udah gitu penuh lagi! pengen banget gue teriak saat itu! Padahal sih kalo nggak sanggup menjalankan dua-duanya pilih aja salah satunya, ya! Sebenernya, sih, factor yang bikin gue nggak tahannya bukan karena itu.&lt;br /&gt;Baru-baru sekarang gue sadar kalau kenangan gue waktu kuliah dikit banget! Kebanyakan kenangan gue tuh Cuma selama dalam perjalanan di dalam bis aja, antara Pramuka dan Lenteng Agung. Jauh kan tuh!&lt;br /&gt;Kenangan yang paling nggak bisa gue lupain itu pas Tugas Akhir Studio. Saat itu baru gue mengenal temen-temen gue di kampus yang pertama dan begitu banyak kejadian menyenangkan yang udah gue lewatkan dan itu membuat gue merasa nyesel dan kangen. Sampai-sampai gue nulis cerita dengan latar belakang kampus gue yang ada di Srengseng Sawah, nama temen-temennya sama, Cuma beda di tokoh utama doang, alias gue nggak ada di cerita itu.&lt;br /&gt;Waktu gue nulis, gue sering me-review ulang kejadian-kejadian dulu yang bisa gue inget aja, yang ada guenya disana gitu loh! Dan gue baru sadar ternyata jurusan arsitektur tuh menyenangkan banget! Padahal dulu lagi kuliah gue sering kewalahan sama tugas-tugasnya. Apalagi tugas struktur yang paling gue benci! Soalnya nggak pernah konek gitu! Tapi setelah gue kerja selama dua tahun dikontraktor dan sudah melihat sendiri dengan mata kepala, nggak terlalu susah,kok! Emang bener, teori itu lebih susah dari praktek! Tapi tentu saja susah dalam pelaksanaan di lapangan karena melibatkan banyak factor. Pertama kita butuh softdrawing yang kalau diperhatiin banyak banget yang errornya, karena itu kita bikin gambar kerja. Gambar kerja jadi belum tentu udah boleh kelapangan, harus distempel dulu sama konsultan pengawasnya, baru deh ke lapangan. Di lapangan juga nggak maen bangun gitu aja! Ada yang namanya surveyor, juru ukur dan yang namanya juru ukur itu nggak boleh asal-asalan. Kalo asal-asalan bisa miring nanti gedungnya. Syukur-syukur kalo jadi menara pisa, lah kalo roboh? Repot kan tuh! Di lapangan juga banyak personal yang terlibat, ada Site manager, yang pastinya kerepotan kalo dia harus ngurusin semuanya, mulai dari pekerjaan struktur sampai arsitektur aja item pekerjaannya bisa lebih dari dua puluh macam. Oleh karena itu dia membayar beberapa pelaksana lapangan. Nah, masing-masing pelaksana ini membayar mandor juga, nah si mandor punya anak buah yang banyaknya tergantung dari permintaan. Si anak buah ini pun ada tingkatannya juga, ada yang namanya Tukang dan kenek. Kalo Tukang emang yang bener ahlinya, missal tukang bata, biar dindingnya nggak miring, tukang plafon, biar plafonnya nggak ambruk, tukang cor, biar corannya nggak ngegumpal di satu sisi doang atau kopong, dll. Kalau kenek itu asisten, yang paling Cuma ngangkut-ngangkutin material aja, yang megangin alat, megangin tangga, gitu deh! Nah,selesai pekerjaan belum tentu di terima sama owner, harus di cek dulu kualitasnya, makanya ada Quality Surveyor. Quality Surveyor ini udah mulai bekerja sejak si juru ukur bekerja sampai pekerjaan selesai. Tentu aja mereka nggak mau bekerja sia-sia, minta dibayar dong! dan untuk menghindari adanya kecurangan alias memanipulasi data  hasil pekerjaan, ada yang namanya Quantity Surveyor. Misal, di lapangan baru selesai 30%, tapi dia mintanya 80%, yang rugi kan kontraktornya. Tekor dong! nah, disanalah ada yang namanya mafia proyek! Gue sendiri yang ngasih nama, sih!&lt;br /&gt;Stop-stop-stop! Kok , jadi kuliah management proyek, sih! Sudah-sudah, kita lanjutkan lagi pembicaraan kita, tentang masa kuliah gue dulu.&lt;br /&gt;Intinya, sih, ketika kita sudah bekerja dan mengalami sendiri apa yang dulu kita pelajari, kita jadi menyadari kalau dulu pelajaran kuliah kita tuh kalau mau dipikir baik-baik nggak susah-susah amat dan kayaknya pengen balik kuliah lagi, dan mengejutkan si dosen kalau kita sangat menguasai bidangnya, sehingga IPK kita akan 4 koma. Hehehehe… ada gitu 4 koma!&lt;br /&gt;Jadi bagi kalian yang masih kuliah dan males-malesan kayak gue dulu, jangan deh! Kuliah itu menyenangkan banget, kok! Kenangan paling buruk pun akan jadi kenangan lucu nantinya. Ada tuh, kenangan buruk gue! Waktu tugas Perencanaan permukiman, padahal nilai gue dapetnya C atau D gitu,gue lupa, waktu itu gue nggak ngumpulin tugas soalnya, eh tapi pas keluar di papan nilai,gue dapet B! Alhamdulillah…. Dan dengan liciknya gue biarin aja tuh nilai haram nongkrongin transkrip nilai gue. Habis gue males buat ngulang! Dulu gue yang sok sibuk gitu, deh! Kuliah dua gitu loh! Nyebelin banget, ya! Padahal yang lulus Cuma kuliah arsitekturnya doang!  Tapi ada juga yang bener-bener nyebelin, ialah kuliah tata ruang luar, yaitu belajar pohon-pohonan gitu, deh! Merancang taman! Nah, pas tugas terakhirnya,  disuruh ngerancang taman sebuah rumah. Gue paling seneng pas ngerancang taman, seneng gambar pohonnya gitu loh! Gue bela-belain BEGADANG NGGAK TIDUR sama sekali! But what? Hanya karena kesalahan gue nungguin di dalam kelas dan bukannya di depan ruang dosen, gue jadi telat ngumpulinnya dan NGGAK DITERIMA! Oh my GOD! Nightmares! Dosen *#@&amp;amp;@^!!!! Saking keselnya gue cabut aja SENDIRIAN ke Bogor, terus nongkrong di taman topi makan asinan dan es duren! Setelah puas baru gue pulang lagi! Gelo, kan!&lt;br /&gt;Tapi yang terbaik adalah kenangan waktu tugas akhir atau skripsi. Seperti yang gue bilang diawal. Saat itulah baru gue mengenal bener-bener temen-temen gue. Mereka baik-baik banget! Saat itulah gue mengalami yang namanya nongkrong, jalan-jalan, kongkow bareng, ketawa sampe ngakak, tahu kisah temen gue yang nggak tahunya bokapnya selingkuh, dia jadi nggak punya rumah, terus ditampung di rumah pacarnya yang Alhamdulillah sekarang udah merried. Ngerasain nginep di kost-an adik kelas yang ngebantuin gue tanpa pamrih. Jujur loh, gue sama sekali belum bilang makasih sama mereka semua, karena setelah gue lulus sidang, gue jarang ke kampus lagi gitu! Jahat ya!? Makanya sekarang gue nulis kisah mereka, yah… setidaknya gue persembahkan buat mereka deh! Tapi tauk kapan terbitnya, huahuahuahauuuuaaaa…!! Ada nggak ya penerbit yang berbaik hati nerbitin?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-3763703698599134220?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/3763703698599134220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=3763703698599134220' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/3763703698599134220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/3763703698599134220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2008/08/intermezzo-3.html' title='INTERMEZZO 3'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-1793116858339595093</id><published>2008-08-18T20:06:00.000+07:00</published><updated>2008-08-18T20:09:50.639+07:00</updated><title type='text'>intermezzo2</title><content type='html'>Ada yang lagi gue pikirin saat ini. Well, setiap orang emang pasti pernah melakukan kesalahan, begitupun dengan gue. Dan gue yakin kalo kesalahan gue itu banyak banget.&lt;br /&gt;Dan sekarang gue mau membahas tentang cara merawat seorang anak yang baik. Ketika seorang anak itu melakukan kesalahan yang amat fatal yang dinilai akan merugikan dirinya sendiri atau karena terlalu takut kehilangan dirinya, lantas segera menarik si anak dari semua kehidupan sosialnya dengan alasan ingin mengkarantinanya dahulu, atau mungkin sampai si anak bercerita semuanya adalah sebuah alasan yang  tepat? Mungkin bagi beberapa orang itu alasan yang tepat. Tapi tidak bagi yang sedang mengalaminya.&lt;br /&gt;Coba bayangkan, ketika si anak ditarik dari kehidupan sosialnya, hidupnya sebenarnya sedang benar-benar hancur. Kita katakan saja, karena telah menginvestasikan uangnya tanpa bisa balik modal yang menyebabkan si anak mempunyai banyak utang dan juga karena dinilai telah membahayakan dirinya sendiri lantas segera menarik si anak, menghentikan dari pekerjaannya, mencabut semua alat komunikasinya, tidak diperbolehkan untuk bertemu dengan semua teman-teman masa lalunya. Pendek kata membuat si anak tidak berdaya untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Pendek kata memanjakan si anak dengan akan membayarkan semua kerugiannya. Pendek kata kehidupan si anak bagaikan seekor burung dalam sangkar emas.&lt;br /&gt;Well…, si anak sekarang tidak pernah merasakan susah, tidak pernah kelaparan, tidak pernah pusing, mempunyai banyak pakaian yang bagus-bagus kehidupan bener-bener seperti seorang tuan putri. Mungkin agak beda dengan harus membersihkan kamarnya sendiri, mencuci bajunya sendiri, dan menyetrika sendiri . Tapi memang seperti tuan putri, tidak boleh kemana-mana tanpa ada salah satu keluarga yang menemani, dan tentu saja, tidak bisa membeli barang-barang yang saat itu diinginkannya dengan bebas. Tidak bisa merencanakan lagi hidupnya dan tidak bisa merasakan hidup yang sebenar-benarnya lagi. Pendek kata, dia kembali menjadi anak kecil yang baru bisa berjalan dengan kedua kakinya yang makan saja perlu disuapin.&lt;br /&gt;Ada saat ketika sang anak memutuskan untuk pergi saja dari rumah, kabur gitu lho! Tapi dia juga tidak bisa membayangkan wajah sedih seluruh keluarganya yang telah kehilangannya. Padahal juga sepanjang di dalam rumah, dia telah kehilangan jati dirinya. Melakukan apa-apapun tidak bersemangat, dia sudah berada dalam zona yang sangat nyaman, dan perlahan-lahan dalam otaknya tertanam pikiran untuk terus berada dalam zona nyaman itu, sehingga membunuh kreativitas dirinya. Dia jadi tidak berani untuk menyuarakan pikirannya, tidak berani untuk meminta apa-apa yang diinginkannya saat ini. Terkadang apa yang diucapkannya tidak sesuai dengan apa yang dirasakannya sekarang.&lt;br /&gt;Pendek kata, harga diri si anak sudah terinjak-injak oleh keluarganya sendiri. Mungkin tidak ada orang lain yang mengetahuinya, tidak ada orang lain! Tapi bagaimanapun juga, sifat sensitifitas si anak terlalu mengusik dirinya. Dia jadi tidak mau bertemu dengan siapapun, karena pasti dalam pikirannya akan terbersit kalau orang yang ditemuinya pasti sedang membicarakan dirinya, menganggap remeh dirinya, tidak bisa melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;Well… itulah yang sudah dirasakannya sekarang ini. Dan kalau kalian bertemu dengan dirinya, pasti akan terasa seperti… ZOMBIE!&lt;br /&gt;Jadi menurut kalian, apakah sebaiknya si anak mulai protes pada keluarganya dengan jawaban yang sudah pasti kalau si anak tidak akan boleh pergi keluar tanpa ditemani keluarga lagi, atau kabur aja dari rumah?&lt;br /&gt;Ada beberapa pemikiran untuk pilihan yang pertama, Oke, anak itu ngomong sama keluarganya dan boleh bekerja dikantoran lagi, dengan banyak wanti-wanti dan harus berjanji macam-macam dan juga pasti dengan berat hati keluarga melepasnya lagi. Tapi bagaimana kalau si anak sudah kehilangan rasa percaya dirinya, yang membuatnya tidak mau berjanji apapun lagi, walaupun itu untuk kebaikan dirinya sendiri. Tidak! Si anak jelas-jelas tidak akan mau melakukan janji itu, dengan konsekuensi tentu saja, ijin bekerja keluar tidak akan didapat!&lt;br /&gt;Atau okelah, ijin keluar juga walaupun janji tidak diucapkan, tapi harus ada yang mengantar kemanapun perginya. Hmm…, masalahnya adalah keluarga bukanlah keluarga yang terlalu kaya sampai bisa membayar orang lain untuk menjadi supir pribadi si anak. Dan tidak ada keluarga yang bisa mengantar si anak kemanapun dia pergi. Jadi kesimpulannya si anak tetap tidak bisa bekerja keluar lagi.&lt;br /&gt;Atau okelah akhirnya ijin itu keluar, tapi setelah si anak menikah! Dan masalahnya adalah memangnya si anak mau nikah sama siapa? Sama monyet? Dan memangnya akan semudah itu merelakan si anak diambil oleh laki-laki lain yang telah dengan susah payah mereka tarik si anak dari kehidupan masa lalunya? Apakah segampang itu? Oke, dijodohin! Kalau memang cocok, kalau tidak? Oke, si anak merasa tidak enak, akhirnya dia menerima semuanya! Tapi apakah hal itu merupakan hal yang bijaksana? Melakukan sesuatu dengan keterpaksaan?&lt;br /&gt;Kemudian ada beberapa pemikiran juga untuk pilihan yang kedua. Oke, si anak kabur aja dari rumah, deh! Tapi masalahnya, si anak harus pergi kemana? Kerumah saudara yang lainnya? No-no-no-no, harga dirinya akan makin tercoreng! Dan tinggal menunggu waktu sampai si anak stress dan mulai kehilangan akal sehatnya.&lt;br /&gt;Oke, si anak kabur dan dia pergi menemui temannya. Tapi teman yang mana? Setelah mengalami banyak hal dalam hidupnya, dia jadi tidak mempercayai siapapun, dan menganggap semuanya adalah musuh yang sangat dia benci. Dia sangat membenci semua yang dia kenal yang sudah membuatnya jadi seperti sekarang ini. Mungkin tidak semuanya, sih!&lt;br /&gt;Tuhan! Apakah ini memang kehendak Tuhan? Dan si anak mulai meragukan itu semua. Mungkin dia pernah melakukan kesalahan, tapi apa harus sampai mengalami nasib seperti ini? Hal itu terus yang berputar-putar dalam otaknya. Dia menjadi jiwa yang sangat tidak bersyukur pada keadaan. Padahal hidupnya jauh lebih sejahtera daripada kondisi rakyat Indonesia sekarang ini. Tapi justru karena mengingat itu lagi, jiwanya kembali terkoyak-koyak! Apa yang dia sudah lakukan untuk Indonesia?&lt;br /&gt;“Bapak, sih, nggak mau kamu jadi negarawan! Bapak Cuma mau kamu jadi rakyat biasa aja!”&lt;br /&gt;Hmm…, pernah mikir nggak, apa enak jadi rakyat biasa dalam Negara yang kacau? Well… mungkin untuk sebagian orang nggak masalah! Nggak masalah sama sekali, selama hal itu tidak menyulitkan dirinya.&lt;br /&gt;Oke! Jadi sekarang kamu mau terjun ke dunia politik?&lt;br /&gt;Jangan harap si anak akan tersenyum begitu mendengar pertanyaan itu! Masih ingat kan kalau si anak sudah kehilangan rasa percaya dirinya, dan mengubur semua mimpi-mimpinya?&lt;br /&gt;Oke, akhirnya si anak pergi juga tanpa tahu kemana arah tujuannya. Dia tidur di tempat-tempat yang bisa dipakai tidur, di rumah sakit mungkin, di emperan jalan, di kolong jembatan! Apakah itu keputusan yang tepat?&lt;br /&gt;Jangan memikirkan si anak akan bekerja sebagai apa! Dia mempunyai banyak ketrampilan, bisa mengasuh anak, bisa nyapu, bisa ngepel, nyuci, nyetrika, atau mungkin dengan keberuntungan bekerja di toko, sebagai SPG gitu loh! Karena mungkin kalau bekerja yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya tidak bisa karena ijazah tidak ada! Tapi mungkin aka nada keberuntungan dia bisa bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikannya dan memperoleh sejumlah gaji yang pernah diterimanya dahulu.&lt;br /&gt;Tapi pikiran yang ada sekarang, si anak terlalu takut untuk kabur dari rumah. Ternyata rasa kemandiriannya telah benar-benar dicabut oleh perlakukan keluarganya. Selamanya si anak tidak akan pernah menjadi dewasa, akan terus menjadi anak-anak yang manja dan menjadi aib keluarga.&lt;br /&gt;Hmm…, agak mengenaskan bukan?&lt;br /&gt;Lalu kita akan membahas cara mendidik anak ala luar negeri! Ketika si anak sudah mencapai dewasa, si anak bebas melakukan apapun, bahkan yang merugikan dirinya sekalipun, apakah itu nge-drugs sampai OD, free sex sampai kena HIV, ngerampok sampai masuk penjara dsb. Karena mereka tidak mengenal dosa. Bagi mereka Syurga dan Neraka itu semu, something not real! Pernah denger kan mereka dengan entengnya bilang, Kita pergi ke neraka bersama-sama? Mau ketawa nggak sih dengernya? Bukan hal yang keren, tapi bikin miris. Emangnya neraka enak apa?&lt;br /&gt;Balik lagi ke masalah mendidik anak ala Indonesia, yang mungkin bisa dikatakan keagamaannya sangat dekat. Pasti semua orang tahu, bekal yang bisa dibawa sampai mati adalah doa anak yang shaleh. Dan pasti juga pernah denger kalau si anak bisa menyeret kedua orang tuanya keneraka. Karena sangat memegang teguh hal itu, mereka terkadang jadi paranoid sendiri. Contohnya kasus di atas. Karena takut si anak yang dalam prasangka mereka menjadi anak pendusta, kafir, munafik, pendek kata masuk neraka, bisa menyeret mereka ke neraka juga, makanya si anak lebih baik di rumah-kan saja!&lt;br /&gt;Jadi mana yang lebih baik? Menggabungkan keduanya?&lt;br /&gt;Kebenaran itu bersifat pasti, tapi prasangka manusia tidak selalu benar. Apa yang manusia pikir baik, terkadang di mata Allah justru salah. Apa yang manusia pikir salah, justru di mata Allah benar. Jadi untuk mengetahui mana yang benar, balik lagi kepada Al-qur’an dan hadits. Tapi terkadang dengan banyaknya aturan kalau ingin membahas Al-qur’an harus melihat hadits anu, membuat kita merasa betapa Al-qur’an itu sangat rumit! Dan terkadang ayat yang kita baca tidak mudah dimengerti, karena hanya sejarah! Tidak ada hubungannya dengan kita sekarang. Al-qur’an menjadi hanya sebuah wacana dan bukannya kehidupan kita. Pernah dengar kan kalau Rasul itu adalah Al-qur’an berjalan? Karena Al-qur’an benar-benar dijalankan olehnya. Dan apakah artinya hadits/sunnah? Jadi kalau kita tidak menerapkan Al-qur’an dalam kehidupan kita sama artinya dengan kita tidak memegang teguh pada syahadat kita sendiri. Belum apa-apa kita udah melanggarnya dan kita berharap untuk masuk syurga?&lt;br /&gt;Bukannya nakut-nakutin, tapi sebanyak apapun amal kita selama tidak sesuai dengan yang sesungguhnya dilaksakan oleh Nabi Muhammad, amal kita hanyalah fatamorgana, dan mudah-mudahan diterima oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;Semakin memikirkan hal itu, anak itu semakin takut lama-lama hidup, tapi juga takut mati! Dia bener-bener jadi takut mati! Tapi mengingat betapa sucks-nya hidupnya, dia jadi sedih karena sepertinya syurga jauh darinya! Dan mengingat kalau dia nggak bisa melakukan apapun dan hidup dalam terlunta-lunta ketidak pastian, membuatnya jadi membenci dirinya sendiri, hidupnya, keluarganya! Dan terus aja otaknya berputar-putar seputar hal itu, mirip merry go round. Bikin pusing, patah semangat, nggak ada gairah, nggak hidup, bener-bener ZOMBIE!&lt;br /&gt;Di dunia ini ada banyak sekali ZOMBIE!&lt;br /&gt;ZOMBIE!&lt;br /&gt;ZOMBIE!&lt;br /&gt;Ada tuh lagunya The Cranberries!&lt;br /&gt;ZOMBIE!&lt;br /&gt;Ada body nggak ada jiwa!&lt;br /&gt;SUCKS!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-1793116858339595093?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/1793116858339595093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=1793116858339595093' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/1793116858339595093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/1793116858339595093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2008/08/intermezzo2.html' title='intermezzo2'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-765649559157853818</id><published>2008-08-14T17:04:00.000+07:00</published><updated>2008-08-14T17:29:01.833+07:00</updated><title type='text'>INTERMEZZO</title><content type='html'>Pernah merasa hidup kalian sangat nggak berarti nggak? Well... sekarang gue lagi ngerasainnya tuh! Bete, bosen, hopeless, terkurung kayak prisoner...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-765649559157853818?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/765649559157853818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=765649559157853818' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/765649559157853818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/765649559157853818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2008/08/intermezzo.html' title='INTERMEZZO'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-3477090911691061580</id><published>2008-08-05T10:17:00.000+07:00</published><updated>2008-08-05T10:18:55.818+07:00</updated><title type='text'>Mencari Dawai bag.3</title><content type='html'>Seminggu sudah berlalu sejak acara Orientasi. Vio sudah memasuki kelas dalam jurusannya, jurusan Arsitektur, sejak hari keempat masa orientasi, yaitu hari kamis, namun belum memasuki masa kuliah jadi masih pada masa perkenalan jurusan dan senior serta pameran hasil karya para alumni berupa maket dan gambar-gambar desain tugas akhir mereka. Dalam angkatannya ada tiga puluh orang anak, tujuh orang anak perempuan termasuk dirinya dan sisanya merupakan anak laki-laki. Jadi semuanya berada dalam kelas yang sama dengannya dan dalam waktu singkat pun dia sudah menghapal semua nama anak-anak dalam kelasnya. Untuk pertama kalinya hari ini akan diadakan kuliah perdana bagi mahasiswa baru. Waktu baru menunjukkan pukul delapan kurang sepuluh menit. Sejak terlambat pada masa orientasi, Vio memutuskan untuk selalu datang pagi-pagi sekali.&lt;br /&gt;“Vi…, Vi!” tiba-tiba Rully salah satu teman seangkatannnya yang memakai jilbab berbisik padanya sambil menyenggol-nyenggol badannya.&lt;br /&gt;“Apa?” jawab Vio males dengan kepala masih tiduran di atas meja.&lt;br /&gt;“Liat senior yang lagi diri di depan pintu, deh! Gila ganteng banget!” ucap Rully.&lt;br /&gt;Vio langsung menolehkan wajahnya ke arah pintu begitu mendengar kata ganteng, tapi dia jadi kecewa karena bukan orang yang dia harapkan.&lt;br /&gt;“Biasa aja, cuma menang di putih doang!” komentar Vio kembali tiduran.&lt;br /&gt;Sudah selama seminggu dia kuliah tapi tidak juga melihat orang yang sangat dia harapkan. Dia sampai berpikir jangan-jangan dia salah jurusan. Tapi telinganya tidak mungkin salah dengar. Rully memanyunkan bibirnya begitu mendengar komentar Vio.&lt;br /&gt;“Ah, Vio nggak asyik! Tapi ngomong-ngomong namanya siapa ya?” lanjut Rully lagi sambil memainkan pulpennya.&lt;br /&gt;“Rully mau tahu?”&lt;br /&gt;Rully menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba saja Vio bangkit dari bangkunya dan berjalan mendekati senior yang ditunjuk oleh Rully. Tentu saja Rully kaget bukan main. Begitu berdiri di hadapan senior itu, Vio mengulurkan tangannya.&lt;br /&gt;“Vio, mahasiswi baru, Kak. Nama kakak siapa?” ucapnya cuek.&lt;br /&gt;Tentu saja senior yang tiba-tiba ditodong oleh Vio hanya bisa melongo, tapi kemudian dia dan temannya yang juga sedang ngobrol di depan pintu tertawa.&lt;br /&gt;“Gue Wisnu,” jawabnya membalas uluran tangan Vio.&lt;br /&gt;“Dan gue Sofyan,” timbrung temannya yang satu lagi sambil menyalami Vio juga.&lt;br /&gt;“Ah, Kakak, ada teman saya yang juga mau kenalan sama kakak. Boleh kan?” todong Vio lagi. dan tanpa mendengar jawaban dari Wisnu dan Sofyan, Vio langsung menyeret Rully kehadapan mereka berdua, “ini Rully, angkatannya sama kayak aku.” Ucap Vio tersenyum.&lt;br /&gt;Rully hanya berdiri malu-malu di depan Wisnu, dia jadi mati gaya. Merasa gemas melihat sikap Rully, Vio pun mengangkat tangan Rully dan Wisnu kemudian dia mempertemukan kedua tangan itu.&lt;br /&gt;“Rully, ini Wisnu. Nah, dengan begini kalian sudah resmi saling kenal.” Senyum Vio.&lt;br /&gt;“Anu, Vi…, gue nggak dikenalin juga?” timbrung Sofyan.&lt;br /&gt;“Ah, iya, ini Sofyan. Ada yang bisa kenalan lagi nggak?”&lt;br /&gt;Karena kejadian pagi itulah, Vio dan Rully bisa mengenal kakak-kakak senior yang lainnya, mulai dari angkatan paling tua sampai yang setahun diatasnya. Kak Wisnu sendiri ternyata angkatan 2006, hanya beda dua angkatan dengan mereka. Tapi Vio merasa kecewa karena orang yang diharapkannya tidak dia lihat juga.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Vi, lo mau ikut unit kegiatan apa nanti?” tanya Endah yang berambut panjang lurus sepunggung yang duduk di depannya pada saat pergantian jam kuliah, jam sepuluh pagi.&lt;br /&gt;Tadi jam delapan, baru perkenalan dosen yang mengajar mata kuliah Pengantar Studio dan sedikit mencatat. Dosennya sudah tua tapi masih cantik, bu Laksmi namanya. Selain dosen dia juga merupakan Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan di kampus ini.&lt;br /&gt;“Belum tahu, tuh! Kan belum ada perkenalannya. Jadi gue mana tahu mau masuk kegiatan apa. Kalo lo, Ndah?” jawab Vio sambil memainkan rambut panjangnya Endah. Dia suka sekali kalau melihat rambut yang panjang, padahal rambutnya sendiri juga lumayan panjang walaupun hanya sebahunya.&lt;br /&gt;“Nggak tahu juga, sih! Paling cuma aktif di himpunan aja. Eh, ngomong-ngomong tadi gue denger dari cerita Rully lo kenalan sama semua senior tadi pagi, ya?”&lt;br /&gt;“Nggak semua, kok! Yang kebetulan udah datang aja. Kenapa?”&lt;br /&gt;“Ng… gue juga ada senior yang mau gue tahu namanya.” Ucap Endah ragu-ragu dengan wajah yang bersemu merah.&lt;br /&gt;“Sip! Lo tinggal tunjuk nanti gue yang samperin,” jawab Vio tanpa ragu-ragu sambil memberikan tanda oke kepada Endah. Tentu saja Endah langsung kegirangan.&lt;br /&gt;“Terus lo sendiri, ada senior yang lo taksir nggak?” timpal Rully yang baru saja datang sambil membawa tiga buah roti yang dia beli di koperasi jurusan yang terletak di lantai bawah.&lt;br /&gt;Vio memanyunkan bibirnya, sedang berpikir, sambil mengambil sebuah roti yang diberikan oleh Rully dan membuka bungkusnya. Kemudian dia memainkan matanya dan akhirnya bicara, “Ada sih, tapi sekarang gue jadi nggak yakin kalo dia kuliah di jurusan sini. Secara udah seminggu gini belum nongol juga batang hidungnya.”&lt;br /&gt;“Oya? Emang lo kenal dimana?” tanya Endah antusias yang juga sudah membuka rotinya dan juga menggigitnya.&lt;br /&gt;“Orangnya ganteng nggak?” timbrung Rully juga.&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan kedua temannya, Vio langsung mengacungkan kedua ibu jarinya tanda ganteng banget, “Gue kenal dia waktu acara pensi di sini.”&lt;br /&gt;“Masa? Rully juga dateng, lagi survey kampus, siap-siap kalo nggak dapet universitas negeri. Kok, nggak ketemu, ya?” ucap Rully yang memang rumahnya berada dekat kampus.&lt;br /&gt;Vio tersenyum mendengar ucapan Rully, “Pensi tahun lalu, Ru!”&lt;br /&gt;“Oh, pantes…, terus emangnya lo liat dimana?”&lt;br /&gt;“Lagi manggung.”&lt;br /&gt;“Oya, band apa?”&lt;br /&gt;Vio kembali memanyunkan bibirnya, “Ng… nanti aja, deh! Gue aja jadi ragu-ragu kalo dia kuliah disini apa nggak. Soalnya, kan, udah lama banget!”&lt;br /&gt;“Ya udah, nggak usah patah semangat gitu, dong! Dunia kampus kita masih ada empat tahun ke depan,” hibur Endah sambil menepuk-nepuk pundak Vio.&lt;br /&gt;“Eh-eh-eh…, males banget, deh! Minggu depan udah mulai puasa, padahal baru masuk kuliah, belum juga adaptasi. Mana kalo siang gue suka kelaperan gitu!” tiba-tiba Nita main nimbrung aja setelah melihat pengumuman di mading kalau awal puasa hanya libur sehari.&lt;br /&gt;“Oh iya, ya…, minggu depan udah mulai puasa, ya?” balas Vio sambil menggigit rotinya.&lt;br /&gt;Nita menganggukkan kepalanya kuat-kuat, sedangkan Rully dan Endah hanya cekikikan aja melihat tingkah Nita. Diantara anak-anak cewek seangkatan mereka, memang Nita yang berbadan paling gemuk walaupun perutnya tidak sampai membentuk tiga buah ‘ban pinggang.’&lt;br /&gt;“Nggak apa-apa lagi, Nit, lumayan buat nurunin berat badan!” timpal Endah.&lt;br /&gt;Nita cemberut mendengar ledekan Endah.&lt;br /&gt;“Jangan begitu, justru gue iri sama badan Nita yang empuk kayak gini. Coba lo berdua liat badan gue. Pasti nggak enak buat ditidurin. Kena tulang semua!” bela Vio.&lt;br /&gt;“Maksud loh? Enak ditidurin bagaimana?” balas Endah dengan tampang mesum.&lt;br /&gt;Rully menjitak Endah, “Dasar porno! Tapi Vi, justru gue iri banget ngeliat badan lo lagi! Gue mau punya badan kayak lo!”&lt;br /&gt;“Apa, Ru? Badan udah bagus kayak gitu masih mau dikurusin lagi? Aduh… Rully-Rully, lo tuh udah lebih pendek dari gue, kalo dikurusin lagi, mau keliatan kayak kurcaci?” cela Vio sambil tertawa.&lt;br /&gt;“Tau, nih, Rully, kayak gue, dong..., mensyukuri!” balas Nita.&lt;br /&gt;Rully hanya manyun aja menerima ledekan Vio.&lt;br /&gt;“Iya, Ru, harus mensyukuri! Coba lo liat tangan Vio…, tinggal tulang gini! Dan lo bandingin dengan tangan Nita…, pasti kalo lagi nampol orang lebih sakitan ditampol sama Vio soalnya keras kena tulang!” canda Endah.&lt;br /&gt;Rully tertawa mendengar candaan Endah, begitupun dengan Vio dan Nita.&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-3477090911691061580?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/3477090911691061580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=3477090911691061580' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/3477090911691061580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/3477090911691061580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2008/08/mencari-dawai-bag3.html' title='Mencari Dawai bag.3'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-721969130764654915</id><published>2008-07-28T11:45:00.000+07:00</published><updated>2008-07-28T11:46:53.977+07:00</updated><title type='text'>Mencari Dawai bag.2</title><content type='html'>Setahun Kemudian&lt;br /&gt;Violina atau Vio sedang berlari sekuat tenaga. Dia sudah telat tigapuluh menit untuk mengikuti acara Orientasi untuk Mahasiswa baru.&lt;br /&gt;“Kakak-kakak!” teriaknya memanggil seorang anak lelaki berambut gondrong sebahu berjerawat dengan balutan almamater hitam sehingga terlihat makin garang yang kebetulan dilihatnya, “Maaf, Kak,” ucapnya dengan nafas yang memburu sambil memegangi lututnya, “ruangan untuk jurusan arsitektur dimana ya?”&lt;br /&gt;Anak lelaki yang diduga merupakan senior tingkat dua itu memperhatikan gadis itu dengan seksama, “Anak baru, ya?” tanyanya akhirnya.&lt;br /&gt;“I-iya, Kak!” jawab Vio masih dengan nafas yang memburu.&lt;br /&gt;“Kamu tahu kamu sudah telat berapa menit?”&lt;br /&gt;“Ng… setengah jam bukan?”&lt;br /&gt;“Sudah tahu telat ngapain pake nyengir segala!” bentak senior itu, “ya sudah, ikut saya sekarang!” lanjutnya lagi.&lt;br /&gt;Vio mengikuti kakak senior itu. Ternyata dia malah dibawa kesebuah lapangan yang juga sudah ada sekitar lebih dari sepuluh orang anak lelaki yang juga mahasiswa baru dan sedang dibariskan.&lt;br /&gt;“Coy, gue bawa satu lagi, nih, yang telat, tapi Kuncir!” ucap kakak senior itu.&lt;br /&gt;Vio mengangkat satu alisnya karena dia tidak mengerti dengan istilah kuncir yang diucapkan oleh senior tersebut.&lt;br /&gt;“Wah, ternyata ada kuncir yang telat juga, nih! Kalian beruntung juga kuncung-kuncung! Jadinya bisa ngejalanin hukuman dengan pemandangan yang menyegarkan! Mana sini kuncirnya?” jawab kakak senior yang satu lagi dengan badan gempalnya yang mirip celengan bagong saking gendutnya nggak kalah keliatan garang walaupun rambutnya pendek.&lt;br /&gt;Akhirnya Vio memahami arti Kuncir untuk mahasiswa baru perempuan dan Kuncung untuk mahasiswa baru laki-laki.&lt;br /&gt;“Coba kesini kamu, dan perkenalkan diri kamu di depan anak-anak yang lainnya dan ceritakan kenapa kamu bisa telat!” lanjut senior berbadan gempal itu.&lt;br /&gt;Vio takut-takut melangkah ke depan di hadapan semua anak-anak cowok yang sudah berbaris dengan rapi. Mereka semua memakai seragam kemeja putih dengan celana hitam sama dengan dirinya, hanya saja dia memakai rok.&lt;br /&gt;“Ayo, jangan senyum-senyum aja, cepat perkenalkan diri kamu! Yang lainnya sudah memperkenalkan diri mereka juga!” ucap kakak senior yang pertama dia jumpai.&lt;br /&gt;“Ng…, nama saya Violina, tapi bisa dipanggil Vio, umur tujuhbelas tahun, dari SMU 21, Jakarta Timur. Alasan saya telat karena saya… bangun kesiangan, Kak!” ucap Vio nyengir.&lt;br /&gt;Otomatis anak-anak cowok yang berbaris dihadapannya terkikik geli.&lt;br /&gt;“JANGAN KETAWA!” bentak kakak senior berbadan gempal tersebut, “siapa yang tertawa, kalian harus push-up sepuluh kali! Sekarang!! SEMUANYA!!!” lanjutnya lagi.&lt;br /&gt;Tidak berani membantah, semua anak-anak baru berseragam putih hitam itu langsung push-up sebanyak sepuluh kali.&lt;br /&gt;“Dan untuk kamu, karena kamu sudah bisa santai-santai sementara yang lainnya berusaha sekuat tenaga bangun pagi-pagi karena takut telat mengikuti acara pembukaan Orientasi, kamu harus scot-jump sebanyak sepuluh kali juga! Sekarang!”&lt;br /&gt;Vio ragu-ragu untuk scot-jump, tapi karena dia tahu kalau dia tidak bisa mengelak dan juga karena sudah keputusannya sendiri untuk hadir hari ini, maka dia pun menuruti perintah kakak senior tersebut.&lt;br /&gt;“Dan hitung yang keras!” lanjut kakak itu.&lt;br /&gt;“Satu!” teriak Vio mulai melompat.&lt;br /&gt;“Dua!” lanjutnya lagi masih semangat.&lt;br /&gt;“Tiga!” kali ini dia merasa kakinya sudah kesemutan.&lt;br /&gt;Kakak senior berbadan gempal itu sedang mendiskusikan sesuatu dengan kakak pertama yang tadi dia temui.&lt;br /&gt;“Iya, berhenti! Nggak usah diteruskan! Sekarang kalian semua ikutin Mahadewa yang itu menuju ruangan kalian!” lanjutnya setelah selesai berdiskusi.&lt;br /&gt;Vio masih terjongkok mengatur nafasnya. Berlari sekuat tenaga kemudian scot-jump lumayan menguras tenaganya.&lt;br /&gt;“Hei, Kuncir, kamu nggak apa-apa?” tegur kakak senior berbadan gempal itu.&lt;br /&gt;“Ah iya, nggak apa-apa, kok, Kak!” jawabnya nyengir.&lt;br /&gt;“Ya sudah, kamu jangan nyantai-nyantai aja! Lekas ikutin Mahadewa yang tadi saya bilang!”&lt;br /&gt;Vio nyengir mendengar istilah Mahadewa bagi senior laki-laki di kampus ini tapi kemudian dia menurut dan berjalan mengikuti senior pertama yang dia jumpai tadi.&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-721969130764654915?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/721969130764654915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=721969130764654915' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/721969130764654915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/721969130764654915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2008/07/mencari-dawai-bag2.html' title='Mencari Dawai bag.2'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4439926800973520754.post-8444259130024747176</id><published>2008-07-24T15:27:00.001+07:00</published><updated>2008-07-24T15:31:51.784+07:00</updated><title type='text'>Mencari Dawai bag.1</title><content type='html'>Matanya terus memandang kertas putih yang baru saja diterimanya. Tangannya bergetar membaca kata demi kata yang tertera dalam kertas tersebut. Tidak kuat lagi menahan beban berat yang dialaminya, dia pun menjatuhkan kertas itu.&lt;br /&gt;“Nona, anda tidak apa-apa?”&lt;br /&gt;Gadis manis berusia enam belas tahun yang dipanggil nona itu pun hanya menjawab dengan gelengan kepalanya. Kemudian dia menyenderkan badan di jok berbalut kulit berwarna hitam dan mengalihkan pandangannya ke luar jendela mobil yang sedang ditumpanginya.&lt;br /&gt;Mercy bercat hitam itu terus berjalan melewati jalan-jalan kota Jakarta yang disesaki oleh beratus-ratus kendaraan bermotor dan juga rumah-rumah penduduk yang mungkin hanya berupa kontrakan satu petak. Tiba-tiba matanya menangkap sebuah spanduk yang mengumumkan sebuah acara pentas seni di depan sebuah pertigaan dekat dengan stasiun kereta Lenteng Agung. Merasa suntuk dan membutuhkan hiburan, gadis itu meminta supirnya untuk berbelok menuju tempat acara tersebut diselenggarakan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sekarang kakinya sedang berjalan dipelataran parkir kampus tempat terselenggaranya acara pentas seni yang dimeriahkan dengan banyak bazaar dan band-band kampus yang tampil. Dia sengaja meminta kepada supirnya untuk tidak mengikutinya karena dia sedang ingin menyendiri.&lt;br /&gt;Kakinya berjalan melewati sederetan stand-stand bazaar yang menjajakan makanan, tas dan aksesoris, kaos-kaos seharga duapuluh ribu, kemudian buku-buku kampus yang diobral sampai mencapai tujuhpuluh persen. Sesekali dia berhenti pada salah satu stand dan melihat-lihat dan memutuskan untuk membeli beberapa buah aksesori handphone dan rambut. Kemudian matanya berkeliling menelusuri seluruh areal parkir memandang para pengunjung yang rata-rata merupakan mahasiswa kampus tersebut, dan dia baru sadar kalau kebanyakan pengunjung acaranya merupakan anak laki-laki. Kemudian matanya beralih ke depan sebuah gedung dimana didirikan sebuah panggung yang lumayan besar.&lt;br /&gt;“Oke, terimakasih kepada band Black Gift!” teriak seorang laki-laki yang diduga merupakan MC dari acara ini.&lt;br /&gt;“Bagaimana penampilannya menurut kalian? Bagus??” lanjut seorang anak perempuan yang merupakan partner laki-laki tersebut sebagai MC.&lt;br /&gt;“Yaak, tanpa perlu menunggu waktu lama, kita saksikan kembali penampilan band berikutnya…, Band DAWAI!” ucap MC laki-laki tersebut sambil bertepuk tangan kemudian menghilang di balik panggung.&lt;br /&gt;Tak lama, lima orang personil band yang namanya baru disebut itu pun naik ke atas panggung dan mulai mempersiapkan alat musik mereka masing-masing.&lt;br /&gt;Mata gadis itu langsung terbelalak begitu melihat sosok jangkung berbalut kaos berwarna hitam polos dengan celana jeans belel yang sudah robek di lutut yang baru saja naik ke atas panggung.&lt;br /&gt;“Selamat sore, Kawan-kawan. Kami dari Dawai akan membawakan lagu yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi telinga kalian. Bagi kalian yang hapal lagu ini diperkenankan juga untuk ikut bernyanyi dan menggoyangkan tubuh kalian. Karena apa? Karena sore ini kita akan bersenang-senang dan melupakan semua penat yang terjadi pada diri kita. Oke?”&lt;br /&gt;Setelah berkata itu, sang vokalis menoleh ke teman-teman bandnya untuk memberikan aba-aba. Mengalunlah petikan gitar tanda mulainya pertunjukan.&lt;br /&gt;Mata gadis itu terus terpaku pada sosok yang tengah memainkan gitar tersebut.&lt;br /&gt;“This Romeo is bleeding, but you can’t see his blood,”&lt;br /&gt;Tubuh laki-laki itu tinggi dan atletis, tangannya yang menggenggam gitar terlihat begitu kokoh, kulitnya yang berwarna coklat akibat terbakar matahari, namun diatas semua itu, matanya tidak bisa lepas dari memandang mahkota lelaki itu, begitu panjang, begitu berkilau, begitu lembut dan terlihat sangat indah sekali.&lt;br /&gt;Gadis itu tiba-tiba saja menangis, tas yang dia bawa dimana berisi barang-barang yang baru dia beli, jatuh di atas jalan. Lelaki itu telah membuatnya sangat iri.&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4439926800973520754-8444259130024747176?l=nichi-781.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nichi-781.blogspot.com/feeds/8444259130024747176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4439926800973520754&amp;postID=8444259130024747176' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/8444259130024747176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4439926800973520754/posts/default/8444259130024747176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nichi-781.blogspot.com/2008/07/mencari-dawai-bag1.html' title='Mencari Dawai bag.1'/><author><name>Nichi781</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06920402699944288847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_xMoEBMJdZI4/Smeb8o64qkI/AAAAAAAAADk/EWCIMs1Lck8/S220/kubur+terus+kubur.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
